
******_________*****
Ryan masuk Rumah Sakit. Sekarang sedang menjalani Operasi. Ryan mengalami penusukan diperutnya". Lanjut Zacklee.
Membuat semua yang mendengarnya terkejut.
Devan mulai berkeringat dingin. Dia berfikir jika ini adalah ulah Brian.
" Kita meluncur kesana". Ucap Revan.
Mereka berlima dengan segera menuju Rumah Sakit yang sudah dikirim Sherlock oleh Ellena.
Sesampainya di Rumah sakit Dhea segera memeluk Ellena. Dhea khawatir dengan kondisi sahabatnya itu, Dhea juga sempat membelikan baju ganti untuk Ellena.
"Ellen". Teriak Dhea membuat semua yang Ada didepan ruang operasi menoleh ke arah suara panggilan Dhea.
" Dhea". Ellena lalu memeluk Dhea.
"Kamu ga apa-apa kan Ell? apa Ada yang menyakitimu? ". Tanya Dhea khawatir.
" Dhe, seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja, tapi... ". Ellena mulai nangis mengingat Ryan.
" Ka Ryan Dhe,.. dia ". Tangis Ellena pecah dan Dhea segera memeluknya. Dhea tau jika sekarang Ellena masih syok.
" Dia pasti baik-baik saja, sekarang kamu ganti baju ya.. aku uda bawain kamu baju ganti, ga enak nih di lihat bajumu banyak darahnya". Pinta Dhea dan diterima anggukan dari Ellena.
" Shand". Sapa Revan mendekati Shandy.
" Apa yang sebenarnya terjadi? ".
Shandy pun menggeleng.
" Gue ga tau Rev, Ellena telpon semua nya sudah telat. Gue dan Zacklee belum tau siapa pelakunya." Lanjut Shandy.
" Apa Ada yang loe curigai? ". Tanya Alex
" Sepertinya gue tau pelakunya ". Jawab Zacklee dengan tatapan sinisnya.
" Devan coba loe jelasin semua nya ". Zacklee berteriak memanggil Devan.
Zacklee memang selama ini sudah menyimpan kecurigaan terhadap Devan. Sebelum Zacklee tahu Ryan dan Felicia di toko cake, Zacklee sempat mendengar percakan Devan dan Ryan yang menyarankan Ryan harus berhati-hati terhadap Brian.
" Mak -Maksud loe apa Zack? ". Devan yang tiba-tiba gugup.
Semua mata sekarang menatap tajam ke arah Devan. Meminta penjelasan Devan sekarang juga.
" Dev, loe masih anggap kita sahabat kan? tolong sampaikan kebenarannya ". Lanjut Alex membuat Devan tidak bisa menutupinya lagi.
" Gue sudah ingatkan Ryan untuk tidak bernegoisasi dengan Brian, tapi dia keras kepala ". Suara Devan dengan berat hati.
" Jadi maksud loe Ryan berkhianat ke pada kita!! ". Shandy mulai emosi.
" Gue ga tau alasan Ryan Shand ". Lanjut Devan.
__ADS_1
" Dasar sahabat ga punya akhlak!! gue ga bisa biarin ini semua ". Shandy masih dengan emosinya.
" Jadi loe tau juga hubungan Ryan dan Felicia? ". Tanya Alex menduga - duga.
Devan pun menggangguk. Membuat Shandy semakin Marah. Shandy ingin memukul Devan karena dia tidak jujur tapi pada akhirnya tonjokannya dia plesetkan ke tembok dekat Devan.
" Gue kecewa sama loe Dev". Ucap Shandy dengan tajam kemudian pergi meninggalkan Sahabatnya termasuk Ellena.
" Shandy, maafin gue.. gue ga bermaksud begitu gue cuma mau kita kompak lagi. Shandy... ". Teriak Devan, tetapi tidak diterima oleh Shandy.
Revan, Zacklee dan Alex memeluk Devan.
" Kita pasti bisa kompak lagi ". Ucap Revan.
" Zack, maafin gue.. ". Ucap Devan dengan menyesal.
" Kenapa loe minta maaf ke gue? ". Tanya Zacklee dengan tersenyum kecil.
" Ini semua Ada kaitannya dengan Ellena ". Devan berucap pelan.
" Ellena!!! ". Semua yang mendengar terkejut.
" Maksud loe apa Dev kaitannya dengan Ellena? " . Sahut Alex.
" Ryan mau balas dendam ke Shandy lewat Ellena ". Devan lanjut menjelaskan.
" Ryan menyukai Felicia, ketika dia tau kalo loe break sama Felicia Ryan begitu antusias buat dapatin Felicia.. Tapi, ternyata Felicia lebih memilih Shandy ".
" Kenapa loe ga ngomong dari awal sih Dev, bikin kesel loe sekarang ". Gerutu Alex.
" Tapi ini ga bener kalo sasarannya Ellena, loe tau sendiri Ellena begitu terpukul dengan kejadian tadi. Jangan permainkan perasaannya". Lanjut Revan.
