Yang Duduk Di Sebelahku Adalah Orang Jepang Asli! Volume 1

Yang Duduk Di Sebelahku Adalah Orang Jepang Asli! Volume 1
Dia Orangnya!


__ADS_3

Hari ini hujan dan Eza sudah berada di kelasnya saat ini, sendirian.


Satu hal yang pasti, dia berangkat lebih awal hari ini.


Tidak ada sesuatu yang spesial yang membuatnya untuk datang pagi sekali, hanya saja karena bangun terlalu pagi dan bosan di rumah, Eza memutuskan untuk berangkat lebih awal.


Selain itu, firasatnya saat ini mengatakan ada sesuatu yang buruk jika tidak berangkat ke sekolah seperti biasanya. Tak ia sangka, firasatnya benar dan hujan deras mengguyur seisi kota.


Tidak ada jadwal piket untuk Eza saat ini, jadi dia hanya diam sambil menatapi langit abu-abu dari balik jendela yang basah terkena air.


Sendirian di kelas dengan dinginnya suhu ruangan akibat pendingin dan juga hujan di luar, mata Eza sudah berada di tengah-tengah posisi untuk tidur dan menutup sepenuhnya.


Tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini, bahkan sebelumnya ia hanya berkomentar, "aku penasaran nasib buruk apa yang menimpa orang-orang saat berangkat ke sekolah di tengah-tengah hujan" kepada teman-teman sekelasnya.


Eza bukanlah tipe orang yang memikirkan keadaan orang lain, dia hanya peduli pada dirinya sendiri. Jadi dia hanya berharap agar teman-temannya mendapatkan nasib buruk dan bercerita di dalam kelas sebagai cerita tidurnya.


Lalu, beberapa menit kemudian dengan sebagian jiwa dari tubuhnya sudah keluar, pintu kelas terbuka. Ketika Eza melihat siapa sosoknya, dia adalah Yuuki.


Yuuki memang adalah tipe orang yang akan datang di pagi hari. Dia Lalu membuka pintu kelas dan mengkonfirmasi sosok Eza yang duduk di bangku pojok miliknya.


"Yo, pagi" ucap Eza yang sedikit terkejut mendengar suara pintu yang dibuka oleh Yuuki.


"... Pagi juga, Eza."


Yuki melihat ke sekeliling kelas dan hanya mendapati hanya Eza yang ada di sana, "bukannya ini terlalu pagi untukmu?"


"Apa maksudmu? Bukan berarti aku akan datang di ujung menit setiap waktu, oke?"


"Yah, aku sudah melihat itu dengan mataku sendiri waktu itu. Tapi hanya sekali itu saja."


"Aku tidak berbohong, bukan?"


Yuuki menghela napas jengkel kepada Eza yang mengatakan itu dengan percaya diri. Dia menatap sinis Eza dan mencemoohnya, "terserah apa katamu."

__ADS_1


"Aku juga sudah berusaha keras, tahu."


"Setidaknya lakukan hal ini dengan sering."


"... Aku akan berjuang?"


Eza hanya bisa menunjukkan senyum getir pada dirinya sendiri yang tidak yakin apakah dia bisa melakukan hal itu.


Yuuki menganggukkan kepalanya sementara wajahnya terlihat tidak puas. Kemudian Dia mendekati kursinya dengan cara berjalan yang sedikit aneh.


Merasa aneh dengan cara berjalan Yuuki, Eza memperhatikan dan mendapati bahwa, kaos kaki yang dipakai Yuuki terlihat basah.


Eza lalu melihat keluar jendela, bahkan sebenarnya tidak perlu memeriksa, dia mengetahui kalau di luar sedang hujan. Memang beberapa waktu yang lalu hujan deras terjadi, tapi saat ini cuaca sudah mulai mereda.


"Kaus kakimu basah, apa yang terjadi? Apakah kamu menerobos hujan untuk dapat datang ke sekolah di pagi hari?"


"Tidak. Aku bukan kamu yang menerobos hujan. Lagipula, aku juga tidak separah itu sampai-sampai harus datang ke sekolah dengan cuaca yang seperti ini."


"Aku tidak berniat sampai sejauh itu ... Haaa, aku kecipratan air karena kendaraan yang lewat saat aku berteduh."


"Aduduh, apes banget."


