
....
"Olive!!"
Pagi hari tiba, Olive terbangun saat cahaya matahari mulai menembus kaca jendela, gadis itu segera bangun, wajah nya tampak lesuh dengan rambut berantakan bagaikan di terjang hujan badai angin ribut.
"Udah pagi ya?"
"Iya!"
"SETAN!" pekik Olive kaget saat Tiba-tiba milah muncul.
"Gak usah teriak juga, kesindir Gue anjir," Dumel Milah kesal.
"Lagian lo sih, nongol tiba tiba kayak--"
"Ya, lo kan emang setan." seru Olive malas.
"Cepetan mandi gih, bau sampah lu," ujar Milah sambil menutup lubang hidung nya dengan jari.
"Yang bau sampah itu lo, lo kan setan mulung,"sela Olive.
Milah hanya cengingiran saja, ia memang sering suka mulung sampah, gabut aja sih sebenar nya.
Olive melangkah malas menuju kamar mandi, Milah yang masih disana kagum dengan mewah nya kamar Olive.
"Buset! Gede amat, kayak kamar tuan putri," Kagum Milah.
Tidak butuh waktu lama, Olive segera menyelesaikan ritual mandi nya, sekarang ia sudah tampil cantik dengan seragam baru nya, ya karna seragam lama nya terlalu pendek dan ketat.
"Nah gini kan cantik, ni orang kok selera nya seragam ketat, dasar norak," guman Olive yang seakan menghina dirinya sendiri yang dulu.
Milah yang muncul lagi kebingungan dengan ucapan olive barusan.
"Aneh banget lo hina diri sendiri," cibir Milah heran.
Olive hanya tertawa kecil, Milah melihat sekeliling kamar Olive, ia tidak melihat Revan disana.
"Suami lo mana?" tanya Milah kepo.
"Revan di kamar nya lah," jawab Olive santai.
"Kalian pisah kamar?"
Olive menganguk, mereka berdua memang belum siap satu kamar, itu sebab nya mereka pisah kamar dulu.
"Emang nya lo nggak kasihan sama Revan?Kalau Revan butuh bantuan lo gimana?Dia kan gak bisa jalan olive," ujar Milah.
__ADS_1
Olive pun berfikir sama seperti milah, namun ini juga mau Revan, awal nya Olive tidak keberatan jika sekamar dengan Revan, siapa tahu Revan membutuhkan bantuan nya.
"Ya Gue juga awal nya mikir gitu, tapi Gue juga ngerasa nggak nyaman kalau satu kamar, apalagi kan kita di jodohkan," Sahut Olive dengan nada ragu.
Milah hanya tersenyum singkat, ada benar nya juga ucapan Olive, mereka memang di jodohkan tanpa ada nya rasa cinta satu sama lain.
Olive segera mengambil tas nya setelah selesai berdandan singkat, Milah hanya ikut di belakang olive.
Setiba nya Olive di Meja makan, Olive terkejut melihat seragam sekolah nya dan seragam Sekolah Revan berbeda.
"Good morning Olive,"Sapa Emeli dengan senyuman singkat.
"Good morning ma, Revan," balas Olive.
Olive bergabung di meja makan,"Kok seragam Lo beda sama Gue?" tanya Olive penasaran.
"Kan emang sekolah kalian berbeda sayang, kamu lupa?" sahut Emeli kemudian berbalik bertanya pada gadis itu.
"I-iya ma, Olive lupa."
Gadis Itu baru teringat, jika Sekolah Revan memang berbeda dengan sekolah nya.
Revan di tempatkan di Sekolah khusus anak-anak yang memiliki kekurangan, sejujur nya Revan bisa saja tetap sekolah di sekolah biasa pada umum nya seperti Olive.
Namun karna Revan sering jadi bahan bully an dan begitupun dengan olive yang dulu nya merasa sangat malu jika satu sekolah dengan Revan.
Mau tidak mau Revan pindah ke sekolah khusus ,ada anak-anak yang juga mengalami kelumpuhan seperti nya.
Olive hanya bisa diam sambil mengumpati diri nya sendiri, mengapa dia sangat jahat pada Revan, dan bodoh nya gadis itu malah tidak mengakui Revan sebagai suami nya karna malu.
Setelah sarapan, kedua nya segera berpamitan dengan Emeli.
"Assalammualaikum!" ucap mereka berdua setelah menyalami tangan Emeli bergantian.
"Waalaikumsalam! Hati hati di jalan," balas emeli.
