
Mobil memasuki halaman Rumah Zacklee, Mama Trias ternyata sudah berada didepan pintu. Sebelumnya Shandy menelfon Tante Trias menyampaikan jika malam ini Ellena akan menginap dirumahnya.
Dengan senang hati Trias menerimanya.
"Lee, Ellena dimana? ". Trias bertanya ketika Zacklee turun dari mobilnya.
Zacklee membalas pertanyaan mamanya dengan menaruh jarinya dibibirnya.
" sssstttt... Mama jangan berisik, Ellena tidur. Dia kelelahan mam". Lanjut Zacklee menjelaskan dengan pelan.
Kemudian Zacklee membuka pintu mobil samping Ellena, lalu menggendongnya dengan hati-hati. Membawa masuk Ellena kedalam rumahnya diikuti Trias dari belakang.
"Malam ini Ellena tidur diruang kamar depan kamarmu". Bisik Trias ditelinga Zacklee.
" Kenapa harus disitu mam". Gerutu Zacklee.
Selesai Zacklee menaruh Ellena dikamarnya. Zacklee turun untuk mengambil air minum.
Sedangkan Trias masih mendampingi Ellena dikamar.
"Lee, sebenarnya apa yang terjadi? ". Albert bertanya .
" Lee, kurang tau Pa. Ketika Lee datang, Ryan sudah tergeletak dipangkuan Ellena ". Zacklee menjelaskan.
" Apa kamu sudah menanyakan Ellena? ". Albert bertanya lagi.
Zacklee menggelengkan kepala.
" Apa Marcel tau tentang ini? ". Trias yang baru datang langsung bergabung Dan bertanya.
Zacklee pun hanya menanggapinya dengan
menggelengkan kepala. Kemudian dia berpamitan untuk masuk kamar.
Sebelum memasuki kamar, Zacklee mendengar suara dari kamar Ellena. Tanpa mengetuk pintu, Zacklee langsung membuka pintu. Dia melihat Ellena sedang mengigau.
" Maaf ka Ryan, Maaf ". Igauan Ellena.
" Apa yang sebenarnya terjadi Ell, Ryan harus menjelaskan semua". Gumam Zacklee.
Zacklee merapikan selimut Ellena yang sedikit tersingkap. Kemudian mengusap pulir-pulir keringat yang jatuh membasahi wajahnya.
" Cantik, kamu ga seharusnya terlibat persoalan ini". Gumam Zacklee.
Di rasa Ellena sudah tenang, Zacklee meninggalkan Ellena berbalik kekamarnya.
Zacklee merebahkan tubuhnya dikasur empuknya, dia teringat peristiwa awal pertama bertemu Ellena.
" Kenapa semakin hari dia semakin sering hadir difikiranku. Tuhan, rasa seperti apakah yang ku miliki sekarang? ".
Zacklee pun mengingat saat moment didalam mobil ketika bibir Ellena tak sengaja menyentuh pipinya. Dia pun memegang pipinya sambil senyum-senyum.
" Love is blind". Gumam Zacklee .
**** Pagi hari dikediaman Zacklee****
"Pagi Ma, Pa". Zacklee menyapa ke dua orang tuanya.
" Ellena belum bangun Lee? ". Tanya Trias.
" Emang Lee sekamar mam". Ledek Zacklee dengan bercanda.
__ADS_1
Albert yang disamping Trias ikut terkekeh.
"Kamu ini, jangan makan sebelum kamu bawa Ellena turun". Trias yang pura-pura Marah memberi tugas Zacklee.
" Mam". Zacklee sedikit enggan memenuhi permintaan mamanya. Namun kemudian dilaksanakan.
Zacklee menaiki tangga, ketika akan memasuki kamar Ellena, Zacklee melihat pintu kamar Ellena sedikit terbuka.
Zacklee tanpa mengetuk pintu langsung masuk.
" Ell, buruan ditunggu Mama". Zacklee bersuara.
Namun tidak Ada tanggapan dari Ellena.
Ceklek!!!
Pintu Kamar mandi tiba-tiba terbuka.
"Aaaaaaaa!!! Ka Lee ngapain!!! ". Teriak Ellena yang terkejut melihat Zacklee dikamarnya.
Mata mereka sekejap berpandangan.
Zacklee sempat melihat pundak putih Ellena. Badannya masih terlilit handuk. Membuat Salivanya menelan ludah berkali-kali.
Dengan cepat Ellena langsung memposisikan dirinya di belakang pintu kamar mandi.
Zacklee pun tersadar dengan keadaannya yang sedang menatap keindahan kulit putih Ellena.
" Sor-Sorry Ell, Mama nyuruh gue bangunin loe. Gue panggil-panggil daritadi ga da jawabpan ternyata... ". Zacklee gugup menjawab pertanyaan Ellena, dengan posisi membelakangi Ellena.
Ellena yang masih berada di belakang pintu kamar mandi, wajahnya masih memerah ketika Zacklee menatapnya.
" Buruan turun sudah ditunggu mama papa, jangan bikin sarapan paginya masuk angin". Lanjut celetuk Zacklee sambil berlalu dari kamar Ellena. Zacklee berusaha untuk menghilangkan rasa gugup nya dengan meledek Ellena.
