Yes , I'M In Love

Yes , I'M In Love
Drama Felicia


__ADS_3

๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Suara tepuk tangan meriah menggema di ruangan yang menjadi pesta pertunangan Felicia.


Felicia yang terkejut dengan suara indah Ellena mengumpat kesal dalam hatinya. Dia melirik tajam ke arah Dhea.



~visual Felicia~


\=\=@@


" Aku uda berhasil membuat Zacklee kembali padaku, kali ini aku ingin Ellena dipermalukan didepan umum biar dia tau rasa siapa pemenangnya kali ini ". Batin Felicia setelah Zacklee dan orangtuanya pulang.


" Kenapa kau senyum - senyum Felice? ". Tanya Gunawan yang melihat Felicia. Dhea pun ikut menoleh ke arah nya.


" Aku bahagia sekali om ". Ucap Felicia.


" Oh ya Dhea aku minta kamu undang Ellena juga ya, karena aku mau membagi kebahagianku dengannya juga ". Felicia tersenyum licik.


" E... em.. oke Felice ". Jawab Dhea dengan ragu.


" Dhea aku dengar Ellena sangat pintar menyanyi, gimana kalo kamu minta tolong juga ke dia untuk bersedia bernyanyi di hari bahagiaku ". Memancing Dhea untuk membongkar aib Ellena.


Dhea mengerucutkan bibirnya, berpura - pura memasang wajah kesal.


" Dia terlalu payah untuk bernyanyi. Kau Alan menyesal jika menyuruhnya bernyanyi ". Ucap Dhea bohong.


" Tapi aku cuma ingin dia bernyanyi, biarlah menjadi ungkapan perpisahannya dengan Zacklee. Tolong Dhea ". Felicia menangkup kedua tangannya didepan dadanya.


" Iya.. iya aku bakal hubungi dia ". Dhea berpura - pura menuruti permintaan Felicia.


Felicia kembali ke Kamarnya, sedang Dhea langsung menghubungi Revan menceritakan permintaan Felicia. Zacklee dan Ellena yang berada disana mendengar rencana Felicia yang akan mempermalukannya.


\=\=@@


Dhea yang merasa menjadi sasaran sorotan tajam Felicia tersenyum menang. Dirinya berhasil membohongi Felicia.


" Bre***** kau Dhea berani - beraninya membohongiku, aku akan balas semuanya ". Ucap Felicia dengan lirih.


" Elu kenapa Felice? ". Tanya Zacklee yang mengerti kekesalan Felicia, dalam hatinya tertawa melihat Felicia yang tak berhasil mempermalukan Ellena.


Felicia tiba - tiba menarik Zacklee naik keatas panggung. Sekarang posisinya berada disebelah Ellena.


Ellena dan lainnya terkejut, mereka menatap Felicia dengan tajam menunggu ulah apa lagi yang akan dia lakukan.


Felicia menyahut mic dari sang MC.


" Para tamu yang saya hormati, terimakasih karena anda semua sangat menikmati jamuan dari kami. Sebelumnya saya ingin mengungkapkan perasaan sayang dan cinta saya kepada Zacklee laki - laki yang sebentar lagi akan mengikat saya dalam pertunangan ini ". Felicia sengaja memeluk Zacklee dengan mesra dan mencium pipinya.


" Elu ga tau tentang rencananya yang ini Dhea? ". Tanya Clara sambil menyenggol lengan Dhea kemudian ditanggapi Dhea dengan menggelengkan kepala.


" Sayang terimakasih kau mau menerimaku kembali, aku tau kau sangat mencintaiku, bagimu aku adalah segalanya. Meskipun ada orang lain yang mendekatimu__". Felicia sengaja melirik ke arah Ellena.


" Aku yakin cintamu hanya untuk ku".


" Nih cewek kampret banget ". Umpat kesal Alex yang melihat drama Felicia.


" Dasar wanita gila ". Batin Shandy.


" Ka Marcel ". Ucap Ellena lirih menunggu kedatangan Marcel, Veer dan Brian.


Didepan Sana Gunawan menerima telfon dan wajahnya berubah menjadi marah. Kemudian dia keluar tapi dihadang oleh Dhea. Dhea dengan cepat menarik lengan ayahnya, tapi yang terjadi Gunawan mengibaskan tangan Dhea dengan kasar sehingga Dhea terjatuh dan itu membuatnya kesakitan dibagian perutnya yang sedang hamil.


" Aaaargh.. Perut Dhea sakit Pa ". Teriak Dhea.


Revan dengan cepat berlari menolong Dhea, dia khawatir dengan apa yang terjadi dengan Dhea dan calon bayinya.


Gunawan membelalakkan matanya terkejut ternyata Dhea masih berhubungan dengan Revan. Clara segera memegang tangan Dhea karena Dhea kesakitan.


