welcome indigo wife

welcome indigo wife
isi harta kecil karla


__ADS_3

"Argh! tangan mulus Gue!!"


Dengan terpaksa Olive menggali dengan tangan nya, serta batuan sebatang kayu, ia terus menggali dengan cepat, namun tak kunjung menemukan kotak harta yang di maksud oleh Karla.


Karla dan Milah hanya memperhatikan Olive yang fokus dan heboh pasti nya, anggap saja tontonan gratis bagi mereka.


Seseorang muncul mendatangi Olive, ia terlihat terkejut melihat aksi gadis cantik itu.


"Olive! Lo ngapain gali-gali disitu?Mau buat kuburan?sadar Olive, lo masih hidup," ujar Ilham dengan wajah prihatin.


Olive memandang dengan sangat datar kepada Ilham, Cowok itu tidak tahu saja ia sedang membantu sosok bukan gabut, buat lubang kubur sendiri.


"Nggak usah banyak bacot lo, cepetan bantuin Gue,"pinta Olive.


Ilham menganguk patuh ia segera membantu Olive, Olive merasa sangat senang mendapatkan bantuan Ilham. Ia tak perlu keluarkan tenaga dalam.


Kedua nya terus menggali bersamaan, Karla tampak senang akhir nya tugas terakhir nya selesai.


Padahal dulu ia ingin bermain peta harta karun dengan ayah nya, ia sengaja mengubur kotak itu sebagai peti harta yang harus di temukan oleh ayah nya.


Namun belum sempat ia menjelaskan dan memberikan peta tersebut, ia sudah tiada. Terkadang Karla ingin sekali mengulang waktu, ia ingin saat itu ia lebih hati-hati dan mendengarkan nasihat ayah nya.


Namun sayang nya, waktu tak akan berputar kembali, penyesalan kini selalu mendatangi nya, namun sebisa mungkin Karla menerima semua kenyataan ini, kedua orang tua nya juga berusaha mengikhlaskan nya.


'Maaf in Karla Yah, ibu, Karla nggak sempat pamitan sama kalian, semoga dengan membaca isi di dalam kotak itu, ayah sama ibu bisa bahagia walau tanpa Karla.'


Tidak butuh waktu lama, akhir nya Olive dan Ilham menemukan, sebuah kotak peti kecil berwarna hitam kusam, di atas peti itu tertulis nama Karla.


"Karla?" Ilham terkejut begitu membaca nama tulisan tersebut.


"Lo kasih ini ke pak Candra, tuh orang nya ada disana!"


"Gue harus temui Revan Dulu." Olive Menyerahkan kotak tersebut pada Ilham.


"Tunggu! Kenapa harus Gue?Gue harus bilang apa nih?" Bingung Ilham.


"Bilang aja, ini harta kecil Karla untuk mereka," Ucap Olive.


"Bye!!"


Olive melegang pergi meninggalkan Ilham yang masih kebingungan, ia tengah berfikir bagaimana bisa Olive menemukan benda milik anak kepala sekolah yang sudah tiada 4 tahun yang lalu.

__ADS_1


"Makin hari tingkah Olive makin aneh aja," guman Ilham bingung.


Ilham melangkah pergi, untung saja pak Candra berada tidak terlalu jauh dari posisi dia bertemu dengan Olive.


"Permisi pak !" sapa Ilham dengan nafas ngos-ngosan.


"Ilham?Ada apa?di kejar setan ya?" tanya pak Candra.


"Enggak pak, saya cuma mau kasih ini."ilham menyodorkan sebuah kotak peti kecil yang ia temukan dengan olive.


Pak Candra menerima benda tersebut, "Ini kan punya Karla."


"Dari mana kamu dapat kotak ini?" tanya pak Candra dengan wajah Serius.


"Yang nemuin Olive pak, saya hanya di suruh sama olive buat kasih ke pak candra saja," jelas Ilham dengan nada agak panik.


Pak candra terkejut, ia tidak menyangka kotak kesayangan milik Karla akan di temukan Oleh Olive, Pak Candra segara membuka kota tersebut dengan wajah sendu.


Di dalam nya terdapat sebuah surat kertas usam yang di tekuk, pak Candra mengeluarkan Kertas tersebut, ia pun terkejut begitu melihat isi kertas kusam itu.


..


Untuk ayah dan Ibu.


Ayah dan ibu bisa tolong  kabulin keinginan karla, karla cuma mau ayah sama ibu angkat anak di Foto itu sebagai adik Karla.


