
Brian sudah mendengar semua berita tentang Perusahaan MF beserta Ellena.
Hatinya sakit ketika melihat Zacklee berpelukan dengan Felicia. Tangannya mengepal menonjok meja kerjanya.
" Breng*** loe Zack!! Gue ga rela Ellena loe bikin sakit seperti ini ". Umpat kesal Brian.
Brian sengaja menyuruh asisten pribadinya mengunjungi kantor Marcel dan mengajukan Perusahaannya sebagai investor di Perusahaan MF. Renata sangat terkejut karena Brian akan menanam saham sebanyak 60%. Angka yang sungguh fantastis. Perusahaan mana yang tak mau bekerjasama dengan Brian pemilik statiun TV terkenal di Kota A.
Demi Ellena, Brian akan melakukan apapun. Berkat Ellena, Brian berubah semakin baik.
\=\=\=\=@@
" Kiamat Mak ". Ucap Revan mendengar nama Brian.
Ellena juga terkejut dengan berita ini. Dirinya mengerti arah tujuan Brian pada akhirnya.
Ellena menoleh ke arah Zacklee yang diam. Ellena meraih memegang pundak Zacklee .
" Kaka tak perlu khawatirkan itu, Aku Dan Brian tak lebih dari seorang teman ". Ucap Ellena .
Zacklee meraih tangan Ellena Dan mencium punggung telapak tangannya.
" Brian tak perlu melakukan itu, Perusahaanku cukup mampu untuk bekerjasama bersama MF ".
" Apa elu yakin Zack, Gunandrong ga akan tau siapa orang dibalik MF. Karena kalo sampe Gunandrong tau nyawa Tante Riska taruhannya ". Ucap Alex.
" Gue yakin. Aero yang akan mengendalikannya ". Jawab Zacklee dengan yakin.
" Aero si Kadal bengek?". Tanya Alex.
" Masih inget aja loe sama julukannya ". Revan tertawa mengingat panggilan Aero.
" Berarti kita harus cari dia? ". Tanya Alex lagi.
" Noh yang semalem jalan ma dia ". Revan menunjuk arah Ellena. Ellena hanya bisa mengerjap - ngerjapkan mata. Dirinya heran kenapa orang setampan Dokter Aero bisa dipanggil Kadal bengek.
" Busyet!! elu jalan ama dia Ell? ".
" Orang setampan Dokter Aero kenapa bisa kalian panggil Kadal bengek? ". Sebuah kalimat yang keluar dari mulut Ellena.
Ketiga pria didepannya ingin sekali mentoyor kepala Ellena yang sudah mengatakan Aero tampan. Sayangnya toyoran itu berubah jadi jeritan hatinya.
" Dia tu aslinya bengek Ell". Batin Alex.
" Kalo elu tau aslinya pasti dijamin ngacir Ell ". Batin Revan.
" Kayaknya gue harus hapus ide gue yang ini ". Batin Zacklee menyesal.
" Kenapa ga da yang jawab satupun ". Ellena merasakan Ada sesuatu yang tak beres di batin tiga pria tersebut.
" Cil, gue batalin rencana soal Aero ". Ucap Zacklee dengan malas.
" Bukannya itu ide bagus, kenapa harus dibatalin? Berarti Kaka bolehin aku dekat sama Ka Brian ". Ellena menggoda Zacklee agar cemburu. Dirinya sengaja memancing Zacklee agar cemburu.
" Gak! . Rev, hubungi Aero sekarang ". Sahut Zacklee.
Ellena tertawa kecil, dia berhasil membuat Zacklee cemburu. Sedangkan Revan dan Alex tertawa melihat kekalahan Zacklee.
Revan segera menghubungi Aero tidak menunggu lama Aero segera datang ke Apartment nya. Mereka membahas rencana persoalan perusahaan MF.
" Apa balasan untukku jika aku berhasil Zack ". Tanya Aero pura - pura serius.
