
Dengan mengerahkan semangat juang yang tinggi dan menahan rasa takutnya, Yuuki lalu membuka tirai dengan kuat.
“Bagaimana menurutmu?”
Dengan tangan di pinggul dan memiringkan bahunya, Yuuki berpose seperti model profesional dan memandang Eza dengan tatapan menantang.
Faktanya, kombinasi dari tubuh dan kecantikannya yang luar biasa membuatnya terlihat begitu sangat cantik dan menawan.
Untuk beberapa alasan, beberapa pengunjung di dalam toko yang tanpa sengaja melihatnya, mengeluarkan suara kekaguman ketika mereka menatapnya.
Ini sesuatu yang disukai para cowok!!!
Sambil berteriak kuat di dalam hatinya, Eza mengayunkan tinjunya ke atas meja imajinernya. Tidak ia sangka ia akan melihat sesuatu yang menakjubkan seperti itu.
Namun, kebahagiaan yang ia hanya nampakkan di dalam hatinya itu saja ditambah dengan pakaian yang sedang dicoba oleh Rena.
Rena sendiri menggunakan pakaian maxi dress dengan dipenuhi oleh gambar berwarna merah muda, dan daun berwarna hijau yang mengelilinginya.
Pose yang ia tampilkan juga berbeda dari pose ratu anggun yang biasa ia pakai. Rena dengan percaya diri berpose seperti gadis polos yang menemukan cinta pertamanya di musim panas. Dengan topi jerami khas musim panas juga, wajahnya yang sedikit terutup oleh topi jerami berhasil menutupi wajah malu Rena (hanya untuk akting) sebagai gambaran ideal gadis musim panas.
“Bagaimana Eza? Apakah kau menyukai pakaian yang aku kenakan?”
Rena dan Yuuki sama-sama memintai pendapat kepada Eza dengan daya tarik dari masing-masing pakaian yang mereka kenakan.
Maxi dress dengan topi jerami yang digunakan Rena, sangat menggambarkan sosok ideal musim panas dari seorang gadis. Pilihan untuk memakai pakaian lengan yang terbuka dan memilih memakai topi jerami, sangat mewakili pesona gadis musim panas yang ingin bebas berada di luar tanpa takut terkena sengatan matahari.
Sedangkan di sisi lain, gaun one-piece putih milik Yuuki membuat pesona gadis dewasa terpancarkan dari dalam diri Yuuki. Layaknya seorang gadis cantik, tampilan Yuuki membuat dirinya disinari oleh cahaya ilahi yang menonjolkan dirinya.
Diserang dengan begitu banyak senjata dari dua orang gadis di depannya, Eza menyadari satu hal; ia tidak boleh menampakkan wajah gembiranya di depan mereka, dan akan kalah jika ia bersikap malu-malu.
Itulah sebabnya, untuk menangani situasi yang seperti ini, aku tidak akan bertahan, melainkan menyerang dengan penuh percaya diri!
“Ya, Rena. Terlihat bagus untukmu. Kombinasi antara dress dan topi jerami sangat ideal dipakai oleh gadis saat musim panas. Dengan gayamu yang sekarang, hal tersebut membuat gambaran yang berbeda dari dalam dirimu. Untuk Iroha sendiri, baju itu terlihat sangat bagus untukmu. Kulit putihmu yang mulus, sangat serasi dengan gaun putih yang bersih. Kerapian dan sifat feminimu lebih ditunjukkan di sini, dan kamu terlihat 10 kali lipat lebih imut dari biasanya.
“Terima kasih, Eza. Kamu sangat membantu dalam memberikan gambaran. Aku merasa sekarang adalah waktu yang perlu aku ingat.”
Rena yang dipuji secara terang-terangan merasa bangga pada dirinya sendiri karena ia juga yakin, pesona gadisnya juga sangat terpancarkan dari dalam dirinya.
Berbanding terbalik dengan Rena yang puas dipuji, Yuuki justru langsung dibuat tersipu malu karena serangan balik dari Eza. Dipuji secara terang-terangan membuatnya agak sedikit gelisah.
“U … eh? Begitu, ya …?”
Entah menyadarinya atau tidak, setelah Yuuki bergumam seperti itu, Rena kembali berbicara.
“Kalau begitu, kita akan lanjut untuk mencoba yang berikutnya.”
Tirai milik Rena langsung tertutup, sedangkan karena telat bereaksi, Yuuki sedikit terkejut membuat ia menutup tirainya sedikit lama.