"Yah, ini salahku karena tidak memilih tempat berteduh yang lebih aman dan berdiri di pinggir jalan."


Usai mengatakan itu, Yuki sampai pada tempat duduknya, dan mengerutkan wajahnya seolah-olah merasa jijik saat melepas sepatunya di ruang kelas. Kemudian, dia meletakkan kaki kanannya di tepi kursi dan dengan cepat melepas kaus kakinya di depan Eza.


Kaki telanjang yang putih mulus dan mempesona, dibalut dengan kaus kaki putih terlihat dengan jelas tergambar di depan mata Eza. Kaki putih yang panjang dan rapi terlihat sangat menggoda, dengan titik air yang tersisa menempel di paha kakinya. Roknya meluncur ke bawah di atas kakinya yang sedikit terangkat dan membuat pahanya sedikit mengintip.


Setelah melepas kaus kaki yang basah, seakan-akan terbatas dari kekangan, Yuuki merenggangkan kakinya sekali, Iya memperlihatkan kaki telanjangnya yang basah ke udara. Melihat pemandangan yang memukai itu, Eza cepat-cepat membuang mukanya, ia merasa telah melihat sesuatu yang tidak senonoh


Yuuki sebenarnya hanya melepas kaus kakinya, Tapi anehnya, Eza rasa bersalah di dalam hatinya karena merasa telah mengintip Yuuki sedang berganti baju.


Setelah sekian lama, Eza tiba-tiba merasa gelisah karena ia sangat menyadari kalau Yuuki adalah gadis yang cantik dan jelita.

__ADS_1


"Huuu ...."


Usai melepas kedua kaus kakinya, Yuuki mengusap kakinya dengan handuk kecil yang ia selalu membawa saat hujan turun. Yuuki kemudian menghapuskan nafasnya ada kan segar dan ekspresi bahagia di wajahnya.


Dia dengan santai menoleh ke samping, dia berkedip kaget karena melihat Eza yang tubuhnya menghadap ke arahnya, melihat ke arah bawah secara diagonal dengan tatapan canggung.


Ketika Yuki melihat Eza, yang biasanya selalu santai tidak, tidak tertarik, dan tidak terganggu apapun oleh sekitarnya, sedang Terlihat agak malu dan tersipu ... bibir Yuuki menyeringai jahat.


Dengan ekspresi yang agak sadis dan nakal, Yuki berbalik ke arah Eza dan mengulurkan kaki kanannya. Dia dengan wajah nakalnya dengan gesit meraih celana Eza dengan ibu jari dan jari telunjuk kakinya dan menarik-nariknya.


"Hei, bisakah kamu mengambilkan kaus kaki cadangan dari lokerku?"


"Haa?"


"Karena aku melepasnya duluan, aku jadi tidak bisa mengambilnya, lihat."


Yuki kemudian menyilangkan kaki mulusnya, dan tetap menjaga kakinya di udara seakan-akan ingin mengatakan, "kamu bisa mengerti dengan hanya melihatnya, bukan?"


Pada saat area di bawah roknya dan di atas kaus kaki hampir terlihat dari depan, Eza dengan cepat-cepat mengalihkan pandangannya dan menunjukkan kegugupannya.


Melihat reaksi lucu Eza, senyum sadis Yuuki semakin melebar dan dia meletakkan pipinya di kursinya.


Pemandangan Yuuki yang bersandar di kursi sembari tersenyum di bawah lampu kelas yang menyorot langsung ke arahnya, membuat sosok Yuuki menjadi sangat menawan. Walau bukan cahaya matahari pagi dengan latar belakang gunung, gambaran Yuuki yang seperti itu terlihat seperti karya pelukis atau fotografer terkenal.


Dia mirip seperti putri egois yang menuntut banyak hal yang tidak masuk akal kepada para pelayannya, atau seorang eksekutif wanita jahat yang meminta bawahannya melakukan sesuatu yang tidak masuk akal.


Entah itu gaun atau seragam militer, jika Yuuki yang memakainya, pasti akan terlihat bagus, ya ~ itu akan membuat mati seluruh umat cowok.


Sambil memikirkan hal konyol semacam itu, Eza buru-buru


bangkit dari kursinya dan menuju loker Yuuki di bagian belakang


kelas.

__ADS_1


__ADS_2