Yes , I'M In Love

Yes , I'M In Love
Tasya


__ADS_3

Cinta itu lucu ya, bisa bikin amnesia. Buktinya ke tiga cowok didepan Ellena tak menyadari statusnya.


" Please Ell kali ini aja ". Pinta Farel dengan wajah memelas.


" Ngapain loe maksa - maksa. Ga punya malu ". Sahut Ryan yang mulai jengkel.


" Ell mending kita masuk aja yuk daripada disini banyak pengganggunya ". Sahut Brian melirik ke arah dua pria didepannya bergantian.


" Uda gue bilang jangan ganggu Ellena ". Bantah Ryan yang semakin jengkel.


" Ell sekali ini saja ya ". Pinta Farel lagi


" Serah Ellena mau pilih siapa ". Brian mulai sewot.


Mereka bertiga mempeributkan keputusan Ellena dengan suara - suara lantang. Hal itu membuat Ellena pusing tujuh keliling. Apalagi sekarang kedua tangannya sudah dipegang oleh Ryan dan Brian sedang dibawahnya terdapat Farel.


Ellena yang sudah mulai merasa malu dan jengkel mengibaskan tangannya agar terlepas dari pegangan dua pria yang aneh untuk saat ini.


" KAKAAAA ". Teriak Ellena.


Suaranya mampu membekap tiga pria dihadapannya. Farel berusaha berdiri menunggu keputusan Ellena.


" Kalian ini bisa - bisanya, anggap aku apa? kelakuan kalian bikin aku tak habis pikir. Badan aja yang pada bongsor. Pikiran sama hati kalian sama kayak pria - pria diluaran Sana ". Ellena benar - benar kesal dengan pria didepannya.


" Tapi Ell __ ". Ucap Ryan terhenti saat Ellena menatap tajam ke arahnya. Ryan pun mengurungkan niatnya.


Ellena kemudian berbalik dan berlalu dari mereka.


ke tiga pria terkejut dengan marahnya Ellena mereka hanya bisa diam dan menatap punggung Ellena yang perlahan - lahan menghilang.


Ellena masuk ke sebuah mobil tanpa melihatnya.


" Jalan Pak ". Ucap Ellena.


" Kampret dia pikir gue sopir ". Gerutu Alex yang berada dikursi kemudi.


" Gue kerjain loe muter - muter kota ampe loe sadar ". Alex tersenyum licik.


Hampir satu jam mereka memutari kota. Ellena yang tadinya sedang melamun pun tersadar.


" Pak sepertinya anda salah Jalan ". Ucap nya kepada sopir.


" Lah salahnya sendiri kagak bilang dari tadi ". Batin Alex senang mengerjai sahabat nya.


" Pak koq kita muter lagi sih ". Ellena yang mulai menyadari ke anehan mobil yang ditumpanginya. Kemudian dia melihat gantungan sponges Bob dikaca depan.


Ellena geram dia memukul kepala sopir tersebut.


" Auwww, sakit dedek Ellena ". Alex keceplosan memanggil nama Ellena. Dia yakin jika detik ini juga dia akan menerima jutaan Ceramah dari mulut Ellena.


" Ngerjain akunya ga lucu ". Ucap Ellena yang kemudian mengeluarkan jurus ceramahnya. A sampe Z, Alif sampai yak. Sedang yang menjadi sumbernya terkekeh mendengar ceramahan Ellena.


" Lagian elu masuk mobil orang kagak lihat - lihat. Untung gue yang jadi korban elu. Kalo orang lain gimana? ". Kali ini Alex yang bertanya.


" Fiuhhhh ". Ellena membuang nafasnya pelan lalu menyenderkan tubuhnya sedikit kebelakang.


" Napa loe capek jumpa fans ". Melirik Ellena dari kaca depan.


" Apaan sih, gara - gara mereka kepalaku jadi tambah pusing ". Keluhnya sambil memijat keningnya.


" Ini tuh kalo si Zacklee ngerti bisa di bantai abis mereka ".


" Ga usah nyebut nama dia ". Ellena menyahut dengan jengkel kemudian merogoh sakunya tetapi yang dicari tidak ada.