__ADS_1
Segera setelah semua itu, Eza yang praktis berada di luar dan dilihat oleh banyak orang, berjongkok dan menutup wajahnya.
Malu bangeeetttt! Ini benar-benar keterlaluan! Kamu melakukannya dengan baik semua itu tanpa tertawa? Dirikuu! Ini sangat buruk. Mengucapkan pujian langsung terhadap gadis, ini benar-benar sangat memalukan!
Sedangkan Eza yang sedang memegangi kepalanya, menahan rasa malu, Yuuki yang berada di dalam kamar ganti juga tersipu malu dan mencoba menahannya sekuat mungkin dengan kedua tangannya.
Apa?! Apa?! Apa?! Dia bilang aku imut? M-mustahil … mengapa aku merasa senang saat dipuji seperti itu! Imut katanya~~~ Aah! Ya ampun!
Karena tidak dapat menahan rasa malunya yang sudah sangat bergejolak, dia menjadi sangat heboh sendiri di dalam kamar ganti dan buru-buru berhenti setelah mendengar suara yang ia hasilkan, lebih keras dari yang ia harapkan.
Dia lalu berbalik dan melihat pantulan dirinya, ia sangat menyadari senyum lebar di sana. Melihat itu ia sangat ingin rasanya menghantam cermin di depannya menggunakan kepala akibat panas yang dihasilkan terlalu banyak dari rasa malunya.
Fuuh~ … Tidak apa-apa. Kalau dipikir-pikir, sudah sangat wajar bahwa Eza mengatakan sesuatu yang jelas. Ya, Eza dapat diandalkan dalam memuji gadis.
Sementara secara misterius memberikan evaluasi, tiba-tiba ia teringat dengan sosok gadis yang ada di ruangan sebelahnya.
Memuji seorang gadis? … Bukankah itu berarti dia sering melakukannya dengan dia?
Sudah tidak perlu dipertanyakan lebih jauh lagi, semua itu menyangkut kepada Eza yang sering memuji Rena, maka dari itu Rena sudah terbiasa dan kembali meminta Eza untuk melakukan hal seperti ini.
Seakan terbentur sesuatu dan kepalanya diguyur oleh air yang dingin, pemandangan bahagia antara Eza dan Rena yang dari awal selau merasa gelisah karena mengganggu waktu mereka, entah mengapa perasaan itu berubah menjadi perasaan gundah yang menyebar di seluruh tubuh Yuuki.
“…”
Perlahan-lahan membuat ekspresi yang sedikit gelap di wajahnya, Yuuki mengalihkan perhatiannya ke baju yang sudah ia bawa sebelumnya. Dan dari antara baju yang ia bawa, ia mengeluarkan setelan vest dan jeans, lalu perlahan-lahan mulai berganti.
Kombinasi antara vest berwarna coklat dan juga jeans berwarna hitam, serta kaos polos berwarna putih, ia lakukan berdasarkan gambaran imajinasi di dalam dirinya.
“Baju ini, bagaimana menurutmu?”
Kedua gadis itu secara bersamaan membuka tirai dengan ekspresi penuh percaya diri.
Dan seperti yang diharapkan, Eza bukannya tidak peka sampai tidak bisa melihat apa-apa dengan melihat baju mereka. Hanya saja, tidak tahu bagaimana kebijaksanaan di dalam dirinya harus berbuat seperti apa, jadi ia hanya kembali melanjutkan pujian kepada mereka berdua.
“Rena, kamu terlihat sangat feminim dengan gaun itu. Pilihan warna dan motif yang cocok sangat bagus dengan auramu yang kuat. Iroha, kamu terlihat lebih keren dan dewasa. Kamu adalah tipe yang bisa dibilang cantik dan sangat pas jika sedikit mengubah gaya. Jadi menurutku, kamu sangat cocok menggunakan setelan yang seperti itu. Saat kamu memakai vest dan juga jeans, itu sangat menonjolkan dan memberi kesan kamu adalah wanita dengan aura dewasa yang sangat kuat.”
“Oh~ Terima kasih banyak, Eza.”
“Hmm~ kamu pikir seperti itu, ya? Terima kasih.”
Kali ini, Yuuki dapat menerima pujian kedua tanpa masalah meski belum sampai pada tingkat Rena. Dia bahkan tersenyum saat memberikan terima kasih kepada Eza.
