
Sosok itu merangkak semakin cepat ke arah Revan, Olive berlari ke arah Revan dengan cepat, namun tubuh nya langsung di hempas oleh sosok tersebut dengan sangat keras.
"OLIVE!!"
"Aaarghh!!" Olive merintih kesakitan begitu tubuh nya menghantam lantai dengan sangat keras.
"OLIVE!!" teriak Milah panik.
"Lindungi Revan!" teriak Olive.
milah yang hendak membantu Olive pun tidak jadi, dia segera melindungi Revan sebelum sosok itu menyentuh Revan.
"Jangan sentuh dia!" tegas Milah dengan raut wajah mengerikan.
sosok itu terkekeh dengan mulut yang sangat lebar, tembus hingga ke pipi.
"Ternyata ada yang bisa melihat Gue," gimana sosok itu dengan senyuman lebar mengerikan.
"Jangan ganggu Gue, pergi dari sini!!" pekik sosok itu dengan lantang. namun itu tidak membuat Milah takut sama sekali. dia rasa kekuatan mereka akan seimbang kali ini.
"Cih, lawan Gue kalau lo berani!" ucap Milah di tutup senyuman mengerikan nya.
"AAAAARGGHHH!!"
Sosok itu berteriak sangat keras hingga membuat Milah dan Olive kesakitan, gendang telinga mereka terasa pecah. darah mengalir deras dari telinga olive.
"Sial!"
"Milah!! mundur!" teriak Olive, dia rasa ini sulit di tangani, dia tidak mau Milah celaka.
Milah tidak mendengarkan ucapan Olive, dia terus melawan sosok itu, beberapa kali tubuh nya terhempas ke lantai dan dinding, beberapa barang di kamar pecah berhamburan kemana mana.
olive melihat ke arah Revan yang tidak bangun sama sekali, Olive yakin ada yang tidak beres, sosok tadi sempat menyentuh Revan.
Olive yakin Revan pasti sudah di tahan di alam bawah sadar nya. Olive berusaha bangkit untuk menghampiri Revan.
"jangan sentuh milik Gue!!" teriak sosok itu begitu Olive hendak menyentuh Revan.
Sosok itu mencengkram leher Olive dengan sangat keras, Olive dapat melihat dengan jelas wajah mengerikan sosok itu yang membuat nya ingin muntah.
"Argh! lepasin Gue." Olive berusaha berontak, namun tenaga nya seakan di hisap oleh sosok tersebut. tampak milah yang sudah kehabisan energi di pojokan.
"Olive."
Olive menarik nafas dalam dalam. "Kenapa lo ganggu Revan?" tanya Olive berusaha menahan rasa sakit cengkraman sosok tersebut.
"Revan milik Gue, dia harus ikut Gue!" ucap sosok gadis mengerikan itu sambil menatap nya penuh kebencian.
"Revan bukan milik lo, alam kalian berbeda, Revan sekarang milik Gue." tegas Olive. Olive mengerahkan seluruh tenaga nya melepaskan cengkraman sosok itu yang kebingungan.
__ADS_1
cengkraman sosok itu pun lepas, Olive berusaha menarik nafas sebanyak mungkin. hampir saja di mati karena tidak bisa bernafas tadi.
"Nggak! Revan milik Gue, nggak ada yang bisa dapatin dia selain Gue," ucap Sosok itu sambil menatap tajam Olive.
Olive melihat sebelum mata sosok itu, seketika sebuah bayangan masa lalu muncul di pikiran nya.
.....
flashback...
"Revan!"
seorang gadis dengan seragam SMA memanggil Revan sambil membawa sebuah coklat.
Revan yang masih memakai seragam SMP itu pun mengalihkan pandangan nya ke arah sumber suara yang memanggil namanya.
"iya kak," balas Revan dengan nada dingin.
"Revan suka coklat nggak?" tanya gadis itu sambil menyodorkan coklat pada Revan. Revan menggeleng. "Gue nggak suka coklat," balas Revan.
gadis SMA dengan nama tag Laila putri itu mendengus kesal. sudah lama kedua nya saling mengenal namun Revan masih saja dingin padanya. jujur Laila ingin lebih dari teman.
namun Revan tidak pernah menganggap serius perasaan nya. apa memang dia harus menyimpan dalam dalam perasaan nya.
