
Disebuah ruangan, terlihat seorang wanita yang sedang menggendong bayi mungil dengan bahagia, wanita itu mencubit beberapa kali pipi bulat bayi mungil yang tidak lain adalah putri nya.
Seorang muncul dari arah belakang memeluk nya perlahan, Wanita itu mengalihkan pandangan nya dengan cepat.
"Revan, jangan ngagetin," gerutu kesal Olive karena di kejutkan oleh Revan, awal nya dia tidak menyangka jika dia sudah memiliki seorang anak bersama Revan, dan keluarga mereka semua baik baik aja, bahkan adik Revan yang bernama Aruna masih hidup.
Olive merasa bahagia sekalian, dia senang ternyata semua itu bukanlah kenyataan yang harus dia hadapi, dari kejadian itu dia belajar berapa penting nya keluarga dan kebahagian, dia tidak akan menyia-nyiakan apa yang sudah dia dapatkan, dia akan terus menjaga nya hingga akhir nyawa nya.
"Maaf sayang, biarkan aku menggendong Reina," ucap Revan dengan nada lembut, Olive tersenyum tipis, kemudian dia memberikan bayi mungil itu kepada Revan.
"Terimakasih, aku istirahat dulu ya sayang," ucap Olive lalu melangkah pergi perlahan, namun langkah nya tiba tiba saja terhenti.
"Kenapa?" tanya Revan.
"Aku lupa, kamu ingat dimana aku simpan buku sialan itu?" tanya Olive yang teringat dengan buku nya yang sudah lama dia sembunyikan.
Revan mengerutkan kening nya, dia berusaha mengingat nya.
"Seperti nya ada di gudang, setalah kita menikah kamu menyembunyikan nya di gudang, hanya itu yang aku ingat," jawab Revan.
...****************...
Di gudang Olive segera mencari keberadaan buku tersebut, namun setalah dia cari cari lumayan lama akhir nya dia menemukan buku tersebut, ketika dia membuka buku tersebut, buku itu tidak bereaksi apa apa, dia yakin jika buku ini hanyalah buku biasa bukan buku ajaib seperti yang dia ingat.
"Sebaik nya aku buang saja dari pada membahayakan keluarga ku," guman Olive.
Olive segara berjalan ke tempat pembuangan sampah yang berada di depan Gang, dia ingin membuang buku itu jauh dari halaman tempat tinggal nya.
Saat dia hendak membuang buku itu, seorang gadis kecil berusia 10 tahun datang menghampiri nya.
"Tante jangan di buang," pekik nya dengan nada cempreng.
Olive mengalihkan pandangan nya kepada gadis manis dengan mengunyah permen karet di dalam mulut nya.
"Kenapa cantik?" tanya Olive dengan nada lembut, baru pertama kali ini dia melihat gadis manis itu.
"Aku suka buku nya," jawab nya malu malu.
Olive mengerutkan kening nya, apa tidak masalah dia memberikan buku ini kepada gadis kecil ini.
"Kamu yakin suka sama buku ini? Buku nya udah usam banget lo, tante aja mau buang buku nya," ujar Olive memastikan saja.
Gadis itu menganguk cepat, dia menatap berbinar pada buku kuno tersebut, rupanya dia sangat suka koleksi barang barang kuno.
"Aku suka tante, papa juga suka koleksi barang barang kuno, dan sejak saat itu aku juga suka bantu papa koleksi barang barang kuno," jelas gadis itu dengan nada santai.
Olive merasa ragu memberikan buku itu kepada gadis ini, apalagi dia belum ingat pasti apa buku ini berbahaya atau tidak, dia takut saja buku itu benar benar berbahaya dan justru akan menyusahkan pemilik nya.
"Tante, nggak boleh ya?" seru gadis itu sedih.
__ADS_1
"Bo-boleh kok, tapi kamu harus janji apapun yang terjadi kamu harus terima dan bertanggung jawab," tegas Olive.
"Siap tante, aku akan bertanggung jawab sama buku ini, tante nggak perlu khawatir," ucap gadis itu.
Olive pun memberikan buku kepada gadis itu.
"Makasih tante," ucap nya.
"Sama sama," balas Olive.
Olive melangkah pergi dengan wajah ragu, tanpa dia sadari gadis itu tersenyum manis padanya, dia memeluk buku itu.
"Buku nya sudah kembali, aku akan mencarikan pemilik baru untuk mu," ucap gadis itu sambil mengelus buku usam di pelukan nya.
