Yang Duduk Di Sebelahku Adalah Orang Jepang Asli! Volume 1

Yang Duduk Di Sebelahku Adalah Orang Jepang Asli! Volume 1
Aku Bukanlah Alat!


__ADS_3

Pada akhirnya, mereka bertiga setuju untuk menghabiskan waktu mereka bersama-sama.


Sambil berjalan mengikuti Yuuki yang ada di depan, dengan ekspresi tidak nyamannya, Eza mendekatkan mulutnya ke telinga Rena dan mulai membisikkan sesuatu.


“Apa kamu yakin ini akan baik-baik, saja?”


“Apa yang kamu maksudkan dengan baik-baik saja?”


Rena yang berjalan seperti biasa menampakkan suasana hati ceria tanpa beban. Eza sendiri yang melihatnya sedikit kebingungan, bagaimana bisa adiknya itu bertingkah sangat normal di keadaan aneh yang seperti ini.


“Bukannya kamu yang menginginkan liburan ini?”


“Memang benar?”


“Jadi kau tidak masalah untuk mengajak Iroha bersama kita?”


Rena menatap sebentar dengan ekspresi kebingungan di wajahnya, namun tak lama ia kembali tersenyum jahil khas gadis elegan.


“Ada apa? Apa jangan-jangan kamu tidak ingin ada yang ikut dalam kencan kita berdua? Duh~ kalau kamu merasa seperti itu kenapa tidak bilang dari tadi, dasar tsundere~”


“Siapa yang kamu sebut sebagai tsundere!?”


Protes Eza diabaikan Rena dengan meninggalkan Eza sedikit di belakang sambil tertawa “fufufu~” dan melirik Eza dengan tatapan godaan di depan.


Berbanding terbalik suasana Rena yang nampak cerah, suasana di dalam diri Eza bisa dibilang cukup mendung. Sambil menahan perasaan itu, Eza langsung menghampiri kembali dan menyamakan langkahnya dengan Rena.


Seakan sadar dengan perasaan gundah yang ada di dalam diri Eza yang sudah berada di sampingnya kembali, Rena membuka mulutnya.


“Sebenarnya apa yang kamu rasakan? Tidak seperti biasanya kamu seperti ini.”


Setelah diberitahu seperti itu, Eza kembali memikirkan perkataan yang baru saja Rena ucapkan di pikirannya. Apa yang sebenarnya ia rasakan sebenarnya adalah hal yang tidak ada gunanya. Sampai ia sadar kalau sebenarnya dirinya sendiri yang merasakan perasaan itu dan merasa malu.


“Kalau dipikir-pikir, memang ada benarnya.”


Jadi dengan itu, Eza mulai kembali menenangkan dirinya dan menemukan alasan logis lainnya untuk bisa kembali menikmati suasana.


Ya! Ini adalah event kencan!

__ADS_1


Meski ia meneriakkan itu di dalam hatinya, Eza sendiri tidak yakin siapa yang ia kencani.


Adiknya sendiri adalah sosok yang paling tidak mungkin di dalam daftar. Dan untuk Yuuki, ia tidak yakin apakah Yuuki adalah seorang heroine atau bukan. Jadi dengan kondisi yang seperti itu, Eza memutuskan untuk menjadi karakter tier bawah; menjadi lelaki pembawa barang belanjaan.


Pekerjaan yang seperti itu tidak terlalu buruk dari kelihatan dan namanya.


Karena Eza membawa dua buah bunga di sampingnya, tatapan para pengunjung pusat perbelanjaan tertuju pada dirinya. Dia bahkan bisa jelas mendengar “siapa laki-laki yang tidak keren itu?” oleh cowok lainnya yang iri, yang sebenarnya gaya dan tampang mereka juga tidak lebih bagus dari Eza.


Dengan menggunakan pekerjaan sebagai pembawa barang, ancaman terhadap dirinya bisa berkurang dan mereka akan berpikir “oh, jadi dia hanya babu mereka saja” dan bisa menghindari tatapan mengancam sampai akhir dari perjalanan.


“Jadi, kau ingin membeli pakaian yang seperti apa, Iroha?”


Sampai saat ini mereka menyusuri pusat perbelanjaan, mereka bertiga sama sekali belum memasuki satu pun toko untuk mereka kunjungi.


Karena sekarang Yuuki sudah bergabung dan berjalan bersama, Rena menanyakan pertanyaan itu agar dapat mengetahui apa yang ingin Iroha beli sekaligus mencarikan suasana.


“Mungkin pakaian yang sedikit tebal dan tertutup?”


“Di sini tidak ada musim dingin, tahu.”


