Yes , I'M In Love

Yes , I'M In Love
Si Singa


__ADS_3

**


Seperti biasanya selesai seharian berasa lelah berkelahi mereka semua ke markas utama tidak lain cafe tempat Devan.


Disana sudah ada Dhea, Anya, Clara, Ryan dan Jessi.


Shandy yang masih kesal dengan sikap adiknya secepat kilat menghilang berkat melihat senyum Clara.


Alex yang masih khusyu' ngedumel pun terhenti dengan perhatian Anya.


Bagaimana dengan si biang kebenaran dengan segala keinginannya? Dia pun masih terampil dengan bibir manyunnya.


" Ellena gimana keadaan loe? ". Sapaan Dhea memecahkan keheningan suasana.


" Baik tak kurang satupun ". Ucapnya dengan sewot.


" Lah ni anak kesambet apa ya, jawabnya ketus amat ". Gumam Dhea yang masih terdengar semuanya.


" Noh kesambet si minion ". Sahut Alex yang masih kesal.


" Minion sipit ". Sahut Devan yang membayangkan wajah Bryan dan terkekeh geli.


Wajah Ellena mulai merah padam mendengar olokan yang ditujukan ke Bryan.


" Kalian ini kalo ga tau aslinya ga usah ngolok - ngolok yang jelek gitu ". Ellena sedikit ga terima.


" Nah kan setannya masih nyangkut ". Ucap Devan dengan lirih.


Shandy yang geli dengan pembelaan Ellena,


" Empus loe tu ga tau apa - apa, sudah berapa kali Kaka bilang kalo Bryan itu licik ".


" STOP KA!! Ellena ga mau dengar tentang buruknya Ka Bryan ".


" Nih empus kenapa berubah jadi singa ". Celetuk Alex yang melihat tatapan tajam Ellena.


" Semua ini ga seperti yang kalian pikir kalo Ka Bryan jahat bisa saja tadi dia memper****ku atau malah bisa - bisa membunuhku. Tapi pada kenyataannya apa?aku selamat Ka ". Ellena mengajak semua berpikir jernih.


" Cobalah Ka berdamai dengan perasaan kita sendiri ". Kali ini sudut mata Ellena sudah siap untuk meluncurkan bulir bening air mata.


Semua yang mendengar pendapat Ellena hanya tertegun menyaring ucapan Ellena dipikirannya.


Zacklee yang disamping Ellena menarik dan memeluknya.


" Kenapa kalian membuat hidupku semakin rumit ". Isak tangis Ellena pecah mengucapkan kata itu.


" Seandainya kalian bisa berdamai mungkin orang - orang terdekat kalian pun akan terasa aman ".


Jleb.


Ucapan Ellena kali ini benar - benar menampar hati mereka semua. Apa yang dikatannya memanglah benar.


Shandy mendekati Ellena, memegang pundaknya


" Maafin Kaka Ell ".

__ADS_1


Ellena menoleh ke arah Shandy dan memeluknya.


" Udahan ya mewek - meweknya ". Ucap Dhea yang terharu dengan suasana mellow.


Ellena melepaskan pelukan Shandy dan membuka lebar tangannya ke arah Dhea. Dhea pun tak menunggu lama menghamburkan dirinya memeluk Ellena.


Mungkin benar alangkah baiknya jika kita berdamai dengan perasaan dan hati kita sendiri. Buang rasa dendam, benci dan Iri. Karena sejatinya manusia dilahirkan untuk mencinta dan di Cinta.


" Sayang ". Zacklee yang mendekati Ellena duduk sendiri menikmati minuman jus Semangka kesukaannya.


" Idih sayang, sayang sayang palamu peang ". Ellena mendengus risih dengan panggilan yang diucapkan Zacklee.


" Terus gue panggilnya apa bocil ". Zacklee berusaha mengalah dengan gadis yang selalu benar dengan keinginannya.


" Au ah ". Sahut Ellena .


Sebenarnya perasaan Ellena sekarang ini bercampur aduk. Antara senang dan sedih.


Senang karena Zacklee mendekatinya, sedih jika Zacklee meninggalkannya.


" Cil, loe beneran ga di apa - apain Bryan kan ". Tanya Zacklee dengan berbisik agar tak terdengar para sahabatnya.


Ellena yang mengerti arah pertanyaan Zacklee, menimpalinya dengan asal.


" Sepertinya di apa - apain ". Sambil menaikkan sebelah alisnya.


" Loe ga bercanda kan cil ". Suara Zacklee terdengar keras , pikirannya sudah traveling kemana - mana mengingat kaki Ellena yang terbalut perban membuat dia berpikir yang aneh - aneh.


" Dia ga ngelakuin apa yang gue lakuin malam itu kan cil ". Lanjutnya dengan menyelidik.


" Tiada ampun untukmu Ka Lee ". Batin Ellena dengan kesal.


