welcome indigo wife

welcome indigo wife
Perasaan Lama


__ADS_3

Olive dan Revan terlihat kebingungan dengan buku hitam tersebut. Kedua nya penasaran mengapa buku itu terus meminta Olive membantu nya, padahal dia rasa masalah nya dengan keluarga nya sudah selesai.


Aruna juga sudah tenang, dan olive juga sudah tidak marah lagi padanya, apa masih ada tugas lain yang tidak mereka ketahui.


"Tugas Gue apa lagi?" guman Olive.


"Nggak ada, udah selesai, lupain aja buku ini," ucap Revan yang jujur tidak suka dengan buku itu, dia takut buku itu akan membuat masalah baru antara dia dan Olive.


Olive mengerutkan kening nya. "Kenapa?"


"Gue nggak suka, lebih baik di buang saja," jawab Revan.


"Jangan, nanti malah sial kita," balas Olive yang langsung mengamankan buku tersebut.


Revan hanya bisa pasrah saja jika sangat istri tetap mau menyimpan buku itu.


"Sayang, Gue ke sekolah dulu ya, entar guru nya bacot lagi Gue nggak masuk kelas," ujar Olive sambil bangkit berdiri.


"Iya," balas Revan di tutup senyuman manis.


Olive pun pergi meninggalkan Revan di taman sekolah.


Revan masih kepikiran dengan buku itu, dia penasaran masalah apalagi yang akan datang mengusik nya, dan akan mengusik Olive juga.


'Gue harap nggak bakal ada masalah lagi,' batin Revan.


.............


Disisi lain terlihat Gery yang tengah duduk santai sambil mendengarkan musik menggunakan earphone di kedua lubang telinga nya.


Terlalu berisik baginya mendengarkan suara suara orang lain, lebih baik dia mendengarkan musik saja.


Namun di sela itu, dia merasakan ada hawa dingin yang menerpa nya, mungkin akan hujan sebentar lagi, namun kali ini rasa nya beda, hawa dingin yang dia rasakan cukup membuat nya merasa takut.


Saat Gery hendak beranjak pergi, seseorang menyentuh baju nya, pergerakan nya pun terhenti.


"Siapa lo?" tanya Gery yang hendak melintir tangan tersebut, untung saja tangan itu segera di tarik.


"Ini Gue Alvera!"

__ADS_1


Gery terdiam, dia merasa tidak asing dengan nama dan nada suara nya.


"Ngapain lo balik lagi? Bukan nya lo udah pergi tinggalin Gue?" tanya Gery dengan nada yang berubah marah.


Alvera terdiam sejenak, dia tahu ini pasti akan terjadi, akibat dia hilang tiba tiba, Gery jadi marah pada nya.


Dulu Gery dan Alvera adalah sepasang kekasih yang sangat romantis, kedua nya bahkan sudah bertunangan, namun suatu hari Gery mengalami kecelakaan parah, dia di tabrak oleh seorang pengendara mobil saat dia melintas.


Kedua mobil saling bertabrakan dengan keras, serpihan kaca mobil mengenai mata Gery, akibat nya Gery mengalami kebutaan hingga saat ini. Di saat dia terpuruk seorang gadis yang dia cintai justru hilang tiba tiba entah kemana tanpa alasan.


Sejak saat itu Gery merasa hidup nya sudah tidak berarti, Gery juga berkali kali hampir bunuh diri.


Untung saja keluarga nya bisa menghentikan nya, keluarga nya selalu mendukung keadaan nya, membantu nya berobat, walau hingga saat ini dia belum mendapatkan donor mata yang cocok.


Alvera merasa bersalah sudah meninggalkan Gery begitu saja, namun dia punya alasan di balik hal itu, selain dia membantu sahabat nya, dia juga ada masalah keluarga, kemudian dia juga berniat mencari donor mata untuk Gery.


