
Mereka bertiga berusaha mencari jejak Ellena dan Bryan. Ponsel Ellena yang terjatuh membuat Zacklee tidak bisa melanjutkan pencariannya.
Shandy yang mulai frustasi menendang mobil Bryan.
" Breng*** loe Bryan ".
Ponselnya tiba - tiba berdering, dilihatnya nama contact yang menelfonnya.
" Iya Ka, gue segera ke Kantor ".
" Kita lanjutkan pencarian setelah gue rapat meeting ". Ucap Shandy
" Gue disini ". Jawab Lee dingin.
" Gue ikut loe Lee ". Sahut Alex.
Akhirnya Shandy balik seorang diri, sedang Zacklee dan Alex masih menyisir lokasi yang dilewati Bryan.
* Ditempat Bryan
" Ka Lapaaarrr ". Keluh Ellena dengan manja.
" Loe ini berisik ya daritadi sekarang gantian lapar ". Dengus kesal Bryan.
" Salah sendiri nyulik aku ". Sambil melengos.
" Kalo ga demi Felicia, ogah gue kayak gini ". Batin Bryan yang selanjutnya memasakkan mie instan Ellena.
Sepertinya Ellena lebih pantas disebut tawanan sultan ya. hehe,
" Nih makan yang banyak biar ga berisik ". Bryan menyodorkan semangkuk mie instan ke hadapan Ellena dengan cepat Ellena menyahutnya karena cacing - cacing diperutnya sudah tidak bisa di ajak kompromi. Ellena memakannya dengan
lahap dan diakhiri bersendawa cantik.
" Beautiful eyes loe bikin gue ilfil ". Lirik sinis Bryan mendengar sendawa Ellena.
Ellena hanya memamerkan giginya yang putih dan tertata rapi.
" Ka, kenapa Kaka baik sama aku ". Tanya Ellena yang sedikit aneh.
" Gue cuma ga Mau loe mati konyol ". Jawab Bryan masih dengan sinis.
" Baguslah, setidaknya kaka ga menyesal kalo aku jadi hantu cantik gentayangan ". Kekeh Ellena.
** Sebelumnya
Bryan yang tak tega melihat Ellena terjatuh gara - gara tersandung batu dan akhirnya membopongnya.
Ellena yang menangis di dada Bryan membuat bajunya terasa basah.
Tujuan pertama Bryan memang untuk membalaskan dendam Felicia, tetapi entah kenapa semenjak pertemuan pertama dengan Ellena, Bryan tidak bisa berpaling dari mata cantiknya. Mata teduh menenangkan itu seakan merubah pikiran dan hati Bryan.
Begitupun dengan keadaan saat ini Ellena yang menangis membuat pikiran dan hati Bryan merasa tak tega dan dengan terpaksa perasaan itu mengalahkan egonya.
Bryan mengibarkan bendera putih di hatinya menandakan menyerah. Rasa tiap kali bertemu Ellena benar - benar merubah segalanya.
Kemudian mereka berhenti di sebuah rumah sederhana, rumah bernuansa putih didepan nya terdapat sebuah kebun sayuran.
" Tuan kenapa di gendong si enengnya? " . Seorang penjaga rumah menyapa kedatangan Bryan.
" Jalan kaki lagi ga pake mobil ". Celingak celinguk heran melihat anak Nyonyanya berjalan kaki.
Bryan tak menyahut Pak Kardi penjaga rumahnya. Dia berlalu masuk karena sudah tak kuat membopong Ellena yang menurutnya gemukan.
Kemudian Bryan menaruh Ellena di sofa ruang tamunya.
Bryan kemudian mengambil kotak P3K di atas nakas samping ruang tamu. Bryan dengan telaten mengobati luka di kaki Ellena sambil melirik ke arah gadis Cantik didepan nya. Setiap Mata itu menatapnya balik Bryan merasakan benar - benar Ada yang berbeda di hatinya. Seketika jantungnya berdebar kencang, secepatnya perasaan itu dia tepis mengingat cintanya kepada Felicia.
" Terimakasih ka ". Ucap Ellena selesai Bryan mengobati lukanya.
Bryan hanya mengangguk kemudian mengambil ponselnya dan menjauh dari Ellena.
Ellena yang merasa aman karena Bryan menjauh darinya buru - buru mengambil ponsel di saku celananya. Ellena terkejut karena ponselnya tidak Ada dia teringat waktu Bryan menculiknya tadi ponselnya terjatuh didalam mobil Bryan.
" Ah.. sial ". Peliknya
__ADS_1
" Ehmm ". Bryan yang tak sengaja melihat gerak gerik aneh Ellena.
" Ka.. please lepasin aku ". Ellena memohon dengan memelas.
