
❤❤❤
" Ellena gue cari uda nangkring aja disini ". Ucap Dhea yang menemukan Ellena di kantin.
" Muka loe napa uda mirip cucurut gitu ". Clara dengan terkekeh melihat Ellena yang cemberut.
" Aku marah sama Dhea ". Jawab Ellena dengan melirik Dhea.
" Ada apa lagi dengan Dhea? bukan nya kita baik - baik aja ". Tanya Clara.
" Kayaknya dia uda ga anggap kita sahabat ". Lanjut Ellena dengan sedih.
Dhea hanya diam merasa bersalah, sepertinya dia paham arah pembicaraan Ellena.
" Maksudnya Ell? " . Clara masih belum mengerti.
" Berita bahagia pernikahannya disembunyikan ". Sahut Ellena dengan sedikit kecewa.
" Ough ". Clara menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
" Seriously Dhea ". Gantian menoleh ke arah Dhea memastikan.
Dhea menunduk lemas.
" I'm sorry ". Ucapnya lirih.
Ellena dan Clara memeluk sahabatnya.
" Kita adalah sahabat dan selamanya akan menjadi keluarga ". Ucap Ellena.
" Bukan maksud gue nutupin ini semua dari kalian, tapi gue malu ". Dhea menunjuk ke arah perutnya.
" Maksud loe, loe hamil Dhe ". Tanya Clara memastikan.
Dhea pun mengangguk membenarkan.
** Semalam sebelum pulang Ellena tak sengaja mendengar percakapan Shandy dan Revan.
Revan bercerita jika orang tua Dhea tak setuju jika Dhea menikah dengan Revan. Dengan alasan Revan tidak selevel dengan keluarga Dhea yang notabene putri dari salah satu pemilik saham di perusahaan Modeling General ( MG) . Mereka terpaksa melakukan nikah diam - diam. Sayangnya pernikahannya diam - diam mereka terbongkar. Akhirnya dengan terbongkarnya pernikahan diam - diam mereka, Dhea di coret dari daftar ahli waris keluarga besarnya dan Dhea di usir dari rumahnya.
Begitu kuatnya Dhea menutupi masalah besar itu dari kedua sahabatnya. Tiap kali berkumpul bersama seolah - olah tidak terjadi apa - apa. Begitupun dengan Revan dia pun menutupi semua nya dari Geng Cassanova sahabatnya. Sampai pada waktu
Dhea yang pagi itu merasakan Ada yang aneh pada dirinya memeriksakan dirinya ke Dokter bersama Revan. Hal yang tak disangka entah itu bahagia ato akan menambah masalah, Dokter mengabarkan jika ada makhluk kecil bersemayam diperut Ellena.
Berita kehamilan Ellena ternyata sampai ke telinga Tuan Gunawan. Mereka menemui Dhea dan Revan dengan melakukan negosiasi.
Tuan Gunawan memberi pilihan kepada putrinya Dhea jika dia Akan membatalkan coretan ahli waris Dhea jika Dhea mau meninggalkan Revan. Atau sebaliknya.
Dhea menolak semua option Papanya dan itu membuat Gunawan murka. Gunawan pelan - pelan menghancurkan perusahaan Revan.
Untuk itu Revan meminta bantuan kepada Shandy. Revan menceritakan semuanya hanya kepada Shandy. Termasuk berita kehamilan Dhea.
** Dhea
Ellena yang sudah lebih dulu mengetahui berita tersebut sengaja membuat Dhea jujur.
Ellena dan Clara memeluk kembali sahabatnya, walau bagaimanapun Dhea sudah menjadi sebagian dari keluarga Geng Cassanova, apalagi statusnya sekarang adalah Nyonya Revan Cakra Aditya. Dhea akhirnya menceritakan semuanya kepada dua sahabatnya.
" Pokoknya kalo kamu Ada apa - apa dan butuh apa - apa jangan sungkan - sungkan ngomong ke kita ". Ellena tersenyum manis kepada Dhea.
" Betul tuh kata Ellena gue juga ga mau calon keponakan gue kenapa - kenapa ". Sahut Clara dengan sedikit berbisik takut kedengeran orang - orang di Kantin.
Dhea mengulas senyum bahagia, dia lega karena sahabatnya masih mau menerimanya.
" Loe tenang aja Dhea, masa depan gue pasti bisa bantu Ka Revan ". Dengan semangat.
" Idih masa depan ". Sahut Ellena sambil berbicara dihatinya, " Belum tau aja Ka Shandy bawelnya kayak apa ".
" Acara party kampus kita jadi bakti sosial Ell ". Tanya Dhea yang mulai mencair.
" Huum ". Jawab Ellena mengangguk.
Ellena memang sudah merencanakan jika perpisahan kampus yang biasanya ber party untuk tahun ini diadakan dengan acara bakti sosial.
Kebetulan semua teman - teman seangkatan Ellena setuju dengan ide Ellena.
" Gue uda data yayasan panti sosial yang jadi tempat donatur Mama, semua data dari teman - teman sudah terkumpul ". Jawab Clara.
