welcome indigo wife

welcome indigo wife
sahabat


__ADS_3

Kring!!


Kring!!


Bel istirahat berbunyi keras di seluruh sekolah, semua murid di kelas berhamburan keluar kelas, saat ini di kelas hanya tinggal Revan dan kedua sahabat nya, Dion dan Ilham yang menatap nya dengan wajah penuh tanda tanya.


Selama Revan tidak masuk sekolah, kedua cowok itu berusaha menahan rasa penasaran mereka, namun kini Revan sudah ada di hadapan mereka, dan waktu nya mereka mengeluarkan semua pertanyaan yang selama ini mereka pendam.


"Revan, apa hubungan lo sama Olive yang sebenar nya?" tanya Ilham dengan nada introgasih.


"Apa benar lo sama Olive sudah menikah?" Tanya Dion


Revan menghela nafas, kedua sahabat nya sudah tahu status asli nya dengan Olive, mau tidak mau ia harus mengakuinya.


Ia juga merasa bersalah karena menghentikan Olive yang mengakui status mereka di saat yang tidak tepat.


"Iya," jawab Revan.


"Jadi beneran lo sama Olive sudah sah nih?" kaget ilham yang mewakili Dion.


Revan mengangguk kecil, "Nggak banyak orang yang tahu, jadi Gue mohon kalian berdua jangan kasih tahu siapapun," pinta Revan.


Kedua cowok itu mengerutkan kening, "Kenapa? Gue rasa Olive nggak keberatan kalau ada yang tahu," sahut Ilham.


"Gue nggak mau Olive di permalukan karna punya suami Kayak Gue," ujar Revan menggunakan bahasa isyarat, ia tidak mau ada yang mendengar ucapan nya.


"Selain kita Citra juga tahu, kita berdua sih bisa aja rahasiain ini, tapi kalau Citra, Gue rasa dia nggak bakal tinggal diam," ucap Dion. ia rasa Citra pasti akan memberitahu siapapun tentang hal ini.


Ilham dan Dion tahu pasti berat bagi Revan menerima keadaan nya sendiri, apalagi jika sampai dua sekolah besar ini tahu tentang status mereka berdua, pasti akan ada perbincangan gosip hangat.


Tidak hanya itu, Revan dan Olive pasti akan jadi bahan bully, dan juga bahan hinaan.


"Gue juga nggak tahu harus bagaimana?" Sahut Revan.


Ilham teringat dengan hal mengejutkan yang di lakukan Olive pada Revan, "Pas Gue lihat kalian kissing, Gue rasa Citra mar--"


Ucapan Ilham terhenti saat Revan menatap nya horor, Revan masih sangat malu jika mengingat hal itu, sial nya kedua orang di hadapan nya ini menonton aksi Olive saat itu.


"Sorry bro! Nggak sengaja lihat," ujar Ilham cengingiran.


"Walau Olive orang nya cukup mengerikan, Gue rasa dia benar-benar tulus jadi istri lo," ujar Dion.


Revan hanya diam, kedua sahabat nya tidak tahu jika Olive melakukan hal itu karna ia tidak mau di cap pembohong. Itulah yang Olive katakan padanya.


Mustahil baginya jika Olive mau melakukan hal itu dengan tulus, lagi pula ia juga tidak berharap lebih, ia sadar dengan keadaan nya.

__ADS_1


Di pojokan kelas, terlihat Milah yang asik menguping, namun karna Revan dkk juga menggunakan bahasa isyarat ia jadi kurang mengerti.


"Aduh!! Jangan pakai bahasa ihsyarat dong, kan Gue nggak ngerti atuh," guman Milah sambil mengacak-acak rambut nya.


"Beginilah kalau setan kurang pendidikan, jadi GOBLOK!"


Pandangan Milah Teralihkan pada sang sumber suara yang mengatai nya barusan, sesosok anak kecil dengan tubuh kurus, serta kepala botak, dengan wajah pucat menatap nya dengan ekspresi malas.


"Eh bocil pucet! diam loh," omel Milah sambil berkacak pinggang.


