welcome indigo wife

welcome indigo wife
Mimpi


__ADS_3

Seorang berpakaian seba hitam berjalan ke arah seorang gadis yang tengah terduduk kebingungan di sebuah ruangan gelap, tidak ada siapa-siapa kecuali dia dan seseorang yang tengah berjalan ke arah nya.


"Olive!"


Orang itu memanggilnya, gadis itu segera berdiri dia merasakan aura merinding seketika, tubuh nya ingin terus berdiri disana menunggu orang tersebut berdiri tepat di hadapan nya.


Namun hati nya meminta nya untuk lari sejauh mungkin, namun Olive tidak tahu dia harus lari kearah mana, semua gelap kecuali cahaya di belakang orang tersebut yang membuat nya dapat melihat orang itu.


Namun perasaan takut kian semakin terasa, suara itu seperti beberapa kali pernah dia dengar, namun dia tidak tahu itu suara siapa, setiap kali dia mencoba mengingat nya kepala nya terasa sakit.


"Ini nggak beres!"


"Siapa lo??"


"Jangan ganggu Gue!!"


Olive berjalan mundur perlahan dengan wajah pucat, dia merasa sangat ketakutan, sedari tadi dia ingin lari, namun tubuh nya seolah olah di tahan untuk tetap berada disana.


Orang itu semakin mendekat, dia terus memanggilnya, suara nya seperti tidak asing, suara itu semakin terngiang ngiang.


"Olive!!"


"Olive!!"


"Kembali!!"


Olive membeku, keringat terus bercucuran, tiba tiba saja dari atas kepala nya darah segar menetes mengenai nya, dia melihat darah itu menetes ke tangan nya, begitu dia melihat ke atas.


"GAK MUNGKIN!!"


.....


"AAARGHH!!"


Olive terbangun dari mimpi nya, dia berteriak sangat kencang karna mimpi yang dia alami barusan.


Semua terasa nyata, Olive mengusap keringat nya yang masih bercucuran, wajah nya tampak pucat.


"Lo kenapa?" tanya Revan dengan suara serak basah khas bangun tidur.


Dia sedari tadi terbangun saat Olive terus mengigau, dia terus berteriak dengan wajah panik, Revan yang khawatir pun berusaha membangunkan Olive, awal nya Olive tidak bangun, namun setelah Revan mengusap pucuk kepala Olive sambil terus memanggil nya, gadis itu pun membuka mata nya.


"Udah lupain aja, minum dulu," ucap Revan kemudian menyodorkan segelas air putih.


Olive meneguk air itu hingga habis tak tersisa, akibat mimpi nya barusan dia merasa kehausan.


'Sial! Kenapa gue harus mimpi kayak gitu sih?'


Revan menatap sang istri yang kembali melamun, Olive masih kepikiran tentang mimpi buruk nya barusan, seseorang yang datang ke mimpi nya dengan darah segar yang menetes padanya, dan darah segar itu berasal dari seseorang yang tergantung tepat di atas kepala nya.

__ADS_1


"Jangan melamun," pintar Revan sambil menarik dagu Olive, membuat wajah gadis itu seketika teralihkan ke depan wajah nya.


"Gue kepikiran sama mimpi Gue barusan," jawab Olive dengan wajah yang masih panik, namun tampak gadis itu berusaha menahan nya, dia ingin melupakan mimpi itu, namun tidak mungkin dia bisa melupakan nya.


"Lupain aja mimpi nya," ucap Revan sambil menatap wajah Olive.


"Gue nggak bisa," jawab Olive hendak mengalihkan pandangan nya, namun seketika Revan mengunci pandangan nya.


"Lihat mata gue jika berbicara Olive," tegas Revan.


"Gue rasa masih banyak hal yang belum gue ingat, masih banyak masalalu gue yang gue lupain," jawab Olive merasa ragu.


Revan tiba tiba tersenyum tipis.


"Ingatlah perlahan, suatu hari ketika semua ingatan itu kembali, dunia kita akan berubah," ucap Revan dengan nada tegas.


