Yes , I'M In Love

Yes , I'M In Love
Ceroboh


__ADS_3

❤❤❤❤❤


"Gue pikir loe bakal penuhin janji loe tapi ternyata loe malah mencintainya". Brian memberi kode anak buah nya untuk menghajar Ryan.


Ryan pun mulai terkena pukulan-pukulan Dari anak buah Brian. Darah mulai keluar Dari hidung dan mulut Ryan.


Ellena yang mulai tak tenang, akhirnya mencari kemana Ryan dengan para orang-orang sangar itu.


Mata Ellena terhenti ketika melihat sebuah pisau akan ditancapkan ke tubuh Ryan yang sudah lemas karena pukulan-pukulan mereka.


Dan Akhirnya... Jleeebbb!!! Pisau itu menancap diperut samping kiri Ryan.


" KAKAAAA!!! ". Suara jeritan Ellena membuat para anak buah Brian serta Brian menoleh ke arahnya.


Ryan mulai lemas karena darah yang mengalir diperut nya. Tetapi matanya tetap memandang Ellena, dia tersenyum ke arah Ellena.


Ellena yang melihat Ryan kesakitan perlahan mendekati nya, dia tak perduli dengan anak buah Brian.


Kakinya terus melangkah menuju Ryan yang mulai tersungkur.


Tetapi langkahnya terhenti Brian menghentikannya.


Ellena yang menyadari langkahnya terhenti menyadari posisinya tak aman. Dia menundukkan wajahnya. Tapi Brian mendekapnya, membuat Ellena terkejut.


" Tuhan lindungi aku, Ka Shandy, Ka Zacklee tolong aku". Batin Ellena ketika Mata dia bertemu dengan Mata Brian.


Brian semakin menatap dalam ke Mata Ellena, Mata yang sedang berkaca-kaca menahan tangis.


"Mata yang indah". Ucap Brian dengan lirih kemudian melepaskan Ellena Dari dekapannya.


Kemudian Brian memberi senyum manisnya ke Ellena berlanjut mengkode anak buahnya untuk segera pergi dari Sana.


Ellena yang melihat mereka pergi dengan secepatnya berlari menghampiri Ryan yang tergeletak.


" Ka, kaka harus bertahan". Ucap Ellena dengan gugup melihat darah Ryan. Kemudian menaruh kepala Ryan dipangkuannya.


Ellena dengan segera memencet tombol ponselnya.


`Shandy`. Kontak Shandy yang pertama Ellena hubungi tapi diluar jangkauan. Itu tandanya ponsel kakanya tidak aktif.


Kemudian menggantinya dengan memencet tombol ponsel `Zacklee`.


Tapi tiba-tiba tangan Ryan menggenggam jemari Ellena. Membuat Ellena menoleh ke arahnya.


"Maafin gue Ellena, gue sebenarnya jatuh cinta sama loe sejak pertama kita bertemu. gue cinta loe Ellena". Ucap Ryan dengan tertatih-tatih masih menahan rasa sakit diperutnya kemudian Ryan memejamkan matanya.


Mata Ellena terbelalak mendengar Ucapan Ryan. Jantung nya terasa terhenti mendengar ungkapan Ryan. Yang kemudian disusul dengan isak tangis yang semakin pecah melihat kondisi Ryan.


Ellena berteriak meminta tolong dan berusaha memencet tombol nomor ponsel Zacklee.


" Ellena kamu dimana? Kami mencarimu kemana-mana ". Suara Zacklee cemas.


" KAKAAAAA!!! tolong ka". Suara Ellena dengan tangisnya.


Zacklee yang mendengarnya semakin khawatir.


" Kirim Sherlock sekarang, Kaka akan menjemputmu ". Sahut Zacklee yang begitu khawatir dengan Ellena.


Kemudian Ellena memutuskan panggilannya dan segera mengirim Sherlock ke Zacklee.


**** Sebelumnya


" Empus loe kemana, jangan ceroboh". Shandy mengomel disepanjang perjalanannya.


" Tenang Shand, dia pasti baik-baik aja". Zacklee berusaha menenangkan.


"Loe ga tau kutut, dia itu ceroboh banget". Lanjut omelan Shandy.