Beberapa bukan kemudian, setalah kejadian itu, kini Laras sedang merayakan sukuran atas kehamilan yang yang pertama, Revan dan Olive datang bersama anak nya, Milah pun datang bersama Dion, Gery juga datang bersama Karla dan putra mereka yang sudah berusia 1 tahun.
"Selamat ya atas kehamilan nya," ucap Olive turut bahagia.
"Makasih ya," balas Laras.
"Semoga anak nya kembar," ucap Milah dengan nada senang.
"Anak kembar? Kamu yang pengen ya?" tanya Dion melirik istri nya.
"Iya sih, aku pengen punya anak kembar tiga," jawab Milah dengan mata berbinar.
"Wah siapa tahu anak kalian kembar, soal nya perut mu besar banget mil," ucap Karla.
"Kenapa nggak bahagia gitu muka mu?" cetus Olive.
"Aku nggak dapat anak kembar," jawab Milah yang mengidamkan anak kembar.
"Udahlah sayang di terima aja nggak boleh ngeluh," tegur Dion dengan nada lembut.
Milah menganguk kecil, mereka semua pun melanjutkan sukuran nya dengan berdoa bersama dan makan bersama dengan para tamu undangan, terlihat seorang gadis sedang berlarian di taman dengan seorang laki-laki seumuran nya.
"Aruna jangan lari lari, nanti jatuh," tegur cowok itu dengan nada khawatir.
"Nggak mau, lo harus kejar gue kalau nggak lo kalah," balas Aruna dengan nada keras.
Olive melihat Aruna yang asik bermain dengan teman seumuran nya, dia tidak menyangkal mengapa bisa Alvera dan Viora membuka Aruna meninggal akibat Revan.
'Cih! Gue males ingat itu lagi, ngapain coba gue ingat muluk, lagian itu semua hanyalah mimpi, sekarang aku sudah bahagia dengan keluarga ku, dan Revan suami ku,'
Disela itu Revan yang awal nya sedang mengobrol dengan sahabat nya kini berjalan ke arah Olive yang sedang duduk bersama Reina.
Olive melihat wajah tampan suami nya, sikap Revan juga sangat Dewasa, walau begitu dia masih tetap ada sifat manja yang bisa kambuh kapan aja.
"Sayang, aku mau tanya sesuatu," ucap Revan yang kini sudah duduk di samping Olive.
__ADS_1
"Apa?"
"Bu-"
"AAARRRGGGHH!"
Suara teriakan Milah mengejutkan mereka semua dan para tamu undangan lain nya.
"Ada apa?" tanya Olive panik.
"Dion!!! istri mu mau lahiran!!!" teriak Laras panik.
Semua tamu undangan pun ikut panik terutama Dion yang khawatir dengan Milah yang terus kesakitan, Milah pun segera di bawah ke rumah sakit.
Olive tidak ikut mengantarkan milah, disaat itu Olive di tarik Oleh Laras dan Karla.
"Lo ingatkan tentang kejadian di gedung sekolah lama kita?" tanya Laras memastikan dengan nada serius.
"Kenapa?"
"Kenapa hanya kita yang ingat? Sementara suami kita sama sekali tidak ada yang ingat?" tanya Laras.
"Aku tidak tahu, lupakan saja kejadian itu," ucap Olive.
"Tapi kan aneh banget cuma kita yang ingat, aku jadi takut jika semua itu akan terulang kembali," ucap Laras.
"Tentu saja tidak," sela Karla.
"Iya benar apa Karla, sekarang sebaik nya kita selesaikan masalah yang ada disini, jangan pikirkan hal itu lagi," ucap Olive bijak.
Disaat itu Aruna melihat seorang anak kecil berjalan tanpa arah sambil membawah buku yang tidak asing baginya.
"Buku itu?"
Saat Aruna hendak menghampiri anak itu, seorang menahan nya.
"Arga," kaget Aruna.
"Jangan!"
"Kenapa? Gue yakin buku itu punya kak Olive," ucap Aruna.
"Buku itu sudah di lepaskan dan sekarang dia sedang mencari pemilik baru," tegas Arga.
"Maksud nya?" bingung Aruna.
"Kita pergi dari sini!"
Arga dan Aruna pun pergi bersama menjauh dari tempat tersebut.
__ADS_1
...----------------...
.....SELESAI.....