welcome indigo wife

welcome indigo wife
Dia kembali


__ADS_3

Seorang cowok tengah berjalan santai sambil memandang sebuah foto di layar ponsel nya.


Karena tidak terlalu memperhatikan jalan, di justru menabrak seseorang hingga membuat orang itu hampir terjatuh ke aspal.


Untung saja cowok itu langsung menahan tubuh gadis itu.


Seketika pandangan mereka saling tertuju, tanpa cowok itu sadari, ponsel nya sudah menghantam aspal.


"Dion!"


"Viora!"


Dion segara melepaskan tubuh Viora, Viora pun segera membenarkan posisi nya kembali.


"Maaf Gue nggak sengaja," ujar Viora yang panik.


"Seharus nya Gue yang minta maaf," ujar Dion.


Viora dan Dion pernah bersahabat saat berumur 8 tahunan. Kedua nya sering bermain bersama dulu nya tanpa ada yang tahu, namun sejak suatu hal terjadi, Dion dan Viora sudah tidak pernah bertemu lagi hingga saat ini mereka berdua di pertemukan kembali.


Viora paham akan bahasa isyarat, itu sebab nya dia mengerti apa yang di ucapkan oleh Dion.


"Nggak papa, lo baik baik aja kan?" tanya Viora dengan raut wajah berubah khawatir.


Dion mengangguk kecil, dia tidak jatuh seharus nya Viora tidak se khawatir itu padanya.


"Kenapa?" tanya Dion.


Tiba tiba saja Viora memeluk tubuh Dion dengan sangat erat hingga membuat Dion merasa susah bernafas.


"Gue kangen banget sama lo, maaf in Gue ya udah hilang tiba tiba," ucap Viora sendu.


Dion mengusap punggung gadis itu, dia tersenyum tipis, gadis ini sudah membuat nya khawatir bertahun tahun lama nya. Namun kini dia merasa senang sudah di pertemukan kembali dengan Viora.


"Lo nggak seneng ketemu Gue lagi?" tanya Viora dengan nada melas setelah melepaskan pelukan nya.


"Gue senang kok," balas Dion.


Viora merasa tidak tega dengan Dion yang masih belum bisa berbicara, apalagi setelah dia ketahuilah jika kehidupan Dion juga sangat susah, untuk berobat saja mungkin sangat sulit.


Dia ingin mengajak Dion berobat ke luar negeri sekaligus dia ingin melanjutkan sekolah nya disana, namun apa kah Dion mau ikut dengan nya.


"Dion, ikut Gue bentar yuk!" pinta Viora menarik tangan Dion.


Kedua pun melangkah pergi ke sebuah taman yang tidak jauh dari tempat mereka bertemu tadi.


Kedua nya duduk di kursi panjang di bawah pohon rindang.


"Kenapa lo ajak Gue kesini?" tanya Dion dengan nada kebingungan.


"Ada yang pengen Gue omongin," jawab Viora dengan nada santai.


Dion melihat ke arah gadis itu, tampak Viora kebingungan mau berbicara mulai dari mana.

__ADS_1


"Katakan saja," ucap Dion.


"Lo ingat nggak dengan ucapan lo dulu?" tanya Viora.


Dion terdiam, memang nya dulu dia berucap apa hingga membuat gadis ini bertanya pada nya.


Kemudian sebuah ingatan terlintas di kepala nya.


.....


Flashback....


Seorang gadis manis berjalan mendekati seorang anak kecil yang sedang duduk seorang diri di bawah pohon dengan mengemut permen lolipop di dalam mulut nya.


Gadis kecil itu berjalan semakin dekat, anak laki laki itu terkejut dengan kehadiran gadis kecil itu.


"Hai!!" sapa gadis kecil itu dengan senyuman manis nya.


Anak laki laki itu hanya diam sambil menundukkan kepala nya, gadis kecil itu heran mengapa anak itu tidak membalas sapaan nya, apa dia tidak dengar.


"Kenapa diam aja?" tanya gadis kecil itu sambil duduk di depan anak laki laki itu.


"Maaf Gue nggak bisa berbicara," ujar anak itu menggunakan bahasa isyarat.


Gadis kecil itu adalah Viora, Viora terdiam sejenak, dia merasa tidak enak pada anak laki laki itu.


"Maaf aku pikir kamu nggak dengar suara aku," sahut Viora menggunakan bahasa isyarat.


"Kamu bisa pakai bahasa isyarat?"