"Maaf ini Gue, Gue pergi tiba tiba,  Gue bisa jelasin semua nya," ujar Alvera merasa menyesal.


Alvera menjelaskan tentang masalah keluarga nya, dimana ibu nya meninggal karna di bunuh oleh seorang penjahat yang menyamar jadi maid, dia dan Viora berusaha mengungkapkan siapa pelaku nya, walau hingga saat ini dia belum mengetahui siapa yang membunuh ibu kandung nya.


Selain itu dia juga mencari identitas asli Kania, dan juga mencari donor mata untuk Gery.


"Gimana? Masih kurang jelas? Gue nggak berniat sama sekali untuk ninggalin lo, tapi ada alasan mengapa Gue pergi sebentar," ucap Alvera.


Alvera duduk di samping Gery, kedua tangan nya terulur menangkup kedua pipi Gery.


"Coba dulu, Gue yakin donor yang Gue dapat bisa cocok sama lo," ucap Alvera meyakinkan.


"Kalau Gue tetap nggak bisa lihat gimana?" tanya Gery.


"Gue nggak mau, malu maluin lo, Gue nggak mau lo di hina karna punya cowok buta kayak Gue," ucap Gery mengalihkan wajah nya, namun segera di tahan oleh Alvera.


"Gue nggak peduli, yang penting, lo dan Gue bahagia bersama selama nya," ucap Alvera dengan di tutup senyuman manis nya.


Gery terdiam, apa bisa dia memenuhi keinginan Alvera, dia saja masih membenci diri nya sendiri, dia ragu bisa membahagiakan gadis itu, apalagi sekarang dia tidak bisa melihat.


"Lo nggak mau ya?"


"Gue mau,"

__ADS_1


Alvera yang senang pun memeluk Gery, kedua nya saling berpelukan beberapa saat, tanpa mereka sadari ada sosok yang melihat hal itu, siapa lagi jika bukan Milah.


"Kenapa Gue sial muluk sih? Disana Olive sama Revan mesra-mesraan , eh disini pun ada, pindah kemana lagi hamba mu ini agar di jauhkan dari para kaum bucin?" gerutu kesalahan Milah.


"Ke neraka!"


Pandangan milah teralihkan pada sumber suara, itu ada suara seorang gadis dengan dress hijau berlumuran darah yang berdiri tepat di belakang nya.


"Lo lagi?"


"Ngapain lo disini?" tanya milah kesal.


"Ada hal yang buat Gue nggak bisa pergi," ucap sosok itu.


"Apa?"


"Dia!" sosok itu menunjuk ke arah Gery.


"Anjir! Lo suka sama Gery? Dia udah punya ayang tuh, buta lo ya?" heboh Milah.


"Bukan itu bego!" sela sosok tersebut.


"Terus kenapa?"


Sosok itu bernama Intan, Intan adalah seseorang yang menabrak Gery, hingga membuat cowok itu mengalami kebutaan total.


Intan tidak berharap kecelakaan itu terjadi, karna terburu buru dia jadi. Menabrak seseorang, hingga membuat hidup orang tersebut hancur.


Intan merasa menyesal, dia ingin meminta maaf pada Gery, namun semua itu tidak bisa dia lakukan, apalagi sekarang dia sudah tiada, hal yang bisa dia lakukan hanyalah menjaga Gery dari orang orang yang berniat jahat pada Gery.


Intan sering kali menampakan diri nya kepada anak anak nakal yang mengusik Gery.


Namun hal itu justru membuat nya semakin merasa bersalah, akibat ulah nya Gery semakin di jauhi.


Di bingung harus bagaimana, agar Gery aman dan dia bisa pergi dengan tenang, dia juga ingin melihat Gery bahagia dan bisa melihat lagi.


"Seandai nya waktu boleh di putar lagi, Gue mau mati tanpa merugikan siapapun," ucap Intan sendu.


"Nggak bisa,"

__ADS_1


"Kecuali ada pintu doraemon."


.........


__ADS_2