
Akhirnya Visual mereka Ada juga di episode iniβ€
Visual Zacklee Mahendra
Visual Ellena Malik Maheswari
πππ
Zacklee berdiri diatas balkon kamarnya. Malam ini dirinya terjaga memikirkan Ellena.
" Maaf, maaf cill ". Batinnya.
" Gue harus cepat selesaikan semuanya ".
Zacklee kemudian membuka ponselnya menggeser - geser foto kebersamaan mereka. Sebentar - sebentar Zacklee mengulas senyum tapi kemudian bersedih.
Drrttt... drttt...
" Alex . Ngapain dia telfon malam - malam ". Gumamnya kemudian menekan tombol hijau.
" Ke Jalan xxx sekarang Ada hal penting ". Ucap Alex kemudian mematikan panggilannya.
Zacklee kemudian mengambil jacket dan kunci mobilnya. Hanya sepuluh menit Zacklee sampai ketempat yang dikirim Alex.
Ditempat itu sudah terdapat Alex dan Devan dengan sebuah laptop di atas meja.
" Apa Ada hal penting? ". Tanya Zacklee dengan serius.
" Sangat penting ". Ucap Alex.
Revan dan Shandy datang setelah Zacklee. Mereka sekarang berkumpul melihat Devan melacak mobil Felicia.
** Sebelumnya
" Lex ini ". Devan menyerahkan mini GPS Tracker ke tangan Alex .
Alex pun dengan cepat menuju mobil Felicia yang terparkir di depan. Alex sedikit kesulitan menaruhnya sebab Felicia datang bersama anak buahnya.
Tapi namanya bukan Alex kalo dia tidak bisa berhasil dalam hal seperti ini. Akhirnya dengan susah payah meski harus di bantu Revan alat itu berhasil terpasang.
" Kalo ga da elu rencana kita pasti gagal. Thank's plend ". Alex yang masih berkeringat sebab sempat salah satu anak buah Felicia berdekatan dengannya.
" Kenapa ga bilang Ada rencana se ekstrim ini? untungnya gue tau ". Sahut Revan.
" Kan elu lagi didalem ".
" Gue kecewa sama Lee, ini benar - benar rencana yang bodoh ".
Alex bukannya menanggapi pembicaraan Revan malah kabur entah kemana,
" Dasar sahabat laknat ". Maki Revan yang ditinggal Alex.
Alex melihat Ellena berlari, dia yakin pasti Ada yang tidak baik dengan dirinya.
Alex sengaja mengambil mobilnya dan memberhentikannya tepat didepan Ellena. Dan benar saja Ellena tidak melihat mobil yang ditumpanginya. Ellena mengira itu Taxi yang mencari penumpang.
** Back to
" Felicia menuju kota xxx lihat ini ". Devan memperlihatkan laptop nya.
" Kita harus bergerak cepat ". Shandy tak mau kehilangan jejak lagi.
" Kita tunggu perkembangannya besok pagi ". Sahut Zacklee.
" Elu mau nunggu sampe adik gue masuk Rumah Sakit jiwa ". Suara Shandy meninggi.
__ADS_1
" Shand, bukan maksud gue seperti itu. Kita jangan gegabah ini menyangkut nyawa ". Jelas Zacklee.
" Kalian ini bisa ga debat sebentar ". Alex yang kesal mendengar perdebatan mereka.
" Kita pikirkan dengan otak yang fresh jangan sampai Ellena jadi korbannya ".
" Lex maksudnyaEllena menjadi korban? ". Tanya Revan.
" Tadi sewaktu gue antar Ellena pulang kami dihadang oleh seorang komplotan yang ga jelas darimana. Mereka mengincar Ellena. "
" Kenapa elu ga hubungin gue ". Shandy kesal Alex tak menghubunginya.
" Gimana gue mau hubungin elu, ponsel gue ketinggalan didalam mobil. Gue uda curiga selesai dari Taman gue ngerasa jadi buronan. Untungnya Ellena uda gue kunci didalam mobil. Gue lawan tuh 1 lawan 4 ". Ucap sombong Alex memenangkan pertarungannya.
" Ini benar - benar keterlaluan ". Sahut Devan.
" Lee apa rencanamu selanjutnya? ". Tanya Devan.
" Gue akan bawa Ellena jauh - jauh malam ini juga ". Zacklee meninggalkan sahabat - sahabatnya menuju ke kediaman Malik.
" Pake mobil gue Lee ". Saran Alex yang disetujui Zacklee.
" Cinta oh Cinta kau benar - benar membuatku gila ". Celetuk Alex yang melihat Zacklee begitu khawatir.
" Shand, elu kagak pulang juga ". Sahut Devan.
Shandy terdiam masih berpikir apa yang akan dilakukan Zacklee kepada Ellena.
" Felicia menuju desa xxx ". Devan memperlihatkan pergerakan di layar laptopnya.
** Kediaman Malik
" Nak kamu belum makan ini Papa bawain makan malam ". Malik yang khawatir dengan kondisi puterinya.
Ellena menangis dipelukan Papanya.
" Pa, Ellena sayang Papa ".
