welcome indigo wife

welcome indigo wife
dia datang


__ADS_3

....


"Makasih lo udah bantu Gue," ucap Laras sambil bersidekap dada.


"Iya."


Bantuan Revan jujur sangat membantu Laras, namun tetap saja dia merasa malu telah di bantu oleh orang yang sering dia hina dulu.


Laras segera melangkah pergi bersama Alina. Revan tahu bagaimana keras nya kehidupan Laras, karna Olive lah yang memberitahu nya.


Namun kini dia sedikit kesal karna Olive tak kunjung datang menjemput, padahal Revan sudah mengirim pesan pada Olive, Setelah tugas kerja kelompok bersama Ilham dan Dion selesai.


Dan kebetulan rumah kedua nya tidak jauh dari tempat tinggal Laras.


Revan menggunakan kedua tangan nya untuk menjalankan kedua roda perlahan.


Tepat di tepi jalan sepi dia berhenti, Revan heran mengapa tiba-tiba suasana kompleks berubah sepi, padahal awal nya ramai dengan banyak anak kecil yang berlarian tadi.


"Ini Gue yang salah lihat? Apa gimana ya?" bingung Revan dengan suara pelan.


Revan kembali mengamati sekeliling jalan itu, tidak ada orang yang lewat satupun, seperti kompleks mati.


Perlahan suasana angin berubah sangat dingin dan menusuk, Revan dapat merasakan hawa yang berubah tiba-tiba aneh begini.


'Olive lo dimana?'


Revan yakin pasti ada yang salah dengan tempat ini, sejak awal bertemu Laras tadi baik-baik saja, namun setelah dia masuk ke kompleks yang tidak jauh dari tempat bakso tadi, semua berubah aneh.


'Kembali!'


Samar-samar Revan mendengar suara seseorang memintanya kembali, kembali ketempat semula.


Revan bergegas menuruti suara tersebut, dia rasa ini memang sudah tidak beres. Namun saat dia hendak berbalik seseorang sudah berdiri tepat dihadapan nya kini dengan senyuman pucat pasih.


"Siapa lo?" tanya Revan sambil menatap tajam seorang Gadis dengan baju serba putih bersih.


"Hai Revan!"


Suara gadis itu, seperti mengingatkan Revan pada seseorang.


Seseorang yang sering muncul dalam mimpi buruk nya.


"Siapa lo? Jangan ganggu Gue!" tegas Revan dengan nada agak meninggi.


"Ja-"


Suara Revan terjeda, seakan mulut nya dibungkam rapat, dia tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali. Menggerakkan tangan nya saja tidak bisa.

__ADS_1


"Revan! Sampai kapan pun, Gue nggak akan lepasin lo!" tegas dia berbisik dengan suara tipis dan serak.


Cengkraman itu semakin kuat membuat Revan kesulitan bernafas.


"REVAN!!!"


suara teriakan yang memanggil nya itu, seketika menyelamatkan nya dari sosok yang hendak membunuh nya. Sosok itu langsung hilang begitu saja, Revan terkejut dengan nafas tidak teratur.


"Revan lo nggak papa? tadi itu siapa?" Tanya seorang gadis yang menghampiri nya, tidak lain adalah Olive.


Olive baru saja datang untuk menjemput Revan, tadi dia tidak bisa menemani Revan karena ada urusan sebentar dengan seseorang.


Revan menggeleng cepat dengan wajah pucat pasih serta keringat bercucuran.


"Ayo pulang," pinta Revan dengan nada lemas.


Olive menganguk patuh, sebenar nya dia ingin jawaban Revan tentang siapa tadi yang berdiri di hadapan Revan, Olive yakin ada yang tidak beres dengan hal ini.


Revan selalu saja menghilang tiba-tiba, mimpi buruk, dan ada bekas cengkraman di leher nya yang membiru.


Olive yakin pasti ada yang di sembunyikan oleh Revan. Atau ada seseorang yang diam-diam menyakiti Revan di belakang nya.


.........


Sesampai nya di mansion, Olive segera mengantar Revan ke kamar nya kemudian ia memberi cowok itu air putih dan obat nya.


