Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram

Warna-Warni Percintaan Clara Dan Bram
35


__ADS_3

Setelah kuliahnya selesai, Clara dan teman-teman seangkatannya keluar dari kelas dan sebagian berjalan keluar gerbang untuk menunggu kendaraan umum atau berjalan kaki dan sebagian menuju ke parkiran motor untuk mengambil motornya.


Clara berhenti di depan gerbang untuk menunggu ojek karena dia terlalu lelah jika harus berjalan kaki menuju pangkalan ojek. Tiba-tiba Bram sudah berhenti di depannya dan menyodorkannya helm


"Mau kemana neng?" ucapnya sambil memperlihatkan senyum usilnya


"Ah Yang.. aku kirain siapa" Ucap Clara sambil memukul pelan lengan Bram


"LET'S GOOOO" teriak Clara sambil memukul pundak Bram


"kamu sudah makan siang?" tanya Bram sambil melirik Clara dari kaca spion motor


"Belum tapi aku masih kenyang. Beli pentolan aja yuk" sambil tersenyum memperlihatkan gigi nya. Melihat itu, Bram tersenyum tipis.


Sesampainya di gerobak penjual pentolan, Clara segera memesan pentolan kesukaannya dengan saus kacang lalu membawanya pulang kerumah untuk mereka makan.


Sesampainya di rumah


"Entar kamu mau kan nemenin aku beli ikan kering?" tanya Bram sambil melirik Clara


"Iya. Kamu gak usah pulang ini juga udah jam 3 habis shalat kita berangkat" ucap Clara yang di angguki oleh Bram.


Saat ini Clara dan Bram sudah berada di tempat penjualan berbagai ikan kering. Tempat ini memang biasa di kunjungi oleh wisatawan untuk membeli oleh-oleh ubtuk di bawa pulang ke kota mereka. Saat ini Bram tengah memilih ikan kering, Clara yang melihatnya kebingungan karena melihat Bram yang membeli banyak sekali ikan kering. Setelah membeli ikan kering sebanyak satu dos mie instan, mereka pulang ke rumah Bram. Di jalan pulang Clara tidak ingin banyak bicara karena dia tau Bram kali ini menyembunyikan sesuatu lagi darinya.


saat sampai di rumah Bram, Clara langsung masuk ke ruang tamu yang disana ada Ayah Ali yaitu ayahnya Bram yang sedang menonton TV


"Ehh nak Clara, mau bantuin Bram packing ya?" ucap ayah Ali sambil tersenyum memperhatikan Clara


"Emang Bram mau kemana Yah?" Clara kebingungan


"Loh kamu gak tau? sebentar malam dia udah terbang ke kota B"

__ADS_1


Clara sudah tidak menyahuti perkataan ayah Ali karena sibuk dengan pikirannya sendiri yang selalu di tau paling terakhir tentang kepulangan Bram. Clara tertunduk lesu dan menghembuskan nafas kasarnya.


"Aku ke belakang dulu bantuin Bram ya om" setelah Clara masuk, Ayah Ali tersenyum jahil karena sebentar lagi akan ada drama keributan lagi dan berujung Clara menangis lagi seperti yang lalu-lalu dimana Clara selalu menelponnya sambil menangis.


Clara yang masuk ke dapur melihat Bram mengikat ikan keringnya setelah dia bagi-bagi


"Bram.. Kamu jahat bangettt huhuhhuuuu" Bram yang tidak tau apa-apa kebingungan melihat Clara yang menangis seperti itu tapi detik kemudian dia mengingat bahwa Clara sempat ngobrol dengan ayahnya di luar


Pasti kerjaan Ayah ini batin Bram


"Sayang.. kamu di kerjain Ayah" bisik Bram pada Clara dan terlintas ide jahil untuk membalas ayahnya dan dia langsung membisikkan rencananya oada Clara. Dan Clara pun mengangguk semangat.


