Yes , I'M In Love

Yes , I'M In Love
Cukup sampai disini


__ADS_3

**


Semenjak Ellena mengetahui rencana Zacklee ke London, pikirannya semakin gusar.


" Oke Fix Ell cukup sampai disini ". Ellena bermonolog pada dirinya sendiri.


Pikiran yang kacau membuat Ellena harus berpikir keras untuk hubungannya ke depan bersama Zacklee.


Bayang - bayang masa lalu Farel selalu terlintas. Meskipun waktu itu mereka belum jadian, tetap perasaan ketika ditinggalkan pergi orang yang kita kagumi akan meninggalkan perih dihati. Itu saja baru mengagumi sakitnya masih terasa, apalagi ini lebih dari mengagumi. Oh Tuhan tenangkan hatiku.


Dan pada titik termentoknya pikiran Ellena memutuskan cukup sampai disini.


Baru saja Cinta itu bersemi 24 jam tetapi kini layu kembali.


Ellena sengaja berangkat ke kampus lebih pagi untuk menghindari Zacklee.


Sesampainya di kampus Ellena tak sengaja mendengar perdebatan Ryan dan Jessi di Ruang seni.


" Jess, sorry atas semua sikap gue ke elo malam itu. Semua itu di luar batas kesadaran gue ". Suara Ryan terdengar serak.


" Loe pikir gue apaan yan ". Suara tangis Jessi.


" Jess, maafin gue tapi gue ga bisa. Gue Cinta orang lain ". Ucap Ryan sambil berlalu meninggalkan Jessi yang masih dengan isak tangisnya.


Ellena yang sedikit mendengar perdebatan mereka kemudian buru - buru pergi ketika melihat Ryan akan keluar. Tapi sayang mungkin pagi apesnya Ryan memergokinya.


" Ell ". Panggil Ryan


Ellena enggan menoleh, langkahnya berat untuk berbalik.


Ryan mendekatinya, mencoba memastikan apakah Ellena mendengar semua perdebatannya.


" Semuanya ga Seperti yang loe pikir Ell ". Lanjutnya.


Ellena menghempaskan nafasnya dengan kasar dan berbalik kemudian melemparkan senyum seolah - olah dia tak tahu menahu persoalan Ryan dan Jessi.


" Ngomong apaan sih Ka? Ellen baru datang tau ". Ujarnya dengan jelas menghilangkan groginya.


" Bisa ga loe ga lemparin senyum cantik itu ". Ryan yang menahan rindu kepada Ellena tak bisa dibendung.


" Dari dulu senyum gue Cantik Ka ". Ellena memperlihatkan gigi putihnya yang tertata rapi.


" Bisa aja loe Ell " . Senyum Ryan pun berkembang di pagi hari.


Jessi yang memperhatikan Ryan menyapa dan bercanda hangat dengan Ellena menimbulkan api cemburu di hatinya.


Jessi memang mengetahui jika Ryan sangat mencintai Ellena. Bahkan di waktu malam itu Ryan selalu memanggil Jessi dengan nama Ellena, hingga akhirnya kejadian one night itu benar - benar terjadi. Ryan mengungkung Jessi dengan kuat, sehingga Jessi tak bisa menolaknya.


" Hai Ka Jessi ". Sapa Ellena yang melihat Jessi menatapnya kesal.


Ellena sengaja memanggil Jessi agar dianya tak salah paham.


" Ngapain Ellena panggil - panggil si Jessi. Bisa kacau acara merinduku ". Umpat kesal hati Ryan.


" Hai Ellena, baru datang? ". Sapa Jessi basa - basi.


" Iya Ka, e uda ya Ka Ellen duluan ". Ellena yang merasa menjadi pengganggu berlalu meninggalkan mereka berdua.


Tapi sayang Ryan malah mengejarnya membuat Jessi makin panas.


" Lah koq malah ngejar ". Gerutu Ellena yang kebingungan.

