
.............
Olive tiba di rumah lama nya, dia merasa sangat senang bisa melihat rumah lama nya setelah sekian lama dia tinggalkan.
Rumah lamanya tampak suram dan agak kotor karena tidak pernah di bersihkan.
Olive melangkah masuk ke dalam rumah, suasana rumah lama nya masih sama sebelum dia tinggalkan cukup lama.
Namun yang membuat Olive heran adalah, mengapa sosok nenek yang biasa nya berada di dalam rumah, kini tidak ada sama sekali, pada dia ingin bertanya mengapa sosok wanita tua itu membisikan hal aneh yang membuat nya bertransmigrasi.
Olive melangkah masuk ke dalam kmr nya, dia segara mengambil buku hitam yang dia simpan di lemari baju nya.
"Benar, buku ini pasti yang di maksud Revan," gimana Olive.
Baru saja Olive berbalik badan, dua orang gadis berdiri di belakang nya dengan senyuman hangat menyambut kedatangan nya.
"Viora! Alvera!"
"Selamat datang, Kania!" sapa mereka bersamaan.
Saudara kembar itu entah muncul dari mana, sudah sekian lama mereka menghilang dan kini mereka muncul dan tahu Olive adalah Kania.
"Siapa kalian?" tanya Olive sambil menjauh dari kedua sahabat nya.
"Nggak usah takut lah, kita manusia kok, kita selama ini menghilang karena suatu alasan, dan sekarang kami kembali lagi karena sudah menemukan lo, dan buku itu," ucap Viora yang di balas dengan anggukan dari Alvera.
"Gue nggak ngerti maksud kalian apa, tapi kemana kalian selama ini?" tanya Olive bingung.
"Kemasalalu lewat pintu doraemon," jawab Alvera ngasal.
"Ha?"
"Bercanda Kania, kita berdua tuh lagi nyari tahu asal usul lo," jawab Alvera.
"Panggil Gue Olive," tegas Olive. Kedua gadis itu mengiyakan saja.
.............
__ADS_1
Pada kala itu Viora dan Alvera mendapatkan sebuh informasi dari buku hitam tersebut yang mereka temukan di gudang rumah mereka.
Mereka sangat terkejut saat membuka isi buku tersebut, isi buku itu mengatakan jika Kania adalah pemilik buku hitam itu, dia adalah seorang gadis pemilik buku hitam pemecah masalah para hantu yang bergentayangan.
Selama ini dia menyelesaikan banyak masalah secara perlahan, saat misi terakhir nya hendak selesai setalah membantu seorang anak laki-laki laki, keluarga Kania mengalami kecelakaan, kedua orang tua Kania meninggal dunia.
Sementara Kania selamat, namun dia mengalami amnesia, itulah mengapa Kania tidak mengingat hal apapun bahkan wajah kedua orang tua nya, dia beranggapan jika diri nya adalah seorang anak yang di buang ke panti asuhan seperti apa yang di ceritakan ibu panti.
Namun nyata nya, itu semu hanyalah kebohongan, dia di temukan ibu panti saat berusia 10 tahun, dan di besarkan di panti. Ibu panti sengaja berbohong agar Kania tidak sedih karena kehilangan kedua orang tua nya.
Selama bertahun-tahun Viora dan Alvera mencari tahu asal usul kelurga Kania, namun sayang nya keluarga Kania menghilang begitu saja bagaikan hilang di telan bumi, hanya Kania lah satu satu nya anggota keluarga yang terpisah di silsilah keluarga.
"Ini nggak mungkin, aneh banget," heran Viora.
"Sumpah keluarga Kania itu sebenarnya keluarga apaan sih, aneh banget setiap anggota keluarga mereka memiliki buku hitam yang sama, apa maksud nya?" ujar Alvera dengan wajah bingung sambil membolak balikan banyak berkas yang mereka dapatkan.
Kebetulan keluarga mereka juga adalah bagian dari detektif, untuk masalah mencari identitas pasti mudah.
Kedua gadis kembar itu memandang sebuah foto anggota keluarga yang terdapat ayah, ibu, nenek, dan Kania yang memegang buku hitam tersebut.
"Kayak nya buku hitam itu, di dapatkan oleh setiap keturunan keluarga Grajaya," ucap Viora dengan wajah serius.
Suara itu mengejutkan mereka berdua, aldi itulah nama ayah mereka yang kini menatap kedua putri nya dengan senyuman singkat terukir sekilas.
"Kok papa tahu?"
"Dulu papa sahabatan dengan ayah Kania, dia melakukan hal yang sama dengan buku itu, ayah juga sering membantu dia, tapi sayang nya nasib buruk menimpa nya," ucap Aldi dengan nada santai.
Jujur dia tidak menyangka jika sahabat nya yang telah lama tidak dia temui sudah tiada.
"Berarti buku itu adalah milik Kania, anak ini Kania," ucap Viora menunjuk foto anak kecil tersebut, wajah nya tampak suram dan sangat dingin.
"Bener sih, miring banget sama Kania, tapi buku itu kita tinggal di rumah lama," ujar Alvera.
"Biarlah, nanti buku itu akan kembali pada pemilik nya."
"Papa sok tahu," seru Viora.
__ADS_1
'Buku itu hanya akan pergi setelah misi di dalam nya selesai, dan pemilik nya sudah mendapatkan cinta sejati nya.'
.........
Saat itu sebuah mobil melaju kencang tanpa kendali di sepanjang jalan, seorang wanita memeluk erat tubuh gadis kecil yang juga merangkul buku hitam milik nya.
"Yah, kenapa ini?" ujar seorang wanita bernama Karin aulia Grajaya, dia lah ibu Kania.
"Mama sama Kania tenang ya, ini mobil nya lagi bermasalah," ujar pria yang sedang fokus mengendalikan mobil nya. Dia Bagas Grajaya.
"Ma, pa, ini pasti karena buku ini nggak Terima Kania kabur dari tugas Kania, tugas Kania belum selesai sama anak itu," ucap Kania dengan nada panik di dalam dekapan sangat mama.
"Udah lupain aja ya Kania, aman kok, kita buang buku ini dulu yang jauh biar nggak ganggu kamu terus, setelah itu kita bisa hidup bahagia nak, mama nggak tega lihat kamu tiap hari di teror sama buku ini, kita harus buang buku ini," ucap Karin menenangkan Kania.
Jujur bagas juga ragu untuk membuang buku itu, secara dia sendiri sudah mengalami banyak hal buruk akibat hendak membuang buku itu, hingga akhir nya buku itu berhenti mengusik kehidupan nya setelah menikah dengan Karin.
Dia bahkan sudah tidak dapat melihat mahkluk tak kasat mata lagi seperti dulu.
Bagas berusaha susah payah mengendalikan mobil nya yang terus melakukan kencang tanpa bisa dia rem.
Dan akhir nya.....
BRAK...
Mobil itu menabrak pohon besar, bagas dan Karin tewas di tempat karena mengalami luka parah, sementara Kania yang di lindungi oleh tubuh Karin pun selamat dari kecelakaan tersebut.
Buku hitam itu mengeluarkan sebuah cahaya terang yang melindungi tubuh Kania.
Samar samar Kania yang masih sadar, mendengarkan suara itu yang berasal entah dari mana.
'Beristirahatlah! Suatu hari kamu akan kembali menyelesaikan masalah mu di masa depan bersama dia yang akan menjadi pendamping mu.'
'Kania nggak mau, Kania capek!'
'Ingatan akan di hapus, di saat ingatan mu kembali, jangan pernah lupakan tugas mu jika ingin hidup bahagia bersama dia...'
.............
__ADS_1
....