Yang Duduk Di Sebelahku Adalah Orang Jepang Asli! Volume 1

Yang Duduk Di Sebelahku Adalah Orang Jepang Asli! Volume 1
Dia Tidak Menyadarinya


__ADS_3

“Hmm?”


Saat berbalik, Yuuki terlihat bermasalah, tapi tidak dapat menahan ekspresi malu-malunya. Ia menunjuk ke arah atas rak, terlihat kotak kayu diletakkan di bagian paling atas.


Duh, kenapa kamu pakai malu-malu segala. Cowok bisa salah paham tahu. Andaikan Rena tidak ada di sini, mungkin adegan ini bisa jadi event ‘jatuh tidak di sengaja’ dan aku bisa menjadi protagonis harem yang bisa menyentuh apa saja yang aku mau secara tidak sengaja.


Meski secara fisik Yuuki tidak terlihat pendek, karena di antara gadis-gadis lainnya Rena adalah yang menempati posisi tersebut, tingginya masih belum bisa menjangkau tempat yang sangat tinggi itu. Jadi mungkin sedikit sulit bagi Yuuki untuk menurunkan barang-barang yang diletakkan di bagian paling atas.


Walau yang memintanya adalah Yuuki, ketika menyadari alasan keberadaan dia di sini, ia justru menunjukkan protesnya sambil menatap ke arah Rena.


Ah, jadi begitu, ya. Aku di sini cuman ada untuk melakukan pekerjaan yang seperti ini, ya.


Meski tidak suka dengan alasan itu, Eza menghampiri Yuuki dan mengambilkan kardus untuknya.


“Terima kasih banyak, Eza.”


“Ya ... Tunggu, barang-barang ini.”


Tutup kotak yang sedikit terbuka menunjukkan secuil bagian isi dalamnya. Karena merasa penting, Eza membuka dan menemukan barang-barang seperti baut dan benda yang biasanya disebut; ‘kalau dicari tidak ada, kalau tidak dicari ada di depan mata’.


“Jadi ada di sini barang-barang ini ... Ada beberapa barang yang berada di dalam daftarku.”


“Aku juga melihat beberapa barang untuk aku selesaikan. Ingin melakukannya bersama?”


“Jika tidak kau keberatan.”


“Tentu saja tidak. Sepertinya bukan hanya kotak ini saja.” ucap Yuuki sambil melihat ke atas.


Eza yang mengikuti pandangan Yuuki juga melihat ke atas. Ia baru sadar ternyata ada beberapa kotak yang sama berjejer di atas. Dengan melihat itu, ia berasumsi kalau masih banyak benda yang tersebar secara acak di dalam kotak kayu yang ditaruh di atas.


“Kalau begitu, kita selesaikan yang ada terlebih dahulu, lalu aku akan mengambil lagi jika sudah selesai.”


“Ya.”


Mereka berdua lalu memutuskan untuk bekerja secara bersama-sama dan Eza kembali ke dalam mode seriusnya, membuang hal yang tidak perlu dan fokus ke dalam pekerjaannya.


Untuk sesaat, di ruangan yang mereka tempati hanya terdengar suara mereka bekerja, seperti alat yang dipindahkan atau sesuatu yang ditulis di atas kertas, rasanya sunyi dan senyap dengan suara-suara tersebut. Dan dalam keheningan itu, karena terlalu fokus dengan apa yang dilakukan, Yuuki mulai memecah keheningan dengan mulai bergumam kecil dalam bahasa Jepangnya.

__ADS_1


“Ada saatnya aku ingin menghilang~ ...”


Eza yang secara persis berada di dekat sebelah Yuuki, adalah orang yang pertama menyadari gumaman kecil Yuuki. Awalnya dia bertanya-tanya mengapa mengatakan sesuatu yang tiba-tiba, hingga akhirnya mengerti kalau Yuuki sedang bernyanyi setelah mendengar lirik selanjutnya.


“Dan setiap kali aku menghadapi hal tersebut, aku memikirkanmu ...”


Yuuki terus melanjutkan nyanyiannya sambil ia menyelesaikan tugas miliknya. Eza yang ada di sebelahnya juga menikmati lantunan yang dibawakan oleh Yuuki.


Heeeh ... Jadi kalau kamu fokus, kamu bisa seperti ini juga, ya. Sampai-sampai nyanyi di sebelah aku. Biasanya kalau protagonis ngomong ‘suara kamu bagus’ secara tiba-tiba, si cewek bakal malu terus ninju si protagonis, kan? Kalau aku enggak mau sakit jadi mending diam aja, deh.


Secara diam-diam, Eza menikmati suara Yuuki yang kecil di sebelahnya. Yuuki juga nampak menikmati nyanyiannya, jadi Eza tidak ingin mengganggu Yuuki yang sedang menghibur dirinya sendiri. Terlebih, Eza bisa mendapatkan kesempatan langka mendengar nyanyian Yuuki yang biasanya kasar kepadanya, dan berpikir sama-sama untung dan terus melanjutkan pekerjaannya.


“Kapan pun itu, kapan pun itu, kau tidak pernah berubah ...”


