welcome indigo wife

welcome indigo wife
Lupa


__ADS_3

Terlihat seorang gadis asik berjalan sambil membawa dua buah es krim di genggaman tangan nya, ia tampak asik berjalan sambil memakan kedua es krim tersebut, hingga langkah nya tiba tiba terhenti.


Ia melihat ke arah Tumpukan tong sampah yang berada di pinggir jalan.


"Ngapain setan mulung sampah?" ucap Olive yang keceplosan.


Sosok wanita dengan dress lusuh berwarna hitam itu spontan melihat ke arah Olive dengan seringai membara.


"Lo bisa lihat Gue?" tanya Sosok itu heran, namun mata nya berbinar-binar.


"Anjir! Keceplosan, nih mulut kebiasaan deh," omel Olive sambil menepuk bibir nya.


"Jadi lo beneran bisa lihat Gue?"


"Iya," jawab Olive terpaksa,ia sangat kesal kenapa sih dia sampai keceplosan.


"YESS!! AKHIR NYA ADA YANG BISA LIHAT GUE!!" Teriak Sosok itu kegirangan seperti anak kecil di kasih cilok seember.


"Kenalan dong biar bisa jadi bestai kita," ujar sosok itu mengulurkan telapak tangan nya.


"Besti!" Kata Olive membenarkan ucapan Sosok itu.


"Nama Gue Jamila, panggil aja milah, Setan paling cakep bak Lisa blackpink, body mulus kek Jennie, suara lembut kek Rose, Saudara  jisoo," ujar Milah panjang kali Lebar.


"Yang ada kayak Trompet lima ribuan, bukan anggota blackpink," ledek Olive.


"Trompet emak lu tuh," Cetus Milah kesal.


"Nama lo siapa?tarjo?"  tanya Ngasal Milah.


"Olive!" ujar Olive bangga.


"Oh, Oli bekas."


"Olive! Dasar setan Budek lo!"


Milah yang di omelin hanya cengingiran tak jelas.


"Btw lo dari mana aja nih?Baru kali ini Gue liat lo?Biasa nya gak kelihatan."


"Emang lo pikir Gue setan kayak lu," sela Olive.


Namun Tiba-tiba Olive terdiam, ia seperti mengingat sesuatu, seperti ada yang hilang tapi ia tidak ingat itu apa.


"Lo kenapa?Gerogi lihat artis kek Gue?" tanya Milah bangga.


"Enggak, gue ngerasa ada yang kurang? Tapi apa ya?" bingung olive.


"Duit?Atau temen lo?"


"JAMILAH!!"


"APA OLI??"

__ADS_1


"SUAMI GUE KETINGGALAN!!" pekik Olive.


"GOBLOK!!"


Olive baru saja teringat, ia melupakan Revan yang masih di taman kompleks, entah bagaimana bisa setelah beli es krim ia malah pulang.


"Duh, nih pasti efek kelamaan jomblo," Guman Olive panik.


Olive segera berlari ke arah taman kompleks, Milah yang melihat itu pun hanya bengong, ia tidak sangka gadis semuda olive sudah menikah. Dan sangat pelupa.


"Dasar istri bego, suami sendiri lupa, jangan-jangan entar dia lupa diri juga," guman Milah.


"Ikutin ah, jadi kepo suami tuh orang kaya apa."


*****


Disisi Lain Terlihat Revan yang masih duduk seorang diri di kursi taman, langit sore semakin gelap, malam akan tiba.


Namum Olive tak kunjung kembali, terlihat Revan yang sudah kebingungan menunggu olive.


Ia takut jika olive akan meninggalkan nya lagi, seperti waktu itu.


'Apa dia masih sama saja? kenapa olive gak kembali lagi? Gue harus percaya sama Olive, pasti Olive nanti kembali lagi, 'Batin Revan.


Seorang wanita paruh bayah menghampiri Revan, ia melihat kursi Roda milik Revan.


Kemudian Terkekeh kecil, "Ada saja orang cacat yang di buang sembarangan," Sindir wanita itu.


'Enggak! Olive gak buang Gue,'


"Sebaik nya kamu segera pergi dari sini, jangan mengotori taman ini," Pinta wanita paruh bayah Itu dengan nada tegas.


