welcome indigo wife

welcome indigo wife
cincin hilang


__ADS_3

....


Kala Itu Emeli baru saja pulang dari kantor, Baru saja Ia hendak melangkah masuk ke dalam Mansion, pandangannya sudah teralihkan pada seseorang yang sedang mencari sesuatu di semak-semak taman Mansion.


Karna penasaran, Emeli pun berjalan mendekati Orang tersebut, dan betapa terkejut nya Ia melihat siapa pelaku nya.


"Ya Allah, Olive!!! Kamu ngapain disitu nak?mau boker?" tanya Emeli heboh meratapi melas anak nya.


Olive tersenyum singkat, "Olive lagi cari sesuatu ma," sahut Olive.


Olive segera bangkit ia berjalan keluar dari semak-semak.


"Cari apa nak? Apa sangat penting sampai kamu cerai di semak-semak," tanya Emeli kepo. Baginya aneh saja Olive mau sentuh semak-semak yang pasti nya akan mengotori tangan nya.


"Iya ma, pokok nya penting." Olive sengaja tidak memberitahukan benda apa yang dia cari, Ia tidak mau Emeli menyemburnya dengan ceramahan lagi.


"Yaudah, minta bantuan maid aja atau tukang kebun, nanti tangan kamu kotor sayang," tutur Emeli.


"Siap ma," balas Olive.


"Mama masuk dulu, jangan lupa minta bantuan mereka, kalau kamu cari sendiri lama ketemu nya," ujar Emeli kemudian Ia melangkah pergi.


Olive menghela nafas panjang, bagaimana bisa Ia mencari Sebuah Cincin yang dia buang ke taman sebesar lapangan bola.


"Aduh! Kalau minta bantuan mereka, pasti mereka nanti bakal ngadu ke Mama kalau Gue buang Cincin penting itu," gerutu Olive.


"Dasar lo bego! Ngapain coba lo buang Cincin itu, simpen kek apa susah nya, nyusahin Gue aja." kesal Olive.


Seorang tukang kebun yang melihat tingkah Olive hanya diam kebingungan, kemudian dia berjalan menghampiri Olive.


"Non Olive kenapa?" tanya pak kebun.


"Saya lagi cari Cincin saya yang hilang, apa pak kebun lihat? Atau nemuin gitu?" tanya Olive hati-hati.


"Cincin? Saya perna temuin Cincin, tapi udah saya kasih Tuan Revan," sahut Pak kebun tersebut.


"Ha? Revan?" kaget Olive.


Pak Kebun saat itu memang menemukan Cincin milik Olive yang sengaja di buang Oleh Olive dulu, Pak kebun ingin memberikan Cincin itu kepada Emeli, namun Revan segera meminta cincin itu.


Olive terkejut, jadi selama ini Revan lah yang menyimpan cincin milik nya.


'Revan pasti sengaja ngambil cincin itu dari pak kebun. Kalau sampai cincin itu sampai ke mama, udah pasti gue kena semprot.' batin Olive.


Olive menepuk jidat nya, selama ini Revan berusaha melindungi nya dari amukan Emeli, namun mengapa sikap nya dulu kasar sekali pada Revan.


"Non, saya permisi dulu," pamit pak kebun.

__ADS_1


"Iya silakan."


Olive segera melangkah pergi ke dalam mansion. Ia harus menemui Revan, namun langkah nya tiba-tiba terhenti di tengah jalan.


Gadis itu teringat bagaimana Ia sampai membuang cincin milik nya.


"Kalau Gue minta cincin itu ke Revan, gua harus bilang apa sama dia? Secara Gue yang buang, dan sekarang gue minta balik, kenapa jadi ribet banget sih! Lagian kan ini bukan salah Gue, salah lo Olive bego!" dumel Olive kesal.


*****


Flashback....


Bugh!


"Aarrrgh!!"


Olive mendorong tubuh Revan. Cowok itu jatuh menghantam lantai dengan sangat keras. Gadis itu tampak sangat marah dengan Revan.


"Ke-kenapa lo dorong Gue?" tanya Revan terkejut, padahal Revan rasa Ia tidak berbuat kesalahan apa-apa.


"Gua mau lo lepas cincin sialan itu," tegas Olive.


Revan melihat cincin pernikahan nya dengan Olive. Cincin itu masih melingkar jemari nya.


