Yes , I'M In Love

Yes , I'M In Love
Doraemon


__ADS_3

Semenjak obrolan mereka berdua Zacklee semalaman terjaga sambil menatap pintu kamar Ellena dari arah balkon dekat kamarnya.


Begitupun gadis yang sedang frustasi dengan otaknya. Meskipun raganya lelah dan matanya merem tapi pikirannya kacau ato lebih tepatnya merasakan apa yang dirasakan si Biang bikin frustasi.


Mentari mulai menampakkan hidungnya, Zacklee yang masih duduk di balkon berpindah ke depan kamar Ellena. Menanti wajah yang dirindukannya.


Hampir kurang lebih dua jam lamanya Zacklee menunggu tetapi tidak ada tanda - tanda munculnya sosok Ellena.


Berulang kali Zacklee mengetuk pintu sayangnya tidak ada respon sedikitpun.


Rasa cemas mulai menghampirinya.


Klek..


Zacklee membuka pintu kamar Ellena. Pintu yang tidak terkunci itu terbuka. Dicarinya sosok Ellena karena dilihatnya kamar sudah rapi.


" Kemana dia semalam, tau gitu gue didepan pintu aja semalam ". Gerutu Zacklee yang belum menemukan Ellena.


Kemudian dia melangkah ke arah Kamar mandi,


" Terkunci ". Gumamnya.


" Cil, bocil loe di dalam ". Zacklee yang sedang menggedor Kamar Mandi .


Klek,


Wajah Cantik yang dia rindukan muncul dengan tatapan yang tajam dan bibir yang siap terampil ngedumel.


" Bisa ga ketok pintu dulu ". Ucapan Ellena yang kesal.


" Nih anak tuli ato gimana ya ". Batin Zacklee.


" Uda hampir dua jam cil gue ketok pintu ". Sahutnya dengan kesal.


" Ga denger ". Jawab Ellena ketus.


Gadis yang masih mengenakan handuk kimono ketika akan keluar dari Kamar mandi tiba - tiba,


" Kakaaa ". Teriak Ellena yang terpleset.


Zacklee dengan cepat menangkap tubuhnya Ellena. Pandangan mereka bertemu, ada binar bahagia pada mata mereka.


" Ciyeee ". Suara Alex mengejutkan mereka berdua.


Buru - buru Ellena melepaskan pegangan Zacklee.


" Pingin gue jitak tuh biang rusuh ". Batin Zacklee.


" Apaan sih kalian Masuk tanpa izin, Keluar ga... KELUAR!! ". Teriak Ellena dengan kesal sambil mendorong tubuh Zacklee dan Alex keluar kemudian menutup pintu dengan keras.


Bruakkk!!


" si Singa kalo marah serem ". Gerutu Alex.


" Salah sendiri datang disaat yang ga tepat ". Sahut Zacklee sambil menjitak kepala Alex.


" Sorry, Gue ga sengaja lewat tadi ". Alex yang cengar cengir mirip onta menyadari kekhilafannya.


Lama mereka berdebat di depan pintu Kamar Ellena, sang Singa keluar masih dengan tatapan kesal nya. Tak Ada sepatah katapun yang keluar dari mereka.


Ellena melewati dua pria yang membuatnya kesal beberapa menit yang lalu.


" Bocil ". Zacklee yang menyusul langkah Ellena.


" Hmm ". Jawab Ellena dengan malas.


" Gue mau ngomong sama loe penting ". Ucap Zacklee dengan nada perintah.


Ellena yang tak perduli tetap me langkah kan kaki dengan sempurna. Ada pikiran senang ketika mendengar jika Zacklee mau ngomong sama Ellena.

__ADS_1


" Apa Ka Lee ga jadi pergi ya ". Batin nya dengan senyum mengembang kecil.


" Kaka ". Ellena mendekati Shandy yang sedang menyesap cappuccino.


" Hari ini loe diantar kutut, Kaka harus ke Kantor Ada pertemuan dengan klien ". Shandy memang sengaja memberi waktu buat Zacklee menjelaskan semuanya.


Ellena menggeleng.


" Aku mau sama kaka aja ".


" Selesaikan kecemasan hatimu ". Shandy berbisik ditelinga Ellena.


** Flashback on **


Shandy memang mengetahui semuanya. Secara tidak sengaja malam itu Shandy melewati Kamar Ellena, terdengar suara teriakan kesal Ellena. Telinganya dia rapatkan di pintu Kamar Ellena.