"Sa-saya masih me-"


Belum sempat Revan menyelesai ucapan nya, Wanita Itu menarik  tubuh nya, lalu mendorong tubuh Revan, hingga akhir nya Revan terjatuh ke rerumputan.


"Aarrgh!"


"Tidak usah banyak alasan, siapapun yang membawah mu kesini tidak akan kembali, sudah banyak orang cacat yang di buang ke taman ini," Tegas wanita itu merendahkan Revan.


"Dia tidak buang saya," balas Revan dengan posisi duduk di rerumputan.


Wanita Itu tertawa sekali lagi. apa ia menganggap ucapan Revan sebuah lelucon.


"Apa-apaan ini?"


Suara Itu berasal dari Olive yang baru saja datang, Olive segera membantu Revan kembali duduk ke kursi roda.


"Jadi dia pacar kamu?" tanya wanita itu.


"Dia suami saya," Tegas Olive menjawab.


"Ah, jadi kalian berdua sudah menikah, Gadis semudah kamu menikah dengan orang seperti ini?Apa tidak malu?" Hina wanita itu lagi.

__ADS_1


"Yang harus nya malu itu anda, mengusir orang seenak nya, memang nya ini taman milik anda? Memang nya orang seperti anda mampu beli? sudah tua juga banyak bacot segala," Omel Olive tak tahan lagi dengan mulut kasar ibu-ibu itu.


"Hey, berani sekali kamu sama orang lebih tua?"


"Memang nya saya harus tua dulu gitu?Baru boleh katain orang tua kurang ajar seperti anda?Apa anda tidak punya kerjaan sampai menggangu orang?"


Olive tampak sangat kesal dengan wanita itu. Andai wanita Itu bukan Orang tua, pasti sudah dia beri bogeman ke mulut nya.


Wanita Itu juga tampak kesal.


"Dasar anak jaman sekarang, tidak punya sopan santun," Sindir wanita itu kesal.


"Mulut anda tuh yang nggak punya sopan santun, asal ngeceplos aja, nggak pernah di sekolahin ya? Mendingan anda pergi dari sini!!" Tegas Olive tak tahan melihat wajah wanita itu lama-lama.


"Cih," decih wanita itu.


Wanita Itu melangkah pergi, Olive menghela nafas panjang. Akibat kebodohan nya Revan sampai di permalukan seperti tadi.


"Tuh orang punya masalah apa sih? Nggak waras," dumel kesal Olive.


Olive kini beralih ke arah Revan, ia merasa sangat bersalah sudah melupakan Revan.


"Maaf in Gue, Gue tadi Lupa kalau pergi nya sama lo," Ungkap Olive dengan wajah sendu.


Revan menganguk kecil,"Nggak papa," sahut Revan tersenyum tulus.


"Jangan dengerin ucapan tuh orang, dia pasti kebanyakan utang makan nya stress gitu," Ujar Olive khawatir, pasti Revan sangat sakit hati dengan ucapan Wanita itu tadi.


"Nggak papa kok, gue udah biasa dengerin begituan," Ujar Revan, "Ucapan ibu itu juga ada benar nya, Emang nya lo nggak malu jalan sama Gue?"


Olive menggeleng cepat,"Sama sekali enggak, Maaf In gue, gue janji nggak bakal lupa lagi," ujar Olive dengan nada pelan.


"Ayo pulang sudah mau gelap,"Ujar Revan.


"Revan, maaf Lagi," ujar Olive melas.


"Kan tadi udah," jawab Revan.


"Es krim nya habis gue makan sendiri,"  jawab Olive malu.


"Enggak papa,"balas Revan di tutup senyuman hangat.


Olive dan Revan pun melegang pergi meninggalkan taman, tampak Olive yang masih merasa bersalah telah meninggalkan Revan, dan menghabiskan es krim Revan.


Di atas pohon terlihat Milah yang melihat adegan itu.


"Hiks!! Tuh orang jahat banget sih ngatain suami Oli bekas," Ujar Milah di sela isak tangis nya.


"Gue salut sama Lo Oli bekas."


"Elo sama sekali nggak malu ngakui kekurangan suami lo, walau dia lumpuh, lo tetap terima dia." bangga Milah sambil mengangkat jempol nya ke udara.


"Semoga kehidupan kalian berjalan bahagia."

__ADS_1


"Btw Suami si oli bekas Ganteng Buanget anjir!!!"


****


__ADS_2