Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram

Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram
31


__ADS_3

Selama 2 hari ini di jalani Clara dengan lancar walaupun tanpa mandi di hari ke 2 nya tapi itu bukan masalah besar karena di kampus Para Maba tidak mengerjakan apapun. Mereka bangun pukul 4 untuk mengantri mandi atau hanya sekedar gosok gigi dan cuci muka serra wudhu lalu berbondong-bondong menuju aula besar yang di jadikan tempat shalat maklum saja karena masjid nya tidak bisa memuat 600 lebih mahasiswa di tambah panitia dan pemateri yang mungkin jika di total mencapai 700 lebih orang. Setelah shalat Maba kembali ke ruangan istirahat nya untuk bersiap-siap karena pukul 7 mereka harus kumpul kembali bersama teman kelompoknya untuk mendapatkan sarapan pagi. Nasi bungkus, telur, sayur dan tahu tempe menjadi teman nasi bungus nya. Setelah makan, para anggota kelompok kembali di absen lalu mengikuti materi dari jam 9 - menjelang maghrib malam nya mereka hanya duduk dengan kelompok masing-masing untuk mendengarkan materi keagamaan dari sang pembina.


Di hari ke 3, tiba-tiba Clara mendapat tamu bulanannya sementara dia lupa membawa pembalutnya. Ala hasil, Clara keluar dari kampus menuju sebrang kampus untuk membeli pembalut bersama teman kelompoknya Asyira. Latid melihat itu dari kajauhan tiba-tiba sudah menunggui 2 adik binaannya itu di depan pintu gerbang


"Dek. Lain kali gak boleh keluar ya nanti di hukum"


"tapi kak saya hanya membeli pembalut"


"tetap tidak boleh"


mendengar itu Clara merasa risih dan keberatan karena itu sudah sangat keterlaluan menurutnya.ingin menumpahkan kekesalannya pada kakak pembinanya itu tapi merasa sudah sangat malas berbicara dengan kekesalan yang sudah sampai di ubun-ubun, Clara meninggalkan Latif menuju gedung B dan naik ke lantai 2 untuk memasang pembalutnya.dia merasa tertekan sekali dan tanpa sadar meneteskan air matanya dan sesenggukan. Apalagi PMS hari pertamanya berpengaruh pada mood nya. Clara merasa membenci sang kakak pembina dan untuk menjalani malam terakhirnya di kampus dia merasa sudah sangat berat ingin sekali dia pulang kerumah dia sudah sangat lelah.


Sore itu, Clara menghubungi tantenya untuk membawakannya sepatu karena sepatunya rusak. Sepatu kulit yang dia pakai rusak karena sering dia pakai ke kamar mandi dan sering di injak-injak oleh teman maba nya. Setelah maghrib, tantenya menghubungi Clara ingin dibawakan sepatu yang mana karena rata-rata model sepatu Clara adalah sepatu ikat sementara dia minta di bawakan sepatu teplek yang langsung di pasang sayangnya dia hanya memiliki 2 sepatu teplek yaitu sepatu yang dia pakai sekarang ini dan sepatu semasa dia SMA yang dia kenakan saat ikut vocal group.tantenya berinisiatif untuk membelikannya tapi sebelum itu dia meminta persetujuan dari Clara terlebih dahulu tapi tiba-tiba Clara menolak bertemu dengan tantenya.


Clara menghubungi Nanda temannya untuk di bawakan sepatu dan mereka akan bertemu di rumah Bram.


Saat sampai di belakang rumah Bram, Clara langsung sesenggukan, Nanda yang membuka pintu belakang kaget melihat Clara menangis seperti itu


"kamu kenapa Clara? Ada yang jahat sama kamu?" tanya nya khawatir


"A... A..kkku.. Hu hu hu... Aku gak kuat.. Aku mau pulang huuuuuhuhhuu" melihat temannya tertekan seperti itu, Nanda ikut menangis


"Clara kenapa Nan?" Tanya Gugun keheranan melihat Clara yang menangis seperti itu


"katanya pengen pulang, dia gak kuat. Baru kali ini memang dia nginep di luar tanpa keluarga nya" jelas nanda pada gugun

__ADS_1


Nanda mengusap punggung Clara merasa kasihan temannya menangis sesenggukan kemudian histeris. di saat seperti itu, jalan satu-satunya Nanda menghubungi Bram


"Halo kak Bram.. Bisa ke kota S gak? Clara nangis histeris aku gak tega kak"


....


"ok kak"


Nanda keluar dari kamar yang di tempati Clara menangis dan pergi membeli makan bersama Gugun untuk Clara.


