Yes , I'M In Love

Yes , I'M In Love
Dangkal


__ADS_3

❣❣❣❣❣❣❣❣❣


" Maafkan Aku sayang telah mengkhianatimu, Aku dan Martha sudah menikah". Ucap Malik dengan pelan dan terbata-bata.


Trias menutup mulutnya dengan kedua tangannya dia tidak menyangka kalo yang dia anggap gosip adalah kenyataan.


Sedangkan Riska memejamkan matanya dalam-dalam. Air Mata semakin tidak bisa terbendung. Dada terasa tercekik, ingin rasanya dia berlari dan bunuh diri.


PLAAAKKK!!!


Tamparan keras dilemparkan Riska ke pipi Malik.


"Cukup, cukup sampai disini". Ucapan Riska selesai menampar Malik dengan lirih, lalu berlalu dari Meja Malik dan Martha.


Trias yang melihatnya lalu mengikuti Riska berlalu pula.


Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan, hanya ada suara isak tangis Riska. "Rasanya dada ini sesak mendengar isak tangis Riska". Bathin Trias yang ikut merasa terpukul.


" Aku ga Akan pernah memaafkan kalian". Lanjut bathinnya.


*******************


Trias menceritakan kejadian waktu itu ke Marcel dengan isak tangis. Marcel yang mendengar cerita Trias merasakan sesak didalam dada nya. sambil mengepalkan kedua tangannya ingin rasanya dia meninju Papa nya. Teringat semua memori diotak Marcel, dimana Riska pernah meminum obat untuk menggugurkan kandungannya. Untung saja Mak Ijah mengetahuinya, jadi janinnya bisa terselamatkan. Tapi, sayangnya Riska mengalami koma selama tiga minggu. Belum lagi setelah sadar Riska mengalami depresi berat yang membuat nya harus dirawat di salah satu Rumah Sakit kejiwaan. Dan hal itu yang membuat Marcel begitu sayang terhadap Ellena. Marcel tak mau Ellena tersakiti. Dia berjanji dalam hati akan membuat Ellena bahagia selamanya. Sampai kelak Ellena menemukan pendamping yang dirasa bisa melindunginya Dan membahagiakannya.


Marcel menceritakan semua Kejadian- kejadian yang menimpa Riska kala itu. Isak tangis Trias semakin pecah. Trias tidak bisa membayangkan dengan apa yang terjadi dengan Riska selama dirinya tidak ada.


Marcellah yang akhirnya harus menangung semuanya. Mulai dari perawatan Mamanya&calon adiknya juga Shandy.


Trias memeluk Marcel dengan erat, mereka berdua saling menguatkan antara satu sama lain.


"Kenapa Cinta Papa Dangkal, tante". Ucap Marcel sambil memeluk Trias.


Drrrrttt, Drrrrttt...!!


Ponsel Marcel tiba-tiba bergetar, mereka melepas pelukan nya, kemudian menatap layar ponsel nya terdapat pesan masuk yang membuat rasanya sesak di dada kembali lega,


`Kaka dimana? `. Ellena mengirim pesan.


`Kaka segera meluncur bayi` ditambah emot gemas. Marcel membalas pesan Ellena.


"Tante, Marcel minta tolong rahasiakan ini dari Shandy dan Ellena". Sambil menggenggam jemari Trias di atas meja.


" Marcel Akan menceritakan semua disaat waktu yang tepat".


Trias pun mengangguk setuju. Dia tahu jika yang dilakukan Marcel demi kebaikan mereka bersama.


**** Di ruang rawat Ellena ****


Zacklee sejak tadi menatap Ellena tanpa sedikitpun menoleh yang lain. Apalagi setiap Ellena tersenyum, dengan tidak sengaja Zacklee pun ikut tersenyum kecil. Kali ini Zacklee tertawa kecil melihat Ellena mengerucutkan bibirnya sambil menimang-nimang ponsel nya. Wajah cantik itu semakin menggemaskan dan menjadi candu untuk Zacklee.


Revan yang diam-diam memperhatikan Zacklee senyum-senyum sendiri berdehem ria.


"Ehm". Revan yang disamping Zacklee, membuat perhatian Zacklee menjadi gugup.


" Mulai bucin". Bisik Revan ditelinga Zacklee.


Zacklee yang tadinya gugup, sedetik berubah menjadi jaim. Tatapan datarnya mulai kembali dan hanya melirik Revan dengan tajam.


