
Hari-hari berlalu, dan Clara serta Mahasiswa/i lainnya telah menyelesaikan DAD dengan penuh ketegangan, canda tawa, dan tentunya banyak sekali pelajaran yang mereka dapatkan dari DAD selama 6 hari itu. Tanpa komunikasi dengan dunia luar tanpa kunjungan dari orang tua atau keluarga. Banyak yang berakhir di rumah sakit tapi banyak juga yang berakhir dengan berhijrah ke jalan Allah untuk memperbaiki diri.
Bukan latihan fisik yang mereka dapatkan tapi Iman dan mental mereka. Clara, yang awalnya adalah sosok yang tidak terbiasa dengan hal luar karena selalu bersama keluarganya kini berubah menjadi sosok yang lebih dewasa. 6 hari adalah waktu yang singkat tapi mampu membawa perubahan besar pada mereka yang memang ikhlas mengikuti kegiatan ini.
Clara berdiri di pinggir jalan sambil menunggu teleponnya di angkat oleh orang rumah. Tapi karena tidak ada yang bisa menjemputnya dia memutuskan untuk naik ojek untuk pertama kalinya seumur hidupnya. Dia menggeret koper menuju ke pangkalan ojek untung saja disana tukang ojek nya sangat ramah dan bisa mengerti bahwa ini pertama kalinya gadis cantik ini menggunakan ojek.
Sesampainya di rumah Clara membayar ojek dan segera masuk ke dalam rumah
"ASSALAMUALAIKUMMMM" teriaknya lantang. Mendengar itu tante dan nenek nya keluar menyambutnya. Si gafis cerewet yang menjengkelkan tapi rumah sangat sepi tanpanya.
Clara segera meraih tangan nenek nya untuk bersalaman kemudian tantenya. Setelah itu Clara masuk ke kamar mengambil handuk dan bergegas ke kamar manfi untuk mandi. Dia menyalakan keran air untuk memenuhi air dalam ember. Sambil menunggu air dalam ember penuh, Clara meraih lulur dan mulai menggosokkan pada badannya maklum saja dia hanya mandi saat hari pertama dan tidak pernah mandi lagi setelahnya hanya menggosok gigi dan berwudhu.sudah di pastikan kutu akan bersarang di kepalanya. Clara menguap beberapa kali dan akhirnya tertidur di kamar mandi. Yaa begitulah.. Selama 6 malam 7 hari dia hanya tertidur setengah jam saja karena pukul 2 malam baru meninggalkan ruang kelas dan Clara selalu menyempatkan diri untuk menggosok gigi terlebih dahulu lalu tidur jadi sebentar dia hanya perlu berwudhu saja. Pukul setengah 3 dia sudah bangun untuk shalat Lail lalu kultum bergantian dan shalat subuh lalu di lanjutkan dengan menerima kultum dari pembina lalu sarapan dan menerima materi kembali pukul 8 pagi. Dan begitu seterusnya.
Setengah jam dia tertidur di dalam kamar mandi lalu terbangun dan melanjutkan mandinya setelah itu dia berganti pakaian dan makan lalu tidur di depan TV. Tantenya tidak bertanya apapun pada Clara karena dari muka Clara yang terlihat tirus sudah menjelaskan bahwa disana Clara melalui hari yang sangat berat apalagi sekarang ini suara ngorok Clara yang terdengar di seisi rumah.
Clara kembali bangun dan mencuci pakaian yang dia bawa selama DAD setelah itu menjemur nya dan duduk di depan ruang makan sambil melamun. Sebenarnya dia tidak sedang melamunkan apapun hanya saja karena terlalu lelah dan mengantuk pikirannya kosong. Tantenya yang melihat itu cekikikan karena Clara terlihat orang yang memiliki banyak beban hidup.
"Clara.. anterin tante ke super market yuk" tanpa berkata apapun Clara langsung beranjak dan berganti pakaian lalu menunggu tantenya di atas motor.
Beberapa hari kemudian Clara akan mengikuti kuliah perdana di kampusnya.
