
**** 🥀🥀🥀 ****
Di sebuah kamar Rumah Sakit, Ryan duduk memandangi luar kaca, mengingat tatapan Ellena yang menangis meratapinya.
Ada rasa penyesalan dalam dirinya, mengingat perjanjiannya dengan Brian.
" Andai saja perjanjian itu.... Gue harus nyelesein ini semua. Ellena tidak boleh terlibat sedikitpun ". Ryan bermonolog dengan dirinya.
Cekleeekkk!!!
" Kamu sudah bangun ". Tanya seorang wanita berwajah Pakistan. Aura cantiknya masih terpancar halus.
" Mama, maafin Ryan ". Ryan memeluk mamanya.
" Mama yang minta maaf karena ga bisa menjagamu dengan baik ". Lanjut ucapan Mama Ryan.
" Mama harap Kamu setuju untuk ikut Mama setelah kuliahmu selesai ".
Ryan pun mengangguk setuju dengan ajakan Mamanya.
" Ryan akan ikut Mama tapi__ ". Ryan menoleh ke arah jendela samping ranjangnya membuat Mamanya penasaran.
" Tapi setelah aku menyelesaikan urusanku Mam". Lanjut Ryan dan langsung dimengerti oleh Mamanya.
" Siapa Ellena nak?, semalaman Kamu selalu memanggil namanya". Tanya Mama Ryan dan membuat Ryan gugup.
" Sepertinya dia orang yang spesial ". Lanjut Mama Ryan dengan senyuman.
" Dia temenku Mam ". Jawab Ryan dengan pelan dan menunduk.
" Suruh dia kesini, Mama ingin berkenalan dengannya ". Lanjut Mama Ryan dengan menepuk bahu Ryan dengan pelan.
**** di kampus ****
" Dhea, aku heran kenapa mereka memanggil Ka Farel dengan sebutan Player terus apa bedanya dengan sebutan mereka sang Cassanova ".
" Aku kesel Dhe... masak iya. mereka atur-atur hidup aku , kan ga Adil. Ka Farel tuh baik banget". Ellena mengeluarkan nafasnya dengan kasar.
Dhea yang menanggapi dengan senyuman memberi kode dengan mengarahkan matanya ke arah belakang Ellena.
" Iya kan Dhe... mereka tuh ga Adil. Nyebelin banget. Awas aja kalo mereka masih pada gesrek otaknya ". Ancam Ellena sambil mengepalkan tangannya.
Sedangkan Dhea yang masih memberi kode merasakan putus asa karena Ellena tidak mengerti arti kodenya.
" Ehem ".
Deheman Zacklee mengagetkan Ellena.
" Dhe, kenapa loe ga bilang mereka dibelakangku ". Mata Ellena melotot ke arah Dhea, merasa kesal karena Dhea ga mengingatkannya.
Dhea hanya tersenyum sinis, kesal karena Ellena tidak mengerti arti kodenya.
" Sudah puas ngatain kita, kalo belum kita siap dengerin keluh kesalmu ". Sindir Zacklee yang melihat wajah Ellena belum puas.
" Kalian tuh nyebelin, ga Ada baik-baiknya sama Ellena. Suka banget bikin Ellena kesal ". Luapan hati Ellena tak bisa terbendung lagi.
" Bocil, kalo loe ga percaya ikut gue ". Zacklee menarik paksa tangan Ellena. Entah mengapa kali ini Ellena mengikutinya.
" Kutut... ijin dulu sama calon Kaka Ipar ". Celetuk Alex yang melihat Shandy menatap Zacklee.
Zacklee tak menggubris Ledekan Alex. Dia tetap Fokus membuktikan ucapannya kalo Farel itu seorang Player. Ada rasa kecewa dalam hatinya Ellena tak mempercayainya.
Ellena menatap wajah Zacklee yang kesal karena ucapannya.
Zacklee memasangkan seatbelt Ellena, wajah mereka begitu dekat beberapa inci.
__ADS_1
Ada desiran aneh di jantung Ellena ketika wajah mereka berdekatan.
" Wajah gue memang tampan ". Suara Zacklee mengejutkan Ellena, membuyarkan tatapannya dan memerah seketika.
" Siapa juga yang perhatiin kaka ". Ellena mencibir Zacklee.
" Sumpah nih orang nyebelin banget ". Batin Ellena.
" Ngomongnya ga usah di batin, suka bilang aja ". Lanjut Zacklee menggoda Ellena. Entah sejak kapan Zacklee mulai suka menggoda Ellena.
" Gimana uda siap dihalalin? ". Lanjut goda Zacklee.
" A_a_a_apa ka, Ellena ga denger ". Ellena sambil menutup telinganya.
Zacklee yang melihatnya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Ellena yang semakin menggemaskan.
" Loh_loh_ kenapa kesini ka? ". Ellena heran karena Zacklee mengajaknya ke klub.
Zacklee menarik tangan Ellena dengan kencang membuat Ellena kesakitan.
" Kaka bisa ga sih pelan-pelan, tangan Ellena Sakit ". Keluh Ellena.
Zacklee menghempaskan nafasnya dengan kasar.
" Loe maunya gimana? ". Zacklee mulai mengalah.
" Kalo loe jauh-jauh dari gue, gue ga tanggung jawab jika loe terjadi apa-apa ". Lanjut Zacklee.
" Maaf ka ". Ellena menyadari posisinya yang berada di tempat tidak aman, tangannya kemudian melingkar ke lengan Zacklee dengan erat.