"Revan, Gue suka sama lo," Ucap Laila dengan malu-malu.
Revan mengerutkan kening nya, dia terdiam sejenak. baru saja seorang gadis 18 tahun menyatakan cinta pada anak SMP berusia 14 tahun.
"kenapa? Sudah berkali kali Gue nyatain perasaan Gue, kenapa lo selalu tolak Gue?" tanya Laila dengan nada sendu.
"Gue nggak ada rasa sama lo, mendingan lo cari cowok lain yang lebih pantas untuk lo, bukan Gue," tegas Revan. dia rasa ucapan nya tidak ada salah nya. memang mereka tidak cocok baginya untuk lebih dari teman.
selain itu Revan memang tidak memiliki perasaan apapun sama Laila. dia hanya menganggap Laila sebagai kakak nya saja, tidak lebih.
Saat Revan hendak melangkah pergi, Laila menahan tangan Revan, dia menarik Revan kedalam dekapan nya. Revan segera melepaskan pelukan Laila.
"Apa apaan lo?" kesal Revan. dia tidak suka di sentuh seperti itu.
"Gue sayang sama lo Revan, sekalipun umur kita beda jauh, Gue nggak peduli, Gue suka sama lo, nggak ada yang bisa gantiin lo di hati Gue, Gue nggak bisa hidup tanpa lo Revan." Ucap Laila sendu dengan air mata yang mulai mengalir deras.
Revan terdiam sejenak, seperti nya Laila tidak mencintai nya saja, Gadis itu seperti obsesi pada nya.
Revan hendak melangkah pergi lagi, namun Laila segera menahan tubuh nya.
"lepasin Gue kak." Revan terus berontak, namun tenaga Laila sangat kuat hingga membuat nya kesulitan melepaskan dekapan Laila.
"Gue nggak akan lepasin lo Revan, lo milk Gue." tegas Laila.
Jep!
__ADS_1
"argh!"
sebuah jarum suntik tertancap ke bahu Revan, Revan merintih kesakitan, Pandangan Revan perlahan mulai kabur, kepala nya terasa sangat pusing.
Laila sengaja menyuntikan obat bius itu pada Revan agar Revan tidak kabur dari nya. dia akan membuat Revan menjadi milik nya.
....
"argh!"
Revan membuka mata nya perlahan, dia melihat sekeliling nya terlihat banyak barang barang bekas yang sangat kotor dan bau. tidak ada orang disana selain diri nya yang terbaring di lantai.
Revan memegangi kepala nya yang terasa sangat pusing. dia yakin jika Laila telah membius nya tadi. "Sial, Gue harus pergi dari sini."
Revan segera bangkit, dia berusaha kabur dari gudang kosong itu sebelum Laila menyadari diri nya sudah siuman.
dan benar saja baru saja dia melangkah keluar gudang. Laila sudah menyadari nya.
"REVAN!!!"
"Sial, seharusnya tadi Gue ikat dia." Laila segera menyusul Revan sebelum anak itu lari semakin jauh.
Revan terus berusaha kabur dari Laila yang masih mengejar nya.
di pertengahan jalan Raya. saat Laila hendak menyebrang untuk mengejar Revan, tanpa dia sadar sebuah mobil melaju kencang ke arah nya.
Tit!!
Tit!!
"AAARGGGHH!!"
Brak!!....
Tubuh Laila menghantam keras aspal saat mobil melaju kencang itu menabrak tubuh nya. darah segar terus mengalir dari kepala Laila.
sebagian tubuh Laila tampan hancur akibat menghantam aspal dengan keras. disisa kesadaran itu Laila mengucapkan sesuatu.
"Re-Revan!"
tanpa Revan sadari, Laila meninggal akibat tabrakan itu. Revan masih terus berlari menjauh dari Laila kala itu, dia tidak sadar jika Laila sudah tiada.
"Dasar orang gila," celutek Revan kesal.
tanpa Revan sadari, sosok Laila yang sangat mengerikan mendengarkan ucapan nya barusan.
"Gue janji, suatu hari nanti, Gue bakal bawa lo ke alam Gue."
"lo milik Gue--"
__ADS_1
"Lo harus mati!"
............