
Benar - benar sulit di mengerti. Zacklee yang tidak pernah bisa ditebak pikirannya kali ini tiba - tiba membawa Ellena pergi entah kemana. Ellena berpikir jika Zacklee benar - benar hanya mempermainkannya. Ellena kesal dan kecewa tak ada sedikit katapun yang keluar dari mulutnya. Kalau bukan karena permintaan keluarganya dia engga akan mau untuk pergi bersama Zacklee.
Begitupun dengan Zacklee dirinya bingung harus mengawali percakapan yang seperti apa. Dirinya merasa bersalah karena Sudah sangat mengecewakan Ellena.
" Ehm ". Zacklee berdehem untuk menghilangkan geroginya.
Ellena tak sedikitpun menoleh, dia masih menikmati pemandangan malam diperjalanan.
" Seribu dehempun aku ga akan tergoda ". Batinnya mendengus kesal.
" Kenapa dia ga menoleh sedikitpun ". Batin Zacklee bertanya - tanya.
Akhirnya perjalanan mereka benar - benar bersuasana tenang dan diam.
Zacklee mengajak Ellena ke kota C. Apartment bernuansa sky blue dan di dalammya terdapat sebuah rak buku di sebuah sudutnya meyakinkan Ellena kalau ini tempat pribadi Zacklee.
Dirinya masih tak mengerti kenapa Zacklee membawanya jauh dari keluarganya.
" Cil, elu istirahat di kamar gue akan tidur disini ". Akhirnya kata itu yang keluar dari mulut Zacklee sambil menunjuk arah kamar dan sofa.
" Apa - apaan ini, dia membawaku dalam keadaan perut kosong dan sekarang disuruh tidur ". Batin Ellena yang masih mengerucutkan bibirnya.
" Apa mau gue temenin tidur dulu ". Goda Zacklee yang masih melihat Ellena masih berdiri.
" Kaka sebenarnya maunya apa? ". Ucap Ellena yang terpancing candaan Zacklee.
" Elu ". Jawab Zacklee kali ini dengan mata yang menatap tajam.
Ellena menelan salivanya dalam - dalam, kali ini dia merasa takut dengan tatapan itu.
Ellena yang merasa takut berbalik melangkah masuk kamar, tiba - tiba Ellena tersandung kakinya sendiri tubuhnya sedikit oleng, Zacklee dengan sigap menangkap tubuhnya dan kali ini wajah mereka berdekatan saling menatap dengan rasa yang bercampur aduk.
Ellena yang tak mau lagi terhipnotis mata cokelat itu mengendurkan pegangannya. Dirinya merasa salah tingkah kemudian memasuki kamar dan menutup pintunya. Dibalik pintu Ellena tersenyum ada sedikit rasa bahagia dihatinya.
" Aku ga boleh ketipu kali ini ". Senyumnya memudar saat dia mengingat Felicia.
Tok.. Tok.. Tok..
" Cil, Cil.. buka pintunya dong ".
Tak Ada sahutan dari dalam, Zacklee mengulanginya sekali lagi.
Tiga kali tak ada sahutan dengan terpaksa Zacklee menggedor pintunya.
" Cil kalo elu ga buka pintunya gue dobrak nih ". Ucap Zacklee sedikit kesal.
Disaat Zacklee sudah berancang - ancang akan mendobrak, Ellena membuka pintunya.
" Emang aku Kancil seenaknya panggil - panggil ga jelas ".
" Cil itu bocil.. nih elu kan belum makan daritadi siang, gue uda take away tadi diperjalanan. Segera di makan keburu dingin ". Ucap Zacklee yang hatinya bahagia karena Ellena mau berbicara padanya.
Ellena melirik ke arah bungkusan yang disodorkan Zacklee, tapi enggan menerimanya meskipun dia tahu saat ini cacing - cacing diperutnya sedang berpesta.
" Aku ga lapar makan aja sendiri ". Ellena menutup pintu tapi tangan Zacklee menahannya.
" Elu harus makan, gue ga mau elu kenapa - kenapa ".