Dia anak yang baik banget, Setiap pulang sekolah Karla sempetin main sama dia, kasihan, dia anak yatim piatu, dia juga tinggal di panti asuhan.


Namanya Lia, dia imut banget, pokok nya Karla mau dia jadi Adik Karla.


Semoga ayah sama ibu mau yah, angkat dia jadi adik Karla, Karla pasti bahagia banget. Begitupun dengan ayah dan ibu, nanti ibu juga nggak kesepian kalau Karla sibuk sekolah, dan ayah sibuk kerja.


Karla sayang Ayah dan Ibu


Maaf Permintaan Karla terlalu berat untuk kalian, maaf karla sudah ngerepotin kalian dengan sikap Karla yang kekanak-kanakkan.


Maaf in Karla!


Karla sayang kalian berdua...


...

__ADS_1


Air mata pak Candra mengalir deras seketika, ia tidak menyangka jika sebegitu ingin nya Karla punya adik, karla selalu memohon padanya dan sang istri agar segera memiliki anak kedua.


Namun sayang nya tanpa Karla ketahui, sang ibu sudah tidak dapat mengandung lagi. Pak Candra ingin memberitahu hal itu pada Karla, agar karla Mengerti situasi saat ini.


Namun sang Istri melarang nya, ia tidak tega menghancurkan keinginan anak semata wayang nya. Putri kesayangan mereka.


Dan bahkan di hari terakhir nya, Karla juga menginginkan hal itu lagi, bahkan ia menuangkan nya pada sebuah surat di dalam peti harta karun kecil.


Peti mainan itu sering kali di bawah karla, itu adalah pemberian nya untuk karla, karla sejak kecil sangat suka dengan permainan bajak laut.


"Hiks..Maaf in Ayah, ayah nggak bisa nurutin keinginan kamu sebelum pergi nak," ujar pak Candra di sela isak tangis nya.


Ilham yang melihat itu hanya bisa diam, ia tidak menyangka jika isi surat itu adalah hal penting untuk pak candra.


"Ayah janji, akan turuti keinginan terakhir kamu, kamu yang tenang disana ya, ayah mohon jaga diri kamu baik-baik disana." Setelah mengucapkan hal itu, air mata pak Candra terus mengalir deras.


Pak Candra mengambil sebuah foto usam dari dalam kotak tersebut, sebuah foto gadis kecil berumur 3 tahun.


Di balik foto nya, ada nama Lia.


"Lia, dia pasti anak yang baik, Ayah janji akan angkat dia sebagai adik kamu, dan anak ayah dan ibu."


Di sela itu air mata Karla sudah tak terbendung lagi, ia menangis sejadi jadi nya di dekapan Milah, Milah di posisi itu hanya bisa menangkan Karla dengan memeluk nya.


"Hiks...maaf in Karla ayah, Karla nggak bisa pamit sama ayah dan ibu, karla Rindu banget sama ayah dan ibu, karla ingin peluk kalian, untuk terakhir kali nya," ujar Karla di sela isak tangis nya.


"Yang sabar ya, terkadang takdir baik tidak selalu memihak," ujar Milah.


Karla berjalan mendekat ke pada Pak Candra, ia mecoba memeluk ayah nya beberapa kali lagi, lagi dan lagi.


Ia selalu menembus tubuh ayah nya. Ia melihat kedua tangan nya yang berlumuran darah, "Ya allah, tolong ijinin Karla peluk Ayah," mohon Karla.


Di sela itu pak Candra merasakan hembusan angin dingin melewati nya beberapa kali, ia juga merasakan jika Karla ada di sekitar nya.


"Karla! Jika kamu ada Disini! Dengerin ayah, Ayah dan ibu sudah ikhlas kan kamu, kamu yang tenang disana ya nak, Ayah janji akan mengabulkan permintaan terakhir kamu, jaga diri baik-baik disana, semoga ayah dan Ibu, bisa nyusul kamu suatu hari nanti, biar kamu nggak kesepian."


Pak Candra melepaskan semua Kata yang ingin ia sampaikan pada Karla, ia menghapus air mata nya, mengecup singkat surat usam tersebut.


Karla menganguk dengan senyuman hangat.


"Ayah sama ibu juga, jaga diri baik-baik, jangan nyusul Karla, nanti Lia kesepian," Ujar Karla sambil menghapus air mata nya.

__ADS_1


****


__ADS_2