welcome indigo wife

welcome indigo wife
ada apa lagi?


__ADS_3

**Brak**!!


"EMAK!!"


Olive spontan berteriak kaget saat seseorang memukul meja nya dengan sangat keras, untung saja ia tidak terjungkal kebelakang karna kaget.


Si pelaku hanya cengingiran dengan wajah tampan nya, dia Brayen.


Brayen sengaja ingin mengusik gadis itu lagi, Olive sangat kesal mengapa Brayen tidak menganggu murid lain saja, kenapa harus dia.


Padahal sudah sangat jelas Olive mengatakan untuk menjauhi nya.


"Lo lagi! mau lo apaan sih?" Olive bangkit, menatap kesal wajah Brayen.


"Nggak usah marah gitu, Gue cuma mau ngajak lo jalan aja, sekalian nongkrong di markas Gue, gimana lo pasti mau kan?" ucap Brayen dengan bangga nya.


Olive mengerutkan kening nya, "ha? Sorry Gue nggak ada waktu," tolak Olive.


Brayen terkejut, baru saja gadis itu menolak ajakan nya, padahal dulu Olive sangat tergila-gila dengan nya, namun sikap Olive yang sekarang sungguh mengejutkan, dan membuat nya mulai tertarik dengan gadis itu.


Olive hendak melangkah pergi, namun Brayen menahan tangan nya. "Lepasin! tangan Gue brayen," tegas Olive.


"Gue nggak akan lepasin tangan lo, sebelum lo mau terima ajakan Gue tadi," sahut Brayen.


"Udahlah Olive, terima aja, nggak usah gengsi," Cibir putra.


Olive melirik sinis ke arah Putra, mengapa cowok itu selalu saja sinis padanya, memang serendah itukah dia, apa harus Olive menunjukan jika ia sama sekali tidak tertarik dengan Brayen.


Bugh!


Olive memukul perut Brayen, cowok itu meringis ke sakitan karna pukulan Olive yang terbilang sangat kuat. Ken dan Putra yang ada disana juga kaget melihat aksi Olive.


"Jangan pernah sentuh Gue, sekalipun lo bujuk Gue ke KUA, Gue Olive nggak Sudi!!"tegas Olive menakan kata akhir nya.


"Ck, murahan."


Seorang gadis cantik dengan seragam ketat melangkah masuk ke dalam kelas, wajah nya terlihat sangat kesal, paras gadis itu cukup cantik, karna kebantu mek up tebal.


Ia Clarisa Veronica. Seorang siswi baru yang sangat di kagumi dan di segani di sekolah ini, selama beberapa hari Olive tidak masuk sekolah.


Olive sengaja bolos sekolah, karna ia bosan, dan merawat Revan yang sedang sakit.


Clarisa di sebut sebagai Queen bully baru di sekolah ini, bahkan tindakan nya jauh lebih keji di banding Olive. Memang Olive yang sekarang sudah tobat sih.


Dia hanya membully para pembully, itu cukup seru baginya untuk menghilangkan rasa gabut. Sekarang seperti nya ia sudah kedatangan saingan yang cukup berat.


Clarisa dari kelas XII ips.


"Murahan? kayak nya lo harus ngaca sih," sahut Olive.

__ADS_1


Gadis itu menatap jijik penampilan Olive, ia melihat dari ujung kaki hingga ujung rambut Olive.


"Selera lo rendah juga Brayen," cibir Clarisa cukup pedas.


Brayen mendengus kesal, Clarisa selalu saja muncul di saat yang tidak tepat. "Mendiang lo cabut, ini bukan urusan lo," pinta Brayen.


"Cih, kalian berdua sama-sama menyebalkan,"kesal Olive.


Olive melangkah pergi meninggalkan kelas dengan wajah kesal, ia sedang tidak mood bergulat di kelas, lebih baik dia lampiaskan amarah nya ketempat lain saja.


"Lo ngapain sih kesini?"


"Gue cuma mau bantu lo, lagian cewek aneh kayak dia nggak pantas jalan sama lo, mendingan sama Gue," ujar Clarisa dengan pede nya.


"Cih, jangan ngarep lo," tegas Brayen kesal, cowok itu melegang pergi tanpa menggubris Clarisa.


Brak!!


"Sial, kenapa sih Brayen ogah ngelirik Gue?" kesal Clarisa sambil menendang meja Olive.


"Weh!! Mendingan lo sama Gue aja gimana?" tawar Putra menggoda.


"Cih, jijik Gue sama lo," cetus Clarisa, gadis itu melegang pergi.


****


Brak!!


Kretak!!


Brak!!