Setelah mengikuti kuliah perdana, Clara menghubungi Bram untuk di jemput tapi Bram tidak bisa menjemputnya jadi di terpaksa kembali berjalan kaki menuju pangkalan ojek tapi disana tidak ada satupun tukang ojek. Clarapun memutuskan untuk berjalan kaki pulang kerumah yang jauhnya 5 Km. Dia berjalan sambil berbalas pesan dengan teman-teman kelompoknya
Asyira, "Clara. .kamu dimana? Udah pulang?"
Sirmayana "Clara udah pulang barusan kalii.. Sekarang ke pangkalan ojek"
Clara "iya nih guys. aku balik duluan ya hehe.. Kepalaku pusing banget"
Anti "Kan hari ini tukang ojek pada mogok kerja, jadi kamu gimana Clara?"
Clara "aman guys. aku jalan heheh"
Asyira "seandainya aku bisa bawa motor, aku yang anterin"
Latif "Clara dimana sekarang?"
__ADS_1
Latif "Clar?"
Sirmayana "Clara tadi aku liat jalan kaki kak. Angkot aku sempet nawarin dia tapi kita beda arah katanya hehe"
Tidak ada lagi pesan yang masuk di dalam grup
Author POV
Clara berjalan menyusuri trotoar ingin sekali menangis karena dia akan berjalan sangat jauh di tambah terik matahari yang sangat menyengat apalagi kakinya sudah terasa sakit. Clara beberapa kali berhenti dan meneteskan air matanya. Uangnya tinggal 10 ribu dia ingin membeli air minum tapi tidak ada warung di sepanjang jalan yang ada hanya supermarket Clara merasa enggan masuk kesana. Dia menghela nafasnya kasar di saat seperti ini sama sekali tidak ada orang terdekatnya yang bisa menyempatkan diri saja untuk menjemputnya. Clara memang tidak membawa motor karena di pakai oleh tantenya bekerja sampai ke pelosok melakukan pemantauan pembangunan irigasi.
Clara berjalan sambil menunduk karena sudah merasa kelelahan padahal dia belum berjalan sampai 1 kilo.
Tiba-tiba seseorang berhenti di depannya menampilkan senyum nya
"Clara saya anter pulang ya" ucap Latif. Mendengar Clara berjalan kaki pulang ke rumah memang dia langsung meraih jaket dan kunci motornya. Sambil mencari Clara dia sudah memikirkan alasan yang tepat karena sudah pasti Clara akan menolak untuk di bonceng olehnya.
"Gak usah kak.. Saya nungguin pacar saya jemput kok" ucap Clara berbohong karena dia sudah tau kalau Latif menaruh hati padanya tapi Clara tidak ingin Latif semakin mendekatinya karena dia selalu setia pada Bramnya walaupun Bram pernah berselingkuh darinya dia tidak pernah mau membalasnya karena menurutnya perempuan yang tukang selingkuh adalah perempuan murahan yang mengobral cintanya (menurut Clara guys ya heheh).
"Saya anter saja ya dek.. Ayoo saya madih bertanggung jawab terhadap adik binaan saya kok dek" ucap Latif lalu memberikan helm pada Clara agar Clara tidak lagi memprotesnya sebenarnya ada rasa cemburu dalam hati Latif apalagi Clara menyebut "pacar' tapi mau gimana lagi dia sudah terlanjur tertarik pada sang adik binaannya.
Latif menjalankan motornya dengan kecepatan sedang. Dia sudah tau dimana letak rumah Clara jadi dia tidak bertanya lagi tapi karena suasana canggung Latif memutar otak untuk mencari pembahasan
"Emang wajib ya kak? Aduhh aku nanya sama orang rumah dulu deh kak boleh enggak nya"
"ini wajib loh dek di ikuti oleh seluruh Maba dan panitia juga nanti disana akan ada acara bakar-bakar"
"bakar apaan kak?" tanya Clara polos membuat Latif tersenyum tipis drngan kepolosan Clara
"Bakar gedung.. Ya bakar ikan lah"
"oooo entar aku izin kak. minggu depan kan acaranya?"