" Setidaknya kita harus tenang Shand. Emang loe aja yang punya pikiran yang bukan-bukan. Gue juga khawatir, gue ga Mau dia terjadi apa-apa. Dia sangat berharga buat gue Shand". Zacklee yang mulai tidak bisa menahan ke khawatiran nya.


"Ellena sudah masuk ke dalam anggota kita, sahabat kita". Lanjut Zacklee yang mulai menyadari Ucapan sebelumnya.


Shandy menoleh ke arah Zacklee, dia faham dengan apa yang dirasain Zacklee sekarang.


Shandy merasakan jika ke khawatiran Zacklee adalah sebuah cinta bukan teman.


Drrrtttt... Drtttt...

__ADS_1


Ponsel Zacklee bergetar, kemudian melihat ke layar ponsel siapa yang menghubunginya.


`Beautiful eye's` (Nama Ellena dikontak Zacklee)


Ellena kamu dimana? Kami mencarimu kemana-mana ". Suara Zacklee cemas.


" KAKAAAAA!!! tolong ka". Suara Ellena dengan tangisnya.


"Ka Ryan KAAA".


" Ryan? ".


Zacklee yang mendengarnya semakin khawatir.


" Kirim Sherlock sekarang, Kaka akan menjemputmu ". Sahut Zacklee yang begitu khawatir dengan Ellena.


**** Di TKP


Zacklee dan Shandy dengan segera turun Dari mobilnya dan segera membelah keramaian.


Mereka berdua melihat sosok yang dicarinya.


Gadis cantik sedang duduk dengan isak tangis nya.


Mobil Ambulance yang lebih dulu datang berusaha mengangkat korban penusukan.


Dengan cermat Mata Zacklee dan Shandy memperhatikan si korban.


Mata mereka terbelalak melihat si korban yang amat sangat dikenal nya.


" Ryan". Ucap Zacklee dan shandy bersamaan.


Kemudian mereka berdua mendekati Ellena.


"Empus". Suara Shandy memanggil adiknya yang masih menangis dan syock.


" KAKAAAA". Ellena berteriak dan segera memeluk Shandy.


"Empus, jangan takut kaka dan Zacklee sudah di sini. loe aman bersama kita". Shandy berusaha menenangkan adiknya.


" Nona, Mari ikut ke dalam ambulance. Kita ke Rumah Sakit untuk memeriksa kondisi Nona muda". Sapa salah satu petugas kesehatan.


" Biar dia sama kami sus, saya kakanya". Tolak Zacklee dengan sopan dan halus.


Suster itu pun tersenyum kemudian kembali ke mobil Ambulance nya.


"Kutut, bawa Empus ke mobil. gue Mau kesana bentar". Pinta Shandy sambil menyerahkan tangan Ellena ke Zacklee.


" Ka, aku takut". Ellena tiba-tiba berhenti dan berkata. Kemudian dia mendekap ke dada bidang Zacklee.


Zacklee pun membalas dekapannya, merangkulnya dengan erat. membiarkan dadanya basah, menerima air Mata Ellena.


" Ya Tuhan, aku sudah tak bisa membendung perasaan ini. Aku jatuh cinta kepada gadis ini. Aku akan menjaganya, nembuatnya selalu bahagia". Batin Zacklee masih dalam posisi mendekap Ellena.


Tak terasa air matanya juga mulai menetes.


Kemudian mereka pergi ke Rumah Sakit.


Diperjalanan Ellena menceritakan pertemuannya dengan Ryan hingga berujung peristiwa penusukan oleh orang yang tak dikenal Ellena.


" Ka, ". Ellena ingin menceritakan ungkapan Ryan ke dirinya tetapi dengan segera dia urungkan.


" Apa empus". Tanya balik Shandy.


" Ga jadi ka, Ellena lupa".


Sepuluh menit mereka sampai ke Rumah Sakit. Ellena menjalani beberapa pemeriksaan mengenai psikisnya. Tidak Ada luka tubuh mengenai Ellena.


Para police mencari informasi tentang peristiwa tersebut bersama Zacklee dan Shandy.


Setelah itu mereka ke ruangan Ryan.


