Yes , I'M In Love

Yes , I'M In Love
Rencana 2


__ADS_3

Sakit pasti. Bukan karena pertanyaan para wartawan itu Ellena pergi begitu saja. Hanya saja dia merasakan sakit di hatinya.


Ellena tak tahan melihat pemandangan didepannya. Felicia yang namanya dipanggil Zacklee melangkah ke depan memeluk Zacklee dan mengecup pipinya bahagia. Bahkan berkali - kali Felicia menatap Ellena dengan kemenangan.


Ellena pergi begitu saja meninggalkan ruangan yang acaranya belum selesai.


Shandy ingin mengejar Ellena tetapi ditahan oleh Marcel. Sedangkan Malik bertanya - tanya dalam hatinya " apa ini semua ada kaitannya dengan kemarin ". Jika memang benar Zacklee tak seharusnya berbuat seperti ini.


Tepat sepuluh menit kepergian Ellena acara selesai. Mata Zacklee berusaha mencari di mana sosok Ellena. Terakhir kali dia melihatnya saat dirinya mendapat pelukan Felicia. Ada binar kesedihan di mata Ellena saat melihatnya. Sakit yang dirasa Ellena sama seperti yang dirasakan Zacklee saat ini.


" Maafin gue cil ". Batin Zacklee .


Zacklee sebenarnya tak menyangka jika Felicia mengikutinya , untungnya Revan lebih cepat memberitahunya saat Felicia bertemu dengan salah satu wartawan bayarannya.


Shandy menutup pintu ruangan dengan keras. Marcel dan Malik bisa mengerti sikap Shandy saat ini.


" Ini permainan bodoh Ka! Kita harus memikirkan Ellena ". Ucap Shandy dengan emosi.


" Nak, apa Lee melakukan ini demi Mamamu? ". Tanya Malik yang mulai mengerti jika Zacklee telah menceritakan semuanya ke mereka.


" Shandy kecewa dengan Papa ". Meliriknya sinis kemudian berlalu.


" Apa kau juga membenci Papa Cell? ".


" Pa, Marcel mengerti Papa sudah melakukan yang terbaik untuk kita semua. Kita hadapi dan pikirkan bersama ". Seperti biasa Marcel akan menenangkan orang - orang tersayangnya.


**


Ellena berulang kali menyeka air matanya yang menetes di pipinya.


" Apa yang Kau lakukan Ka Lee, belum cukupkah Kau menghukumku selama dua tahun? ". Batin Ellena mengumpat kecewa.


Sesekali dia mengeluarkan suara dalam Isak tangisnya. Sakit sekali rasanya.


" Kita makan cilok lagi yuh Ell ". Terdengar Suara seorang sopir yang membawa Ellena.


" Kau ". Ellena terkejut, sopir itu ternyata adalah Alex. Kali ini Ellena salah masuk mobil lagi.


Sedang Alex menoleh ke arah Ellena dan memamerkan rentetan giginya yang putih.


Mobil mereka berhenti di Taman tengah kota, dan seperti biasa Alex mengajaknya ke Tukang cilok yang biasanya.


Alex memesan dua piring kecil cilok yang menurutnya memiliki cita rasa lokal yang sempurna.


" Di makan napa Ell gue uda susah - susah ngadon bumbunya tadi soalnya gue tau suka elu kan pedas level iblis". Ucap Alex yang melihat Ellena mendiamkan ciloknya sedang kan Alex sudah menghabiskan tiga piring cilok.


" Elu gak asyik Ell hari ini ". Alex mencoba berdiri meninggalkan Ellena.


" Ka haruskah aku mengakhiri semuanya ".


Langkah Alex terhenti, dia mengerti apa yang diucapkan Ellena saat ini. Alexpun kembali duduk ditempatnya.


" Fiuuuuhh ". Alex berpikir keras agar Ellena tidak memutuskan hal yang buruk.


" Gue harap elu berpikir lagi Ell ". Jawab Alex.


" Aku sudah menunggu orang yang hanya mempermainkanku Ka ".


" Bukannya kalian sudah di jodohin ". Sahut Alex dengan memicingkan salah satu matanya.


" Aku akan membatalkannya Ka ". Ucap Ellena.


" Ell jangan mengambil keputusan di saat elu emosi ". Suara Alex sedikit tinggi.

__ADS_1


" Kaka kenapa sih jawabnya ngegas gini ". Akhirnya Ellena terpancing kerusuhannya Alex.


" Si Singa mulai ON ". Batin Alex tapi dengan bibir tersenyum.


" Gue gak mau elu nyesel kayak gue ".


" Emang nyesel kenapa? Bukannya hidup Kaka sudah sempurna? "


" Sempurna? Jauh kali.. Kesempurnaan hanya milik Tuhan ".


" Bukannya bentar lagi Kaka akan menikah dengan Ka Anya ". Pasalnya yang Ellena dengar Alex akan menikah dengan Anya satu bulan ke depan.


Alex terdiam mengingat malam itu ketika Anya mengakui jika dirinya hamil. Alex terkejut lagi jika Anya mengatakan jika dia hamil bukan dengannya melainkan dengan mantan pacarnya.


Alex sangat terpukul mendengar semua cerita Anya dan berlalu meninggalkan Anya sendirian. Dan sampai sekarang Anya tak pernah menghubunginya sama sekali.


" Gue ga akan pernah menikah dengan Anya ". Matanya memejam beberapa detik mengusir pilu yang mengusik.


" Apa yang terjadi Ka? ". Tanya Ellena pelan.