“Eza, pakaian yang seperti itu untuk mencegah sinar matahari. Kulit para gadis adalah salah satu aset yang harus mereka lindungi.”


“Tidak apa-apa. Aku tidak marah.”


Bukannya Eza sama sekali tidak mengetahui tentang fashion atau perawatan tubuh untuk para gadis. Dia hanya menanyakannya sebagai lelucon belaka. Terlebih, dia sudah memilih jalannya untuk menjadi seorang karakter sampingan. Jadi tidak terlalu mencolok dan tidak disukai heroine adalah salah satu bagiannya.


“Yah~ kulit Iroha memang sangat cantik dan mempesona. Sejujurnya aku menginginkan kulit yang seperti itu.”


“Aku pikir kulitmu sudah bagus, Rena. Apa ada yang tidak kau sukai tentang itu?”


“Memang benar aku merawat milikku. Tapi sepertinya punyamu lebih bersinar. Apakah ada rahasia tentang itu?”


“Aku hanya melakukan perawatan seperti biasanya dan tidak ada perawatan yang spesial.”


“Tapi bukankah itu terlihat terlalu indah? Sangat putih dan mulus.”


“Ini mungkin diturunkan oleh kedua orang tuaku. Aku juga lebih menyukai pakaian lengan panjang saat memakai pakaian santai, jadi aku pikir aku tidak ada masalah dengan matahari yang terik di sini.”

__ADS_1


Sebagai seorang yang memiliki darah keturunan Eropa, sangat jelas gambaran diri Yuuki lebih mencolok daripada gadis lainnya. Kulit putih yang mulus, rambut perak yang indah, serta mata biru yang memikat, membuat sosok Yuuki terlihat luar biasa.


Dan sebagai gadis, Yuuki sangat tahu betul bahwa merawat dirinya adalah salah satu poin yang harus dimiliki oleh seorang gadis. Namun meski begitu, perawatan yang dilakukan oleh Yuuki tidak sampai pergi ke tempat kecantikan dan membayar mahal di sana. Bahkan, Yuuki sangat jarang memakai make up dan percaya diri dengan tampilan alaminya.


Bukannya sombong, justru Yuuki menyadari bahwa kecantikannya adalah sesuatu yang dia sudah miliki sejak lahir. Daripada menghawatirkan ke satu sisi secara berlebihan, Yuuki lebih memilih untuk membiarkan apa adanya tanpa memusingkannya.


“Kalau begitu, kita sama-sama pergi mencari pakaian dengan lengan panjang. Apakah tidak masalah dengan itu, Iroha?”


“Tidak. Aku juga memang berencana membeli pakaian lengan panjang.”


Rena tersenyum lalu mengangguk mengerti karena pilihan sudah didapatkan. Kini mereka memiliki tujuan yang sama. Dengan begitu, dia bisa memikirkan rencana-rencana lainnya dan mengatur waktu lebih efisien.


“Apakah kamu memiliki toko rekomendasi atau tempat yang sering kamu kunjungi?”


“Ya. Ada beberapa tempat yang sering aku kunjungi. Di sana mereka memiliki beragam pilihan dan juga memiliki kualitas bahan yang bagus.”


“Kalau begitu bagaimana kita ke sana?”


“Tidak masalah. Tapi, Rena, apakah ada sesuatu yang ingin kamu beli? Aku tidak ingin kalian mengikuti berbelanja saja.”


Rena tersenyum menggelengkan kepalanya untuk membuat Yuuki sedikit tenang saat bersamanya.


“Tenang saja, kamu tidak perlu memikirkan hal itu.”


“Tapi ….”


Yuuki merasa sedikit gelisah karena ia merasa telah mengganggu waktu Rena dan juga Eza. Ia juga tidak ingin menjadi seseorang yang diikuti oleh seseorang. Maka dari itu Yuuki sedikit tidak nyaman saat Rena berencana mengikuti dirinya.


“Kamu tidak perlu memikirkannya secara berlebihan. Aku juga ingin sekali-kali menghabiskan waktu denganmu. Ini adalah kesempatan yang langka, bukan?”


“Yah … Memang ….”


Ekspresi gelisah masih tampak di wajah Yuuki. Melihat kegelisahan itu, Rena sekali lagi mencoba untuk membuat Yuuki untuk tidak menjadi khawatir.


“Aku sangat jarang menikmati waktu bersama teman OSIS. Lagipula …”


Rena melirik ke belakang, melihat Eza yang mengikutinya dengan tatapan tidak tertarik.

__ADS_1


“Kita mempunyai cowok yang bisa kita pakai, bukan?”


“Jangan samakan aku dengan alat!”


__ADS_2