"Siapa yang lakuin ini sama lo?apa orang tadi?katakan saja." Revan masih terdiam, dia seperti bingung harus menjelaskan darimana.


"Gue nggak tahu siapa dia, tapi Gue rasa Gue pernah kenal dia," jawab Revan dengan nada pelan.


"Siapa?"


"Dia yang selalu teror Gue, Gue yakin dia bukan manusia, Gue nggak bohong, kalau lo nggak percaya juga nggak papa," ucap Revan ragu-ragu. Dia takut Olive malah tidak percaya pada ucapan nya.


"Eh, lo lupa Gue indigo?" ujar Olive kesal.


"Kalau dia memang sosok setan, Gue bakal urus dia, malam ini Gue tidur disini!" ucap Olive dengan nada tegas.


Revan mengerutkan alis nya. "Lo nggak keberatan tidur bareng Gue?" tanya Revan ragu.


Olive tersenyum tipis. "Nggak."


Satu jawaban itu seketika membuat wajah Revan merah merona. Memang mudah bagi Olive membuat cowok itu baper ternyata.


Jujur Olive khawatir jika membiarkan sosok itu mengganggu Revan terus, itu bisa mengganggu mental dan fisik Revan, sangat berbahaya.


'Sampai Gue tahu sosok itu siapa? Gue kirim dia keneraka!,'

__ADS_1


....


Malam itu Revan sudah tertidur lelap karna efek obat yang dia minum, sementara Olive dia masih duduk di sofa dengan di temani secangkir teh hangat dengan Milah di samping nya.


"Olive!"


"Apa?"


"Sampai kapan Gue harus diam disini? Gue mau kencan sama setan kompleks sebelah woy!!"Gerutu kesal Milah karna Olive meminta nya untuk membantu menangkap sosok yang mengganggu Revan.


"Sampai setan itu muncul, dan lo baru pergi setelah buang dia jauh dari sini," ucap Olive.


"Ahgh! sialan lo! Gue jadi jomblo lagi kan," Kesal Milah.


Olive tidak menggubris ucapan Milah, biarkan saja setan itu terus mendumel kesal. Baginya bantuan Milah itu penting, karna siapa tahu setan itu lebih kuat dari dia.


"Btw, wajah suami lo kalau tidur makin cakep ya?" guman Milah.


"Eh setan, tutup mata lo, balik badan, dasar mata keranjang!" omel Olive. Milah pun segera pindah tempat duduk yang mengarah ke arah balkon.


Semakin lama menunggu, tiba-tiba aura di kamar mulai terasa aneh bagi Olive, seperti ada aura besar yang masuk ke kamar Revan. Tidak hanya Olive, Milah juga merasakan nya.


"Ada yang datang," ucap Milah dengan aura berubah mengerikan. Dia bisa merasakan betapa kuat sosok yang akan datang.


Baru pertama kali ini Olive melihat sosok asli milah yang sangat mengerikan dengan sekujur tubuh berlumuran darah, mata merah, bau melati yang menusuk, kuku menajam, dan rambut yang memanjang.


Aura milah sangat kuat, kedua aura sosok itu dan milah saling bentrok hingga membuat Olive merasa pusing. Terlihat Revan juga tidak nyaman.


"Kendalikan diri lo Milah!" tegas Olive.


"Nggak bisa, dia terlalu berbahaya untuk Gue lawan dengan wujud biasa," jawab Milah.


"Sekarang lo mundur, dia akan datang lewat pintu kamar mandi," ucap Milah tegas.


Olive mematuhi ucapan Milah, dia segera menjauh dari pintu kamar mandi yang cukup dekat dengan ranjang tidur.


Brak!!!


Pintu kamar mandi terbuka dengan keras, aura di dalam kamar semakin kuat.


Sesosok Gadis mengerikan berlumuran darah dengan bau busuk menusuk muncul dari dalam kamar mandi.


Dia merangkak keluar dengan perlahan.


Olive menegang, apa yang barusan dia lihat sangat mengerikan.


"Revan!!"

__ADS_1


.............


__ADS_2