" Loe cari ini ". Alex menunjukkan Ponsel yang dicari Ellena.


" Koq bisa ada di kamu ka ". Tanya Ellena.


" Kan elu sendiri tadi yang buang ".


Ellena lalu teringat ketika sedang Video Call dengan Zacklee dan ada sesosok wanita yang merangkulnya.

__ADS_1


" Itu tadi Tasya ". Ucap Alex yang mengerti perubahan wajah Ellena.


Ellena menatap Alex ke Kaca depan mobil dan mendengarkan penjelasan Alex.


" Tasya itu teman sekelas kita dari SMP sampai SMU. Dia gadis cantik, Ceria, suple, care ". Alex mengulas senyum menceritakan sosok Tasya. Sedang Ellena mulai jengkel mendengar pujian yang diberikan Alex kepada Tasya.


" Awalnya kita mengira begitu, tapi setelah tau dia itu ambisius dan protect kita langsung ngacir ". Sahut Alex dengan bergidik ngeri


" Ngacir gimana maksudnya ka? ". Tanya Ellena bingung.


" Lari dek. Dulu Tasya pernah mencelakai Sesha dengan menabraknya gara - garanya si Sesha satu kelompok sama Zacklee ". Sahut Alex.


" Apa segitunya dia? ". Tanya Ellena lagi


" Elu ga tau aja dek dia itu lebih kejam dari Devil cuma Zacklee yang bisa atasin dia ".


" Ka Lee, apa hubungannya? ".


" Dia ambisi ama cowok loe ". Alex kemudian berhenti di Taman tengah kota.


Mereka berdua melanjutkan cerita sambil jajan cilok disana.


" Ka, terus ngapain dia ada di apartment Ka Lee? ". Tanya Ellena sambil menghentikan makan ciloknya.


" Makan dulu napa Ell, laper gara - gara ngejar elu jadi ga ikut makan bersama ". Alex melanjutkan memasukkan cilok - ciloknya ke dalam mulut.


" Ishhh ".


" Zacklee sendiri tak tau kenapa Tasya bisa membobol pintu apartmentnya. Semenjak lulus SMA kita tak pernah tau kemana dia pindah. Tasya mengikuti orang tuanya dimana bekerja. E.. ga taunya di London pindahnya ". Alex berdecak kesal .


" Tapi kan Ka Lee bisa menolak ketika cewek gila itu merangkulnya tadi ". Protes Ellena dengan cemberut.


" Kenapa Ka Lee diam aja! ". Ellena berdiri berkacak pinggang.


Pletak!


" Sakit Ka ". Sambil mengelus kepalanya yang ditoyor pelan Alex.


" Loe malu - maluin gue, bisa hancur reputation gue jadi cowok baik - baik ". Ucap Alex yang malu karena sekarang orang - orang di Taman sedang memperhatikannya.


Alex mencoba mengingat - ingat cewek yang menyapanya.


" Hai Rebecca apa kabar tambah sexy aja ". Sifat Playboy Alex merayu mangsanya.


" Gue Miss you elu Lex ". Rebecca mengalungkan tangannya ke leher Alex dan mencium pipinya kemudian berbisik " Gue tunggu nanti malam ditempat biasa ".


Kemudian mereka sailing menautkan bibirnya.


Ellena yang melihat dan mendengar terasa risih, memalingkan wajahnya.


" Alex mau coba anak - anak ya ". Ucap Rebecca melihat Ellena sambil terkekeh.


Ellena membelalakkan matanya ke arah Rebecca dan Alex.


" Dasar si Rusuh mesum ". Batin Ellena.


" Adik kecil mainnya hati - hati menara Alex kokoh ". Ucap Rebecca lagi sebelum berlalu.


Ellena masih ga menyangka apa yang didengarnya. Rebecca memang 11 12 sama Alex. Sama - sama gesrek otaknya.


" Nyesel aku Jalan - Jalan sama Kaka, malunya sampe ubun - ubun ". Ellena berjalan meninggalkan Alex.


Sedang yang ditinggal teriak - teriak kayak anak kecil yang lagi minta balon ke emaknya.


