welcome indigo wife

welcome indigo wife
olive kesal


__ADS_3

.....


"Sial!!"


"Anjin*."


"Ayam geprek sambel ijo!"


"Itu makanan Olive, enak juga ya makan ayam geprek sambel ijo," guman Milah.


Olive terus mengumpati Citra, ia sangat kesal dengan ucapan Gadis itu, berani sekali mengusir nya tanpa mau mendengar penjelasan nya dulu.


Olive kini berada di taman belakang Sma Cahaya semesta, tentu saja dia tidak akan pergi semudah itu, ia masih harus tau bagaimana keadaan Revan, ia takut penyakit Suami nya kambuh parah.


Padahal Olive sudah mengingatkan Revan ribuan kali hingga mulut nya lumutan. Agar Cowok itu meminum obat nya tepat waktu.


Sekarang Revan masih belum siuman di Uks. Dan kesal nya Olive malah tidak dapat masuk sama sekali jika masih ada Citra disana.


"Sabar ya Oli, dedemit itu emang sering banget nempelin suami lo," ujar Milah, yang duduk di samping Olive.


"Kesel banget sumpah, apa susah nya coba dengerin maksud baik Gue dulu,"kesal Olive.


Milah Tiba-tiba tersenyum melihat Olive, olive yang melihat itu malah menaikan sebelah alis nya, bingung.


"Lo stres?" Tanya Olive dengan bodoh nya.


"Lo khawatir ya sama Revan?" Tanya Milah.


"Ya iyalah, emang kenapa?" Tanya balik Olive bingung.


"Lo suka sama dia?Cinta lebih tepat nya," ujar Milah menggoda.


Olive terdiam, ia rasa Sikap nya barusan memang khawatir dengan keadaan Revan, namun disisi lain ia juga merasa-- sulit di jelaskan deh pokok nya.


'Apa bener Gue Mulai Cinta beneran sama Revan? Pasti ini efek kelamaan jomblo kali ya? Mungkin Apa Gue cuma khawatir aja,' Batin Olive.


Milah masih tersenyum melihat Olive yang kebingungan dengan perasaan nya sendiri.


Jujur Olive tahu keadaan Revan seperti apa, Emeli juga berpesan pada mereka berdua untuk saling menjaga satu sama lain.


"Gue Cuma khawatir aja, nggak mungkin Gue jatuh cinta secepat kilat," Ujar Olive menepis semua perasan aneh yang kini ia rasakan.


"Ya terserah lo aja, tapi saran Gue sih, cepetan jatuh cinta nya, sebelum keduluan orang lain," ucap Milah di tutup senyuman lebar, yang jatuh nya sangat horor dimata Olive.


"Olive!"

__ADS_1


Suara panggilan seseorang mengejutkan Olive ,Olive melihat ke sumber suara, disana berdiri seorang pria paruh baya dengan kumis tebal serta kacamata minus di hidung nya.


Itu Pak Candra yang berdiri gak jauh dari Olive dan Milah.


"Siapa ya?" Tanya Olive tak kenal.


"Saya pak Candra, pemilik sekolah ini." Pak Candra berjalan duduk di samping Olive, Milah yang ada disana segera menyingkir. Jika tidak bisa gepeng dia.


"Nih orang duduk sembarangan banget," gerutu kesal Milah.


Milah berdiri tepat di belakan Olive. Olive teringat dengan tugas nya yang membantu Karla, dan secara kebetulan ia bertemu dengan pak Candra.


"Oh pak Candra, maaf saya tidak tahu," Ujar Olive canggung.


Karla tiba-tiba muncul di samping pak Candra, dengan senyuman sendu. Seperti memendam kerinduan yang sangat tak tertahan.


"Kamu ngapain disini? Nggak takut? Taman ini sepi, nggak ada siapa-siapa di sini," Kata pak Candra melihat sekeliling.


"tidak, saya kesini karna ada seseorang yang ingin saya temui. Saya tidak ingin buat masalah lagi, udah kapok pak," Jelas Olive dengan nada santai.


Pak candra tersenyum singkat.


"Baguslah."


"Tanya apa?" sahut pak Candra.


"Saya boleh nggak pindah ke sekolah ini?" Tanya Olive.