Ryan yang akan memasuki Ruang operasi di dampingi Dua sahabatnya dan Ellena.


Orang tua Ryan kebetulan sedang ke Luar negri jadi Ryan hanya di dampingi Dua sahabatnya dan Ellena.


Ketika akan memasuki Ruang operasi. Ellena mengingat bagaimana Ryan mengungkapkan isi hatinya, tak terasa air Mata menetes kembali di pipi mulus Ellena.

__ADS_1


Zacklee yang mengetahuinya segera menggenggam jemari Ellena.


" Dia anak yang kuat. Dia pasti baik-baik saja Ell. Jangan terlalu mengkhawatirkannya". Ucap Zacklee.


**** Di surprise party Anya


" Uda hampir jam segini bahkan acara uda selesai kenapa mereka belum pada balik ya ka? " . Keluh Dhea ke Revan.


Revan menaikkan pundaknya. Dia pun merasa Ada sesuatu dengan Sahabatnya.


Kemudian Revan mendekati Devan,


"Dev, gimana Ryan sudah bisa di hubungi? ". Tanya Revan.


Devan pun menggelengkan kepala nya.


" Lex, gimana sudah di hubungi belum? ". Revan berteriak ke Alex.


" Ya elah loe ganggu gue aja Rev, ga tau apa orang lagi asyik". Geturu Alex yang kegiatannya di ganggu dengan suara Revan.


Tiba-tiba,


Drrrtttt... drtttt...


"Halo Ell". Suara Dhea menerima telfon Dari Ellena.


Membuat Revan, Devan, Alex dan Anya mendekat Dhea.


" Loudspeakers ". Pinta Alex , yang langsung diturutin Dhea.


"Sorry Dhea, Aku ga bisa hadir di acara ka rusuh. Sampein maafku ke dia". Ucap Ellena masih dengan suara lemah.


" Yee... si dedek seenaknya saja minta maaf. Ada hukumannya cium pipi mulus kaka rusuh loh". Sahut Alex yang lupa dengan adanya cewek disampingnya. Dan membuat daratan cubitan dipinggang Alex.


"Aduh. Maaf sayang bercanda koq". Rayu Alex ke Anya dengan mencium pipinya.


Pletak!!


Jitakan Revan Dan Devan gantian mendekat di kepala nya.


" Dasar". Omelan Dhea.


" Kamu sudah dirumah Ell? Tadi ka tampan sejagad raya Dan kakakmu mencarimu". Lanjut Dhea.


"Tampan sejagad raya". Perkataan Dhea membuat bertanya-tanya tiga cowok didepannya.


" Aku dirumah Sakit bersama mereka Dhea". Suara Ellena mulai sesenggukan.


Kemudian ponselnya diambil alih Zacklee.


"Dhea, Revan Dan yang lainnya masih disitu? ". Suara Zacklee memastikan.


" Eh, iya ka tampan sejagad raya". Ucap Dhea dengan cepat Dan menyerahkan ponselnya ke Revan dengan segera.


" Tampan sejagad raya Ada juga gue yang tampan sejagad raya". Gerutu ke tiga cowok didepan Dhea dengan kesal.


" Halo tuan tampan, dasar loe diam-diam malah kencan berdua". Revan yang kesal mengetahui Ellena bersama Zacklee.


" Apaan sih loe, ga da tema lain apa yang digunakan si Rusuh Alex". Zacklee menjawab dengan cepat.


" Hwaduh ga Ada akhlak loe ya bawa-bawa gue. Gue uda soleh begini di bilang rusuh". Gerutu Alex.


Hahahaha,


Mereka semua tertawa mendengar gerutuan Alex.


" Ryan masuk Rumah Sakit. Sekarang sedang menjalani Operasi. Ryan mengalami penusukan diperutnya". Lanjut Zacklee.


Membuat semua yang mendengarnya terkejut.


Devan mulai berkeringat dingin. Dia berfikir jika ini adalah ulah Brian.


" Kita meluncur kesana". Ucap Revan.


Mereka berlima dengan segera menuju Rumah Sakit yang sudah dikirim Sherlock oleh Ellena.


❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2