"Aku Viora."


"Dion."


Kedua nya pun saling mengobrol bersama.


"Kenapa kamu nggak ikut main sama yang lain?" tanya Viora sambil melihat sekumpulan anak anak seumuran mereka yang tengah asik bermain bola di lapangan.


Dion menggeleng.


"Mereka nggak suka aku ikut main sama mereka," sahut Dion.


Viora mendengus kesal, "dasar mereka, main aja pilih pilih temen," gerutu kesal Viora.


Dion tidak masalah dengan hal itu, memang sulit bagi anak seperti nya untuk mendapatkan teman, namun dia sudah terbiasa dengan hal ini, dia pun sering di hina ketika hendak bergabung untuk bermain bersama, lebih baik dia main sendiri dari pada ujung ujung nya dia jadi bahan ejekan.


Namun kini ada seorang yang justru membuat nya nyaman, mengobrol dengan nya sangat asik karna dia mengerti bahasa nya, tidak seperti yang lain yang kebanyakan tidak mengerti dengan apa yang dia ucapkan.


"Kamu nggak ngerasa kesepian main sendiri disini?" tanya Viora.


"Nggak, aku udah terbiasa sendiri disini," jawab Dion santai.


Viora melihat permen yang di **** oleh Dion.

__ADS_1


"Kamu mau?" tanya Dion.


Viora mengantuk dengan senyuman manis. Namun Dion justru kebingungan, soal nya dia hanya punya satu permen saja.


"Maaf permen nya udah habis," balas Dion.


"Nggak papa," balas Viora.


Dion dan Viora pun kembali bermain bersama mereka berdua bermain tanya jawab.


"Viora aku mau tanya, kamu mau nggak jadi pendamping hidup ku di masa depan?" tanya Dion yang mendapat giliran bertanya.


"Kamu nggak mau juga nggak papa, ini kan cuma permainan," ucap Dion dengan nada malu.


Viora terdiam, kemudian dia bergerak mendekati Dion, jari jemari nya terulur menarik permen lolipop keluar dari mulut Dion.


"Kalau aku mau gimana?" tanya Viora dengan nada menggoda.


Dion terdiam, dia bingung harus menjawab apa, wajah Viora sangat dekat di depan wajah nya.


Viora tersenyum tipis, kemudian gadis itu beranjak berdiri, dia melambaikan tangan nya perlahan lalu melangkah pergi meninggalkan Dion yang masih terdiam kebingungan.


'Dia kenapa?'


Tanpa Dion sadari, Viora memasukan permen lolipop itu ke dalam mulut nya.


"Menikah dengan mu tidak buruk juga," guman Viora di tutup senyuman smrik khas nya.


.........


Mengingat semua itu Dion masih terdiam membeku, kenapa dia harus mengeluarkan pertanyaan bodoh seperti itu.


"Gue kan jawab mau, terus gimana? Lo mau nggak?" tanya Viora dengan santai nya sambil mengeluarkan permen lolipop dari saku jaket nya.


"Lo yakin mau sama Gue?" tanya Dion ragu.


"Kenapa? Karna lo nggak bisa bicara gitu? Gue nggak peduli sih, yang penting lo juga ada perasaan sama Gue," jawab Viora dengan santai nya sambil memasukan permen lolipop kedalam mulut nya.


"Kenapa lo mau nikah sama Gue?" tanya Dion.


"Sebenarnya nya karna nyokap Gue yang minta, tapi karna kebetulan Gue juga cinta sama lo sejak dulu, jadi ya Gue mau," jelas Viora dengan santai nya tanpa beban.


Gadis ini benar benar tidak malu sama sekali mengungkapkan perasaan, lagi pula untuk apa malu baginya semua ini adalah jalan kehidupan baru nya bersama seseorang yang berhasil membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Dion tidak menjawab apa apa, dia justru mendekatkan wajah nya tepat di hadapan wajah Viora.


Viora terdiam beberapa saat, pandangan kedua nya saling terkunci cukup lama.


Dion perlahan menarik permen lolipop itu keluar dari mulut Viora.


"Gue nggak punya apa apa untuk menikahi lo Viora," ucap Dion.


"Tapi Gue janji, Gue bakal nikahi lo secepat nya," ucap Dion kemudian memasukan permen lolipop ke dalam mulut nya.

__ADS_1


'Heem gue jadi nggak sabar untuk jadi istri lo.'


............


__ADS_2