20 menit kemudian Nanda kembali dan masih mendapati Clara menangis sambil berbaring di lantai.


Tak lama, Bram tiba-tiba masuk dan melihat Clara dia langsung membantu Clara untuk bangun dan memeluknya, bukannya tangisnya mereda, justru tangisan Clara semakin keras.


Bram melerai pelukannya


"a..a..akkuuuu huuuu huuuu.. Gak kuatt.. Akku.. pengen pulang. Akkuu capek. B.bb..bbrr..bramm huhuhhuuu"


"husss.. Tinggal sehari lagi sayang. Kamu kuat ok? Kamu bisa kok" Bram melihat memang Clara tertekan dan kelelahan buktinya baru 2 malam 3 hari Clara terlihat kurusan. Bram tidak tega tapi mau bagaimana lagi itu sudah aturannya untuk setiap Maba.


Sangat lama Bram, Nanda dan Gugun menghibur Clara, akhirnya Clara bisa kembali ke kampus bergabung dengan teman-temannya.


Sesampainya dia di teman kelompoknya dia hanya diam menyendiri tanpa berucap sepatah katapun walaupun di tanyai oleh sang kakak pembina.


"Kamu kenapa dek? Kangen orang tua?" tanya sang kakak pembina dan Clara hanya menganggukkan kepalanya

__ADS_1


hufff latif terdengar menghhela nafas kasar. Memang adik binaannya ini terlihat manja tapu dia suka wkwkwk


"besok sudah pulang kok dek. Sekarang makan dulu ya" Clara menggelengkan kepalanya


"akk akku mau pulang sekarang.. Akk akku udah cape huhuhuuu" untung saja Latif penyabar jika tidak mungkin sekarang dia akan marah-marah karena melihat adik binaan tidak bisa di hibur walau dengan apapun justru tangis nya semakin menjadi-jadi dan menolak makan apalagi minum. Malam ini adalah malam terakhir para Maba dan malam ini akan di adakan evaluasi tapi melihat keadaan Clara terpaksa dia mengundur waktu evaluasi.


Pukul 10 malam, Latif mengumpulkan adik binaannya untuk melakukan evaluasi dan yang membuatnya harus memiliki kesabaran ekstra adalah melihat Clara yang hanya sibuk dengan Hp nya tanpa menghiraukannya menjawab pertanyaan pun tidak di ancam dengan dia tidak lulus dari pesantren Maba pun dia tidak peduli. Latif yakin ini bukan hanya karena Clara rindu dengan rumah tapi juga karena waktu Latif melarangnya untuk membeli kebutuhan wanita.


jam setengah 12 malam evaluasi selesai dan Clara tidak banyak berbicara. Setelah membubarkan kelompok, Clara langsung saja beranjak tanpa berbasa-basi dengan sang kakak pembina berbeda dengan teman-temannya yang akan langsung mengerubungi Latif untuk berbasa-basi dan ada pula yang mencari perhatian. Latif berharap Clara juga seperti itu mencari perhatian padanya tapi tidak Clara mencuri perhatiannya dengan sangat natural.


Keesokannya, para Maba hanya packing lalu berkumpul di halaman kampus untuk ber foto berbeda dengan Clara yang tidak peduli sama sekali dengan acara foto-foto itu yang dia pikirkan hanya pulang. Tiba-tiba Latif mendekatinya


"Maaf untuk 3 hari ini ya dek Clara" Ucap Latif tulus dan terdapat tatapan lembut penuh cinta di matanya tapi Clara tidak melihatnya Clara hanya menatap teman-temannya


"it's Ok kak. saya ngerti kok dan maaf sudah merepotkan selama 3 malam 4 hari. Apalagi sikap kekanakan saya" dan Clara berbalik dan tersenyum pada Latif dan membuatnya salah tingkah.


"udah hampir maghrib kak sekarang sudah boleh pulang kan?"


"i..iyya"


"permisi kak" ucap Clara sambil berlalu dan Latid melihat kepergian Clara dengan jantung yang berdegup kencang.


Setelah keluar dari halaman kampus, Clara berdiri di pinggir jalan sambil menghubungi sang kakak meminta untuk di jemput


Dan 30 menit kemudian sang kakak baru muncul.

__ADS_1


Clara segera naik ke motor sang kakak dan menyandarkan kepala nya di bahu kakaknya untuk menikmati kebebasan sementara nya ini karena besok pagi-pagi sekali dia akan kembali lagi ke kampus dan menginap selama 6 malam 7 hari.


__ADS_2