Revan yang hanya mendapat balasan lirikan seketika langsung diam, seolah mengerti jawaban nya.


"Ka". suara merdu Ellena mengalihkan lima manusia tamvan diruangan itu. Mata mereka menatap si gadis cantik didepan nya.


" Ka Marcel kemana? aku kirim pesan katanya sebentar, tapi sampai sekarang belum datang". Keluh Ellena.


"Dedek Ellena, kan uda Ada kaka tampan disini. Kalo Mau minta sesuatu tinggal bilang aja asal jangan minta ambilkan bulan beserta anggotanya". Celetuk Alex yang membuat ruangan hening menjadi rusuh kembali.


Pletak!! Shandy yang langsung menjitak pelan kepala sahabatnya.


" Kita bukan Jin botol, Ellena itu sukanya minta yang aneh-aneh". Bisik Shandy yang faham dengan kelakuan adiknya.


"Oups". Alex menutup mulutnya.


" Aku Mau nya Ka Marcel". Rengek Ellena.


Ceklekkk!!!


"Hey bayi, kenapa nangis? apa mereka telah menyakitimu? ". Tanya Marcel yang masuk melihat adiknya merengek.


" Kaka, Ellena cuma Mau nagih janji kaka". Sahut Ellena.


"Oke, kaka bakal cariin pecel ayam kesukaanmu". Marcel tau kalo tadi pagi Ellena sempat minta pecel ayam tapi sayangnya belum bisa memenuhinnya, akhirnya Marcel menyuruh Shandy membelikannya.


Tapi sayang, pecel Ayam itu juga ga di makannya, hanya dilihat sesekali.


" Ga, Ellena ga minta itu. Ellena Mau pul.. lang". Jawaban Ellena dengan lirih.


"Ellena Mau pulang kerumah".


" Ellena ga Mau disini, Ellena Mau nya pulang". Rengek Ellena.


Marcel terkejut dengan permintaan Ellena, kemudian dia menenangkannya.

__ADS_1


"Kaka Akan menemui Dokter Yoga, dan bertanya apakah bayi ku ini boleh pulang atau tidak". Jawab Marcel sambil menenangkan.


" Kenapa kamu Mau pulang empus? ". Tanya Shandy.


" Aku merasa kesepian ka, ga Ada mama dan papa". Lalu menundukkan kepala sambil menyeka air matanya yang menetes.


Marcel yang mendengarnya dengan segera memeluknya disusul dengan Shandy.


Trias yang berada dibelakang Marcel pun ikut menetes kan air mata.


Zacklee, Revan, Devan, dan Alex hanya bisa menatap dan merasakan kesedihan keluarga Malik. Tetapi mereka bahagia melihat kekuatan Cinta keluarga Malik.


"Empusss loe bikin mewek, ketampanan gue jadi ilang". Celetuk Shandy sambil menyeka air matanya.


Marcel dan Ellena tertawa mendengar celetukan Shandy.


" Mulai sekarang kalian ga akan kesepian lagi bro, ada kita yang akan selalu bersamamu dan si empusmu". Sahut Alex yang tiba-tiba jadi bijaksana.


"Loe ga lagi ngigau kan Lex". Zacklee sambil memegang kening Alex.


Revan , Devan, Shandy, Marcel, Ellena tertawa melihat tingkah duo rusuh. Ya, sekarang ada duo rusuh. Zacklee dan Alex.


" Betul kata mereka cantik, kita semua akan selalu bersamamu dalam keadaan apapun. Jadi jangan pernah merasa kesepian. Anggap tante sebagai Mamamu ya cantik". Trias memegang kedua pipi Ellena kemudian memeluk nya.


"Tante, ". Suara Shandy terdengar.


Trias yang langsung menoleh ke arah Shandy dengan cepat langsung memeluknya.


" Tante, sayang kalian". Ucap Trias masih dengan memeluk Shandy.


Ke tiga sahabatnya saling menatap bergantian melihat adegan Shandy dan Mama Zacklee. Banyak pertanyaan yang ada di fikirannya.


Zacklee yang mengerti, berlanjut menceritakan semuanya.


Ellena pun terkejut dengan kebenaran ini semua.


Tuhan begitu sayang terhadap insan yang sabar dan berusaha. Pertemuan ini semua adalah kehendaknya. Tuhan begitu tau apa yang insan butuhkan bukan untuk meminta nya. Meski kadang yang di butuhkan tidak kunjung datang. Tetapi ini lah proses, proses dari seberapa besar kebutuhan dan Usahanya. Begitu sempurna jika ada campur aduk Tuhan dalam kebutuhan kita.


