
Pagi ini semua keluarga Malik sudah berkumpul di lantai bawah. Tak ketinggalan pula geng Cassanova bersama pasangannya yang sudah siap mengantar Marcel mengikat Renata.
" Ka Marcel Lama banget ga turun ". Ucap Ellena yang mulai bosan menunggu.
" Tunggu napa cil palingan lagi make up an ". Celetuk Alex yang disaut gelak tawa orang - orang disekitarnya.
" Ye emangnya Ka rusuh kalo Mau ketemuan ma Ka Anya suka pinjam lip gloss aku ". Cibir Ellena mengingat waktu Alex minjam lip glossnya biar terlihat sensual bibirnya.
Alex yang malu seketika itu langsung menghentak - hentakkan kakinya seperti anak kecil.
" Tumben loe cantikan Ell pake kebaya ". Ucap Devan yang daritadi tertegun melihat keanggunan Ellena dengan kostum kebaya berwarna lilac pastel.
" Dari sononya gue uda cantik Ka, keturunan bule ". Dengan songongnya Ellena menyombongkan garis keturunannya.
" Bulepotan noh ". Alex mendesis dengar kesongongan Ellena.
" Mendingan aku bulepotan nah Kaka bule kagak jawa kagak , turunan angkasa liar kali yak ". Ellena terkekeh geli dengan ucapannya.
" Ngajak ribut nih bocah pagi - pagi, awas loe nanti kalo ditinggal Zacklee ogah gue hibur elu ". Alex pura - pura mengancam Ellena.
" Ga apa - apa kali kan aku masih bisa video call an sama kesayangan aku ". Sambil melingkarkan tangannya kelengan Zacklee yang berada disampingnya.
Perdebatan mereka masih terus berlanjut sampai Marcel memperlihatkan batang hidungnya. Bagaimana dengan yang lain? mereka hanya bisa menggelengkan kepala mendengar perdebatan yang menurut mereka ga penting.
" Kalian berdua ngapain sih, berisik tau ". Ucap Shandy yang baru datang menjemput Marcel dari atas.
" Noh Ka Rusuh ka biasa kurang sajennya ". cibir Ellena.
" La loe pikir gue kunti apa ". Sahut Alex yang tak terima dibilang kurang sajen.
" Uda uda jadi berangkat ga ini ". Sahut Malik yang disamping Marcel.
~Aduh Pa ngapain tanya jadi ato engga, ya pasti jadi lah. Bisa bara bere kalo kagak jadi ~
Batin Marcel was - was.
Rombongan mulai perjalanan menuju ke kediaman Renata.
Rumah Renata yang luas sudah disulap menjadi tempat saksi pertunangan Marcel dan Renata. Mereka berdua memilih nuansa rose gold dengan hiasan Julliet rose menambah kesan elegant di acara pertunangan Marcel dan Renata.
Semua mata sangat takjub dengan pagelaran pesta pertunangan yang sangat mewah.
__ADS_1
Tapi tidak untuk Ellena dia terlihat biasa saja.
" Cil, loe ga pingin pertunangan kita kayal gini ". Tanya Zacklee menyindir Gadis disampingnya yang terlihat biasa saja. Beda dengan Gadis dua temannya yang bersebelahan dengannya yang dari awal datang merengek ingin pertunangannya seperti ini.
" Biasa aja ka ". Jawabnya dengan santai.
" Ini sangat elegant, setiap wanita pasti menginginkannya ". Lanjut Marcel .
" Buat aku yang paling elegant itu adanya bahagia ka. Untuk bisa bahagia sendiri, kita harus membuat setidaknya satu orang bahagia. Bahagia itu sederhana tersenyum bersama dan berbagi duka bersama akan menjadi hal terindah ". Ucap Ellena dengan senyum manis.
" Gue benar - benar yakin memilihmu ". Zacklee membisik ditelinga Ellena, membuat wajahnya memerah seketika.
" Pa lihat anak kita mesra banget sama calon mantu ". Trias yang daritadi memperhatikan Zacklee dan Ellena yang sedang tersenyum bersama.
" Papa jadi keingetan masa muda kita Ma " . Jawab Albert yang ikut bahagia melihat putranya bahagia.
" Tapi Mama sedih Pa karena Lee kita nanti akan pergi, bagaimana dengan hari - hari Calon mantu ". Trias mengingat peristiwa semalam ketika Ellena menangis dipelukan Zacklee.
Albert mengerti kecemasan istrinya kemudian menggenggam tangan Trias.
" Mereka pasti bisa melewatinya dengan Lulus "
" Lulus kayak sekolah aja Pa ".