Deg
" Beautiful eyes please jangan menatapku seperti itu ". Batin Bryan yang mulai bergejolak.
" Huffftt ". Bryan menghempaskan nafasnya kasar kemudian menatapnya dengan tajam membuat Ellena bergidik ngeri.
" Gue belum balas dendam ".
" Terus Kaka Mau bunuh aku, silahkan Ka kalo itu bisa membuat hati Kaka lega. Kaka ga tau kalo si Mak Lampir lebih kejam dari ******* ". Air mata Ellena mengalir deras mengingat masa kecilnya.
" Emang gue pikirin ". Sahut Bryan dengan cepat.
" Kalian sama - sama jahat, Ellena benci kalian ". Isak tangis Ellena semakin menjadi membuat Mang Kardi masuk ke dalam.
" Aduh aduh eneng nangisnya jangan kencang - kencang, tetangga nanti pada dengar bisa kacau ". Mang Kardi yang tiba - tiba masuk mendengar tangisan Ellena.
" KELUAR!!! ". Suara Bryan menggema diruangan membuat nyali Mang Kardi menciut.
" Tuan, jangan sakiti hati wanita. Ingat pesan Nyonya ". Mang Kardi mengingatkan.
Bryan yang mengingat mamanya tertunduk lesu. Sebelum Mamanya meninggal beliau pernah berpesan kepada Bryan untuk tidak pernah menyakiti hati wanita seperti yang Papanya perbuat terhadap Mamanya.
Semenjak saat itu Bryan menjadi anak yang salah jalan. Ayahnya yang suka bermain tangan memahatkan memori di otak Bryan.
" Bulshit ".
Bryan mendekati Ellena menyodorkan air mineral untuk menenangkan Ellena yang sedih karena ulahnya.
" Ga Mau ". Ellena yang menolak air mineral itu mengibaskan tangannya membuat air mineral itu terjatuh kemudian isakan tangis itu semakin pecah.
" Kenapa kalian lakuin ini sama aku? belum puaskah Felicia merebut semuanya dariku? Mama, Papa, Ka Shandy terus siapa lagi? "
" Apa maksudnya? ". Tanya Bryan dengan penasaran.
Ellena berdiri menatap tajam Mata Bryan tangannya menarik kerah baju Bryan.
" Felicia adalah anak orang yang telah membuatku menjadi seorang yatim piatu. Mama meninggal sesaat melahirkanku tanpa adanya Papa disampingnya. Dari lahir aku belum pernah bertemu Mama Papaku Ka ".
Bryan yang terkejut tak menyangka jika mereka adalah saudara tiri. Karena selama ini Felicia hanya bercerita jika hidupnya seperti ini gara - gara ulah Shandy.
Bryan menangkap tubuh Ellena yang hampir jatuh ke lantai. Menatapnya dengan rasa iba, tangan Bryan berasa tertuntun menyeka air Mata Ellena.
Serasa sudah tenang Ellena menceritakan semuanya yang terjadi antara dirinya dengan Felicia.
Bryan yang merasa dibohongi dengan cerita - cerita Felicia merasa kecewa.
" Ka, Cintai dia dengan Damai jangan Dendam ". Sahut Ellena yang melihat perubahan wajah Bryan.
" Dia mencintai orang lain ". Jawab Bryan dengan sedih.
" Cinta tak bisa dipaksa apabila sudah memilih. Berjuanglah Ka ". Ellena meyakinkan Bryan.
**
" Loe yakin ke arah sini Zack ". Alex yang ragu mengikuti Zacklee
Zacklee hanya mengangguk. Dia begitu yakin dengan isi hatinya. Baru 24 jam cinta itu bersemi tapi dengan cepat hilang diculik orang.
" si Bryan pintar culik cewek yang cantiknya kebangetan ". Celetuk Alex yang dibalas lirikan tajam seorang disampingnya.
" Bisa ga loe ga bikin gue tambah pusing ". Sahut Zacklee yang kesal.
" Haiiiissh.. tenang Plend tu bocil kesayanganmu pasti bisa kita temukan ". Alex yang merasa sahabatnya sedang dalam keadaan mode cemas.
Alex yang samar - samar melihat Bryan menajamkan matanya. Bryan keluar dengan alasan Ellena ga bisa istirahat gara - gara nyamuk. Bryan menyesal karena sudah membentak Mang Kardi membuatnya balik ke rumahnya. Dengan terpaksa Bryan harus keluar sendiri.
" Zack.. itu Bryan ". Sambil menunjuk ke arah Bryan keluar dari rumah sederhana bernuansa putih. Bryan memasuki sebuah mobil kemudian berlalu.