Hampir satu jam mereka saling melepas rindu. Tidak ketinggalan dengan kerusuhan-kerusuhan yang dibuat oleh Zacklee dan Alex.


Ellena memang belum boleh untuk pulang sampai hasil lab selesai. Tapi Marcel mempunyai seribu cara supaya adik tersayangnya bisa pulang kerumah.


"Gue nyerah Cel, loe menang. Tapi sekali lagi gue ingetin bener-bener jaga tu Nona eye's gue. Awas kalo sampe kenapa-kenapa gue bakal tahan dia di Rumah Sakit ini hanya bersamaku". Candaan Dokter Yoga ke Marcel.


" Hahaha, loe mau nunggu adik gue sampe rambut loe putih semua". Sahut Marcel, karena dia tahu usianya dengan Ellena tetpaut hampir lima belas tahun.


"Tak masalah jika kita berjodoh". Jawab Dokter Yoga.


" Nona Eye's jaga hatimu buat diriku". Candaan Dokter yoga ke Ellena. Ellena yang mendengarnya hanya tertawa kecil. Ellena tau kalo si Dokter tampan ga serius dengan ucapan nya.


Sedangkan Zacklee yang mendengarnya, hatinya terasa Sakit. Entah mengapa hati itu merasa Sakit, Zacklee pun belum menyadari kenyataan perasaan sebenarnya terhadap Ellena. "Apa itu Cinta? ". Bathin Zacklee.


" GAAA!!! ". Teriakan Marcel menggemaskan diruangan.


" Hahaha, Maksudnya jaga dirimu buat kita semua yang menyanyangimu Nona Eye's. Kali ini gue ga mau kena SP dari kaka loe yang over protect". Sahut Dokter Yoga.


Ellena hanya tersenyum mendengar penjelasan Dokter yoga. Ada rasa lega dihatinya, jika Dokter yoga hanya bercanda. "Kalo benar iya OMG ogah dapet opa-opa". Bathin Ellena sambil tersenyum kecil.


Kemudian mereka semua berpamitan.


Marcel, Ellena dan Trias satu mobil. Sedangkan Zacklee dan Shandy satu mobil dengan Revan, Devan dan Alex.


Mereka melanjutkan kebersamaan mereka di kediaman Marcel.


" Gue tadi lihat Ryan". Alex bercerita.


" Loe lihat dimana? ". Tanya Devan dengan khawatir, kalo-kalo Alex melihatnya bersama Brian.


" Di cafe XXXX, dia sama cewek tapi ga kelihatan wajahnya. Tapi kalo dilihat dari perawakannya seperti Felicia". Lanjut Alex.


"Jangan ngaco loe, awas kalo ngomongin cewek gue yang bukan-bukan". Shandy menyahut.


" Sabar bro... gue kan cuma mengira-ngira". Alex sambil senyum memperlihatkan gigi putihnya.


"Loe bisa tanyain sama Felicia kan, hari ini apa benar dia bersama Ryan". Revan menyarankan.


" Kenapa kalian jadi menuduh Felicia". Shandy mulai geram.


"Kita semua ga menuduh, tetapi alangkah baiknya loe klarifikasi sama yang bersangkutan". Ucap Revan dengan pelan dan hati-hati.


Tiba-tiba mobil berhenti di toko kue.


" Zack, mo apa berhenti di sini? ketemu sang mantan? ". Celetuk Alex dengan tawanya.


Zacklee menunjuk ke suatu arah, disana terdapat Ryan dan Felicia sedang makan cake bersama.


Semua mata sekarang tertuju ke arah Ryan dan Felicia.


Shandy mulai mengepalkan tangannya, matanya mulai memerah melihat Ryan membelai pipi Felicia. Dengan segera dia membuka pintu mobil dan dengan segera juga Revan menariknya. Memberi kode dengan matanya agar Shandy bersabar.


Felicia dengan bahagia mencium pipi Ryan, membuat mata yang berada di mobil terkejut dan bertanya-tanya sejauh mana sebenarnya hubungan mereka.

__ADS_1


Shandy yang sudah tidak kuat menyuruh Zacklee untuk melajukan mobilnya.


Sepanjang jalan kerumahnya sumpah serapah dikeluarkan Shandy, membuat semua teman-temannya menggelengkan kepala melihat kemarahan Shandy.


" Dasar wanita J*****!!! ". Shandy mengumpat semua sumpah serapahnya.