" Oke, minggu depan mudah - mudahan berjalan dengan lancar ".
Dhea dan Clara mengamini Do'a Ellena.
Drrrttt.. drttt...
__ADS_1
" Apa sih Ka ". Ellena mengangkat Telfon dari Shandy.
" Loe ke kantor sekarang, penting!! model kaka ditarik si gunandrong ( Gunawan gondrong)". Suara Shandy cemas.
" APAAA!! ".
** Kantor MF
" Cel, gawat para model mengundurkan diri tiba - tiba ". Veer mengagetkan Marcel.
" Apa yang terjadi? bukannya Shandy sudah bekerja dengan professional ". Sanggah Marcel.
" Tuan Gunawan memutuskan kontrak kerjasama dengan perusahaan kita bahkan dia sudah membayar penalty dua kali lipat dari perjanjian kerjasama kita ". Veer serius menceritakan.
" Panggil Shandy Veer, gue perlu penjelasan dari dia kenapa Tuan Gunawan memutuskan kerjasama dengan kita ". Perintah Marcel, sekarang dia sedikit pusing dengan kekacauan perusahaannya.
Pasalnya Model dari Tuan Gunawan berandil besar dalam dunia Fashion Marcel. Apalagi saat ini MF sedang launching products gaun pernikahan masa kini.
*Lima menit kemudian Shandy dan Alex memasuki ruangan Marcel.
" Shandy, Kaka minta penjelasan soal model kita ". Kali ini Marcel mengumpat amarah.
" Ka, maafkan Shandy kalo lancang tanpa berunding dulu dengan Kaka dan Ka Veer. Ini semua demi Revan dan Dhea". Shandy kemudian menceritakan alasannya tentang sahabatnya dan Revan.
Marcel dan Veer pun menyetujui sikap Shandy.
" Lain Kali masalah sebesar ini harus dirundingkan dulu". Ucap Marcel dengan pelan dan tenang.
" Terus langkahmu setelah ini bagaimana? ". Tanyanya lagi.
Shandy tak mampu menjawab, pikirannya buntu.
" Gimana kalo Ellena aja ka yang jadi model buat launching fashion kita ". Celetuk Alex yang langsung mendapat sorotan tenang dari tiga pria didepannya.
" Apa alasan loe pilih Ellena ". Tanya Veer yang disetujui Marcel.
" Mudah saja, Ellena punya semuanya. Cantik, tinggi, putih, pintar uda mirip model international pokoknya ". Alex beragumen.
" Tumben otak loe encer, apa gara - gara kebanyakan cilok sama Ellena ". Sindir Shandy.
Alex hanya tersenyum membanggakan idenya.
" Gimana bos? ". Veer meminta pendapat.
** Kampus Ellena
Drrrttt.. drttt...
" Apa sih Ka ". Ellena mengangkat Telfon dari Shandy.
" Loe ke kantor sekarang, penting!! model kaka ditarik si gunandrong ( Gunawan gondrong)". Suara Shandy cemas.
" APAAA!! ogah Ka ". Ellena menolak ajakan Shandy.
" Loe mau perusahaan MF gulung tikar ". Ancam Shandy.
" Emang segitunya ya ka ". Ellena sedikit ragu
" Loe Tanya Dhea bokapnya mirip apa . Buruan kesini Ka Marcel juga menunggu ". Lanjutnya kemudian mematikan ponselnya.
*********
" Ikut aku ". Ellena menarik tangan Dhea dan Clara.
Di perjalanan ke kantor Ellena menceritakan semuanya ke Dhea. Dhea tak habis pikir jika Papanya akan berbuat senekat itu. Dhea semakin membenci Papanya.
" Maafin Papa gue ya Ell ". Ucap Dhea merasa bersalah.
" Ga usah dipikirin ya, semua akan baik - baik saja". Selesai Ellena berbicara tiba - tiba Dhea merasakan mual di perutnya.
Ellena dan Clara merasa cemas melihat Dhea .Clara memberhentikan mobil ya kepinggir Jalan, memberi ruang Dhea untuk memuntahkan isi perutnya.
" Hoek_ hoek ". Suara Dhea
" Hamil itu menyakitkan ". Ucap Ellena yang ga tega melihat Dhea kesakitan.
" Tapi akan terbayarkan kebahagiaan dengan kelahiran si dedek bayi ". Sahut Clara .
Dhea pun tersenyum dengan debatnya kedua sahabatnya tentang kehamilan.
Ellena sengaja mengabari Revan tentang kondisi Dhea yang muntah - muntah. Revan pun cemas mendengarnya. Dengan segera dia menyusul Dhea ditempat mereka berhenti lagi.
" Kamu ga apa - apa sayang ". Revan yang tiba segera memegang pundak Dhea dengan khawatir.
__ADS_1
" Kita ke Rumah Sakit, biar kamu dirawat disana ".
" Makanya Ka jangan coba - coba ". Senyum Ellena mengejek.