****
Kini mobil yang di setir Oleh Olive tiba di depan Sebuah Sekolah bernama Sma Cahaya Semesta.
Sebuah sekolah untuk anak anak khusus, untuk penyandang disabilitas, contoh nya seperti tunarungu, tunanetra, tunawicara dan masih banyak lagi.
Olive turun dari mobil, ia tak lupa membantu Revan untuk turun dari mobil kemudian duduk di kursi roda, namun semua Murid yang baru berdatangan terkejut melihat Olive yang datang bersama Revan.
Olive menghantar Revan sampai masuk gerbang sekolah.
"Mau Gue antar sampai ke kelas sekalian?" tanya Olive.
__ADS_1
Revan menggeleng, "sampai disini aja."
Olive melihat sekolah itu, cukup megah dan bagus.
Namun Olive merasa dia jadi pusat perhatian, "Revan wajah Gue cantik kan?" Revan membalas dengan anggukan kecil.
"Terus kenapa Gue jadi pusat perhatian?Mana pada ngeliatin Gue kayak liat Rentenir." bingung Olive.
Revan menghela nafas, Ia yakin Olive lupa lagi, jika Ia adalah Idola di sekolah ternama, yang kebetulan sekolah nya berada bersebrangan dengan Sekolah Khusus.
Sma Bintang Bangsa sebuah sekolah ternama dan cukup populer, sebuah sekolah yang di juluki sekolah paling bagus dan mewah, sekolah itu berada tepat di sebrang jalan berhadapan dengan Sma cahaya semesta.
Sma Bintang bangsa sangat populer dengan murid nya yang kebanyakan dari keluarga kaya, dan tak lupa ada geng motor terkenal juga yang mendiami sekolah tersebut.
Olive adalah salah satu murid populer yang paling di takuti karna suka membully, dia bahkan tak segan segan mengeluarkan korban bully nya dari sekolah.
Olive yang terdiam melihat wajah Revan, ia merasa memang ada sesuatu yang dia lupakan.
Olive memukul jidat nya perlahan, ia pun mengingat semua ingatan nya di masalah lalu, dan betapa terkejut nya mengetahui jika diri nya seperti cabe murahan yang hobi nya bully orang karna alasan yang nggak jelas.
'****** lo Olive! Kenapa lo kek cabe kurang kerjaan, pantes aja mereka liatin Gue kayak gitu!' batin Olive.
Olive menghala nafas panjang, kemudian dua orang cowok memakai seragam sama dengan Revan datang menghampiri mereka.
"O-olive? Ngapain lo kesini?" tanya Cowok itu kaget.
Ia adalah Ilham Adhi Yaksa kerap di sapa Ilham, dia mengalami gangguan pendengaran nya, ia kerap kesulitan mendengar, namun dengan bantuan alat pendengaran dia jadi bisa mendengar dengan baik lagi. Walau begitu tetap saja, ia tidak di terima di sekolah normal.
"Suka-suka Gue lah mau kesini, lah lo berdua ngapain?" tanya balik Olive dengan santai nya.
"Ini sekolah Gue," jawab Ilham.
"Lah lo kenapa diam aja?" tanya Olive pada satu Cowok yang datang bersama Ilham.
"Dia kan Tunawicara Olive!" Sahut Ilham tak habis pikir dengan Gadis itu, bagaiman bisa dia lupa dengan mereka berdua yang sering ia olok olok.
"Eh! maaf banget, Gue beneran lupa kalau Lo nggak bisa bicara." mohon Olive Merasa tidak enak.
Dion Baskara, dia berbeda dengan Ilham. Dion masih bisa mendengar dengan baik, namun ia tidak dapat berbicara sejak kecil.
Dion adalah sahabat Ilham dan Revan di kelas, ia penyandang tunawicara, Dion terkadang menulis ketika hendak berbicara dengan seseorang.
Dia tahu banyak Orang yang tidak pandai memakai bahasa isyarat. Itu sebab nya dia memilih menulis saja, ia selalu membawa buku note kecil dan pulpen di saku nya, untuk jaga-jaga saja.
Namun jika berbicara dengan Revan maupun Ilham, ia memakai bahasa isyarat. Karna ia tahu kedua sahabat nya bisa bahasa isyarat.
Ilham dan Dion sangat kaget, mereka berdua terperangah, dan saling melempar pandangan satu sama lain, mereka melihat ke arah Revan, Revan hanya angkat bahu tak acuh.
__ADS_1
"Fiks Olive gegar otak!"
****