welcome indigo wife

welcome indigo wife
siapa dia?


__ADS_3

Olive segera masuk ke toilet, dia membasuh tangan nya dengan air di wastafel serta memberikan banyak sabun agar kuman dari bekas tangan Brayen hilang.


Sejijik Itu Olive dengan Brayen saat ini, Laras yang baru datang sangat kebingungan dengan sikap Olive.


"Lo ngapain cuci tangan?" Tanya Laras heran dengan kelakuan Olive.


"Jijik Gue di sentuh kuman," jawab Olive kesal.


Olive terus membersikan tangan nya hingga ia pastikan benar benar bersih. Laras hanya diam kebingungan, dengan sikap Olive yang berubah.


Ini lah Sikap Olive yang sekarang, bobrok, pelupa, Bar bar, Mulut agak pedes kek cabe keriting, dan agak judes.


"Lo yakin udah sehat?" Tanya Laras memastikan.


"Iya," jawab Olive masih fokus dengan aktifitas nya.


"Lo aneh banget, biasa nya paling Caper terdepan kalau Brayen datang, bahkan lo nempel muluk sama dia kek prangko," Jelas Laras.


"Itu kan dulu, sekarang mah ogah, lagian nggak ada guanya lagi Gue ngejar orang aneh kayak dia," Sahut Olive sambil setalah selesai cuci tangan berkali kali.


"Sombong nya amit amit lagi, mendingan Gua jomblo seumur hidup aja," Ucap Olive yang berbeda dengan batin nya, 'karena Gue udah punya suami yang jauh lebih baik di banding bajingan itu.'


Laras tersenyum bangga, "Akhir nya lo sadar juga, orang kayak dia emang nggak pantas lo kejar, mendingan cari yang lain aja sih," Ujar Laras senang.


Olive hanya tersenyum tipis, Andai Laras tahu dia sudah menikah mungkin gadis itu akan menarik ucapan nya barusan.


Olive dan Laras bergegas pergi keluar toilet, mereka harus masuk kelas sebelum bel masuk berbunyi.


Seorang gadis dengan seragam lusuh dengan rambut berantakan muncul setelah kedua gadis itu melangkah pergi.


"Jadi dia Olive," Guman nya pelan.


*****


Di sisi Lain terlihat Geri yang baru saja datang ke kelas, ia mendengar suara Revan yang tengah mengobrol dengan ilham.


Geri berjalan hati hati menghampiri sang sumber suara, ia memberikan sebotol obat di meja Revan.


"Ini dari Olive," ujar Geri, kemudian melangkah pergi kebangku belakang, tempat duduk nya.


Revan mengambil botol obat tersebut, "terimakasih,"balas Revan.


"Ini kan Obat gue."

__ADS_1


Revan menyadari jika ia lupa membawa obat nya yang ketinggalan di dalam mobil, ia juga agak kaget Olive menitipkan Obat nya pada Geri.


"Ehem, Olive ternyata perhatian juga sama lo," goda ilham.


"Jangan lupa di minum," Timpal Dion cengingiran.


Revan hanya diam, namun dia merasa senang, Olive masih punya rasa peduli padanya, bahkan Olive sampai sadar jika obat nya ketinggalan.


Olive sadar begitu ia hendak melegang pergi dengan mobil nya. Namun begitu ia melihat botol obat Revan yang tertinggal, ia segera kembali ke gerbang, namun Revan sudah masuk bersama dua sahabat nya kedalam sekolah.


Olive tidak mau jika ia masuk malah jadi pusat perhatian, untung saja ada Geri, jadi ia bisa meminta Tolong pada Geri.


'Makasih Olive' batin Revan.


****


Kring!!


Kring!!


Bel istirahat berbunyi keras, seorang gadis yang tertidur dengan posisi duduk dan kepala tergeletak di atas meja pun segera bangun.


"Udah istirahat?" Tanya Olive sambil mengusap mata nya, ia sesekali juga menguap.


Gadis itu memang sepanjang jam pelajaran hanya tidur, ia sangat ngantuk karna semalaman ia bergadang mengerjakan semua PR yang tidak di kerja kan oleh Olive.


Untung saja ia bisa segera selesai kan, kepala nya terasa sangat panas saat itu, ia bahkan sampai mengguyur kepala nya dengan air dingin.


"Gue ngantuk, gara gara ngelembur bagai kuda," jawab Olive dengan suara serak khas bangun tidur.


"Yaudah cuci muka sono biar ngantuk nya ilang, Gue mau ke kantin duluan," Ujar Laras kemudian melangkah duluan ke kantin.


Olive baru saja bangkit berdiri dengan wajah kusut nya, tiba tiba saja Brayen datang menghampiri nya.


"Mau ke kantin bareng?" tawar Brayen dengan nada lembut, ia juga sempat melemparkan senyuman manis.


"Enggak!" jawab Olive malas.


"Minggir" Pinta Olive ,tubuh Brayen menghalangi jalan nya.


"Kenapa lo jadi cuek beneran gini sama gue ? Lo sakit hati gue tolak terus?" tanya Brayen dengan Pede nya.


"Ha?" Olive mengangkat satu alis nya.

__ADS_1


"Nggak usah banyak bacot lo, minggir sebelum Gue pakai cara kasar?" Tegas Olive sudah tak tahan lagi harus pakai cara halus menghadapi Cowok itu.


"Gue nggak akan pergi sebelum lo mau terima ajakan Gue," Tekan Brayen memaksa.


Bugh!


Argh!


Tanpa basa basi, Olive menendang kaki Brayen hingg membuat Sang empu meringis, Olive melangkah mendorong tubuh Brayen dari jalan nya.


"Jangan perna ganggu Gue, mulai detik ini." Olive melangkah pergi meninggalkan Brayen yang kesakitan.


"Sial, tendangan nya kuat juga," Ujar Brayen merasa tulang kaki kanan nya seperti bergeser.


Olive segera melangkah di lorong koridor menuju toilet, awal semua baik baik saja hingga muncul sosok Gadis dengan seragam sekolah dan pita ungu besar terpakai di ujung kuncir rambut nya.


"Astagfirullah!" kaget Olive.


"Hai!" sapa ia dengan senyuman hangat, yang jatuh nya horor di mata Olive.


"Lo siapa sih?Kenapa pakai muncul segala di depan Gue?Ganggu aja," gerutu kesal Olive.


"Nama Gue Karla Putri Candra," Ucap nya dengan bangga.


Ia adalah putri dari kepala sekolah Sma Cahaya semesta, putri tunggal pak Candra yang telah tiada.


Karla meninggal karna tertabrak mobil saat ia hendak menyebrang menghampiri Ayah nya yang berada di depan gerbang Sma Cahaya semesta.


Jujur Olive agak kaget dengan asal usul Karla, agak tragis juga ia meninggal di depan mata ayah nya sendiri di hari ulang tahun ayah nya.


Itu bagaikan kado terburuk Menurut Olive, itu sebab nya Olive mau membantu Karla agar bisa tenang dan kembali ke tempat seharus nya.


Namun Olive masih bingung bagaimana cara ia membantu Karla, pasti sangat sulit baginya.


"Jadi Lo setan yang di bilang sama milah?"


"Iya, Nama lo Olive kan?"


"Iya,"


"Makasih banyak banget, lo mau bantu Gue," Ujar Karla senang.


"Tapi---"

__ADS_1


*******


__ADS_2