Clara langsung masuk ke kamar mandi dan membasahi wajahnya


"Huhuhuuu Bram.. Kamu kenapa tega ninggalin aku gimana dengan kehamilan aku Bram" Ucap Clara sambil menutupi wajahnya


"Sssstt sayang sabar yah.. Obatnya akan sampai 2-3 hari lagi kok. Suara kamu jangan keras-keras yah nanti di denger ayah" ucapnya sambil pura-pura membekap mulut Clara


"BRAM... ayah tidak pernah mengajarkan kamu menjadi pembunuh dan tidak bertanggung jawab"


"Ayahhh huhuhuuuu" Clara beralih ke Ayah Ali dan ayah yang melihatnya merasa bersalah karena anaknya tidak bertanggung jawab


"Ayahhh.. Jangan marahin Bram huhuuu kita cuman bercanda kok"


HAHAHAHA tawa Clara dan Bram menggelegar karena berhasil membalas kejahilan ayah Ali. Memdengar dirinya menjadi korban Prank oleh anak dan calon menantunya bukannya marah dia hanya menggelengkan kepala


"Kita ngobrol di ruang tamu" ucapnya Ayah Ali dan berjalan lebih dulu di ikuti oleh Clara dan Bram yang madih tertawa. Setelah mereka duduk tiba-tiba wajah Ayah Ali berubah serius


"Nak Clara, bagaimana kuliahnya?" tanya ayah Ali


"Baik ayah cuman kata Bram senior ku banyak yang naksir hihihi"

__ADS_1


"Nak Clara, kamu sudah siap menikah?"


"Ayah kok nanyanya gitu"


"Ayah berniat akan datang melamar kamu untuk Bram nak. Kamu bisa ikut dia kuliah di kota B atau kamu tetep di sini mau kan?" Clara tidak langsung menjawabnya karena melirik Bram. Dia ingin melihat raut wajah Bram saat ini. Melihat Bram yang biasa saja dapat Clara simpulkan bahwa Bram tidak terpaksa


"kamu gak usah liat Bram nak. Ini permintaan dia juga kok" sambung ayah Ali karena melihat Clara yang melirik Bram


"aku gak tau cara ngomongnya ayah. Tapi bolehkah nunggu Mas Bram selesai kuliah dulu. Aku gak mau nge repotin ayah nantinya" mendengar itu Ayah Ali menggut-manggut tanda mengerti


"Yasudah.. kalau begitu tunggu Bram sampai selesai kuliah ya nak. Ayah berharap kalian berjodoh" Ucap Ayah Ali sangat tulus lalu dia berdiri ingin ke kamar mandi dan sejenak berhenti di sampin lg Bram dan berbisik


"di tahan-tahan dulu ya nak. Sabun mandi belum langka kok" bisik ayah Ali pada Bram dan tertawa terbahak-bahak


"Ayahhhhh" ucap Bram yang kesal dengan kejahilan ayahnya.


"Clar, ayo aku anterin pulang. 3 hari lagi kayaknya aku pulang ke kota B deh soalnya ospek sudah selesai"


"Iya ayaanggg. Yuk cap cusss.. AYAHHH AKU PULANG DULU YAAAA" Teriak Clara


"EMMMMM" Jawab Ayah Ali yang berada di toilet


Clara langsung naik ke motor Bram sambil tertawa karena sukses menjahili ayah Ali. Tapi seketika raut wajahnya berubah teringat dengan ucapan ayah Alu tadi


"Yang.. Kamu gak marah kan karena aku belum mau kita nikah dulu" ucapnya dan melingkarkan tangannya di perut Bram


"enggak sayang. Tapi tungguin aku ya"


"Insya Allah sayang kuu" ucapnya yang sedang berjermin di kaca spion motor dengan dagunya dia simpan di bahu Bram.


Sesampainya di rumah, Clara langsung masuk dan mencari tantenya untuk menceritakan semuanya pada tantenya tentang lamaran Bram yang dia ingin tunda dan tantenya tidak mempermasalahkan itu

__ADS_1


"Gak apa. Fokus kuliah dulu" mendengar itu, Clara mengangguk setuju. Dia memang harus fokus kuliah terlebih dahulu agar nantinya anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan dini dari kecil jika ibu nya berpendidikan juga Dia berniat untuk mengajarkan anaknya berbahasa Inggris agar anaknya menguasai bahasa Internasional itu.


__ADS_2