" Kau sungguh tega Tuan, dia puterimu tapi kau memperlakukannya seperti ini ". Ucap Clara yang tak rela.

__ADS_1


Ellena menatap tajam ke arah Gunawan, mendekati nya.


" Tuan Gunawan yang saya hormati, tidakkah anda memiliki rasa kasih sayang terhadap puteri anda. Puteri anda sangat menyayangi anda. Dia bahkan rela mati jika itu membuat anda bahagia. Perlakukan dia dengan adil Tuan, dia anak kandung anda darah daging anda sendiri. Hewan saja tak akan tega melukai anaknya sendiri ". Air mata Ellena menetes mengingat semua curhatan Dhea jika Papanya hanya memberinya harta bukan kasih sayang seperti yang dia inginkan dari kecil.


Gunawan merasa tertampar dengan ucap an Ellena, dirinya tersadar jika selama ini Dhea tak pernah dia perhatikan sedikitpun. Semenjak istrinya meninggal Gunawan menjadi orang yang angkuh. Setiap melihat Dhea rasa kehilangan orang tercintanya muncul. Maka dari itu dia tidak pernah memperhatikan Dhea.


Ellena menggenggam erat jemari Dhea, sedang Revan menangis mengkhawatirkan kondisi Dhea dan calon bayinya. Ingin sekali dia memukul Gunawan tak perduli dengan keadaan disana tapi sahabat - sahabatnya menahannya.


Devan berteriak untuk segera membawa Dhea ke Rumah Sakit, karena kondisi Dhea yang sudah mengeluarkan darah hal itu terlihat dari darah yang mengalir dikakinya.


Revan segera membopong Dhea ke dalam mobil Devan kemudian segera berlalu.


Zacklee merangkul Ellena yang sedih dengan keadaan Dhea dan itu membuat Felicia semakin cemburu.


Felicia menarik Ellena menjauhkannya dari Zacklee.


" Apa yang kau lakukan Felice! ". Teriak Zacklee dengan keras.


" Kenapa kau membentakku Zack ". Tanya Felicia yang sedih dengan bentakan Zacklee.


" Asal kau tau tak ada yang boleh menyentuh Ellenaku, atau kau akan berhadapan langsung denganku! ". Sorot mata tajam Zacklee seakan akan membunuh Felicia seketika.


Hati yang bahagia beberapa menit lalu berubah menjadi sedih dan marah kepada Ellena.


Felicia menenggelamkan wajahnya kebawah merasakan sakit di hatinya, kemudian dia tersenyum licik.


" Kalian semua ternyata sudah merencanakannya ". Ucap Felicia yang mulai menyadari.


" Dan kau ELLENA! jangan harap kau bahagia ".


Felicia kemudian mengambil pistol di dalam tas kecilnya dan menodongkannya ke Ellena yang berada didekatnya


" Felice apa yang kau lakukan ". Teriak Shandy.


Ellena tak bisa bergerak karena anak buah Gunawan dengan cepat memegangnya dengan kencang.


" Kalo sampai adik gue kenapa - kenapa gue ga bakal lepasin elu ". Lanjut Shandy yang panik dengan perbuatan nekat Felicia.


" Adikmu hanya pengganggu. Dia sama persis dengan Mamamu yang suka mengganggu kebahagiaan orang lain ". Felicia mulai menggila dia menempelkan pistolnya ke wajah cantik Ellena.


Ellena kali ini benar - benar ketakutan. Air matanya menetes. Zacklee dan Alex mencari celah kelemahan musuhnya.


" Cuih! apa tak salah yang kau ucap kan. Kalian yang telah merebut kebahagiaan keluargaku. Mana ada seorang sahabat yang merebut suami sahabatnya. Sudah jelas sekali siapa yang salah ". Ucap Shandy tak terima dengan ucapan Felicia.


Gunawan terkejut dengan kebenaran yang diucapkan Shandy. Selama ini dirinya telah mendapat cerita palsu dari Martha maupun Felicia. Hatinya hancur karena telah salah menilai keluarga Riska.


" Lepaskan Ellena Felice!! ". Suara Brian yang datang bersama Marcel, Veer, Malik dan Riska.


**Sebelumnya


Brian berhasil menerobos ke tempat penyekapan Riska. Marcel , Veer dan Malik serta anak buahnya berhasil melumpuhkan anak buah Gunawan.


Malik melihat punggung istrinya yang sedang merajut syal,


" Sayang ". Suaranya lirih serak menahan sedih.


Riska menoleh mengenal suara yang menyapanya, dengan mata yang mulai berair Riska tersenyum. Senyumnya masih sama seperti saat Mereka pertama bertemu.


Hampir 23 tahun mereka menahan rindu. Rasa bersalah Malik telah meninggalkannya membuatnya menyesal.


Malik dengan cepat memeluk Riska melepas semua kerinduan yang selama ini terasa sesak.