Setelah beberapa saat terhanyut dalam nyanyian Yuuki, Yuuki mengganti lantunan lagunya. Nada yang ia nyanyikan saat ini lebih terdengar fun dari sebelumnya yang sedikit melow.


Hmmm? Kamu mengganti lagunya? ... Tunggu, sepertinya nada ini kayak kenal deh.


“Aku berulang kali, berulang kali mengirimkan sinyal kepadamu ...”


Hooo ... Jadi kamu seperti itu ... Kamu itu tipe yang seperti itu, ya ... Aku mengerti aku mengerti. Bagaimanapun, kita tidak bisa meninggalkan budaya kita sendiri, kan? Karena kamu dikenal banyak orang makanya kamu menyembunyikannya, bukan?


Eza yang sudah menjadi otaku menangkap nada yang tidak asing dari nyanyian Yuuki. Itu dikarenakan yang dinyanyikan Yuuki adalah salah satu lagu pembuka anime. Eza meneriakkan hal itu di dalam hatinya, namun ...


“Kamu bodoh, kamu bodoh, tidak mengerti suasana ...”


Hmm? ... Bukannya liriknya beda, ya? Heey~ Iroha~ liriknya salah, tuh~


Nyanyian Yuuki yang awalnya selalu tepat pada liriknya, kini tiba-tiba berubah arti. Eza yang mendengarnya ingin sekali untuk mengucapkan kalimat untuk memberitahunya, tapi ia tidak bisa mengatakannya. Itu situasi di mana Eza harus bersikap acuh tak acuh.


Dari samping, Yuuki bisa melihat ekspresi poker milik Eza yang masih mengerjakan tugasnya. Dia melirik secara diam-diam dengan seringai tipis di mulutnya.


“Fu, fuu~n. Dia tidak mengerti kalau aku sudah mengubah liriknya ... Bagaimanapun juga, meski kamu seorang sampah, kamu tidak bisa bahasa Jepang, bukan.”


Dia kembali melirik Eza sambil mengerjakan bagiannya agar tidak disadari oleh Eza. Dia merasa lega saat Eza tidak menanggapi apa yang ia ucapkan dan melanjutkan pekerjaannya, tapi ...


Jadi dia sengaja! Dia sengaja melakukan itu! Dia sengaja mengubah liriknya!

__ADS_1


Bagaimanapun juga, Eza adalah salah satu dari kebanyakan otaku yang bisa berbahasa Jepang. Dia mempelajari bahasa Jepang dengan alasan yang sama seperti otaku yang lainnya, ingin menonton tanpa yang namanya subtitle. Tapi karena percakapan di anime dan dunia nyata berbeda, Eza mempelajari lebih dalam bahasa Jepang. Meski tidak mempunyai sertifikat, ia sendiri mampu untuk mengerjakan tes N2 sekarang.


Siapa yang kamu rendahkan di sini, hah? Kamu tidak tahu aku bisa bahasa Jepang, kan? Kamu salah perhitungan Iroha!


“Lelaki di sebelahku adalah orang bodoh yang tidak peduli dengan kehidupan, benar-benar seperti sampah!”


Oi, oi, oi! Bukankah itu sudah terlalu kelewatan? Memangnya salah ya menjadi otaku? Aku tahu itu jelek, jadi jangan diingatkan!


Mereka bekerja secara berdampingan sambil menyelesaikan tugasnya masing-masing dengan tepat. Tapi dalam kenyataannya jika dilihat dari dekat, mereka akan terlihat sangat lucu saat menahan rasa malu dan kedutan di wajah mereka.


“Tidak berguna~ otaku sampah~ idiot~ kamu bikin susah~”


Gaaah! Cukup sudah dengan hinaan itu! Selain fisik, mentalku juga akan kenaaa!


Saat hati Eza seluruhnya rapuh, Rena memanggil Yuuki setelah mendengar nada yang semakin meriah.


“Sepertinya suasananya sedang bagus, Yuuki. Apakah ada sesuatu yang bagus hari ini?”


Bahu Yuuki melompat sedikit karena terkejut, tapi dengan cepat ia menutupinya dan bertingkah seperti biasa.


“Ah, tidak. Tadi aku hanya bernyanyi.”


Yah, awalnya sih, iya.


Eza yang tepat berada di sebelahnya hanya bisa menahan rasa kesal di dalam hatinya, juga hampir tidak bernyawa karena hinaan yang langsung menusuk tepat ke hatinya. Dengan tenaga yang ada, Eza mencoba bertanya.


“Kedengarannya lagu yang bahagia, me-memangnya judul lagu yang kamu nyanyikan apa?”


Mendengar pertanyaan Eza, Yuuki langsung menoleh ke samping. Dia tampak agak sedikit pucat dan juga seperti menyembunyikan sesuatu. Eza yang melihat itu hanya diam dan mencoba mendengar alasan apa yang dipakai oleh Yuuki.


“Iya, judulnya ...”


Yuuki sedikit kesulitan untuk menyebutnya secara lantang, namun akhirnya ia mengatakannya dengan senyum lebar di wajahnya.


“Judulnya ... Sesuatu yang tidak akan terlupakan?”


Eza yang mendengar jawaban Yuuki sedikit terkena serangan jantung, menyelediki jawaban asli Yuuki.

__ADS_1


__ADS_2