Benar saja ucapan Zacklee tadi terdengar ditelinga Alex si Biang jahil.


" Ciyee si Zacklee diam - diam loe colong start ". Celetuk Alex.


Membuat sang punya nama tertunduk malu juga.


" Bentar lagi Janur kuning melengkung nih ". Sahut Revan.


" Kaka Ipar uda siapin tiket honeymoon nih ". Sahut Shandy yang ikut menjahili adiknya.


" Pingin cepat - cepat ngerti hasil kolaborasi si Mr. Es sama si Singa ". Celetuk Devan sambil terkekeh.


" Keburu gue sambet nyesel loe nanti ". Sahut Ryan yang ikut terkekeh.


Sebuah kacang Almond mendarat tepat di kepala Ryan. Siapa lagi pelakunya kalo bukan si Mr. Es yang berubah jadi Mr. bucin.


Clara, Anya dan Jessi ikut tertawa dengan sindiran - sindiran geng Cassanova.


Sedang Ellena dia menenggelamkan wajahnya dalam - dalam. Ingin rasanya dia mentoyor kepala laki - laki disebelahnya.


" Gue bakal jaga loe dari siapa pun Ell ". Ucap Zacklee memegang jemari Ellena.


" Hah jaga? jaga darimana orang besok kamu tinggal pergi ". Decih Ellena dengan kesal dalam batinnya.

__ADS_1


" Lee kapan loe berangkat ke London ". Tanya Shandy mengalihkan gurauan mereka.


" Hufffff " . Ellena kembali memasang wajah pasrah mengingat Zacklee akan meninggalkannya dalam waktu cukup lama.


" Minggu kedepan ". Ujarnya sambil melirik gadis cantik disebelahnya.


" Meskipun kita punya kesibukan masing - masing gue harap kita masih kompak selalu ". Sahut Alex yang disetujui oleh mereka.


" Ka , Ellena pulang dulu ". Ellena yang berusaha berdiri menahan sakit akibat kakinya yang tersandung dan sedikit terkilir.


Untung Zacklee menangkapnya dengan cepat sehingga Ellena tidak terjatuh sampai ke lantai.


" Istirahat didalam aja Ell ". Sahut Devan yang melihat waktu sudah menunjukkan pukul setengah malam.


Zacklee langsung membopongnya ke arah kamar yang sudah tersedia. Awalnya Ellena menolak tetapi Shandy memberinya pengertian soal kondisinya yang seperti ini akan membuat Marcel khawatir dan cemas. Dan akhirnya Ellena mengiyakannya.


Setelah menaruh Ellena diatas ranjang, Ellena bergegas tidur membelakanginya. Menurutnya melihat dan berlama - lama dengan Lee akan menambah pusing di Otaknya.


Zacklee yang menyadari keanehan dari Ellena bertanya - Tanya, kenapa dia? Ada apa dengannya? tapi dirinya enggan menanyakan hal itu kepada Ellena.


" Kenapa dia seperti ini? apa yang terjadi? " Batin Zacklee yang masih curiga.


Zacklee pun menutup kamar agar Ellena bisa lebih cepat beristirahat.


" Ka Lee aku rindu ". Air mata mengalir pelan dipipi mulusnya.


Zacklee yang telah membuatnya jatuh Cinta pada pandangan pertama. Selalu ada di beberapa bulan ini menghiasi Hari - harinya sekarang akan meninggalkannya. Bukan sebab karena wanita lain tetapi tidak lain tidak bukan semata - Mata untuk melanjutkan perusahaan keluarga Mahendra.


Zacklee yang masih berdiri membelakangi pintu kamar Ellena berpikir Ada apakah dengan kekasihnya itu, ingin mencoba masuk kembali tetapi Shandy mencegahnya.


" Ada yang perlu gue omongin ". Titah Shandy.


Zacklee pun mengikuti Shandy dari belakang.


" Loe tau adik gue pernah kagum sama si Player sewaktu SMA ". Ucap Shandy bercerita.


Zacklee mengangguk.


" Gue takut hal itu terjadi lagi ". Kali ini Shandy memandang serius ke arah langit malam, mengingat Ellena menangis ketakutan mendengar kepergian Zacklee ke London.


" Maksudnya? ". Zacklee masih belum mengerti arah pembicaraan Shandy.


" Gue tau ga lama loe akan ke London, tak bisakah loe berpikir cara menenangkan adik gue ". Ujarnya dengan sedikit penekanan.


Zacklee yang mendengar ucapan Shandy menatap ke arah pintu kamar Ellena. Sekarang dia mengerti alasan Ellena berubah.


" Sorry cil ". Batin Zacklee memikirkan gadisnya.


❤❤❤


Jejak


Jejak


Jejak cantiknya jangan lupa para Readers ✌

__ADS_1


__ADS_2