"Kenapa? Kasih Gue alasan?" ujar Revan.


Revan menganguk. "Gue udah lepas cincin ini, tapi tolong Ijinkan gue untuk Simpan cincin ini." mohon Revan dengan nada Rendah.


Olive mendengus kesal, Cowok ini selalu saja membuang waktu nya. Jika saja ada cara untuk berpisah dengan Cowok ini, dia tidak perlu melakukan hal ini.


"Terserah, awas saja sampai lo ngadu ke mama, detik itu juga Gue habisi lo,"ucap Olive menatap tajam Revan.


Olive melangkah pergi ke luar mansion. Gadis itu berhenti di taman, Dia mengeluarkan cincin pernikahan milik nya. Olive mengepalkan kuat telapak tangan nya, yang terdapat cincin tersebut.


"Sampai kapanpun, Gue benci sama lo Revan!."


Olive melemparkan cincin nya ke arah semak-semak yang cukup padat. Ia berharap tidak akan perna menemukan cincin itu lagi. Sudah cukup hidup nya di repotkan oleh Revan. Sampai kapanpun Cinta tidak akan perna tumbuh di hati nya.


"Dasar cacat, orang kayak lo nggak pantas di cintai, lebih baik gua mati, dari pada selamanya hidup dengan lo." tegas Olive.


..............


Clek!


Pintu kamar Revan terbuka lebar. Seorang Gadis cantik berjalan masuk kedalam kamar. Ia melangkah menghampiri seorang cowok yang duduk di tepi kasur.


"Revan!" panggil Olive.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Revan dengan nada santai.


Olive bingung harus mulai bicara darimana, Ia merasa tidak enak jika tiba-tiba meminta cincin itu lagi. Padahal bukan salah nya. Namun sama saja dialah yang berada di posisi ini sekarang.


"Cincin itu masih ada sama lo?" tanya Olive hati-hati.


Revan menganguk, Ia membuka laci lemari kecil di samping Ranjang nya. Ia mengambil cincin milik Olive yang dia simpan selama ini.


"Ini punya lo," ucap Revan menyodorkan cincin itu kepada Olive.


"Thanks lo udah simpan cincin ini," balas Olive. Gadis itu mengambil lalu memakai cincin tersebut ke jari manis nya.


Revan tersenyum singkat. "Jangan di buang lagi," kata Revan ramah.


"Maaf in Gue ya, Gue janji nggak akan buang cincin ini lagi," ucap Olive menyesal dan sangat malu.


Revan menganguk kecil, Olive melirik ke arah nya. "Lo nggak marah kan? Maaf banget gue sering kasar sama lo du-"


"Lupain aja, yang penting lo jaga cincin itu baik-baik," sela Revan.


Olive tersenyum sekilas, kemudian Ia mendekat ke arah Revan. Cowok itu spontan mundur kebelakang, tubuh Olive hampir saja menempel pada nya.


Jari jemari Olive terulur menarik kalung yang Ia sembunyikan di balik baju nya. Sebuah bandul cincin milik Revan terlihat jelas.


"Bagus lah lo juga masih simpan cincin ini, jangan lupa di pakai di jari lo," ucap Olive di tutup senyuman manis.


Aksi olive barusan membuat perasaan Revan kembali bercampur aduk, sementara Olive Ia memang sengaja ingin menggoda Cowok itu, apa dia kuat atau tidak.


Ternyata Revan memang tidak mudah baper baginya.


Namun tiba-tiba saja tangan Revan terulur melingkar di pinggang Gadis itu.


Karna tarikan dadakan itu, tubuh Olive pun jatuh menimpah tubuh Revan, wajah kedua nya saling menempel.


Pandangan mata kedua nya saling terkunci satu sama lain. Netra milik Revan begitu menatap dalam netra milik Olive. Gadis itu tak berkutik beberapa saat.


"Sekarang giliran Gue."


Suara lembut Revan mengundang sekebon bungan di hati Olive. Gadis itu masih diam dengan wajah merah, semerah kepiting rebus.


Cup!


Satu kecupan singkat mendarat di bibir manis Olive. Pelaku nya ialah Revan.


"WHAT THE PAK!!! ZINA MATA ANYING!!" teriak Milah yang muncul tidak tepat, Dan salah tempat.


*****

__ADS_1


__ADS_2