
Pasangan pengantin baru itu tengah menikmati bulan madu mereka selama seminggu tentunya kegiatan mereka tidak jauh dari kata kamar dan hanya sesekali menikmati pantai itupun saat setelah makan di restoran yang tempatnya di bibir pantai tapi hanya sekitar 30 menit karena Bram sangat posesif kepada sang istri melarangnya berpanas-panasan nanti gosong, nanti kaki nya pegal, nanti terseret ombak, bajunya basah dan Clara hanya menghela nafa saja dan menuruti perkataan sang suamj walaupun rasanya ingin mengomel tapi sebisa mungkin dia tahan mengingat nasehat dari orang tuanya dan mertuanya
"Nak.. Selama 40 hari hindari pertengkaran ya kalau bisa seumur hidup kalian adem ayem terus tapi namanya rumah tangga pasti ada pasang surutnya tapi 40 hari ini jangan bertengkar"
Nasehat itulah yang membuat Clara selalu sabar sampai hampit seminggu ini dan Bram pun begitu dia berusaha membahagiakan sang istri walaupun terkadang terlalu overprotektif.
Hari terakhir bulan madu mereka, Clara dan Bram berkeliling mencari oleh-oleh untuk keluarga nya itupun setelah Clara merengek pada Bram agar mereka libur kegiatan di kamar karena Clara ingin menikmati belanja dan dengan sangat terpaksa Bram menurutinya. Akhirnya yang awalnya mereka pergi dengan hanya membawa 2 koper serta tas ransel Clara, kini sudah bertambah 3 koper dan beberapa kantongan berisi makanan khas pulau D.
...
2 bulan sudah pernikahan yang di jalani Clara dan Bram yanh sampai sejauh ini masih jauh dari percekcokan karena pasangan itu selalu saling mengerti kekurangan masing-masing pasangannya.
Clara dan Bram tinggal di kota S sambil mengelola restoran orang tuanya tapi sekali seminggu akan berkunjung ke rumah orang tua Bram atau orang tua Miwulan. Mereka sangat jarang berkunjung ke rumah nenek Clara karena nenek Clara sudah menetap di kota M karena harus berobat.
Hoek
Hoek
Clara yang baru membuka matanya tiba-tiba harus ke kamar mandi karena merasa mual. Perutnya seperti di aduk-aduk. Pergerakannya yang tiba-tiba membuat Bram pun ikut terbangun
__ADS_1
"kamu kenapa?" tanya Bram yang mendapati Clara sudah terduduk lemas di depan westafel
"Mas.. Aku gak kuat bangunn" rengeknya. Bram dengan sigap mengangkat Clara keluar dari kamar mandi dan mendudukkannya di sofa di dalam kamar mereka berdua.
"Yang mana yang sakit?" tanya Bram yang sudah berjongkok di depan Clara dan hanya di jawab gelengan oleh Clara. Tiba-tiba Clara kembali mual dan Bram dengan sigap mengangkat kembali Clara ke dalam kamar mandi dan memijit tengkuknya.
"Mandi ya.. Supaya perasaan mu fresh" dan kembali di angguki oleh Clara"
Setelah mandi, Clara di angkat kembali oleh Bram dan di baringkan di atas kasur lalu Bram memberi minyak kayu putih di bagian depan dan belakang tubuh Clara lalu memijat-mijat kepala Clara.
Setelah melihat Clara tertidur, Bram keluar kamar menuju dapur untuk membuatkan Clara sarapan sereal coklat serta susu tapi kali ini Bram mengganti susu yang biasa dia pakai dengan susu hamil yang telah di beli Clara jauh-jauh hari yang katanya untuk stok saja.
Bram dengan semangat kembali ke dalam kamar dan membangunkan Clara untuk sarapan. Clara terbangun dan langsung memakan habis sereal yang di bawakan oleh Bram
"habis maghrib nanti kita ke dokter ya"
"kan aku cuma masuk angin mas. Kalau maag kan aku gak punya penyakit maag tapi gak tau juga sih mungkin penyebabnya karena aku akhir-akhir ini makan sembarangan"
"kalau aku sakit parah gimana ya mas?" lanjutnya lagi sambil tertunduk menahan tangisnya Bram yang melihatnya pun langsung memeluk sang istri
__ADS_1
"jangan ngomong sembarangan dong sayang. Kita harus memastikan ke dokter duku oke?" dan di angguki pasrah oleh Clara.
Clara dan Bram saat ini sudah berada di Rumah Sakit Bunda yang memang di khususkan untuk pasutri yang akan melakukan program hamil, memeriksa kandungan atau melahirkan Clara yang melihatnya pun kebingungan karena tadi Bram mengajaknya ke dokter praktek tapi kali kenapa dia di bawa ke Rumah sakit untuk orang hamil ingin protes tapi dia merasa lemas walaupun hanya untuk berbicara saja.
Bram yang telah mendaftarkan Clara secara online dari tadi pagi pun langsung masuk ke ruangan dokter untuk memeriksakan Clara. Disana Clara di tanyai berbagai hal kemudian di baringkan ke ranjang dan di periksa oleh sang dokter dengan memberi gel ke perut Clara dan mendekatkan alat dan menggeser nya dicperut Clara tak lama kemudian di layar monitar terdapat 2 titik disana
"Wahh.. Kembar Bu selamat ya.." ucap sang dokter
"Sa.. Saya hamil dok?" tanya Clara dan di balas senyuman oleh sang dokter. Bram jangan di tanya lagi, saat ini air matanya sudah menetes dari tadi apalagi saat mendengar penuturan sang dokter bahwa sang istri hamil anak kembar sesuai impian mereka sebelum menikah yang saat itu mereka berdua tengah menghadiri fashion show kucing dan melihat anak perempuan kembar yang baru berusia 1 setengah tahun sedang berfoto dengan kucing dan tiba-tiba Bram mengutarakan keinginannya untuk memiliki anak kembar begitu pula dengan Clara.
"Selamat ya pak anak Bapak dan Ibu kembar dan baru berusia 5 minggu. usia kehamilan yang masih muda harus extra hati-hati karena masih rentan apalagi ini kehamilan pertama ya pak ya?perut Ibu yang hamil anak kembar pun lebih besar dari pada yang lain pak. Mood ibu hamil juga harus extra di jaga pak agar anak di dalam kandungan dalam keadaan sehat. Jangan di buat stres pak. Dan ini vitamin yang harus di tebus di apotik pak" ucap dokter dengan ramah
"dok.. boleh kah berhubungan suami istri dok?" tanya Bram ragu dan sukses mendapat sikutan dari Clara
"sebenarnya boleh saja pak asal dilakukan secara pelan dan hati-hati tapi mana enak ya pak? Hahahah" dan Bram mengangguk saja dengan candaan sang dokter dan akhirnya mendapat cubitan oleh Clara
"tapi untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, saya sarankan untuk menjaganya lebih baik bapak kembali lagi kesini 2 minggu yang akan datang agar ibunya bisa di periksa lagi"
Setelah pulang dari dokter, Bram beberapa kali menawarkan Clara membeli makanan yang dia inginkan tapi Clara menolaknya dan meminta Bram untuk segera membawanya pulang karena merasa sudah sangat mengantuk.
__ADS_1