__ADS_1


Tiba - tiba tangan Ellena ada yang menarik, melihat siapa yang menariknya Ellena terkejut ternyata yang menariknya bukan lain adalah Bryan.


Ryan pun tak kalah terkejutnya ketika melihat Bryan yang menarik tangan Ellena dengan paksa.


" Sakit Ka, lepas ". Keluh Ellena yang merasa tangannya kesakitan.


" Rasa sakit ini tak seberapa dengan apa yang dirasakan Felicia ". Ucap Bryan dengan keras.


" Apa hubungannya sama Mak Lampir, apa ga cukup dia mau bikin aku celaka ". Ellena dengan berani menatap tajam ke Bryan.


" Loe harus merasakan yang sama dengan Felicia ". Sambil menarik Ellena menggiringnya agar Ellena masuk ke dalam Mobil nya.


Ellena yang terus berontak tak bisa menolak, tenaga Bryan lebih kuat darinya.


Ryan ikut mengejar Bryan yang memaksa Ellena.


" Tunggu Bryan, apa yang loe lakuin ke dia ". Amarah Ryan mulai memuncak.


" Inget dia masih gadaian gue ". Sahut Bryan dengan sinis.


Jleb


Ryan mengingat bagaimana dulu dia menggadaikan Ellena sebagai taruhannya apabila tak bisa menghancurkan Shandy. Ryan yang saat itu terpukul mendengar kebangkrutan perusahaan Papanya sehingga Papanya meninggal dunia membuatnya tak bisa berkutik. Melihat Mamanya yang terpuruk membuatnya tak tega. Akhirnya dia meminta bantuan ke Bryan untuk melunasi hutang - hutang Papanya. Mengapa Ryan tak meminta bantu sahabat geng'nya ? sebab saat itu Ryan masih memiliki rasa gengsi yang cukup tinggi, apalagi diam - diam Ryan menaruh dendam kepada Shandy karena Felicia.


Ryan memang menyukai Felicia, tapi sayangnya Felicia hanya memanfaatkan Ryan untuk bisa masuk ke kehidupan geng Cassanova. Ryan yang mengetahui itu semua kecewa terhadap Felicia. Apalagi tujuan Felicia adalah menghancurkan Shandy. Bukan karena Shandy adalah sahabat Zacklee melainkan Shandy telah menjadi salah satu pewaris keluarga Maheswari. Karena menurutnya dia dan Martha juga berhak atas harta warisan itu. Meskipun mereka tau jika Malik hanyalah seorang menantu di keluarga Maheswari.


" Please Bryan jangan sakitin dia ".


Sebelum Ryan mendekati Bryan dan Ellena para bodyguard Bryan sudah lebih dulu menonjok perut Ryan membuat Ryan sedikit tersungkur.


" Kakaaa ". Teriakan Ellena


Jessi yang melihat perkelahian itu pun cemas, dengan cepat dia menghubungi Shandy dan Zacklee.


Kebetulan Zacklee pun ada bersamanya. Niatan menjemput pujaan hatinya, malah menjadi sopir Kakaknya.


" Shand loe dimana? buruan ke kampus adik loe Shand ". Suara Jessi dengan khawatir


" Ngomong yang bener napa Jess ". Shandy masih menanggapinya dengan santai.


" Dasar loe ya tampan wajah doang diajak ngomong geblek banget ". Jessi yang kesal karena Shandy menanggapinya dengan santai.


" Kalo cuma mau ngata - ngatain ga usah telfon lagi ". Shandy menutup ponselnya dengan kesal.


" Napa loe ". Tanya Zacklee disampingnya.


" si Honda Jess kurang kerjaan ".


Drrrttt... drrrttt..


Ponsel Shandy bergetar, dilihatnya terdapat sebuah pesan masuk di ponselnya dibukanya pesan tersebut , alangkah terkejutnya ketika melihat pesan tersebut terdapat foto Ellena, Bryan dan Ryan yang tersungkur.


" Lebih cepat kutut ". Shandy yang khawatir dengan kondisi Ellena.