Zacklee mengangguk setuju dengan pendapat Revan. Baginya Ellena itu gadis luar biasa.
" Sayang, Ellena cantik ya". Suara Anya dan ditanggapi senyuman oleh Alex.
" Kamu pasti menyukainya sayang, tapi jangan di ajarin yang aneh-aneh ya sayang dia masih polos". Ucap Alex berbisik ditelinga Anya.
" Yeee, di Rumah sakit aja masih curi- curi kesempatan, lanjut lapangan ato memang sengaja nih". Sahut Dhea yang tiba-tiba datang dan melihat tingkah Alex dan Anya.
" Nih cewek sensi banget kalo ketemu gue, Rev cewek loe gue bawa ke mbah broto ya buat di mandiin air bunga tujuh warna ". Sindir Alex yang lagi kesel.
" Emang gue apaan?? keris nenek moyang loe". Cibir Dhea..
" Uda berantemnya? ". Suara halus Ellena menyapa dua orang yang saling berkobar kemarahan.
" Ellena, kenalin gue Anya". Anya begitu antusias memperkenalkan dirinya.
Ellena pun menyambut Anya dengan senang.
" Ellena ka". Senang berkenalan dengan kaka.
" Loe cantik banget Ell, pantas saja geng's cassanova menyukaimu". Lanjut Anya sambil menyenggol Alex memberi kode disampingnya yang melihat Zacklee sedang menatap Ellena.
__ADS_1
" Terimakasih ka, Ka Anya juga cantik, cocok sama ka rusuh". Sahut Ellena dengan senyum.
" Loe juga cocok Ell sama si Mr. Es ". Celetuk Anya membuat Zacklee salah tingkah. Wajah Ellena pun memerah.
" Ka Shandy". Ellena celingukan mencari sosok Shandy.
Zacklee, Revan, Devan, Alex dan Anya kemudian terdiam. Mereka tidak mau Ellena mengetahui perdebatan yang terjadi.
" Ell, tadi Shandy pesan loe disuruh pulang dulu, istirahat di Rumah Tante Trias ". Ucap Revan untuk mengalihkan pertanyaan Ellena.
Zacklee menatap tajam Revan.
" Apa-apaan sih loe bawa-bawa nyokap gue ". Gerutu Zacklee.
" Tante Trias?". Ellena menatap Zacklee.
" Iy- iya Ell tadi Shandy telfon mama, untuk malam ini loe tidur sama mama, karena Shandy akan berjaga disini ". Zacklee terpaksa berbohong, mengikuti Drama Revan.
" Iya Ell , lebih baik kamu istirahat, besok kita kesini lagi lihat kondisi ka Mesum ". Ledek Dhea ke Ryan.
Untung saja dengan segera Revan mengetik pesan ke Shandy dan segera ditanggapi ya.
" Dhe, kamu pulang sama aku kan? ". Tanya Ellena.
" Maaf Ell, gue di antar ka Revan aja ". Sambil tersenyum ke arah Revan.
" Gue pamit dulu ya ka, tolong kabari kondisi ka Ryan ". Pinta Ellena ke Devan dan Alex.
" Zack, hati-hati anak orang jangan Ada yang berkurang ". Celetuk Alex yang ditanggapi Zacklee dengan tatapan yang sinis.
Diperjalanan Ellena dan Zacklee hanya diam, sesekali Zacklee mencuri pandang ke Ellena yang sedang mengantuk. Dan benar, tak berapa lama Ellena mulai pindah ke alam mimpi.
" Ell, loe ga makan dulu? ". Tanya Zacklee yang belum menyadari jika Ellena tertidur.
" Ell, Ell, loe ga apa-apa kan? ". Zacklee mulai cemas karena tidak Ada tanggapan dari Ellena kemudian menoleh ke arahnya lalu tersenyum manis.
" Ternyata sudah tidur ". Zacklee tersenyum menatap Ellena yang tertidur karena kelelahan.
Entah mengapa Ada rasa yang mendorong Zacklee untuk menata posisi tidur Ellena yang kurang nyaman. Ketika Zacklee mau mengangkat kepala Ellena, tiba-tiba bibir Ellena menyentuh pipi Zacklee. Dan hal itu membuat Zacklee semakin merasakan degupan jantung yang tak biasa. Kemudian Zacklee menatap dekat wajah Ellena, menyentuh pipinya yang halus. Menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya.
" Cantik ". Gumam Zacklee masih dengan menatap wajah Ellena.
Apa aku jatuh cinta lagi? Mungkinkah dia akan menyiksaku lagi ato sebaliknya? akankah aku sanggup menerima cinta terbaik darimu? Dan apakah aku bisa menjadi yang terbaik untukmu? . Cinta, kenapa datang lagi...
Batin Zacklee sedang bernegoisasi.
❤❤❤❤❤
Maafin tothor ya ka, yang belum begitu sempurna🙏
tapi tothor akan berusaha memberikan yang terbaik.
Mohon Like, koment Dan Votenya ya ka🙏
__ADS_1
Terimakasih😘