Olive mengerutkan kening nya, dia tidak mengerti maksud ucapan Revan barusan.


Mengapa Revan seperti mengatakan jika kehidupan mereka akan berubah, dan seperti mereka akan pergi jauh.


"Berubah?" beo Olive.


"Berubah kembali seperti semula," lanjut Revan.


"Maksud nya?"


"Memang nya selama ini kita didunia mana?" tanya Olive bingung.


Olive memeluk erat tubuh Revan, dia tidak ingin mimpi nya barusan ada sebuah pertanda buruk yang akan menimpa mereka.


'Waktu nya semakin dekat saja.'


...****************...


Di kantin terlihat Olive yang merenungkan diri, dia masih memikirkan mimpi nya semalam, Revan sudah meminta nya untuk tidak terlalu memikirkan hal itu, namun dia merasa masih ada yang ganjal dengan semua hal yang dia alami.


Entah mengapa dia kini berfikir jika ada seseorang yang sedang menunggu nya.


Seseorang yang sangat berarti, namun dia tidak bisa mengingat apa apa, dia pikir selama ini semua ingatan nya sudah kembali, namun sayang nya dia rasa masih banyak ingatan yang masih dia lupakan.


"Hey! Kenapa bengong gitu?" tanya Alvera yang datang bersama Viora.


Kedua nya ikut bergabung dengan Olive.


Alvera dan Viora pindah sekolah i sekolah Olive, sejujur nya mereka ingin ke sekolah Gery dan Dion, namun sayang nya mereka di tolak karena buka penyandang disabilitas.


"Lo mikirin Revan?" tanya Viora ngasal.


"Nggak!" jawab Olive.

__ADS_1


"Mikirin apa?"


"Gue ngerasa aja kayak masih ada ingatan penting yang Gue lupain," jawab Olive dengan wajah ragu.


Kedua sahabat nya itu saling menatap bergantian dengan senyuman sekilas.


"Ingatan mana?" tanya Viora.


"Bukan nya lo udah ingat masalalu lo?" timpal Alvera.


Olive menggaruk kepala nya yang tak gatal, "Gue nggak tahu, ingatan masalalu Gue tuh kayak masih ada yang kurang, tapi Gue nggak tahu itu apa, " jelas Olive bingung.


"Perlahan aja, kalau buru buru entar nggak baik loh," seru Viora.


"Lagian mengingat sesuatu yang sudah lama hilang itu memang nggak mudah, semua butuh proses, nikmati aja proses nya," ujar Viora bijak.


"Bener sih, tapi tetap aja gue kepikiran muluk, apalagi gara gara mimpi semalam," ucap Olive.


Kedua nya segera mengalihkan pandangan ke arah Olive.


"Mimpi?"


"Mimpi apa?" tanya kedua nya serempak.


Olive merasa ragu jika harus menjelaskan mimpi nya kepada kedua sahabat nya, tapi dia rasa kedua sahabat nya bisa bantu dia.


"Gue mimpi ketemu seseorang, sama gue lihat diri gue sendiri gantung diri," jawab Olive perlahan.


Kedua gadis itu seketika melebarkan bola mata bergantian.


"Yang bener aja?" seru Viora ragu.


"Aneh banget sih," guman Alvera.


"Apa itu pertanda lo bakal mati?" tanya Viora sambil melirik ke arah Olive.


Olive mengangkat bahu nya acuh, dia tidak tahu apa mimpi itu pertanda buruk atau ada suatu hal yang tersembunyi dari mimpi itu.


"Terus orang di mimpi lo ngapain lo?" tanya Viora.


"Dia jalan ke arah Gue, terus dia manggil nama Gue berulang kali, kuping sampai sakit," jelas Olive.


"Ada lagi?"


"Terakhir nya dia teriak Kembali!!" timpal Olive.


"Maksud nya apa ya? Memang nya siapa yang pergi?" tanya Olive dengan nada penasaran.


"Kalau ada yang pergi-" ucapan Viora terjeda, kemudian kedua gadis kembar itu menatap nya.

__ADS_1


"Gue?"


.........


__ADS_2