Zacklee menuruni tangga dengan senyum-senyum. Dia mengingat kejadian yang baru saja di lihatnya. Hal itu membuat Trias menjadi penasaran apa yang terjadi pada putra tampannya.
" Ehem". Trias memudarkan senyuman Zacklee.
"Cinta itu bisa merubah segalanya ya Pa".
" Mama jatuh Cinta sama Papa lagi? ". Albert menyahut ucapan istrinya.
" Papa!! ". Mata Trias menunjuk ke arah Zacklee.
" Mam, bisa ga bahas itu lagi". Zacklee yang faham kemana arah obrolan mamanya.
"Lee, Mama ingin kamu bahagia bersama orang yang kamu Cinta". Trias memegang pundak Zacklee, menatapnya dengan penuh harapan.
Zacklee menghempaskan nafas dengan pelan kemudian menggenggam jemari Trias.
" Mam, suatu hari. Tapi bukan hari ini.
Lee harus nyelesein kuliah Dan bekerja. Lee ga Mau istri Dan anak-anak Lee hidup susah. Lee harus berhasil seperti Papa, agar Lee bisa membahagiakan mereka".
Trias terharu mendengar Zacklee berkata seperti itu. Ternyata Lee yang dulu beda dengan sekarang. Lee sekarang lebih dewasa.
" Selamat pagi tante, om". Ellena menyapa.
" Cantik, gimana tidurmu semalam? ga Ada nyamuk nakal kan? ". Trias bercanda.
Membuat Albert Dan Zacklee melongo dengan ucapan Trias. Karena menurut mereka rumahnya bebas dari nyamuk.
__ADS_1
Ellena hanya tersenyum. Dalam batin " Nyamuknya ganggu baru aja tante". Sambil sedikit melirik ke arah Zacklee.
" Ellena, om boleh Tanya sesuatu? ". Albert menyahut membuat orang-orang yang berada dimeja makan menoleh ke arah Albert.
" Iya om, boleh". Jawab Ellena.
" Sebenarnya apa yang terjadi semalam? kenapa bisa kamu berada disana? ". Albert bertanya.
Ellena menghempaskan nafasnya dengan pelan.
" Ellena hanya janjian makan om, tapi tiba-tiba Ada rombongan orang-orang sangar serem deketin meja kami om. Salah satu dari mereka ganggu Ellena, terus dihadang sama Ka Ryan. Bukan nya diterima dengan baik Ka Ryan diajak pergi bersama rombongan mereka". Ellena mulai meneteskan air Mata mengingat kejadian yang menimpa Ryan.
Trias kemudian mendekati Ellena Dan memeluknya.
" Om, bakal bantu cari tau siapa mereka". Albert melanjutkan.
" Lee, hari ini kamu temani Ellena kemanapun dia pergi". Pesan Trias membuat Zacklee tersedak dari minumannya.
" Benar kata mamamu Lee, Papa setuju". Lanjut Albert.
Membuat Zacklee pasrah Dan tidak bisa menolak. Padahal hari ini jadwal Lee buat skripsinya.
Selesai sarapan mereka berdua berpamitan untuk berangkat ke kampus.
Sepanjang perjalanan ke kampus, mereka berdua hanya diam. Mereka berdua masih mengingat kejadian pagi tadi dikamar.
Ellena sendiri pun masih Malu, wajahnya memerah ketika mengingat kejadian tadi pagi.
Drrrrtttt... Drrrrtttt!!
" Halo ka Shandy". Hand phone Ellena bergetar Dan langsung ditekan tombol terima.
" Kamu baik-baik saja Ell? ". Tanya Shandy.
" Kaka di mana? Kenapa semalam ga pulang? ". Tanya Ellena.
" Kaka sudah di kampus ". Jawab Shandy kemudian mematikan ponselnya. Shandy merasa lega adiknya baik-baik saja.
Keputusannya tepat menyuruh Ellena tidur di Rumah tante Trias.
" Uuuh dasar!! di Tanya apa jawabnya apa. Laki-laki tuh apa emang gitu semua. Ga jelas!!! ". Gerutu Ellena membuat Zacklee terkekekeh mendengar gerutuan Ellena.
" Apa ketawa-ketawa, ga lucu!! ".
Bibir Ellena mulai mengerucut.
" Hei bocil, yang ga jelas tuh dimana-mana cewek kali... di seriusin malah ngilang. dimainin malah lengket. loe tuh mana tau ". Ledek Zacklee.
" Apa kaka bilang, cewek yang ga jelas. Laki-laki yang ga jelas". Ellena mulai naik pitam.
" Ya uda kalo loe jelas sini gue seriusin, gue halalin langsung gimana? gue yakin keluarga kita setuju". Zacklee menggoda Ellena dengan mengedipkan matanya.
Mata Ellena terbelalak mendengar ucapan Zacklee, jantung Ellena seketika berdegup kencang melihat tatapan Mata itu.
" Tuhan tampannya". Batin Ellena.
" KAKAAAA!!! ".
Ellena memukul- mukul tangan Zacklee yang sedang menyetir.
Zacklee yang merasa menang hanya tertawa puas melihat tingkah Ellena.
__ADS_1
" Yuh, gue halalin". Ucap Zacklee lagi.
❤❤❤❤❤❤