
Sudah waktu nya Revan untuk chek up, seharian ini dia cek up di temani oleh Olive sangat istri, setelah itu Revan harus menjalani tetapi agar ada perkembangan kedua kedua kaki nya yang masih tidak bisa di gerakan.
Seperti terapi pada umum nya untuk pasien Lumpuh, mereka di bantu menggerakkan kaki dengan belajar berdiri dan berjalan perlahan, Olive terus membantu Revan, dia setia menemani Revan.
"Pelan pelan aja ya," pinta Olive dengan nada lembut.
Revan terus berusaha menggerakkan kaki nya, namun menggerakkan satu kaki nya saja dia kesulitan, terlihat Olive yang tidak tega melihat Revan kesakitan.
Saat Revan sudah mulai melangkahkan kaki satu persatu, tubuh nya tiba tiba terhuyung, Olive pun dengan cepat menahan tubuh Revan, dia mendekap erat tubuh suami nya agar tidak jatuh ke lantai.
Dua suster yang berada di sana seketika melebarkan mulut bersamaan.
"Kan gue dah bilang, pelan pelan aja, kalau jatuh gimana?" omel Olive.
"Maaf," ucap Revan lembut.
"Aduh mbak, saya iri mbak boleh ganti tempat nggak?" guman sih Suster.
"Eh, ngiri aja loh!!" sela suster sebelah nya.
"Lah kan gue jomblo,"
"Nikah sama duda aja sana, kaya gue," ujar suster itu bangga.
Revan dan Olive tertawa kecil, kedua suster itu terus bertengkar, Olive perlahan melonggarkan dekapan nya, dia tidak ingin suami nya mati karna kehabisan nafas.
"Gue bantu ya, pelan pelan aja, ikuti langkah kaki gue," ucap Olive.
Revan menganguk patuh, kedua nya pun berjalan perlahan, gerakan kaki Revan mulai bisa di gerakan untuk menyeimbangkan gerakan kaki Olive, dalam posisi berpelukan ini, Revan merasa sangat nyaman, wajah Olive juga sangat cantik, di seperti melihat bidadari yang sesungguhnya.
"Olive, bisa setiap hari lo bantu gue kayak gini?" tanya Revan sedikit berbisik di telinga Olive.
Aroma tubuh Olive membuat Revan ingin mengecup singkat leher jenjang gadis itu.
Olive merasa geli ketika Revan mulai mendusel kepala nya di ceruk leher gadis itu.
"Revan, jangan disini," pinta Olive sambil menepuk punggung nya pelan.
"Satu kali?"
"Tidak," tegas Olive.
Revan mengerucutkan bibir nya seperti anak kecil tidak di belikan permen.
Olive menghela nafas, dia mengusap pucuk kepala Revan, mengacak sedikit rambut cowok itu, kemudian dia menarik permen lolipop dari dalam mulut nya.
"Ini aja," ucap Olive sambil menyodorkan permen itu, Revan pun mengemut permen itu begitu di suapin oleh Olive.
Kedua suster yang melihat hal itu hanya bisa menahan rasa panas mereka, terlihat kedua nya menganga kembali dengan mata melotot, mungkin jika Revan mengecup bibir nya, kedua suster itu akan pingsan.
"I love you," ucap Revan kemudian kembali mendusel di ceruk leher Olive.
__ADS_1
Olive tersenyum singkat.
"I love you too,"
"Sayang."
...****************...
Setelah selsai terapi, Revan masih menjalani pemeriksaan lagi dengan dokter, sementara Olive dia di minta untuk menunggu di depan ruangan dokter.
Disela itu, muncul Milah bersama sesosok laki laki yang tidak di kenal Olive, namun dia merasa tidak asing dengan wajah pri itu.
"Siapa yang lo bawah?" tanya Olive.
"Calon suami gue pas gue masih hidup," jawab Milah santai.
"Gue Pangeran," jawab dia sambil mengulurkan tangan nya.
Olive tidak menerima ukuran tangan itu, karna dia memang tidak akan bisa menyentuh pria itu.