Pak Candra melihat Olive dengan mata terkejut,ia berkata,"Memang kekurangan kamu apa? Kamu kan sehat, kenapa mau pindah ke sini?"


"Saya kurang waras pak, saya pengen banget pindah sekolah aja, sekolah lama saya banyak setan nya pak," Beritahu Olive dengan wajah melas.


"Ya nggak bisa," sahut pak Candra.


"Kamu ini mengingatkan saya dengan anak saya satu-satu nya." pak Candra menatap Lirih ke arah sebuah pohon yang tak jauh dari jarak mereka saat ini mereka.


"Andai saat itu saya lebih hati-hati, saya nggak akan kehilangan anak saya," ujar pak Candra sendu.


Pak Candra teringat dengan dimana momen putri tunggal nya kesayangan nya, tertabrak mobil di depan mata nya.


Tubuh gadis itu terbaring tak bernyawa di aspal, tangan nya menyentuh wajah gadis cantik itu yang sudah berlumuran darah, tanpa mengatakan kata pamit, gadis itu telah pergi selama lama nya.


Olive dapat melihat Karla yang terisak tangis di samping pak Candra. Sejak meninggal nya Karla, pak Candra dan istri nya menjadi terpuruk, mereka sudah kehilangan putri semata wayang nya.


Istri pak candra sudah tak bisa hamil lagi, itu sebab nya Karla anak tunggal.

__ADS_1


"Maaf In Karla, karla nggak sempat pamit sama ayah," Ucap Karla di sela isak tangis nya, ia bahkan tak kuasa menahan air mata nya yang sudah membasahi pipi.


"Yang sabar ya pak, saya yakin Karla juga tidak menginginkan hal itu, kita juga tidak tahu kapan ajal akan menjemput, yang terpenting, kita harus ikhlas," tutur Olive dengan bijak.


Pak Candra menganguk , "Terimakasih, saya harap Karla baik-baik saja disana," Guman pak Candra.


"Karla baik-baik aja kok yah, ayah jangan sedih," Ujar Karla di sela isak tangis nya.


'Buset dah! Kenapa bau bawang sih!!' batin Milah.


Olive hanya bisa membalas dengan anggukan kecil, ia lalu melihat ke arah Karla yang sudah banjir air mata, untung saja tidak banjir beneran.


"Olive! Gue udah ingat kok dimana Gue kubur harta itu," ujar Karla di sela isak tangis nya.


Olive menganguk, untung saja Karla segera ingat dimana ia menyembunyikan harta kecil yang dia kubur, hampir 4 tahun Ini.


"Pak, saya permisi pamit dulu, ada sesuatu yang harus saya kerjakan." Pamit Olive dengan nada Ramah.


"Iya, hati-hati, jangan buat ulah lagi," balas pak Candra ramah.


"Siyap pak!" Olive segera melangkah pergi.


Olive berlari mengikuti arah Karla dan Milah yang sudah menuju kesebuah tempat, di bawah pohon besar, kedua makhluk itu tengah berdiri sambil memandangi pohon tersebut.


"Woy!! Kalau terbang jangan cepat- cepat dong! Gue masih pakai kaki," gerutu kesal Olive sambil berusaha mengatur nafas nya.


"Ngapain kita ke pohon ini?Mau numpang buang air?" Tanya Milah dengan bodoh nya.


"Bukan lah goblok! Disini tempat Gue kubur harta itu," Sahut Karla yakin.


"Olive, lo galih di sini deh, Gue yakin pasti ada disini!" Karla menunjuk ke tanah samping pohon.


"Lah, ya kali Gue gali pakai tangan? Mana kagak bawa gayung lagi." Olive kebingungan harus gali pakai apa.


"Gayung?emang lo mau mandi?" Sela Milah.


"Maksud nya Sekop gitu lah buat gali, ya kali Gue pakai tangan, entar di kira mau boker sembarangan," Jelas Olive dengan berkacak pinggang.


"Udah lah pakai tangan aja, nanti kan bisa cuci tangan, kagak bakal ilang kok tangan lo kalau nyentuh tanah," Sahut Karla.


"Lo aja yang gali kalau gitu," Balas Olive dengan memanyungkan bibir nya.


"GUE SETAN OLIVE!!! TANGAN GUE TEMBUS BEGO!!!"


****

__ADS_1


__ADS_2