" Aku belum pernah manja sama Papa ". Ellena mendongak ke atas menatap Papa Malik.
Malik tersenyum,
" Nak, jika seorang wanita akan bertemu jodohnya pasti sebelum dia meninggalkan Papanya akan bermanja "
Ellena melepaskan pelukannya.
" Pa, apa yang Papa ucapkan Ellena belum bertemu jodoh saat ini".
" Sebentar lagi jodohmu datang sayang ". Malik menghibur puterinya.
" Papa ". Ellena kembali memeluk Papanya.
" Ternyata kalian disini, Kaka cari - cari ketemunya disini ". Ucap Marcel yang baru datang bersama Renata.
" Bujuk adikmu makan ". Sahut Papa Malik.
" Kau sedang diet? diet ga bagus bisa bikin Sakit ". Marcel pura - pura menakuti Ellena.
Ellena menggeleng, matanya masih sedikit bengkak akibat menangis.
Renata ikut duduk diranjang Ellena, mengusap rambutnya.
" Jangan siksa dirimu seperti ini, Kaka pernah berada di posisimu saat ini ". Ucap Renata.
Malik dan Marcel memberi waktu Renata untuk menenangkan Ellena. Pasalnya setelah kejadian tadi pagi Ellena terlihat murung tak keluar dari kamarnya.
Ellena menunduk menahan sesak di Dadanya. Air matanya tumpah untuk kesekian kali mengingat Zacklee.
" Aku ga tau apa yang harus Aku lakuin Ka, Aku benar - benar ga mengerti ". Ucap Ellena.
__ADS_1
" Kau pasti bisa ". Renata meyakinkan.
" Ini terlalu Sakit Ka, melihat orang yang kita Cinta bersama orang lain ".
" Saat ini Aku Sudah mendapatkan Cinta untuk kebahagiaan, apabila hanya kecewa yang Aku dapatkan untuk apa Aku bertahan Ka ". Suaranya serak menahan tangis.
Renata memeluknya.
Diruang tamu **
" Lee ". Ucap Marcel yang terkejut dengan kedatangan Lee.
Zacklee kemudian menceritakan kejadian yang dialami Alex dan Ellena tadi sore kepada Malik dan Marcel.
" Kenapa Ellena tidak memberitahu kita ". Tanya Malik.
" Tak mudah seorang Ellena menceritakan permasalahannya Pa ". Jawab Marcel yang mengerti sifat Ellena.
" Aku kesini mau ijin kepada Om dan Ka Marcel untuk membawa Ellena ". Pinta Zacklee memberanikan diri.
" Aku ga mau terjadi apa - apa dengan Ellena. Selama Aku menjalankan misi ini ,aku yakin akan banyak mata - mata yang mengawasi. Aku hanya ingin memastikan jika Ellena tidak tertangkap anak buah mereka ".
Marcel geram mendengarnya, tiba - tiba ponselnya berdering.
" Bos gawat para investor kita membatalkan kontrak kerjasama di Perusahaan MF ". Suara Veer dalam telfon.
" Apa ini ada kaitannya dengan tadi pagi? ".
" Sepertinya iya bos, mereka memutuskan kerjasama sepihak ".
" Gue ke kantor sekarang Veer ". Wajah Marcel terlihat pucat mendengar info dari Veer.
Kemudian mematikan panggilannya.
" Ba****t mereka ternyata sangat licik, para investor membatalkan kontrak kerjasama di Perusahaan kita Pa ". Wajah Marcel terlihat kesal.
" Papa akan hubungi semua kolega bisnis Papa ".
" Tenang saja Ka Papa Albert pasti akan membantu MF ". Zacklee pun segera menghubungi Papa Albert.
" Lee lakukan yang terbaik bawa Ellena pergi dari sini ". Ucap Marcel.
" Jaga puteriku dengan baik Nak ". Malik mulai cemas dengan keadaan.
Zacklee , Marcel dan Papa Malik kemudian menuju kamar Ellena.
Ellena yang heran kenapa wajah tiga pria dihadapannya sedang mencemaskan sesuatu.
" Sayang, malam ini kita ga jadi menginap disini. Ada hal penting yang harus kita selesaikan ". Ucap Marcel.
Renata menatap suaminya yang sedang tak baik - baik saja. Kemudian menganggukkan kepalanya.
" Nak ikutlah bersama Nak Zacklee sekarang juga ". Gantian Papa Malik meminta Ellena.
" Hah. Papa kan tau kalo Aku sedang Sakit hati padanya. Kenapa sekarang disuruh bersamanya ". Batin Ellena tak mengerti.
" Cil, gue tau gue salah tapi tolong kali ini turuti perintah Om Malik kita ga ada wakttu ". Zacklee segera menarik tangan Ellena.
Ellena yang merasa selalu terhipnotis dengan mata kecokelatan Zacklee mengikuti langkahnya. Sebelumnya Dia merasa ada yang tidak baik dari ketiga pria dihadapannya. Ingin dia menanyakan ada apa tetapi Zacklee keburu menarik tangannya.
πππ
Jejak nya jangan sampai lupa ya kaπ₯°
LIKE
VOTE
COMMENT
__ADS_1
β€β€β€