Revan menoleh ke Dhea, matanya seakan bertanya apakah sahabat istrinya sudah mengetahui semuanya. Dhea pun mengedipkan matanya seakan menjawab benar pertanyaan suaminya.
" Enak - enak tuh kabar - kabar dong ka ". Sahut Clara .
" Kalian berdua buruan kawin sonoh ". Celetuk Revan dengan terkekeh.
" Nikah Kali ka ". Sahut Ellena dan Clara bersamaan kemudian mereka tertawa.
Pada akhirnya Revan pun ikut ke kantor Marcel. Karena sebelumnya Shandy juga mengabarkan perihal Tuan Gunawan kepadanya.
** Di perusahaan MF
Marcel mengadakan rapat meeting dengan semua karyawannya. Seperti biasa setiap perusahaan tersandung masalah Marcel selalu mengadakan rapat dengan para karyawannya. Marcel dengan bijaksana menangkan para karyawannya dengan motivasi - motivasinya. Marcel meminta semua karyawannya untuk tetap tenang dengan permasalahan para model yang mengundurkan diri.
Rapat berlangsung selama satu jam. Marcel selalu berhasil menenangkan permasalahan di Perusahaannya.
" Kakaaa ". Seperti biasa Ellena setiap bertemu Marcel akan berlari memeluknya. Maklumlah semenjak Marcel menikah dengan Renata, waktu kebersamaan Kaka dan adik itu menjadi kurang intense.
" Hei, adik cantik Kaka yang bentar lagi di wisuda masih manja aja ". Ucap Marcel bahagia.
" Kaka sekarang jarang main ke rumah, sesibuk itukah pekerjaan kaka ". Tanya Ellena dengan sedih.
" Minggu depan Kaka janji akan ajak kamu Jalan - Jalan bersama Renata juga ". Marcel yang selalu bisa menenangkan hati orang - orang terdekatnya.
" Tapi Kaka Ada permintaan ". Ucapnya lagi.
" Jadi model dadakan di perusahaan Kaka kan ". Ellena bisa menebak apa yang Ada di pikiran Marcel.
Marcel pun mengangguk, sedang Ellena mengendus kesal.
" Kaka kan tau aku ga bakat dibidang ini. Aku juga ga mau wajahku di expose ke media. Hidupku ga mau dirusuhin mereka ".
" Please ka ". Ellena me mohon dengan wajah imutnya.
" Demi perusahaan Kakek pun tak mau ". Kali ini Marcel mengancam supaya Ellena tak menolak. Dan benar saja Ellena tak bisa menolak kalo sudah urusan keluarga nya.
" Dhea, bokap loe harus di ajak ngopi nih " . Celetuk Alex yang juga kesal dengan sikap Papanya Dhea.
" Lex, jangan buat Dhea tersinggung dengan ucapan loe "., Sahut Revan
" Sorry Dhea ". Kali ini Alex mengalah.
Ellena sudah memasuki ruang ganti, semua mata terpukau dengan kecantikan Ellena. Ucapan Alex memang benar jika Ellena sangat cocok menjadi model.
Shandy yang tak menyangka Adiknya bisa seperfect ini pun tak kalah takjub. Veer yang masih terpukau tak menoleh sedikitpun.
Kali ini Ellena bak seperti putri kerajaan. Gaun Ball gown yang satu ini identik dengan gaun megah yang sering dipakai oleh para princess dari negeri dongeng.
Dengan dipadu padankan make up princess sangat cocok untuk Ellena.
Ellena berfoto bak foto model international. Marcel dan Shandy ga menyangka jika bakat terpendam adiknya sebagai foto model benar - benar luar biasa.
" Oke Kali ini dengan pasangannya bos ". Ucap salah satu karyawan yang bertugas mengambil foto.
" Foto model cowok kita yang masih disini Farel ". Sahut Veer.
" Hwaduh si mantan ". Celetuk Alex yang terkejut melihat Farel sudah di dalam ruangan dengan tertawa bahagia.
" Lainnya KAAAA ". Teriak Ellena ga terima.
" Sebentar aja Ell demi perusahaan ". Sahut Shandy yang takut jika Ellena mogok Pothoshot.
" Semangat Ell!! ". Suara Clara menyemangati kesulitan sahabatnya.
" Kaka dan Sahabat yang dzalim, menindasku ". Batin Ellena menangis.
Ketika akan melanjutkan Pothoshot tiba - tiba sebuah tangan melingkar ke pinggang Ellena. Ellena spontan menengok ke Belakang arah orang yang melingkarkan tangan ke pinggang kecilnya. Mata mereka bertemu sedikit lama, bibir mereka terulas senyum. Ekspresi natural antara seorang Ellena yang bak seperti princess dan seorang pria berstelan jas berwarna Navy.
" Sempurna ". Ucap Marcel.
🔸🔸🔸🔸🔸
Hohoho...
Siapakah dia???
Farel kah ato...????
Lanjut ga nih 🥳🥳
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ✌✌