
...
Saat ini Olive dan Revan tengah menunggu di ruang tunggu, mereka tengah menunggu kedua orang itu selesai di periksa dokter.
Di sofa panjang, tampak Revan memperhatikan Olive yang terlihat pucat, gadis itu seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Lo kenapa?" tanya Revan yang duduk di samping Olive.
"Nggak papa," jawab Olive yang terlihat menyembunyikan sesuatu dari nya.
"Nggak usah bohong, jawab jujur aja," tegas Revan.
Olive menarik nafas panjang, dia sedikit merilekskan tubuh nya.
"Gue takut," ucap Olive dengan nada pelan.
Revan menaikkan sebelah alis nya. "Lo lihat mereka ya?" Olive membalas dengan anggukan kecil.
"Sumpah serem banget, Gue jadi takut," ucap Olive. Inilah alasan mengapa dia benci ke rumah sakit.
Jujur baginya sosok mahkluk di rumah sakit jauh lebih menyeramkan dari pada yang dia temui di jalanan atau tempat lain.
Revan yang melihat hal itu pun, spontan menutup mata olive dengan telapak tangan nya.
"Jangan dilihat, abaikan aja." suara berat Revan seakan menghipnotis gadis itu.
Olive menganguk patuh, Revan melepaskan telapak tangan nya yang menutup mata Olive, gadis itu membuka mata nya perlahan dia abaikan sosok yang dia lihat, tatapan nya fokus ke wajah Revan.
"Lihat sini aja, jangan mereka," ucap Revan.
Olive tersenyum seketika, tentu saja dia tidak akan melewatkan wajah tampan suami nya.
"Ehem!! Awas entar khilaf loh!!" goda Milah yang muncul tiba tiba di depan Olive.
Olive segera mengalihkan pandangan nya ke arah Milah dengan sorot mata tajam. Milah pun menghela nafas panjang, dia pun segera pergi dengan wajah masam.
'Dasar setan, ganggu aja!'
Revan menarik nafas panjang, kemudian dia menatap manik mata Olive, hal itu seketika membuat gadis itu menegang.
"Olive!"
__ADS_1
"I-iya"
"Lo bisa buat Gue lihat mereka nggak?" tanya Revan.
Olive menganguk kecil, dia bisa membuka mata batin siapapun, hanya saja tidak ada seorang pun yang mau dia buka mta batin nya. Tentu saja mereka enggan melihat sosok mengerikan setiap hari.
Dulu dia juga sempat punya dua sahabat, namun kedua nya menghilang tanpa kabar hingga saat ini, salah satu sahabat nya juga memiliki kemampuan seperti dia, dan yang satu nya lagi nggak punya sih, cuma dia sangat peka jadi bisa melihat sosok di sekitar nya.
Namun kedua sahabat nya sudah menghilang entah kemana, Olive sudah mendatangi rumah mereka, namun rumah mereka tampak kosong tidak ada siapapun disana.
Dan kala Itu, Olive juga menemukan sebuah buku usam bersampul hitam polos yang di gembok rapat. Sampai sekarang Olive masih belum bisa membuka nya, karna tidak ada kunci dan gembok buku itu juga tampak berkarat dan susah sekali di buka.
Hingga saat ini Olive masih menyimpan buku tersebut di rumah nya. Di rumah Kania.
"Memang nya kenapa?"
"Bukain dong mata batin Gue," jawab Revan.
"Kenapa? Jangan ya bahaya, Gue takut lo nggak kuat lagi, Gue aja yang dari kecil bisa lihat masih ketakutan," ucap Olive meyakinkan Revan. Dia tidak mau hal buruk terjadi pada suami nya karena ulah nya.
"Nggak papa Gue kuat kok, Gue juga pengen lihat Aruna," ucap Revan dengan nada memohon.
Olive menghela nafas panjang, bagaimana cara nya agar dia bisa menolak permintaan Revan, terlalu bahaya membuka mata batin Revan di tempat seperti ini, dia saja masih tidak tahan dengan kehadiran banyak sosok mengerikan di sekitar nya.
Memang anak kecil itu selalu berada di sisi Revan ketika Revan bersama dengan Olive. Aruna hanya akan muncul saat Revan sedang sendirian, tanpa siapapun di dekat nya.
Percuma saja jika Olive membuka mata batin Revan, jika dia masih di sisi Revan.
"Beneran?"
"Iya, Aruna kan udah tenang disana, dia nggak mungkin gentayangan kayak setan lain nya," ucap Olive santai.
Revan mengangguk patuh, mungkin memang ucapan Olive benar, dia juga yakin tidak mungkin Aruna masih di sekitar nya.
Walau sebenar nya Aruna memang masih di sisi nya, mengawasi nya dari ketahuan secara diam diam. Anak itu bahkan kini berada di ujung dinding membelakangi mereka dengan wajah pucat pasih.
"Kak Olive!"
Suara nyaring itu terdengar samar di telinga Olive. Olive sadar jika Aruna ada di sekitar nya saat ini.
'Maaf Aruna, terlalu bahaya jika kakak membuka mata batin kak Revan ditempat ini.'
__ADS_1
Olive harap Aruna peka dengan ucapan batin nya.
Aura Revan dan diri nya saja sudah mengundang banyak mahkluk tak kasat mata, jika dia membuka mata batin Revan, takut nya Revan ketakutan dan malah kerasukan oleh sosok di sekitar mereka.
"Tampan sekali aku menginginkan orang ini!!"
Salah satu sosok wanita dengan pakaian compang camping serta rambut di sapu ombak itu, menatap Revan terus dengan rasa tertarik.
'Nih setan ngapain liatin suami Gue? Mau Gue lepas bola mata nya,'
Olive tampak kesal dengan sosok itu, namun dia juga melihat ke arah Revan yang terlihat tidak merasakan apa apa, Revan memang tipe kalau orang yang tidak peka dengan mistis, namun dia percaya dengan ucapan Olive yang selalu berkaitan dengan mistis.
"Sebenarnya dulu, Gue juga bisa melihat mereka yang nggak bisa di lihat oleh mata biasa," ucap Revan yang spontan mengejutkan Olive.
Revan mengatakan jika dulu....
.....
Flashback.........
di saat dia berumur 10 tahun, mata batin nya sempat terbuka cukup lama, hingga membuat nya cukup stress karena sering di teror oleh sosok mahkluk yang terus meminta tolong padanya.
Revan tidak tahu mengapa mata batin nya bisa terbuka, namun saat dia sedang bermain di taman, dia bertemu dengan seorang gadis yang duduk sendirian di bawah pohon dengan membaca buku bersampul hitam.
Gadis itu memakai kalung berbandul kunci kecil, gadis itu juga memakai bando hitam dengan pakaian serba hitam.
Revan berjalan mendekati gadis kecil itu dengan rasa penuh penasaran, entah mengapa dia tertarik mendekati gadis itu, terlihat aura gadis itu juga tenang dan tentram.
"Kamu siapa?" tanya Revan yang kala itu masih berusia 10 tahun.
"Perlu kah kamu tahu nama ku?" tanya gadis kecil itu sambil mengarahkan pandangan nya ke arah Revan. Sorot mata yang sangat dingin dan tajam.
Revan hanya diam, dia kehabisan kata-kata.
"Perlu ku tutup mata batin mu?"
Revan pun terkejut saat gadis kecil itu mengatakan seperti tahu apa yang di inginkan Revan saat ini.
"Kamu bisa?"
"Tentu saja,"
__ADS_1
"Revan!"
...........