Olive membabi buta membanting semua meja dan kursi tak terpakai lagi, di kelas kosong yang ia jadikan tempat pelampiasan amarah nya.


"LO PIKIR LO SIAPA??BERANI NGATAIN GUE!!!"


"Yang murahan Itu lo, Seragam ketat, mek up tebal kek aspal jalan, Mulut bau azab lagi, jadi pengen Gue banting kepala tuh kambing!" murka Olive.


Olive menarik nafas panjang, ia rasa sudah cukup ia membanting dan menghancurkan setengah kursi dan meja di dalam kelas tersebut.


Seorang gadis melangkah masuk ke dalan kelas, ia melihat pemandangan yang sungguh tak berbeda sama sekali, sikap Olive sekarang sungguh jauh lebih brutal.


"Kenapa nggak lu hancurin aja semua nya?" tanya Laras.


Olive melihat ke sumber suara, ia melihat Laras yang memandang nya datar, namun lebam di sudut bibir kanan Laras menarik perhatian Olive.


"Kenapa Bibir lo tuh? Di bogem preman pasar lagi?" tanya Olive dengan nada malas.


"Biasalah, hidup Gue emang nggak jauh-jauh dari KDRT," sahut Laras santai, gadis itu duduk di salah satu kursi yang masih utuh.

__ADS_1


Olive yang mendengar itu pun kebingungan, "Lo kan belum nikah? Lagian siapa sih cowok yang mau nikah sama cewek matrek kayak lo?"


Olive menatap heran Laras, memang laknat sekali mulut Olive ini, namun Laras sudah mulai terbiasa dengan sikap Olive yang Bar-bar, brutal, suka ngumpat, kasar, dan bego.


"Gua emang belum nikah, tapi bokap Gue udah," jawab Laras.


"Jadi bokap lo kdrt sama lo gitu?" tanya Olive yang di balas anggukan kecil dari laras.


Jujur Laras tidak ingin menceritakan hal ini dengan siapapun, namun ia rasa Olive bisa menjadi teman curhat nya, ia sudah tak tahan lagi dengan sikap ayah nya yang sangat kasar.


"Iya, sama adik Gue juga, bahkan nyokap Gue meninggal karna ulah bokap Gue," jelas Laras dengan nada kesal.


Gadis itu terdiam, dia mengeluarkan sebungkus Rokok dari saku baju nya, lalu mengambil sebatang rokok, kemudian menyalakan ujung Rokok.


Olive tidak menyangka jika selama ini Laras dan keluarga nya mengalami hal seburuk itu. Bahkan ayah nya laras tak segan membunuh ibu Laras, betapa kasihan nya nasib Laras dan adik nya.


Olive menghela nafas, "Gue minta dong," pinta Olive.


"Lo ngerokok juga?tumben, biasa nya juga ogah," sahut Laras, kemudian ia memberikan sebatang rokok kepada Olive.


Olive menghimpit puntung Rokok di sela bibir nya. Lalu menyalakan ujung rokok, kemudian menghisap dalam-dalam.


Ia hembuskan asap Rokok ke udara, gumpalan asap tebal terlihat jelas, Laras cukup kagum Olive juga bisa merokok seperti nya, padahal dulu Olive itu tipekal gadis anti rokok, lebih maniak mek up.


Itu karna dulu, Ia memang suka merokok diam-diam saat sekolah, sebelum ia berpindah ke tubuh Olive.


"Itukan dulu, sekarang mah, boleh lah ngerokok beberapa kali," sahut Olive santai.


"Gimana dengan adik lo?Kalau lo tinggal sendirian di rumah, apa nggak bahaya?" tanya Olive teringat dengan nasib adik Laras.


"Aman kok, Gue titipin di panti asuhan," jawab Laras santai sambil menghembuskan asap rokok ke udara.


"Ha? panti asuhan? ngapain lo titipin disitu dugong!?" tanya Olive heran.


"Karna disanalah tempat paling aman, ada ibu panti yang Gue kenal, dan banyak teman-teman adik Gue juga," sahut Laras.


"Miris banget hidup kalian, Gue kira hidup Gue udah paling miris," ujar Olive santai.


"Cih! Gue rasa nggak ada miris-miris nya hidup lo, justru itu jauh lebih sempurna bukan?"


Olive tidak tahu, kehidupan aneh nya ini bisa di katakan miris atau sempurna, karna ia rasa seimbang saja.


"Lo ada hubungan apa sama Revan?" Tanya Laras tiba-tiba.


"Revan?"


"Iya nyettt!" seru Laras.


****

__ADS_1


.......


__ADS_2