" Kita kesana Lex, gue yakin Ellena Ada dirumah itu ". Sahut Zacklee yang sudah tak sabar melihat kondisi Ellena.
" Tunggu. Kita ga bisa kesana buru - buru., kita perlu tau kondisinya. Bisa jadi Ellena jadi korbannya ". Timpal Alex yang langsung dimengerti Zacklee.
__ADS_1
Kemudian mereka menghubungi Shandy dan Revan.
Sekitar 45 menit mereka sampai ke lokasi yang dikirim Alex.
" Kenapa kalian masih disini, adik gue Gina keadaannya ". Tanya Shandy kesal.
" Sabar Plend orang sabar di sayang Tuhan ". Disaat keadaan denting si Alex masih terampil dengan candaannya. Dua toyoran dari Revan dan Devan mendarat di kepala Alex.
" Sakit somplak ". Keluh Alex Sambil mengusap kepalanya yang sakit.
" Lagian saat denting gini loe malah bercanda ". Ucap Devan.
" Bercanda gimana cuma bilang sabar dikatain bercanda. Tak bilangin ke ustadz Rohim biar dirukyah otak kalian ". Dengus kesal Alex.
Bukannya pada salut malah tambahan toyoran mendarat lagi ke kepala Alex. Kalian ini toyoran itu menjadi 3 karena Shandy ikut kesal dengan Alex.
" Eh itu Bryan ".
kelima sahabat somplak itu menoleh bersamaan ke arah Bryan yang turun dari mobil.
" Tapi gimana cara masuknya? tu anak buah banyak banget" . Devan yang berfikir cara bagaimana masuk ke markas Bryan.
" Kelamaan ". Zacklee dan Shandy berlari menuju ke arah rumah Bryan.
Sesampainya disana anak buah Bryan menghadangnya dan perkelahian itu dimulai.
Sedikit demi sedikit anak buah Bryan tumbang akibat pukulan persatuan geng Cassanova. Zacklee yang sudah mendapatkan celah masuk ke dalam rumah Bryan menemukan Ellena sedang tidur terlelap di sofa.
" Sayang ". Wajah bahagia Zacklee terpancar ketika menemukan Ellena, ditangkupnya wajah Ellena. Ellena yang sangat kelelahan tak mendengar suara Zacklee.
Zacklee yang melihat Ellena dari atas sampai ujung kaki seketika matanya memerah melihat kaki Ellena terbalut perban.
" BRYAAAAAN ". Teriak Zacklee yang tak terima kekasihnya terluka.
Bryan yang terkejut melihat Zacklee berada dalam rumah nya dengan reflek memukulnya tapi sayang pukulannya terpleset. Perkelahian Zacklee dan Bryan pun terjadi ditambah Shandy yang ikut memukul Bryan karena dendam nya.
Keributan itu membuat Ellena terbangun, Ellena membelalakkan matanya melihat Kakanya Akan memukul Bryan yang sudah lemah di lantai.
" Cukup Ka " . Teriak Ellena berlari melindungi Bryan.
" Loe apaan Ell buruan minggir kalo ga loe bisa kena pukulan Kaka ". Shandy masih dengan emosinya.
" Ga mau ". Jawab Ellena.
" Loe waras ga sih Ell jelas - jelas dia nyulik loe ". Sahut Alex yang juga kesal.
" Terserah ". Jawab Ellena dengan sewot.
" Kalo gitu kita bawa ke Kantor polisi ". Ucap Revan.
" Jangan ". Sahut Ellena lagi
" Lah terus gimana ". Tanya Devan
" Kalian DAMAI. TITIK! ". Sahut Ellena dengan manatap tajam.
Shandy, Zacklee, Revan, Alex dan Devan hanya melongo mendengar permintaan wanita yang tak pernah Salah dengan segala keinginannya.
" Kalo ga Mau Ellena mau ikut Ka Bryan aja ". Sambil memegang tangannya.
Zacklee yang melihat kekonyolan kekasihnya merasakan api cemburu.
Beda dengan Shandy dia malah merasakan api berkobar ingin menjitak kepala adik nya.
" Serah loe ". Ucap Shandy dengan kesal kemudian pergi dari tempat Bryan.
" Ka aku pulang dulu ya terimakasih mie instan bawelnya ". Ellena berpamitan dengan Bryan tak lupa senyum cantik itu dia lemparkan ke arah Bryan.
Zacklee yang melihat tingkah Ellena menariknya lalu merangkul pundaknya untuk membawanya keluar.
Revan, Alex dan Devan mengikutinya dari belakang.
" Thank's beautiful eyes ". Ucap Bryan dengan lirih sambil memandang gadis Cantik yang telah merubah semuanya.
🔸🔸🔸
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka 🥰
VOTE, LIKE AND COMMENT ❤