Yang Duduk Di Sebelahku Adalah Orang Jepang Asli! Volume 1

Yang Duduk Di Sebelahku Adalah Orang Jepang Asli! Volume 1
Kita ... Teman?


__ADS_3

Namun, Eza tidak dapat memahami hati gadis seperti itu dan hanya bisa bingung.


Sementara itu bel berbunyi, guru datang dan pelajaran pertama dimulai.


“Heya ~ kelas dimulai ~ ... Kalau begitu, orang yang piket hari ini–Eza. Salam pembuka.”


Memeriksa nama yang bertanggung jawab atas tugas kelas hari ini di tepi papan tulis, guru matematika dengan santai menoleh ke arah Yuuki dan memanggil Eza seolah-olah itu merupakan hal yang wajar. “kami tahu bagaimana perasaan anda” perasaan seluruh kelas bersatu kecuali satu orang.


Setelah melakukan salam yang tidak wajar, jam pelajaran dilanjutkan dengan perasaan tegang yang aneh dan membuat ia mengantuk. Tetapi Eza bukanlah orang yang bisa tertidur dalam suasana ini. Walau begitu, mana mungkin ia bisa berkonsentrasi pada pelajaran di kelas, jadi Eza dengan sungguh-sungguh memikirkan cara untuk memperbaiki suasana hati sang putri di kepalanya.


“Baiklah, itu saja untuk hari ini. … .Eza, salam.”


Guru matematika meninggalkan kelas, dengan tegas tidak melihat ke arah Yuuki sampai akhir.


Setelah melihat si guru sudah keluar dari ruang kelas, Eza segera bergegas keluar dari kelas dan dengan cepat berjalan ke tempat penjual minuman serba ada yang ada di kantin tempat para murid mengeluarkan uang mereka.


Setelah Mendapatkan apa yang diinginkan, Eza segera bergegas kembali ke kelas dan dengan hormat memberikannya kepada tetangga sebelahnya, Yuuki.


“Putri, mengenai apa yang terjadi pada tempo hari, mohon maafkan aku dengan segala belas kasihmu.”


Apa yang Eza sajikan setelah mengatakan itu … Selama 14 tahun berturut-turut menempati posisi pertama “permintaan terbanyak untuk Akademi Rania?”.


Namanya adalah “Sup Kacang Merah Manis~”. Kebetulan, isinya adalah pasta kacang merah cair dan minuman pelepas dahaga yang sangat manis.


Kenapa malah sup kacang merah!?


Teman sekelasnya ingin memprotes, “apa kamu gila? Apa kamu mau ngajak berantem tuan putri? ”, dengan tatapan mata mereka


Melihat ke arah Eza. Tapi, Eza tahu. Ia tahu bahwa Yuuki terkadang meminum sup kacang merah ini.


“… Bukannya sudah kubilang kalau aku tidak terlalu marah padamu?”


“Hehe, tentu saja. Tapi setidaknya, hanya ini yang bisa kulakukan untuk meminta maaf.”


“… kalau begitu, aku akan menerima tawaranmu.”


“Haha ~”


Ketika Yuuki menerima kaleng sup kacang merah dari tangan Eza, dia membuka tab penarik, dan meminum isinya dalam sekali teguk. Pandangan gemetar datang dari dalam kelas.


“Terima kasih untuk minumannya.”

__ADS_1


“Ah, aku akan mengurus kaleng kosongnya.”


“Tidak apa-apa, kamu tidak perlu melakukan itu.”


“Tidak, tidak, aku tidak ingin merepotkan Tuan Putri.”


“Jika itu masalahnya, hentikan akting anehmu itu.”


“Siap, Bu.”


Meski nadanya tetap kasar, Eza merasa mood Yuuki agak sedikit terhibur. Merasa lega dengan ini, Eza kembali ke kursinya dan…. Menyadari sesuatu yang buruk.


Ah, ini buruk …. Aku lupa membawa buku teks untuk pelajaran berikutnya.


Jika seperti biasanya, ia akan meminta Yuuki untuk menunjukkan buku pelajarannya. Namun, dalam situasi seperti ini jika dia tanpa


Malu-malu bertanya “boleh aku melihat buku teksmu?”, suasana hati Yuuki yang sudah sedikit membaik mungkin bisa meroket tajam.


Jika itu yang terjadi, Eza yakin seluruh teman sekelasnya akan memandangnya dengan penuh kritik.


Apa boleh buat….


Tatapan curiga Yuuki beralih ke Eza, yang membeku setelah memeriksa bagian dalam meja dan tasnya. Eza memalingkan wajahnya seolah-olah ingin melepaskan tatapannya dan memanggil gadis di sebelahnya.


“Eh? Aah… ya, tidak apa-apa.”


Gadis di sebelahnya tersenyum pahit seolah-olah dia telah menebak apa yang sedang terjadi, dan mengangguk dengan ramah.


Merasa bersyukur untuk itu, Eza menyatukan tempat duduk mereka dan mengelus dadanya kalau ia entah bagaimana berhasil melakukannya. Segera setelah itu.


“Playboy”


Bersamaan dengan gumaman seperti itu dalam bahasa Jepang, suasana di kelas menjadi lebih dingin lagi.


Kenapa dia masih bad mood, sih?


Terlepas dari ratapan Eza, pelajaran yang penuh dengan ketegangan sedang berlangsung di ruangan kelas 1-B hari itu.


***


Beberapa saat setelah meninggalkan kelas, di sana, suara dingin Yuuki terdengar di telinga Eza. 20% lebih dingin dari biasanya.

__ADS_1


“Kalian berdua sangat dekat, ya.”


“Apa itu mengejutkan?”


“Ya, ini mengejutkan. Tak disangka kalau kamu punya teman Cewek.”


Eza mengangkat alisnya ke arah Yuuki mengatakan itu Dengan nada kasar.


“Eh? Kamu terkejut dengan itu?”


“Apanya?”


“Yah, maksudku….”


Kemudian Eza menunjuk ke wajah Yuuki dengan ekspresi Yang seolah-olah berkata, “kamu ini bicara apa sih?”


“Teman cewek.”


“….”


Yuuki berkedip perlahan dengan wajah lurus dan sedikit Memiringkan kepalanya saat ditunjuk begitu oleh Eza.


“Apa kita…. Teman? ”


“Eh? Apa aku salah?”


“….”


Saat ditanyai pertanyaan ini dengan tatapan kaget, Yuuki Terdiam sesaat dan tiba-tiba membalikkan badannya. Sambil Memunggungi Eza, dia menjawab dengan suara datar, seolah-Olah dia sedang menahan sesuatu.


“Itu benar, kita berteman.”


Setelah mengatakan itu, dia mulai berjalan ke arah yang sama Dengan Yuuki.


“Hee ~ y, kamu mau kemana ~?”


“Aku baru ingat ada urusan yang harus kulakukan di ruang OSIS ... jangan ikuti aku.”


Tanpa menoleh ke belakang, Yuuki dengan jelas menunjukkan Penolakannya. Dan dia pergi menyelonong begitu saja.


“Apa-apaan itu… oh baiklah. Benar, aku harus memprotes ke Orang-orang yang kabur tadi.”

__ADS_1


Eza yang ditinggal sendirian, menggumamkan sesuatu yang Tidak menyenangkan pada dirinya sendiri dan kembali ke kelasnya Sendirian.


Pada hari yang sama di sore harinya. Ada desas-desus di antara Segelintir murid bahwa putri Yuuki sedang berjalan di koridor Sambil bersenandung, tapi entah mengapa, gosip tersebut tidak Pernah sampai ke telinga Eza.


__ADS_2