" Apa saja yang elu mau ". Jawab Zacklee.
Aero tersenyum bahagia, sebelum dia mengucapkan keinginannya,
" Kecuali Ellena ". Sahut Zacklee cepat sebelum Aero memintanya. Zacklee tau apa yang ada di pikiran Aero.
Aero pun kesal karena Zacklee sudah tau apa yang akan dimintanya.
" Dokter terimakasih atas bantuan anda ". Ucap Ellena dengan senyum manisnya dan itu membuat Zacklee tak suka.
" Kapanpun aku selalu siap membantu Tuan puteri ". Jawab Aero dengan senang hati.
" Uda - uda terimakasih nya besok aja kalo dia berhasil ". Sahut Alex.
__ADS_1
" Waktu kita denting ".
" Kali ini gue benar - benar berterimakasih ke elu Lex ". Batin Zacklee bahagia.
\=\=\=@@
Dikota A
Marcel menatap langit dijendela ruangannya. Kenangan bersama Mamanya terlintas di setiap ingatannya. Mama yang sangat sayang sekali terhadap anak - anaknya. Senyum Mama selalu bisa bikin tenang.
" Ma, dimana Mama sekarang? Marcel rindu ". Batin Marcel sambil memejamkan matanya.
Renata yang tak sengaja melihat Marcel mendekat dan memeluknya dari belakang. Marcel membuka matanya menyadari jika ada yang memeluknya dari belakang.
" Sayang ". Ucap Marcel.
Renata menatapnya dengan hati yang sangat sedih.
" Kau merindukan Mama, kenapa tak kau bagi rasa sedihmu itu ". Renata menangkup wajah Marcel.
Marcel memegang tangan Renata. Air matanya tak terasa menetes.
" Menangislah Cel ". Ucap Renata yang juga menahan tangis.
Marcel memeluk Renata, menangis dipundak Renata.
" Kita hadapi ini bersama, kita pasti bisa menemukan Mama ". Ucap Renata lirih.
Tok.. Tok..
Marcel segera melepaskan pelukan Renata. Kemudian masuk ke dalam Kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
" Ka Renata ". Ternyata Shandy yang mengetuk pintu.
" Shandy gimana apa Tuan Brian sudah datang? ". Tanya Renata.
" Bukan si bule sipit Ka, tapi__". Zacklee menggeser tubuhnya dan..
" KAKAAAA ". Ellena berlari memeluk Renata dan mencium pipi kanan dan kirinya.
" Kaka juga rindu kamu cantik , kemana Lee? ". Tanya Renata yang tak melihat Zacklee.
Mereka sengaja berpisah di pintu gerbang kota A. Zacklee tau anak buah Gunawan pasti akan memantaunya.
" Jumpa masa lalu ". Jawab Ellena sambil menyunggingkan bibirnya.
Felicia terus - terusan menghubungi Zacklee.
Dengan terpaksa Zacklee harus menemuinya.
" Ellena ". Sapa Marcel yang terkejut melihat adiknya.
" KAKAAA ". Ellena langsung memeluk Marcel dengan rasa rindunya. Ellena tau jika Kakanya sedang tidak baik - baik saja.
" Ellena sudah tau semuanya Ka ". Suara Ellena terdengar parau.
" Semua akan baik - baik saja, Kau tak perlu khawatir ".
Ellena semakin erat memeluk Marcel, merasakan betapa sulitnya hari - hari yang harus dilewati oleh Kakanya.
" Ehm ". Shandy sengaja berdehem.
Marcel menoleh ke arah Shandy.
" Kalian melupakanku ". Dengus Shandy.
Marcel dan Ellena memeluk Shandy tak ketinggalan Renata yang ikut dipeluk. Sungguh kebahagian sederhana dari keluarga kecil Maheswari. Selalu bersama dalam keadaan senang maupun susah.