Cio adalah sosok anak laki-laki berumur 8 tahun, ia memakai celana doraemon warna pink selutut, dan bertelanjang dada. Katanya nya sih pas mau meninggal lupa nggak pakai baju.


"Dasar emak tiri durjana luh!" cibir Cio sambil membuang muka malas.


"Eh! Emak tiri? siapa yang mau jadi emak lo?Gue aja pungut lo tuh karna berguna cari duit," ucap Milah bangga.


Ia memungut Cio saat sedang bermain si selokan air, nyari cebong sih karna gabut, kebetulan sih Milah butuh Atm berjalan, ia pun menjadikan Cio sebagai tuyul.


Padahal Cio bukan lah tuyul.


"Dasar demit mata duitan luh," ejek Cio.


Milah hanya menghela nafas panjang, sudah biasa dia di hina dan di puji oleh mulut kotor Cio.


"Luh dapat duit berapa?" tanya Milah, btw kantong nya kosong.


"Akhir nya kantong kosong Gue ke isi juga." senang Milah yang heboh sendiri, biasalah keseringan kantong nya masuk angin doang.


"Ets! Tunggu dulu, mari kita periksa apa ini uang asli atau palsu." Milah dengan teliti memeriksa uang tersebut, Cio yang melihat nya hanya membuang wajah malas.


'Jadi nyesel Gue di pungut sama setan mata duitan kayak mak tiri ini.'


"CURUT!! INI DUIT PALSU!!"


Milah melebarkan bola mata nya, untung saja tidak keluar, ia sangat terkejut begitu mengetahui uang yang di bawah oleh Cio, adalah uang palsu.


"Nggak usah teriak-teriak juga, sakit nih telinga Gue!" pekik Cio menutup kedua lubang telinga nya.


"Kenapa sih lo kalau ngambil uang nggak di teliti dulu, kalau uang palsu gini mah nggak guna," ujar Milah kesal.


"Cari uang sendiri sono, ogah Gue di suruh-suruh," balas Cio.


"Mau kemana lo?" tanya milah saat Cio hendak menghilang.


"Cari gebetan," sahut Cio lalu menghilang dengan wajah bahagia.

__ADS_1


"Dasar tuyul botak!--"


"Eh tuyul kan emang botak, dasar anak durhaka luh! Gua sumpahin ketiban sia---"


Bugh!!


"Aaarghh!!"


Belum sempat menyelesaikan ucapan nya, poci jatuh dari langit-langit kelas, dan pada akhir nya ia menimpah tubuh Milah.


"POCI BANGKEK!!"


Revan dkk yang mendengar suara benda jatuh sangat keras, seketika membuat mereka merinding.


"Suara apa barusan?" tanya ilham.


"Mungkin ada pohon tumbang," jawab Revan ngasal.


"Ke kantin aja yuk, merinding Gue," kata Dion merasa bulu kuduk nya naik.


****


Di sisi Lain Laras masih setia menunggu jawaban dari Olive, Namun gadis itu masih saja diam mematung.


Olive sejujur nya bingung mau jujur atau tidak, namun kalau ia jujur pada Laras, apa Laras bisa menjaga rahasia nya dan Revan.


"Kepo aja lo, kena azab mampus luh," sahut Olive bangkit dari posisi duduk.


"Nggak ada cerita nya orang kena azab karna kepo," sela Laras.


"Ada, di indosiar," jawab Olive jujur.


"Udah lah kasih tahu Gue, kepo nih!!" rengek Laras sambil memelas pada Olive.


'Sorry, Gue nggak percaya lo bisa jaga rahasia ini,' batin Olive.


"Udah tahun depan aja," ujar ngasal Olive.


Olive membuang puntung Rokok ke lantai, saat Gadis cantik itu hendak melangkah, tubuh nya terhenti, akibat seseorang berdiri di hadapan nya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Siapa yang ijinin lo ngerokok?"


"Rey!"


"Mampus!! Ketahuan ketos," decih Laras.

__ADS_1


****


__ADS_2