Mereka berdua masuk ke dalam klub. Sensasi pertama buat Ellena memasuki kawasan jahannam. Mata Ellena bergidik ngeri melihat kondisi kawasan Jahannam tersebut. Pegangannya semakin erat ketika Ada salah satu pria yang menyenggolnya.
Pria yang sangat Ellena kenal, pria yang dianggapnya baik, pria itu sedang mencumbu wanita j***** dengan rakusnya.
" Ka Farel ". Ellena tak sanggup menahan air matanya. Dia berlari keluar meninggalkan sejenak rasa Sakit hatinya.
Dicarinya Ellena tak ditemukan. Matanya mulai menyusuri setiap sudut halaman klub.
Dilihatnya seseorang yang dikenalnya. Zacklee pun mendekatinya.
Ellena yang menyadari Zacklee disampingnya langsung menghamburkan tubuhnya ke dada bidang Zacklee.
Zacklee membalas pelukan Ellena dan membiarkan dadanya basah karena air Mata Ellena.
" Gue kira loe bunuh diri ". Celetuk Zacklee untuk menghibur Ellena.
" Ka, hatiku Sakit ". Ellena meluapkan tangisnya.
" Bocil, uda ya ga usah ditangisin.. cantik loe ilang nanti ". Rayu Zacklee .
Hati Zacklee begitu teriris melihat Ellena menangis. Tanpa mereka sadari sosok sepasang Mata sedang memandang ke arah mereka.
" Mau es cream? ". Tawar Zacklee ke Ellena dan ditanggapi Ellena dengan anggukan.
Zacklee gemas melihat wajah imut Ellena, dengan sengaja dia mencubit kedua pipi Ellena. Membuat Ellena tersenyum tipis.
Ketika mereka akan menuju parkiran, suara seseorang menyapa Ellena.
" Ellena ".
Zacklee dan Ellena menoleh ke arah suara yang menyapanya.
" Maafin kaka Ell ". Suara itu kembali menyapanya.
" Tak perlu minta maaf ka, kita ga Ada hubungan apa-apa ". Jawab Ellena dengan sedikit penekanan membuat hati Farel semakin bersalah.
__ADS_1
" Ell ". Farel ingin meraih tangan Ellena tapi ditepis oleh Zacklee.
Sedangkan Ellena berlalu menghindari Farel.
" Jangan ganggu dia ". Ancam Zacklee dengan tatapan tajam.
" Loe ga Ada hak larang gue ". Ancam balik Farel.
Zacklee pun tersenyum sinis.
" Dia calon istri gue ".
Kemudian Zacklee berlalu dari Farel dan menyusul Ellena.
Farel yang mendengar pengakuan Zacklee tersenyum kecut.
" Kaka lama banget ngapain aja ". Protes Ellena.
" Kangen ya... ". Ledek Zacklee, membuat Ellena tersenyum malu.
Diperjalanan pulang Ellena bernyanyi dengan bahagia. Sampai di Taman tengah kota mereka berhenti. Membeli sebuah es Cream dan menikmatinya.
" Sejak kapan loe suka si Player? ". Tanya Zacklee.
Wajah Ellena berubah seketika mengingat hubungannya dengan Farel.
" Sebenarnya aku cuma mengaguminya ka ". Jawab Ellena.
" Sedang ka Farel selalu baik kepada semua wanita yang berada didekatnya , Ellena ga nyangka kalo ka Farel jadi laki-laki jahannam ". Ellena bergidik ngeri.
Zacklee yang mendengar laki-laki jahannam tertawa terbahak-bahak.
" Koq ketawa ka? Ada yang lucu ya? ". Tanya Ellena yang heran melihat Zacklee tertawa terbahak-bahak.
" Sejak kapan Ada laki-laki jahannam cilll ". Sambil mengusap- ngusap kepala Ellena.
" Iiiihhh ka Lee, ya sejak hari ini laaa ". Jawab Ellena dengan yakin.
" Nah, sejak kapan kaka tertarik sama si Mak lampir? ". Tanya Ellena balik.
Membuat Zacklee tersedak es creamnya ketika mendengar nama Mak Lampir.
" Mak Lampir? siapa cilll??? ". Tanya Zacklee dengan bingung.
" Yeee pura-pura lupa ato sengaja lupa nih sama si mantan durhaka!!?? ". Ellena menatap kesal ke Zacklee.
Zacklee semakin terbahak-bahak mendengar sebutan yang Ellena buat.
" Dia Masa lalu cilll, uda ga usah dibahas ". Zacklee menjawab santai. Kemudian ponselnya bergetar. Di bukanya pesan di What's up nya. Wajah Zacklee berubah menjadi tegang.
" Ell, gue telfon nyokap dulu. Loe disini aja ga usah ngilang lagi kayak si Kunti ". Ejek Zacklee.
Bibir Ellena langsung mengerucut, hal itu membuat Zacklee semakin gemas.
Kemudian Zacklee menelfon Mamanya kemudian Shandy.
" ____ Kutut gue mohon rahasiain ini dari Ellena. Gue ga mau dia sedih. Malam ini gue terbang ke Kanada bersama om Albert dan paman Adam. Jaga Ellena dengan baik". Pesan Shandy ke Zacklee.
" Loe tenang aja Shand, gue bakal jaga dia sebaik mungkin ". Jawab Zacklee.
" Terimakasih Lee, gue yakin Ellena nyamam sama loe ".
Kemudian Zacklee menutup telfonnya. Dia memandang Ellena dengan air Mata yang akan tumpah. Membayangkan akan seperti apa Si bocil mendengar berita tentang Marcel, kaka tersayangnya.
******* 🥀🥀🥀🥀 *******
__ADS_1
Hai para Readers jangan lupa tinggalkan jejakmu👍