" Kenapa kamu selalu bikin rumit hidupku, Ka Farel dulu Ellen sangat mengagumi Kaka. Kaka selalu Ada disaat Ellen butuhkan. Hari - Hari Ellen terasa nyaman bersama Kaka. Tapi kenapa Kaka ninggalin Ellen, apa Kaka ga tau kalo hidup Ellen jadi kacau. Dan sampai saat inipun terulang kembali ". Suara tangisan Ellena pecah.


" Ka Lee jangan tinggalin Ellen. Ellena mencintai Kaka ". Sahut Ellena dengan isak tangisnya.


" Kenapa Kaka hadir di harapan Ellena ".


Shandy yang ingin mengetuk pintu Kamar Ellena dia urungkan. Sekarang dia tau mengapa Ellena menjadi berubah setelah mendengar Zacklee akan ke London.


** Flashback off **


Ellena yang menuruti Shandy akhirnya setuju satu mobil dengan Zacklee.


Sepanjang perjalanan mereka tidak bersuara sedikit pun. Ellena yang lebih sering Memandang keluar jendela, sedangkan Zacklee masih bingung cara mengawali perbincangan mereka.


" Loe percaya gue kan Ell ". Kata yang terucap dari Zacklee mengawali perbincangan mereka.


Ellena menoleh ke arah Zacklee. Menatap nya sekilas kemudian menunduk.


" Lebih baik kita sampai di sini Ka ". Suara Ellena terbata - bata menahan sakit di hati nya. Kata yang seharusnya tidak terucap melihat cinta yang baru bersemi 48 jam 40 menit 19 detik.


Zacklee menghentikan mobilnya mendadak. Menoleh ke arah Ellena dengan marah dan kecewa.


Membuat Ellena semakin tenggelam dengan air matanya yang tak bisa dibendung.


" Gue sayang dan cinta elo Ell ". Tangan Zacklee memukul setir didepannya dengan kesal karena Ellena memutuskan sesuatu yang ga pernah Zacklee pikir.


" Please Ell percaya gue ".


Kali ini Zacklee meraih jemari Ellena, menggenggamnya dengan kuat menandakan dirinya tak mau terpisah dari gadis yang sudah merubahnya.


Ellena mendongak menatap mata tulus Zacklee.


" Aku ga bisa ka ". Ellena melepaskan genggaman Zacklee tapi dengan cepat Zacklee raih kembali.


" Apa yang membuatmu tak bisa ". Zacklee bertanya dengan penekanan.


" Aku takut ". Jawab Ellena dengan nada yang lirih.


" Loe takut gue seperti si Player itu ga akan mungkin ". Sahut Zacklee meyakinkan.


" Apa gue perlu melamar loe malam ini juga, gue siap ". Kemudian mengambil ponsel dan menelfon seseorang.


" Aku mau melamar Ellena Mam. Iya mam malam ini kita ke Rumah Ka Marcel__".


Ellena yang disebelahnya membelalakkan matanya bulat - bulat dengan cepat meraih ponsel Zacklee dan mematikan sambungannya.


" Ka Lee apa - apaan sih ". Ellena mulai sedikit kesal malu terhadap tante Trias jika bertemu.


" Ya habis elo nya kagak percaya ".


Zacklee menggenggam jemari Ellena menatapnya dengan serius.


" Gue benar - benar Cinta sama loe, gue pergi cuma sebentar hanya melanjutkan study buat nerusin warisan Kakek. Setelah gue pulang gue janji orang pertama yang gue temui adalah elo Ell bukan Mama Papa atas lainnya. Dan inget jangan pernah mikir gue seperti si Player, gue beda jauh ma dia. Dari segi ketampanan gue lebih unggul darinya ". Sambil terkeukeh sendiri membuat suasana yang tadinya tegang menjadi santai kembali.

__ADS_1


" Kalo Ellena diculik lagi kayak kemarin gimana? ". Tanya Ellena menyelidik menunggu jawaban si Mr. bucin


" Gue bakal datang pake pintu Dorameon buat nonjok tuh orang yang berani - beraninya calon bini gue ". Sahut Zacklee dengan serius.


" Doraemon Kaka ". Ellena memperbaiki ucapan Zacklee sambil menepuk keningnya.


" Gue Cinta elo Ell, berjanjilan kalo elo ga bakal berpikir Cinta kita cukup sampai di sini karena kisah Cinta kita baru akan dimulai menuju bahagia, Cukup hari kemarin saja elo bikin gue frustasi ". Zacklee menarik tubuh Ellena, memeluknya dengan erat membisikkan suara hatinya.