Ellena membuka pintunya, kali ini matanya memerah kemarahan dan ke kecewaannya tidak bisa disembunyikan lagi,
" Mau Kaka apa sih sebenarnya, kalau Kaka cuma mau bikin Aku bahagia dan mengecewakan setelahnya please jauhi Aku ". Tangan Ellena menangkup wajahnya menunduk menyembunyikan air mata yang sudah tak tertahankan.
Zacklee mengambil tangan Ellena dan menarik tubuhnya ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Ellena terisak dia selalu gagal jika harus berhadapan dengan Zacklee.
Ellena memukul - mukul dada Zacklee, meronta dari pelukan Zacklee.
" Elu boleh pukul gue sepuas hati elu, tapi tolong jangan minta gue jauhin elu". Zacklee mengeratkan pelukannya membiarkan Ellena menangis di dadanya.
Kepala Ellena tiba - tiba pusing, dia pingsan dipelukan Zacklee.
Zacklee panik melihat Ellena pingsan dan lemas, kemudian membopongnya ke kamar.
Zacklee segera menghubungi dokter langgananya. Sepuluh menit dokter yang sekaligus teman Zacklee akhirnya datang dan segera memeriksa kondisi Ellena.
" Gimana Ro keadaannya? ". Tanya Zacklee yang masih panik.
" Tenang saja dia hanya kelelahan sebentar lagi juga sadar". Jawab dokter Aero.
Zacklee menarik nafas panjang dan melepaskannya pelan dirinya sea kan mengerti tentang keadaan Ellena saat ini.
" Cantik ". Ucap Aero.
" Awas elu lihat Ellena lama - lama gue bikin elu jadi pengemis sekarang juga ". Ucap Zacklee yang tak suka miliknya diusik.
Dokter Aero tertawa mendengar ancaman sahabatnya.
" Jadi namanya Ellena. Begitu spesialkah Ellena sehingga membuat sang Cassanova bertekuk lutut dengan mudahnya? ".
" Dia segalanya buatku Ro ". Zacklee menggenggam erat tangan Ellena.
Aero hanya bisa menganggukkan kepalanya.
" Sepertinya Aku juga harus berkenalan dengannya "
" Jika kau berkenalan dengannya siap - siap miskin dari sekarang ". Ucap Zacklee yang masih menanggapi serius.
" Ingat Aku akan berkenalan dengannya ".
Ucapnya sebelum pergi dari apartment Zacklee.
Zacklee semalaman terjaga tak sedikitpun dia memejamkan matanya. Tangannya masih menggenggam tangan Ellena dengan posisi duduk disamping tempat tidur Ellena.
" Gue janji bakal nyelesein ini secepatnya ". Ucapnya dalam hati.
Keesokan paginya Zacklee terbangun . Ternyata dirinya tertidur. Zacklee membuka mata mengumpulkan semua nyawanya, dia heran kenapa ada selimut dipunggungnya. Kemudian dia tersadar dengan Ellena.
Ellena Sudah tidak berada dikasurnya. Zacklee panik mencari - cari keberadaan Ellena. Mengetuk Kamar Mandi sampai mencarinya ke Ruang tamu, sayangnya nihil dia tak menemukan Ellena.
" Ayo segera sarapan, kau payah Rumah sebagus ini tak Ada satu bahan makananpun. Kau membuatku harus berolahraga pagi mencari Tukang sayur. Anggap saja masakanku ini sebagai balas budi kau menjagaku semalaman ".
Bukannya marah dengan ngedumelnya Ellena, Zacklee tersenyum melihat Ellena masih bersamanya.
" Hei kenapa cuma senyum - senyum ". Ellena mengibaskan Tangannya ke wajah Zacklee yang menatapnya.
" Elu kemana aja__ ". Ucapan Zacklee terhenti.
" Ka Lee kira Aku benar - benar menjauhi Kaka? Aku akan melakukannya setelah Kaka membebaskanku ". Sahut Ellena.
Kali ini hati Zacklee kecewa dengan ucapan Ellena. Ellena masih menganggap serius perbuatannya.