“Baiklah, selanjutnya, Eza.”
“Kaay~”
Rena kembali menyuruh untuk kembali ke dalam kamar ganti dan membuat Yuuki benar-benar menikmati peragaan busana.
__ADS_1
Mereka kemudian berganti pakaian satu demi satu, bahkan berpose ke arah cermin dan menunjukkannya kepada Eza. Sedangkan di sisi lain, Eza yang terus-menerus ditodong dengan situasi tersebut, ia hanya memanfaatkan ucapan ultimate pujian penakluk gadis yang sudah ia pelajari dari dunia 2D untuk bertahan hidup.
Lambat laun, urat malu mereka bertiga pergi entah kemana, dan digambah dengan suasana hati kedua gadis yang semakin senang.
Seperti yang Eza duga, Yuuki tidak mempunyai seorang teman untuk berbelanja pakaian. Eza tidak terlalu mengetahui situasinya, tapi dilihat dari reaksi Yuuki saat ini, sepertinya pujian yang selama ini Yuuki dapatkan hanya sebatas “waaah~ ya! Kamu imut!” dan membuat Yuuki senang saat menerima pujian secara spesifik.
Selanjutnya~ berikutnya~ apa~ yang~ haru aku pilih~
Benar-benar dalam kondisi hati yang sangat baik, Yuuki bersenandung riang di dalam hatinya saat memilih-milih pakaian.
Dalam suasana yang sangat ceria itu dia lalu melihat ke salah satu pakaian dan mengulurkan tangannya untuk diraih dan berpikir di dalam hati, “sebenarnya aku ingin memakai ini tapi … tidak ada salahnya untuk mencoba, bukan?”
Ini tidak terlalu berani … kan?
Baju yang dipilih oleh Yuuki adalah gaun halter top, yang memperlihatkan punggungnya serta sedikit belahan dadanya. Tipe baju yang terbuka, terutama panjang gaun, yang Yuuki memiliki kaki panjang membuat ia bertanya-tanya tentang keadaan dia saat ini.
Hmm??? Di atas lutut? Bukannya itu cara tidak vulgar untuk menyebut di bawah ************?
Tapi meski sudah bertanya seperti itu di dalam kepalanya, Yuuki yang sekarang sudah terlena dengan pujian Eza dan kondisi yang sangat mendukung untuknya mencoba berbagai pakaian. Jika Yuuki yang biasanya, ia tidak akan pernah mencoba pakaian yang seperti itu. Tapi jika memang ia akan mencobanya, ia hanya melakukan itu kepada sesama jenis saja.
Dengan begitu, ia mengabaikan akal sehatnya dan langsung membuka tirai setelah mendengar suara tirai terbuka di kamar ganti sebelahnya.
“Bagaiamana menurutmu tentang ….”
Yuuki mencondongkan tubuh bagian atasnya dan berpose imut layaknya seorang gadis … Saat itu, Yuuki memperhatikan Rena yang berdiri di sebelah Eza.
Tatapan mereka langsung bertemu dan Yuuki langsung membeku dengan pose yang imut tersebut.
Di sisi lain, dengan memasang ekspresi yang tidak dapat tebak maksudnya apa, Rena melihat ke arah Yuuki dan berkata …
“Fyuu, fyuu, Iroha benar-benar berani sekali~”
Rena bersiul dengan keras sambil sedikit menggoda dan menyiku badan Eza yang memasang ekspresi kasihan.
Dengan pipi yang merah dan ekspresi yang kaku, Yuuki dengan perlahan dan lembut menutup kembali tirai dan berjongkok malu.
Dia begitu sangat malu sampau mengutuk dirinya sendiri di tempat.
Tapi apa yang tidak disadari oleh dirinya, semua itu adalah rencana Rena dari awal. Orangnya sendiri hanya tersenyum puas sambil menggoda kakaknya.
“Bagaimana? Apakah kamu suka itu?”
“Bukannya kamu terlalu kejam kepadanya?”
“Yah, meski merasa bersalah karena telah menjebaknya, aku pikir itu juga kesalahan dia.”
“Kamu harus meminta maaf nanti.”
__ADS_1
“Baiklah~”
Rena yang pura-pura masih bersaing dalam kompetisi pakaian dengan Yuuki, tidak memberitahu Yuuki kalau dirinya sudah selesai dan membiarkan Yuuki menampilkan dirinya sendiri di depan Eza.