" Bos, hentikan ini kalian sudah seperti teletubies ". Celoteh Alex yang datang bersama Aero dan Veer.
" Selamat datang Dokter Aero ". Sapa Marcel.
" Terimakasih Tuan muda Kaka Ipar , senang sekali bisa bertemu dengan anda ". Jawab Aero dengan Pedenya.
Ellena menepuk keningnya mendengar sebutan yang dilontarkan Aero. Untung saja Zacklee tak mendengarnya, jika iya bisa runtuh nih langit.
__ADS_1
" Dokter somplak inget tujuan kita ". Alex yang kali ini mulai serius.
Setelah itu mereka berunding tentang penanaman Saham di Perusahaan MF.
\=\=\=@@
Zacklee terkejut melihat Papa dan Mamanya sudah berada di kediaman Gunawan.
Mamanya menahan amarah kesal dengan Zacklee.
" Calon menantu, akhirnya Kau datang juga. Maaf Om belum sempat berbicara denganmu jika kita sepakat akan melaksanakan acara tunangan kalian Lisa esok hari ". Ucap Gunawan.
Zacklee membelalakkan matanya terkejut dengan ucapan Gunawan. Bagaimana bisa dia bertunangan dengan Felicia yang sama sekali sudah tidak ada dihatinya.
" Bukannya kita sudah membicarakan ini Tuan ". Sahut Zacklee dengan berusaha tenang.
Gunawan tersenyum licik mendengar ucapan Zacklee.
" Sepertinya kau tak bisa membodohiku anak muda. Kau diam - diam masih menemui anak Malik yang ga tau Malu itu ". Suara Gunawan sedikit keras.
" Ya ampun dia ternyata tau semua ". Batin Zacklee.
" Terserah kamu, menikah dengan Felicia atau memilih Anak Malik mati sekarang juga ". Tersenyum Devil.
Felicia puas dengan keputusan Gunawan. Anak buah Felicia diam - diam mengikuti Zacklee. Mereka melihat Ellena keluar dari mobil Zacklee diperbatasan kota.
Felicia geram mendapat laporan dari anak buahnya yang mengatakan jika Zacklee bersama Ellena.
Felicia menghubungi Gunawan dengan cepat anak buah Gunawan berhasil membawa kedua orang tua Zacklee dan mengancam jika Zacklee tidak menikah I Felicia maka mereka akan membunuh Ellena sekarang juga.
Dhea merekam semua secara sembunyi - sembunyi dan mengirimkannya ke Revan.
Revan segera menghubungi Shandy dan Alex.
\=\=\=@@
Kantor MF
Ellena sudah mendengar berita tentang pernikahan Zacklee. Hatinya terasa sakit. Dirinya ingin menenangkan dirinya seperti biasa Ellena selalu salah memasuki mobil. Dan seperti biasa Alex yang menjadi tempat salahnya.
" Pokoknya ini ga boleh terjadi ". Gumamnya dengan kesal.
" Ka rusuh, antar aku menemui Mak Lampir ".
Alex yang sedang menemani Ellena menoleh ke arahnya dan tertawa.
" Mak Lampir ga ada yang cantikan dikit apa Ell ". Sahut Alex.
" si Kuyang ". Jawabnya kesal.
Alex semakin tertawa mendengar sebutan yang Ellena buat.
๐๐๐๐
Terimakasih para pembaca setia, moon maaf apabila dalam penulisan maupun cerita othor masih banyak kekurangan. Sebab othor menyadari jika kesempurnaan hanya Milik- NYA๐
Sekali lagi terimakasih buat para Readers,
Hanya Do'a terbaik yang bisa othor ucapkan.
Semoga para Readers selalu dilimpahkan Rezeki yang halal dan Barokah๐คฒ๐คฒ
Ini koq othor malah kayak pidato sih๐
Lanjuttt...
jangan lupa tinggalkan jejak bahagia anyaโค
LIKE
VOTE
COMMENT
__ADS_1
๐๐