Shandy langsung memperlihatkan pesan Foto yang dikirimkan Jessi ke Zacklee.


Zacklee yang terkejut dengan keadaan Ellena lalu mengegas mobilnya dengan kencang.


" Awas loe Bryan kalo sampe Ellena kenapa - napa ". Zacklee geram dalam hatinya.


**

__ADS_1


Melihat Ryan yang sudah tersungkur Jessi berlari melindungi tubuhnya tapi keadaannya berbalik justru Jessi yang terkena tendangan salah satu bodyguard Bryan membuat Jessi pingsan seketika.


Ryan yang melihatnya mengeluarkan air mata dan berteriak, memeluk Jessi memastikan dirinya baik - baik saja.


" Jess, loe apa - apaan jangan bertindak ceroboh ". Ryan merasa penyesalan di hatinya.


Buggkk.


Tonjokan dari Alex, Revan dan Devan yang datang dengan cepat menumbangkan para bodyguard Bryan.


Shandy dan Zacklee yang baru datang berlari menyusul ke empat sahabatnya melanjutkan perkelahian menumbangkan para bodyguard Bryan.


" Ryan loe ga apa - apa? ". Tanya Shandy yang melihat Ryan masih mendekap Jessi yang pingsan.


Ryan menggeleng sedang matanya menatap wanita didekapannya yang pingsan karenanya.


" Bawa Jessi dari sini ". Sahut Alex yang segera di bantu Revan dan Dhea.


Bryan yang merasa bodyguardnya sudah pada tumbang segera menarik Ellena paksa memasuki mobilnya.


" KAKAAAA ". Suara Ellena sebelum Bryan memaksanya masuk.


Zacklee segera mencegah mobil Bryan yang melaju tapi gagal karena Bryan mengendarai mobilnya dengan kencang membuat Zacklee tak dapat menghalanginya.


" Breng*** ". Umpat Zacklee dengan amarah.


" Kutut masuk ". Mobil Shandy berhenti didepan Zacklee.


Merekapun mengejar mobil Bryan yang membawa Ellena.


" Lex, loe tu ngegasnya kalo di ranjang bisa cepet dikit kagak ". Shandy yang mulai kesal karena mobilnya tertinggal jauh.


Alex yang merasa diuji kesabarannya menginjak gasnya dalam.


" Gue tau kalian khawatir Ellena pasti baik - baik saja ". Alex yang ikut geram .


" Ka, Ellen mau dibawa kemana ". Tanya Ellena ke Bryan.


" Loe kudu tanggung jawab ". Ucap Bryan.


" Tanggung jawab apa ka, selama ini apa Ellena pernah ngerugiin kaka ". Lanjut Ellena.


" Felicia ". Hanya kata itu yang menjadi ucapan terakhir Bryan kemudian membelokkan mobilnya agar jejaknya tak diketahui Shandy, dan kawan - kawannya.


Bryan meminggirkan mobilnya ke tepi jalan dan menarik tangan Ellena keluar untuk berjalan meninggalkan mobilnya.


" Kita kehilangan jejak ". Keluh Alex yang mulai gerah karena targetnya menghilang.


Shandy dan Zacklee pun tak kalah geram, sumpah serapah untuk Bryan sudah mulai memenuhi isi telinga orang - orang di dekatnya.


Zacklee mengingat jika dia telah mengaktifkan posisi Ellena di ponselnya.


" Putar balik, mereka tak jauh dari kita "


Alex memutar balik arah mobilnya benar tidak terlalu jauh mereka menemukan mobil Bryan. Segera mereka mengecek ke dalam mobil tersebut, ternyata tidak ditemukan sama sekali.


" Kemana loe cill ". Keluh Zacklee yang merasa putus asa.


\=\=\=\=\= 😭 \=\=\=\= Bersambung


Kira - Kira Bryan membawa Ellena kemana?

__ADS_1


Hanya othor yang tauπŸ˜…


Jangan lupa tinggalkan jejak manismu ya para Readers πŸ‘Œ


__ADS_2