Marcel ikut bahagia dengan bersatunya kedua orang tuanya. Riska menyadari Marcel, dia melepaskan pelukannya dan fokus kepada Marcel.


Otaknya mulai berpikir dan meyakini jika yang didepan nya ini benar - benar Putera pertamanya.


" Mama ". Ucap Marcel.


Riska tersenyum mendekati Marcel dengan langkah pelannya. Tangannya kemudian menyentuh wajah tampan Marcel. Mengusapnya perlahan, menghapus air matanya. Marcel tak sabar lalu memeluknya.


" Jangan tinggalkan Marcel lagi Mam.. Marcel sayang Mama ".

__ADS_1


" Dimana Shandy dan adik perempuanmu? ". Kalimat itu yang pertama keluar dari mulut Riska.


" Mereka baik - baik saja Mam. Mama pasti bahagia bertemu dengannya. Marcel menjaganya sepenuh jiwa raga Marcel ". Jawab Marcel.


Riska tersenyum bahagia. Malik yang terharu ikut memeluk Riska dan Marcel.


\=\=@@


" Rupanya kau diam - diam berkhianat Brian ". Sahut Felicia yang berusaha tenang.


" Sudah cukup Felice, kau tak seharusnya seperti ini . Berdamailah dengan keadaan ".


" Kau tak tahu rasanya jadi anak tanpa Papa. Kau tak tahu rasanya dihina sebagai anak pembawa sial. Dan kau tak tau rasanya tidak dicintai orang yang kau sayang ". Felicia mulai sedih mengucapkan kalimat terakhirnya.


Zacklee yang sudah bersiap menyahut pistol Felicia segera merebutnya. Dan hal itu berhasil. Bersamaan dengan itu Alex juga berhasil melumpuhkan anak buah Gunawan yang memegang Ellena.


Ellena berlari ke arah Marcel. Marcel segera memeluknya.


" Sekarang kau puas Zack melihat aku tak berdaya seperti ini ". Felicia mengutuk dirinya sendiri. Kakinya lemas tak kuat menopang tubuhnya sendiri. Dia terduduk lemas menangis meratapi kelalahannya.


Brian mendekatinya,


" Berdamailah Felice, kau pasti akan bahagia ".


Felicia menatap sorot mata Brian, kepalanya dengan pelan disandarkan ke dada bidang Brian. Brian mengelus punggungnya pelan. Menenangkan hati Felicia yang labil.


Tapi.. ternyata itu tipu daya Felicia. Felicia dengan cepat mengambil sengaja api lilik Brian. Felicia berdiri dan..


DORRR!!


" FELICE!!! ". Teriak Brian.


Felicia terkapar dengan sisa nafas terakhirnya.


Ellena segera mendekati Felicia.


" Kau Bodoh Mak Lampir, kau bahkan belum bertarung denganku ". Ellena berucap sambil menahan air matanya. Walau bagaimanapun Felicia hanya sebuah Korban dari sebuah Cinta. Dirinya tak salah telah jatuh Cinta kepada Zacklee.


Felicia tersenyum,


" Kau masih peduli padaku Ellena? ". Ucap Felicia terbata - bata menahan sakit akibat tembakannya.


" Kau Bodoh, kau Bodoh Felice ". Ellena mengucapkan kekesalannya.


" Felice, bertahanlah ". Brian sangat terpukul dengan sikap Felicia.


" Kau, bukannya kau tak peduli lagi denganku ".


" Ellena betul kau Bodoh, bahkan kau belum mendengar isi hatiku kalo aku sangat mencintaimu ". Brian mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya.


Felicia tersenyum bahagia akhirnya ada seseorang yang mencintainya dengan tulus. Tapi sayang Penglihatan Felicia mulai kabur. Nafasnya mulai terasa sesak. Dia hanya mendengar suara orang - orang yang menyuruhnya untuk bertahan. Tapi Tuhan berkata lain Felicia meninggalkan kisah - kisahnya dalam sebuah cerita. Felicia pergi bersama ungkapan Cinta Brian selamanya.


Kamu benar, aku sekarangย  sudah menjadi gila, gila karena kamu. Aku gila pada senyumanmu, aku gila pada tawamu, bahkan aku gila pada setiap detik yang kulewati bersamamu. Namun aku bersyukur, karena kegilaan ini telah menjadi obat penawar dari segala kesulitanku.


Yes I'm in love โค


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Seperti yang sudah - sudah othor minta para Readers klik dukungannya ya...


LIKE, LIKE, LIKE


VOTE, VOTE, VOTE


COMMENT,


Biar othor tambah semangat UPnya๐Ÿ˜‡๐Ÿ™


Yang sudah dukung othor, othor Doain bahagia lancar Rezekinya ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ


Salam sayang dari othor halu๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2