"Kenapa nggak di balas?" tanya Pangeran.
"Lo setan mana bisa di sentuh," tegas Olive dengan wajah datar nya.
"Ohw ya, lupa gue," ucap Pangeran sambil menggaruk garuk kepala nya yang gak gatal.
"Calon suami, berati kalian berdua dulu nya hampir mau nikah ya?" tanya Olive.
"Jorok lu," ejek Olive.
"Ada ada lo, terus kenapa lo nggak bisa pergi? Kan lo nggak bunuh diri?" tanya Olive.
"Karna dulu nya gue jahat, kehidupan gue sebagai anak rentenir buat gue banyak dosa, gue juga sering bantu orang tua gue nagih duit dengan cara kasar," jelas Milah yang teringat dengan masalalu nya yang sangat menyebalkan.
"Oh, pantes kena karma," kata Olive sambil menaikan sebelah alis nya.
"Terus kalau lo mati kenapa?" Olive melirik ke arah Pangeran.
"Gue mati karna-"
Pangeran meninggal karna dia diracuni oleh pihak keluarga Milah, keluarga Milah beranggapan jika Pangeran lah yang membuat Milah mati bunuh diri, padahal semua itu hanyalah kesalahan pahaman.
Milah yang mendengar itu pun merasa sedih, karna ulah nya, calon suami juga harus mengalami hal buruk.
"Jujur gue nggak ngerti sama pola pikir kedua orang tua gue, semoga aja gue nggak pernah ketemu mereka di alam baka," ucap Milah yang merasa kesal kepada keluarga nya.
"Jangan gitu, bagaimanapun mereka keluarga lo," tegur Pangeran.
"Nah bener tuh!!"
"Tapi seharus nya Pangeran itu berjodoh dengan putri ya kan? Lah ini kenapa sama Jamilah?" guman Olive bingung.
__ADS_1
Wajah milah berubah datar se datar dompet kosong.
"Kuasa ilahi," jawab Milah datar.
Olive terkekeh kecil. "Semoga kalian berdua bisa pergi bareng ya, dan semoga dosa lo nggak makin banyak," tutur Olive sambil melirik Milah.
"Iyeh!!" seru milah kesal.
"Btw, mil setan sebelah nungguin kabar dari lo, katanya mau kencan ngerayain hari jadian," ucap Olive menggoda.
Milah melebarkan bola matanya seketika, dia lupa dengan pacar nya di gang sebelah, dan sekarang sudah ada calon suami nya, pasti Pangeran akan marah bila tahu dia sudah punya pacar dengan banyak setan.
"Lo selingkuhin gue?" kesal Pangeran.
"Nggak-"
"Nggak sengaja," jawab Milah.
"Lo jahat mil," ucap Pangeran lalu menghilang.
"Duh, Olive lo ngapain ember sih???" kesal Milah.
"Gue cuma menyampaikan pesan dari dia, nggak salah kan?" Olive melirik milah yang frustasi.
"Nggak salah kok, cuma salah tempat bego!!" pekik Milah sambil menjambak rambut nya.
Karna menjambak terlalu kuat, rambut nya pun rontok, dia melebarkan bola mata nya seketika.
"Olive!"
"Apa?"
"Nggak botak kan?" Olive melihat ke tempat Milah menarik rambut nya, disana ada bekas bulatan dari bekas rambut yang di cabut.
"Botak dikit, makanya jangan asal jambak rambut lo, entar dia kabur lagi tahu lo botak," omel Olive.
"Ini semua gara gara lo!!"
"Lah? Kok salah gue?"
"Gara gara lo calon suami gue ngambek, dasar Oli bangsat!" milah pun menghilang dengan wajah kesal nya.
Olive terkekeh kecil, ternyata seru juga mengerjai sih Milah, kapan kapan di akan berulah lagi.
"Olive!!"
Tiba tiba ada suara seseorang yang memanggil nya, tapi dia tidak tahu dari mana asal suara tersebut.
"Siapa yang panggil gue?"
...----------------...
__ADS_1