" Dia hamil dengan mantan pacarnya ". Jawab Alex dengan kecewa.


Ellena terkejut mendengar jawaban Alex. Ellena tak menyangka hidupnya lebih rumit dibanding dirinya. Dibalik kerusuhannya ternyata Alex memendam luka mendalam.


" Kita senasib Ka ". Ucap Ellena .


Alex tertawa tangannya tak sengaja mengusap pucuk kepala Ellena.


" Apa semuanya tau tentang ini? ".


Alex menganggukkan kepalanya sambil mengambil cilok Ellena.


" Apa yang membuat Kaka sekuat ini? ".


" Elu harus Yakin dulu kalo belum jangan turutin bisa - bisa yang ada penyesalan ".


" Terkadang kita perlu merasakan sakit untuk bisa merasakan bahagia ". Ucapnya lagi.


Sore itu akhirnya Ellena menghabiskan waktu bersama Alex. Sedang semua Kakanya sedang mencemaskan kenapa adiknya pergi. Mereka mencari dimana Adiknya pergi. Begitupun dengan Zacklee, setelah mengantar Felicia, Zacklee pun mencari Ellena . Beberapa menit kemudian Alex mengirimkan foto Ellena yang sedang menatap langit sambil memejamkan matanya seolah sedang menikmati senja di sore hari ke ponsel sahabatnya.


Zacklee tersenyum setelah membuka dan melihat notif pesannya jika kekasihnya baik - baik saja. Ingin Zacklee menjemputnya tetapi Mama dan Papanya menelfonnya menyuruhnya untuk segera pulang.


** Di kediaman Revan


" Ellena bersama Alex ". Ucap Revan yang mengetahui istrinya khawatir dengan kondisi sahabatnya.


Revan memperlihatkan foto sahabatnya yang sedang memejamkan matanya ke arah langit.


Dhea pun tersenyum lega.


" Ka ijinkan aku terlibat dalam rencana kalian, karena walau bagaimanapun aku lebih tau seperti apa Papaku ". Pinta Dhea


Revan menatap marah ke Dhea,


" Kau mau meninggalkanku? Kau sedang hamil sayang aku ga mau kamu kenapa - kenapa ".


Dhea menatap mata suaminya yang terlalu khawatir. Dhea menangkup wajah Revan kemudian menciumnya.


" Aku akan baik - baik saja ". Ucapnya selesai menenangkan Revan.


" Ellena seharusnya tau tentang ini, kenapa Kaka tak menceritakan semuanya? ". Tanya Dhea.


" Karena Papamu juga mengancam Om Malik akan mencelakai Ellena. Kamu tau kan jika Zacklee tak bisa membiarkan kekasihnya celaka ".

__ADS_1


Dhea membungkam mulutnya dengan kedua tangannya. Dhea tak menyangka jika Papanya sejahat ini. Dhea semakin yakin dengan tekadnya. Dia hanya ingin sahabatnya baik - baik saja.


Dhea pun merengek meminta kepada Revan agar keinginannya diperbolehkan Revan.


" Oke. Tapi kamu harus berjanji tak akan pernah ninggalin aku dan jaga calon anak kita baik - baik ". Ucapnya dengan sedikit penekanan.


Dhea pun mengangguk hatinya merasa lega dengan ijin dari suaminya.


** Kediaman Zacklee


PLAKKK!


Trias dan Albert menunggu kedatangan Zacklee dengan keadaan marah. Begitu Zacklee kembali Trias menamparnya dengan mata yang mulai basah akibat kecewa. Dia merasa malu telah mendidik putranya seperti ini.


" Jika kamu masih berhubungan dan menikahi gadis gila itu silahkan angkat kaki dari rumah ini! ! ". Ucap Trias dengan emosi yang sudah tak tertahan.


" Ma, Lee minta Mama tolong mengerti keadaan ini. Aku tau yang ku lakukan ini mengecewakan kalian semua ".


" Kalo gitu tinggalkan Ellena biarkan dia menikah dengan orang lain".


JLEP!!


" Mama ga Mau dia menunggu anak Mama yang ga perduli dengannya ".Trias terus mengancam Zacklee.


" Aku ga bisa Ma, Pa. Kalian tau kalo Aku mencintai Ellena.


" Hanya itu pilihanmu jangan buat Ellena sakit hati ".


" Ma , ini semua demi Tante Riska ".


Akhirnya Zacklee mengungkapkan alasannya.


Trias yang sudah berbalik terhenti dengan ucapan Zacklee.


" Riska ". Trias menirukan ucapan putranya.


" Apa yang sebenarnya terjadi Lee? Jangan mengarang cerita kamu ". Sahut Albert.


" Tante Riska masih hidup Pa, Ma hanya saja sekarang dia menjadi tawanan Gunawan ".


Trias dan Albert terkejut jika Riska selama ini masih hidup.


Zacklee menceritakan semuanya kepada Mama dan Papanya .


" Bagaimana dengan Malik? apa dia mengetahuinya".


Zacklee mengangguk.


" Berarti itu tandanya Marcel dan Shandy juga mengetahuinya "


" Bagaimana dengan Ellena? ". Tanyanya lagi.


Zacklee menundukkan wajahnya, sangat sulit dirinya bercerita Ellena yang dia sakiti.


" Aku takut dia bersedih ".


πŸƒπŸƒπŸƒ


Sorry Kaka baru UP lagi harap maklum πŸ™


jangan lupa tinggalkan jejaknya.


LIKE, VOTE AND COMMENTπŸ‘βœŒ

__ADS_1


__ADS_2