Malik menatap putra gagahnya yang sudah selesai memasangkan cincin dijemari Renata. Bahagia pasti tak terasa waktu cepat berlalu. Dalam hatinya teruntai Do'a agar putra dan putrinya bahagia selalu.
Acara sesi foto keluarga besarpun sudah selesai. Para pengantar berpamitan untuk pulang. Pesta pernikahan Marcel akan dilaksanakan 2 bulan kedepan sesuai kesepakatan dua keluarga. Tadinya Marcel menginginkan pernikahan dilaksanakan bulan depan, tapi pihak dari Renata sedikit keberatan sebab Ayah Renata harus menyelesaikan proyeknya di jepang dalam waktu kurang lebih satu bulan. Mau ga Mau Marcel harus menahan sabarnya lagi.
~ Sabar Cel cuma dua bulan ~
Batin Marcel dengan senyum kecilnya. Yang terpenting dirinya sudah mendapatkan Renata beserta restu dari Ayahnya.
Mereka semua berganti ke kediaman Zacklee, tepat kurang lebih lima jam kedepan Zacklee harus sudah sampai bandara.
Dimana dua orang itu? mereka masih melepas rindu . Zacklee sengaja menculik Ellena keluar dari rombongan keluarganya. Dia mengajak Ellena ke taman tak jauh dari kediaman Zacklee.
" Ka Lee ice cream nya enak ". Ucap Gadis cantik yang sedang menikmati ice cream roti dari abang ice cream gerobak.
" Mau lagi segerobaknya ". Goda Zacklee yang gemas dengan tingkah Ellena yang uda lima kali bolak balik memesan ice cream gerobak.
" Boleh ka, sama abangnya sekalian ya ". Balas Ellena menggoda Zacklee.
__ADS_1
" Cakepan gue Ell sama abangnya ". Jawab Zacklee dengan kecewa karena Ellena meminta beli abang ice creamnya sekalian.
Ellena tertawa melihat ekspresi Zacklee .
" Iya iya percaya Ka Lee tu tampan seindonesia raya dan luar angkasa. Makanya aku cinta ".
Zacklee menarik bahu Ellena dan memeluknya.
" Cil makasih ya ". Ucap Zacklee mulai dengan serius.
" Makasih karena loe uda ikhlas nerima keputusan gue. Gue pikir loe ga bisa nerima dan bener - bener ninggalin gue. Gue harap loe jaga cinta kita dan berjanji ga akan pernah berpikir hubungan kita cukup sampai disini. Sakit hati gue waktu loe bilang gitu ke gue kemarin. Gue sayang banget ma elu. Elu uda membuka mata hati dan mata batin gue kalo definisi cinta itu adalah bahagia ".
" Fiuuuuhh ". Ellena membuang nafasnya dengan lembut.
Ada rasa sedih dihatinya mendengar ucapan panjang lebar Zacklee. Air mata yang ditahan akhirnya meluncur sempurna. Semenjak tadi malam dirinya berjanji untuk tidak menangis lagi. Tapi saat ini dia sudah melanggar janjinya. Zacklee yang melihat Air mata Ellena mengusapnya dengan lembut.
" Maaf gue bikin loe nangis lagi ". Ucap Zacklee pelan.
" Ka Lee seharusnya Ellena yang terimakasih, kaka uda mengajari aku banyak hal. Kaka uda mempertemukan aku dengan Tante sehingga aku bisa merasakan kasih sayang seorang Mama dan Kaka uda menjaga Ellena ". Kali ini tangis Ellena tak terbendung lagi, Zacklee mempererat pelukannya.
Dia memahami kesedihan Ellena kali ini.
" Kalo aku kangen Ka Lee, aku mau kaka kirimi aku cincin pertunangan yang lebih bagus dari punya Ka Renata ". Kali ini ucapan Ellena membuat Zacklee bersemangat dan tertawa bahagia.
" Oh jadi tadi tuh diem - diem ngempet pingin tunangan ya ". Sindir Zacklee
" Pinginnya sih gitu, tapi tengsin lah masa' Kaka dan adiknya barengan tunangannya ". Ucapan Ellena yang disadari ato enggak membuat Zacklee tertawa semakin lebar.
" Ayok ". Zacklee menarik Ellena, sepertinya dia mengerti apa yang diinginkan Ellena.
" Ka, jangan cepet - cepet susah jalan nih ". Ellena yang kesulitan berjalan cepat akibat jarik kebayanya.
Yang akhirnya digendong Zacklee tanpa perduli orang - orang yang menatap kearahnya.
🥰🥰
Kemana ya kira - kira mereka?
Haduh si tothor juga penasaran nih 😊
Jangan lupa tinggalkan jejak manisnya ya😘
__ADS_1