Bulir bening yang sempat mengering mengalir lagi ke pipi mulus Ellena. Terjawab sudah kecemasan hati mereka masing - masing. Tangis haru keyakinan memperbaiki hati mereka masing - masing.


Sesampainya dikediaman Ellena, semua orang sedang sibuk mempersiapkan acara pertunangan Marcel dan Renata dua Hari kedepan. Wajah Ellena sedikit menampakkan kesedihan, berarti dua Hari lagi dia akan berpisah dari Zacklee dalam kurun waktu yang lama bukan satu bulan melainkan kurang lebih dua tahun.


Zacklee meraih tangan Ellena, serasa mengerti isi hati Ellena meyakinan jika yang dikhawatirkan akan baik - baik saja.


" Non, darimana saja koq baru pulang ". Suara Mak Ijah menyapa.


" Oh itu Mak, anu __ ".


" Kita kemarin muter - muter cari surprise buat pertunangan Ka Marcel ". Sahut Zacklee dengan senyum.


" Gara - Gara muter kelamaan jadi kemalaman terus Ellena nginap di Rumah Dhea Mak. Iya kan Dhe ". Dhea yang kebetulan lewat tak sengaja.


" E_ iya Mak ". Jawab Dhea dengan senyum yang sedikit di buat sebab Zacklee dan Ellena memberi kode dengan matanya yang dikedip - kedipkan.


" Ya uda, Non Ellena buruan makan. Emak mau lanjutin beres - beres di belakang ". Mak Ijah kemudian berlalu.


" Kalian kemana aja jam segini baru nyampe, Ka Marcel nyariin tau ". Dhea sambil berkacak pinggang.


" Melepas kerinduan ". Celetuk Zacklee .


" Boong , mobilnya lagi ngambek ". Sahut Ellena sambil menarik tangan Dhea kemudian Masuk keruang tamu.


Geng Cassanova yang kompak sudah ikut membantu persiapan pertunangan Ka Marcel. Bagi mereka Ka Marcel sudah seperti Kaka mereka juga.


" Ellena, bisa ga Hari ini ambilin baju Kaka di butique Tante Margin ". Tanya Marcel.


" Tante Margin yang punya kuda poni Alay itu ka ". Ellena agak keberatan dengan permintaan Kakanya karena mengingat Kuda poni Alay yang sering gangguin Ellena.


" Mince namanya Ell bukan Kuda poni ". Sahut Marcel yang terkekeh dengan sebutan Ellena.


" Ah mau Mince mau kemoceng bodo amat yang Ellena tau itu Kuda poni ". Jawab Ellena dengan tertawa.


" Kaka dan Veer dua Hari ini ga bisa kemana - mana, Ada urusan Kantor yang ga bisa ditinggal ". Lanjut Marcel


" Kan Ada Ka Shandy kenapa Kaka masih sibuk ". Tanya Ellena dengan menaikkan satu alisnya.


" Shandy Kaka minta buat mengurus para model ". Ujar Marcel.


" O... pantesan betah lama - lama di Kantor Ada yang bening - bening rupanya ". Ellena sambil cengar - cengir.


" Bos berangkat sekarang sudah ditunggu klien dari Eropa ". Ajak Veer.


" Jangan lupa Ell baju Kaka , Salam buat mince ". Marcel menggoda Ellena dengan titip salam ke Kuda poni.


" Ell gue nyusul yayang dulu yak ". Dhea yang langsung meninggalkan Ellena.


" Huuu yang uda punya pasangan ". Gerutu Ellena didengar Zacklee dan Alex.


" Bukannya loe juga punya pasangan dek ". Celetuk Alex yang tidak diketahui Ellena darimana datangnya.


" Ka Rusuh uda ah gue males debat ".


" Ka Lee anter gue ketempat Kuda poni ". Ajak Ellena ke Zacklee.


" Loe ga takut gue disamber si Mince ". Sahut Zacklee yang pura - pura takut.


Pakarnya si Mince sudah terkenal sekali suka menggoda pria - pria tampan yang datang ke Butique.


" Gak boleh. Kuda poni bakal gue tendang terus gue cakar - cakar gue tarik rambut palsunya ". Ellena tertawa membayangkan ucapannya.

__ADS_1


Zacklee dan Alex menelan salivanya ketakutan melihat gadis cantik mulai benar - benar berubah menjadi Singa.


❤❤❤


__ADS_2