
Aku mendengarkan suara wanita paruh baya itu setenang mungkin karena beliau berbicara diiringi dengan tangisan terus menerus yang membuatku ikut merasakan sakit dan kesedihan yang ia rasakan saat ini.
Andai saja aku tega, ingin rasanya aku katakan semua kebenaran tentang kelakuan jahat anaknya yang telah dilakukannya padaku. namun karena rasa kasihanku... aku lebih baik diam dan membiarkan kebenaran akan terungkap dengan sendirinya.
"Raaa... kamu dimana raaa?" tanyanya masih diikuti dengan isakan tangis
"Gimana bu... ada apa? ibu kenapa menangis?" tanyaku pelan
"Langit lagi kena musibah raa..." ia kembali menjawab dengan tangisan
"Musibah ?? musibah apa bu?" sahutku
"Langit ditangkap polisi tadi raa... dia tadi dari tempatmu kan?" tanyanya dengan nada sedih
"Kok bisa bu ? tadi dia dari tempat ara cuma bentar gak sampe 5 menit bu." jawabku jujur
"Tadi habis dari tempatmu dia ditangkap polisi diperjalanan pulang raa" ia menjelaskan padaku sembari mengatur nafasnya
"Kenapa bisa begitu bu?" aku masih terus melontarkan pertanyaan
"Dia tadi digeledah dijalan oleh beberapa polisi dan ditemukan ada barang bukti ra" ia menjelaskan kejadian yang dialami oleh anak lelakinya tersebut
" Barang bukti bu? barang bukti apa bu?" tanyaku seakan tak mengerti dengan apa yang terjadi
"Langit bawa narkoba raa... ibu gatau lagi harus gimana, ibu kira dia sudah tidak mendekati barang haram itu lagi karena dulu setelah keluar dari penjara dia sudah berjanji pada ibu dan bapak untuk berhenti bermain dengan barang haram itu raa..." tangisannya mulai meledak lagi
"Mana bisa candu itu akan hilang kalau sama sekali gaada niat dari langit untuk menghentikan kebiasaan buruknya itu" Aku bergumam dalam hati dengan penuh rasa geram mengingat kelakuan Langit yang sangat egois dan tega mengorbankan keselamatanku dan juga mengecewakan kedua orangtuanya.
"Ibu yang sabar ya... ibu dimana sekarang?" aku mencoba menenangkan ibunya
"Ibu masih di kantor polisi ini raa... polisi bilang Langit harus ditebus sebanyak 50jt agar hukumannya bisa diringankan, sedangkan saat ini ibu benar-benar tidak ada uang... tolong ibu raa kalau kamu ada uang ibu pinjam dulu, karena kalau ibu tidak menebus Langit kali ini hukumannya akan lebih berat daripada hukuman sebelumnya" ia mengutarakan maksudnya dengan nada memelas.
"Maaf bu... saat ini ara tidak punya uang sebanyak itu, nanti coba ara bantu carikan pinjaman ya bu" jawabku jujur
__ADS_1
"Iya tolong kami ra... ibu hanya pinjam 1-3 hari saja nanti langsung ibu ganti, sebenarnya ibu sudah sangat lelah dan ingin membiarkan anak itu masuk kedalam penjara biar dia tahu rasa dan bisa belajar dari kesalahannya... tapi namanya anak ya kan ra, ibu gak tega juga" ucapnya pasrah.
"iya bu... ibu tenang dulu, semoga nanti diberi jalan keluar terbaik... ibu mau ara temani disitu? " ucapku bermaksud menenangkannya.
"Tidak usah ra... setelah ini ibu mau pulang, ibu lelah seharian sudah disini" suaranya memang terdengar sangat lemas.
"Yasudah kalau gitu bu... ibu sama bapak hati-hati ya pulangnya, jangan lupa makan ya bu... istirahat yang cukup juga jangan sampai ibu kelelahan" ucapku khawatir jika ibunya Langit terlalu lelah dan jatuh sakit.
"Iya... makasih ya ra yaa... Assalamualaikum"
"sama-sama bu... Wa'alaikumsalam" Kamipun mengakhiri panggilan telepon kami yang berdurasi cukup lama itu.
Akupun menjatuhkan tubuhku diatas tempat tidurku sambil menghembuskan nafasku perlahan bermaksud mengatur nafasku yang sedari tadi terasa hampir habis saat berbincang dengan ibunya Langit melalui panggilan telepon.
Setelah nafasku kembali normal, aku beranjak dari tempat tidurku untuk membersihkan diriku dan mencari makanan karena cacing dalam perutku sudah meronta meminta haknya.
Aku keluar dari kamarku dan menuju kekamar yang lain yang berada dibelakang kamarku... kamar itu tak lain adalah kamar Risti, aku bermaksud ingin memintanya untuk menemaniku makan... entah kenapa rasanya malam itu aku butuh seseorang untuk menemaniku dan bisa kuajak bicara.
Tok...
Tok...
Tok...
Ceklek...
Tak lama kemudian akhirnya pintu itupun terbuka, dan terlihat Risti dengan rambut ala singanya yang nampak seperti Hagrid (Salah satu tokoh difilm harry potter). ternyata ia baru saja bangun dari tidurnya.
"Hallooooo my lovely hagrid..." sapaku dengan nada dan raut wajah meledek kearahnya.
"Apaaaa... ???" sahutnya dengan nada sangat rendah dengan raut wajahnya yang masih terlihat ngantuk.
"Temenin makan dong... ya... ya... ya..." pintaku dengan pura-pura memelas.
__ADS_1
"hmmmm... bentar cuci muka dulu" ia menjawabku sambil berlalu meninggalkanku masuk kedalam kamar mandi.
"Cepeeeeet !!! aku laper banget " seruku berharap ia mempercepat gerakannya.
"Sabaaaaarr woyyy... !!!" ia meninggikan nada suaranya sambil mengelap wajahnya yang masih terlihat basah dengan handuk.
Aku hanya berdiri menunggunya didepan pintu kamarnya sambil terkekeh menggoda Risti yang masih terlihat ngantuk.
Drrrrt....
Drrrrrt...
Drrrrt....
Saat tengah asyik menunggu Risti bersiap-siap, tiba-tiba terdengar suara dan getaran dari ponselku yang berbunyi pertanda ada panggilan dari seseorang yang masuk...
Bersambung
-
-
-
-
-
-
**Halloooo readers kesayangan aku... terus pantengin setiap episodenya "Young Single Mom" yah ♥️
Kalo kalian suka dengan karya Author, boleh banget loh tinggalin komen,like dan juga vote.nya yah 🙏
__ADS_1
Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !!!
Terimakasih**