Zacklee yang melihat sahabatnya tak tenang,


" Cinta terkadang menyakitkan". Ucap Zacklee.


" Cinta begitu indah jika di dapat dari pasangan yang tepat, dari hati Dan akan kembali ke hati, mengutamakan kepercayaan". Lanjut Zacklee.


Shandy seketika teringat bagaimana dulu dia mengkhianati Sahabatnya. Shandy merasa malu.


"Maaf Zack". Ucap Shandy dengan lirih.


" Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Bukankah Tuhan Adil? dia memperlihatkan kebenaran sebelum kita terlanjur jatuh tersungkur. Bersyukurlah Shand". Zacklee memberi support kepada sahabatnya sambil menepuk pundak kanan Shandy.


" Mati satu tumbuh seribu bro, Lepas Felicia dapat Ellena ". Sindir Alex ke Zacklee.


Ucapan Alex membuat satu mobil tertawa. Sedangkan Zacklee hanya dengan tatapan datarnya. Dia pura-pura tidak mendengar kan ucapan Alex. Meski sebenarnya dihatinya meng iya kan.


" Revan sama Dhea, Alex sama Anya, Zacklee sama Ellena, terus gue sama siapa? masak iya wajah arab gue dianggurin". Celetuk Devan yang mulai ngaco.


"Sama tiang listrik sonoh". Sahut Alex dengan gemas.


Merekapun kembali tertawa, kerusuhan di Rumah Sakit berlanjut di perjalanan.


Empat puluh lima menit akhirnya mereka sampai kerumah. Mang Diman dengan segera membukakan gerbang pintu utama.


" Selamat malam tuan muda Shandy". Sapa Mang Diman, Dan di jawab dengan anggukan Shandy.


"Kemana saja kalian baru sampe Rumah". Tanya Trias kepada anak-anak barunya.


" Cup". Zacklee mengecup pipi Mamanya.


"Terjebak masalalu ma". Ucap Zacklee, Dan membuat ke empat anak barunya saling tertawa.


" Masalalu? ". Tanya Trias dengan mengernyitkan alisnya.


Revan mengangguk membenarkan ucapan Zacklee.


" Tenang saja Tante sekarang masa depan mulai bersinar terang". Lanjut Alex sambil menunjuk ke foto Ellena di atas nakas ruang tamu.


"Kalian ini bisa saja kalo bercanda". Trias terkekeh dengan ucapan anak-anak barunya.


" Ellena dimana tante? ". Tanya Shandy.


" Ellena sudah tidur, sudah jangan pada rusuh". Trias terkekeh kembali ketika mengucapkan kata rusuh.


"Kalian semua menginap disini saja". Pinta Marcel yang datang dari atas.


" Terimakasih ka, next time kita agendain ngerusuhin Rumah ini". Sahut Alex dengan terkekeh.


Marcel yang mendengar tertawa.


"Tante Trias nginap disini? ". Marcel beralih Tanya ke Tante Trias.


" Next time juga sayang. Om kamu ga bisa di tinggal sendirian". Jawab Trias dengan malu.


" Besok Tante Dan om akan sering-sering kesini jenguk calon mantu". Bisik Trias ke Marcel tapi ucapan nya masih terdengar.


"MAMA!!! ". Zacklee mulai menatap tajam Mamanya.


Hal itu membuat Trias makin tertawa bahagia bisa jahilin putra tampannya.


Marcel Dan yang lainnya ikut tertawa melihat tingkah ibu Dan anak yang lebih pantas disebut sebagai sahabat.


Kemudian semuanya berpamitan. Kemudian,


Marcel menyadari kalo daritadi tak terlihat batang hidung Shandy. Dicarinya di setiap sudut ruang tidak ada. Akhirnya Marcel menemukan Shandy sedang berada di balkon kamar dengan lampu yang redup.


" Kaka pernah jatuh Cinta? ". Tanya Shandy yang menyadari jika Marcel mendekatinya.


" Hei jagoan, sedang jatuh Cinta ya ". Sambil menepuk pundak Shandy.


Shandy menghempaskan nafasnya kasar.


" Patah hati ka". Ucapan nya dengan lirih Dan kecewa.


Marcel yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak.


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Maafin tothor ya ka yang baru UP..


InsyaAllah habis ini akan UP 2 kali per hari😁 pumpung Ujian sekolah sudah selesai.


Tothor berharap penuh Vote, like Dan komentnya ya ka🙏🙏


😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2