"iya dek" ini yang di sukai dari Clara. Clara adalah perempuan yang terjaga dan selalu meminta izin pada orang tuanya padahal biasanya perempuan seusianya akan memberontak ingin kebebasan karena katanya sudah 'Mahasiswa' tapi Clara berbeda.
Sesampainya di rumah Clara langsung turun dan menyerahkan helmnya pada Latif dan tidak lupa mengucapkan terima kasih
"Masuk gih" ucap latif
__ADS_1
"ehh kakak gak pulang?"
"nunggu kamu masuk gerbang takut di culik Hahaha" Clara pun langsung masuk dan meraih Hpnya menelpon Bram
"Yang aku udah pulang di anter kakak senior pembina" dan itu masih terdengar oleh Latif.
"padahal aku udah di jalan ke kota S yang mau jemput kamu" ucap Bram di telpon
"yaudah kamu kesini aja yang" setelah itu Clara mematikan teleponnya dan maduk kerumah untuk berganti pakaian.
Sambil menunggu Bram, dia ingin membuat cemilan untuk mengganjal perutnya maklum saja di rumahnya tidak ada orang karena tantenya saat ini menginao di tempat penyuluhan sedangkan neneknya sudah 2 hari di kota M.
Clara membuat omlet mie, cemilan simpel menurutnya tapi sangat enak apalagi di cocol saus sambal dan mayonais.
Setelah membuat cemilan dia membuat kopi hitam 2 gelas berukuran besar untuk nya dan Bram. Clara memang sangat menyukai kopi. Kopi hitam dengan lebih dominan rasa pahitnya.
Setelah membuatnya dia berjalan menuju teras untuk menunggu Bram. Tak lama kemudian Bram sudah tiba dan langsung masuk di teras rumah Clara dan langsung mengambil omlet buatan Clara
"ihhh Bram cuci tangan duluuu" ucao Clara sambil mencubit tangan Bram
"nanggung yang" ucapnya cuek dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi tak lama kemudian dia tertidur pulas dia memang sangat lelah perjalanan dari kota P menuju kota S memakan waktu 2 jam apalagi dia lelah setelah membantu orang tuanya membenahi restorannya.
Clara yang melihat Bram tertidur sambil mengorok tidak bisa tanpa menjahilinya, dia pun meraih omlet dan mendekatkan ke hidung Bram. Otomatis Bram membuka matanya
"Jalan-jalan yuk yang" ajak Bram berpikir dari pada dia tidur disana tapi di jahili oleh Clara mending dia mengajak gadis itu jalan-jalan
"Males ahh kepalaku pusing" ucanya sambil meraih kembali omlet nya. Bram yang melihat Clara dari tadi mengunyah makanan merasa tidak percaya karrna biasanya Clara akan sulit makan jika sakit.
Dia ingin menjahili Clara tapi tiba-tiba terhenti melihat hidung Clara sudah mengeluarkan banyak darah sampai menetes mengotori baju pink gambar kelinci kesukaannya.
Melihat itu Bram panik
"gak apa-apa yang.. Ini cuman mimisan biasa" ucapnya santai lalu meraih berdiri menuju keran air untuk membersihkan tangannya yang penuh darah. Mimisannya tidak berhenti juga lalu dia masuk ke dalam rumah mengambil tissue untuk mengelap hidungnya lalu ke kamar mandi untuk menyirami kepalanya.
Setelah itu dia berganti baju dan merendam bajunya agar noda darahnya hilang. Kemudian kembali ke teras
"kamu gak apa-apa yang?" ucal Bram khawatir, dari tadi dia sudah ingin menyusul Clara untuk masuk ke dalam tapi dia.merasa tidak enak apalagi tidak ada orang selain Clara di dalam rumah akhirnya dia hanya menunggui Clara keluar.
__ADS_1
"gak apa yang heheh" setelah itu dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Bram untuk meredakan sakit kepalanya dan tak lama dia pun tertidur dan di susul oleh Bram untuk tidur sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.