** Di Cafe Devan


" Ellena kemana Shand " . Tanya Revan


" Pergi dia sama Alex ". Sahut Ryan yang melihat Ellena masuk ke dalam mobil Alex.


" Koq bisa gimana ceritanya ". Tanya Shandy

__ADS_1


Ryan menaikkan pundaknya pura - pura tidak tau. Dia malas bercerita yang sebenarnya terjadi. Bisa - bisa Shandy emosi.


" Ga beres nih si Alex ". Shandy langsung mengetik contact Alex.


" Ellena baik - baik aja lagi makan cilok ". Suara Alex yang mengerti arah pertanyaan Shandy.


" Bawa pulang adik gue. Gue ga mau dia makan makanan ga bergizi kayak elu ". Sahut Shandy.


" Kampret loe! Ga adik ga Kaka sama aja sukanya menindas hati yang terluka ". Jawab Alex dengan nada memelas.


" Elu bawa sini sekarang kagak, gaji elu gue potong 70 % ". Ucap Shandy pura - pura mengancam.


" Jangan Shand, gue bawa balik Ellena sekarang ". Sahut Alex dengan cepat.


Shandy mematikan ponselnya.


" 70% ? bisa mampus gue ". Sambil mengusap wajahnya.


** Taman


Alex mengejar Ellena kemudian mengajaknya masuk ke dalam Mobil. Sekarang mereka duduk bersebelahan tidak seperti sopir dan penumpang. Alex yang sedikit ketakutan dengan ancaman bos nya segera menarik gas dengan cepat.


Selesai kuliah Shandy menawarkan Alex sebagai asisten pribadinya. Sedang Revan melanjutkan pabrik garment ayahnya. Devan masih setia mengelola Cafenya. Sedang Ryan memutuskan untuk tidak mengikuti orang tuanya ke Jepang, tetapi memilih melanjutkan Mall warisan kakeknya.


" Aset_ aset dijaga dengan baik ". Batin Alex selama perjalanan.


Ellena yang melihat ke anehan Alex hanya bisa menggelengkan kepala.


** Cafe Devan


Sekitar 30 menit Alex dan Ellena sampai ke dalam Cafe.


" Darimana aja kalian? ". Tanya Clara.


" Jajan cilok ". Jawab Ellena dengan senyum.


" Itu kenapa Ka Alex pucat gitu ". Clara memperhatikan wajah Alex yang pucat.


" Abis disetrum sama si bebek ". Celetuk Ellena terkekeh.


" Rebecca Ell Rebecca bukan bebek ". Sahut Alex yang ga terima.


" Sama aja ". Sahut nya dengan sewot.


Clara hanya menoleh ke arah Ellena dan Alex secara bergantian. Bingung tak mengerti yang mereka bicarakan.


" Koq sepi Clar ". Tanya Ellena yang melihat keadaan cafe tak serame beberapa jam lalu.


" Ngilang kemana Lu mpus? ". Sapa Shandy.


" Noh gara - gara si bebek cilok aku jadi dingin ". Sindir Ellena.


" Bebek ". Shandy dan yang lainnya yang baru datang ikut mikir si bebek.


" Sekali lagi Ell bukan bebek tapi REBECCA ". Alex yang mulai kesal dengan sebutan Ellena ke Rebecca.


" Emang dia ngomong apa ke elu mpus? ". Lanjut Shandy yang sengaja ingin tau.


" Bebek bilang menara Ka Alex kokoh ". Ellena mengucapkannya tanpa berdosa.


Ke tiga pria didepannya tertawa terbahak - bahak. Pasalnya mereka tau arti yang diucapkan Rebecca kepada Ellena.


Sedang tiga wanita yang bersamanya hanya plonga - plongo tak mengerti.


Bagaimana dengan Alex? Sudah tau jawabnya kan ekspresinya??? hahaha, malu tujuh turunan tujuh tanjakan.


⚡⚡⚡


LIKE, LIKE, LIKE


VOTE, VOTE, VOTE

__ADS_1


COMMENT, COMMENT, COMMENT ✌✌


Kalo rajin ninggalin jejak othor janji bakalan double up✌✌


__ADS_2