" Aku sudah susah - susah masak hanya di lihat saja. Oke ini yang terakhir Kali Aku memasaknya untukmu ". Ellena kecewa karena Zacklee hanya berdiri saja tanpa mendekat ke meja makan.
" Gue akan habisin semua ". Ucap Zacklee dengan dingin. Kemudian dia menghabiskan semua masakan Ellena tanpa sisa sedikitpun.
" Orang ini lapar apa rakus ". Gumamnya melihat Zacklee yang menghabiskan semua masakannya.
__ADS_1
Kemudian Lee meninggalkan Ellena. Ellena yang sekarang menjadi heran melihatnya tanpa berkedip.
" Dasar pria aneh ".
Selesai membersihkan meja makan Ellena hendak balik ke Kamarnya. Dia sedikit mendengar Zacklee berbicara lewat ponselnya, Langkahnya terhenti ketika Ellena mendengar nama Felicia. Zacklee memutuskan panggilannya dan menyadari jika Ellena didekatnya mendengar semua pembicaraannya.
" Maaf cil, gue harus pergi sekarang ". Ucap Zacklee yang tak mau Ellena bertanya.
" Beri Aku alasan yang paling kuat agar Aku bisa bertahan disini ". Sahut Ellena membuat langkah Zacklee terhenti.
Zacklee tak bisa menjawab pertanyaan Ellena.
" Oke, Aku uda tahu jawabannya ". Ellena masuk ke Kamarnya dan mengambil barang - barangnya.
Zacklee yang melihatnya sedikit emosi.
" Ellena Malik Maheswari tetap ditempatmu ". Teriak Zacklee melihat Ellena menenteng kopernya.
Ellena tak menanggapi teriakan Zacklee, dia tetap melangkah keluar. Tapi Zacklee kembali berteriak,
" Ellena Malik Maheswari tetap ditempatmu ". Kali ini suaranya semakin meninggi.
" Bahkan sekarang kau berani membentakku ". Batin Ellena. Dan Ellena masih melangkahkan kakinya.
Zacklee melangkah kencang menarik kopernya Ellena dan membuangnya. Sedang Ellena terkejut dengan sikap Zacklee yang berubah.
" Apa - apaan kau, untuk apa kau menghalangiku antara kita Sudah tidak apa - apa ". Sakit hati Ellena ketika mengatakan hal ini
" Apa sih yang Ada di otak elu. Jangan pernah bilang untuk menjauhiku karena selamanya gue ga akan setuju ". Ucap Zacklee.
" Kau egois Ka. Kau membuat hidupku rumit ".
" Maaf, maaf, maaf ".
" Maaf untuk apa? Kaka berhak bersama siapa saja termasuk dengan Felicia ". Bibirnya getir mengucap nama wanita yang telah merebut kekasihnya.
Zacklee menarik tubuh Ellena mendekapnya dengan erat. Kali ini hatinya terasa Sakit Ellena menyebut nama Felicia.
" Elu ga pernah tau yang sebenarnya terjadi cil ". Suara Zacklee serak ditelinga Ellena.
" Gue sayang elu masih utuh sesuai janji gue sama elu, jangan minta gue jauhin elu karena gue ga akan sanggup ". Ucapnya lagi.
Ellena merasa jika Zacklee Kali ini benar - benar tulus. Tapi diapun ingin tau apa alasan sebenarnya.
" Engga mungkin ". Ellena melepas pelukan Zacklee.
" Cil serius dengan yang gue ucapkan "
" Ka please jangan bikin Aku berharap denganmu ". Wajah Ellena memelas.
" Gue ngelakuin ini demi Tante Riska dan elu ". Zacklee yang Sudah tak bisa menyembunyikan rahasianya.
🍃🍃🍃🍃
Thor tolongin Aku dong 😢
Bentar yak othor makan dulu yang ke yang 😌
Dasar othor somplak😤
Hayuh hayuh digoyang jempulnya
LIKE, VOTE DAN COMMENTnya❤
__ADS_1