Young Single Mom

Young Single Mom
Keluarga.


__ADS_3

Aku sangat terharu dengan mereka. Mereka rela mengorbankan nama baik keluarganya demi melindungi ku. Ada lagi kebaikan yang Tuhan berikan padaku. Aku tersenyum sembari menahan tangisku karena mataku berkaca-kaca,jika ada kata yang lebih tepat selain terimakasih itu pantas ku ucapkan pada mereka.


"Udah kamu gak usah nangis Ra ! Walaupun tante gak ada di posisi kamu,tapi tante tahu pasti hati kamu hancur banget. Kamu gak usah khawatir,kami pasti bantu kamu." Tante Ai berusaha menghiburku.


"Sekarang yang paling penting,kamu fokus mikirin kesehatan debay sama persiapan lahirannya ya Ra ! Kuatin mental pokoknya !."


"Semoga bisa lahiran normal biar cepet pulihnya kayak aku hehe." Tante Nda tertawa sumringah lantaran ke 3 anaknya bisa lahir normal.


"Amin, kemaren tante terakhir operasi sesar habis berapa te ?." Aku melemparkan pertanyaan pada tante Ai yang sudah 2 kali melahirkan dengan operasi sesar.


"Paling murah 10 juta an Ra. Kamu masih punya tabungan buat lahiran kan ?." Tante Ai bertanya padaku dengan raut wajah serius.


"Kalau segitu banyak gak ada eh te, cuma punya dikit buat persiapan lahiran normal." Raut wajahku terlihat makin menyedihkan.


"Bukannya kamu ada mas kawin ya kemaren ?."


"Udah diminta lagi te,jangan kan mas kawin. Uang buat periksa aja di ungkit sama keluarga mereka. hmmmmh" Aku membuang nafas kasar.


"Masha Alloh, segitunya ya. Udah lah Ra gak usah di bahas lagi ! Bikin tante emosi aja." Tante Ai terlihat geram.


"Baguslah kalau gitu malah udah gak ada sangkut pautnya lagi sama mereka. Heran aja sih ada ya manusia yang begitu" Tante Nda ikut menimpali.


"Ibu sama bapak masih ada uang nak buat biaya persalinan kamu. Udah yang begitu - begitu gak usah dipikirin lagi." Ibu terlihat sangat tidak nyaman dengan perbincangan itu,seperti membuatnya teringat kembali dengan perdebatannya pada keluarga Aryo.


"Kami juga masih mampu bayarin kamu Ra, Ya kan Nda ?." Tante Ai melemparkan pertanyaan pada tante Nda yang sedang mengusap pundakku sembari tersenyum dan menganggukkan kepala menyahuti tante Ai.


Aku tersenyum haru menatap wajah mereka yang selalu ada disaat terendah ku tanpa aku meminta. Inilah keluarga,alasan kenapa aku harus bangkit dan selalu semangat menjalani hari - hariku yang terasa sangat berat.


* * *


Tiba hari dimana aku harus kembali memeriksakan kandunganku. Kali ini aku pergi ditemani Risti karena kebetulan ia sedang ada urusan di Jawa Timur dan sekaliam menemuiku.


Kami berdua berangkat pagi-pagi karena takut akan antri banyak. Aku memeriksakan kandunganku di klinik yang berada di dekat rumah karena perutku sudah makin besar untuk pergi ke rumah sakit yang agak jauh.


Beruntung saat registrasi di klinik ini ada bidan yang bertugas dan kondisi klinik yang sepi bebas antrian. Selesai registrasi aku langsung menuju ruang periksa sedangkan Risti tetap berada di ruang tunggu.

__ADS_1


"Silahkan rebahan bu !." Seorang bidan menyapaku dengan suara ramah.


Ia memeriksaku dengan beberapa teknik yang berbeda tidak seperti pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter saat usg sebelumnya.


"Semuanya normal ya bu." Setelah menjelaskan kondisi kandunganku.


"Disini saya bisa minta buku pink mba ?." Aku teringat harus memiliki buku pink.


"Bisa bu,nanti nambah 10 rb. Kok bisa belum punya,padahal kandungannya sudah besar?."


"Iya,kemarin periksanya di dokter terus. Jadi gak dapet buku."


"Oh iya Kalau di dokter biasanya emang gak di kasih. Ini nanti saya resep kan kalsium sama vitamin ya bu."


"Baik mba. Mba disini melayani persalinan gak ya ?."


"Melayani bu. kami buka 24 jam,jadi kalau sewaktu-waktu kerasa bisa langsung datang kesini."


"Baik makasih ya mba." Aku berlalu pergi meninggalkan ruang periksa menuju kasir untuk menebus obat dan juga bayar biaya pemeriksaan.


Tak butuh waktu lama untukku menyelesaikan pembayaran dan kembali menghampiri Risti yang tengah asyik duduk di ruang tunggu bersama pengunjung lain.


"Udah nih."


"Kok cepet banget."


"Iya tauk tuh gak antri."


"Yaudah. Ngopi yuk ! Udah lama gak berduaan nih kita hahaha."


"Hayuk."


Aku dan Risti pergi menuju coffeeshop didekat klinik untuk berbincang dan melepas rindu setelah sekian lama berpisah.


"Mas aku pesen Iced Thai tea sama Fruit pudding ya." Aku memesan minuman kesukaanku sesampainya didepan kasir.

__ADS_1


"Aku Iced Green tea sama red velvet cake ya mas." Risti menunjuk kue kesukaannya yang dipajang rapi dibalik etalase.


Setelah selesai memesan,kami kemudian mencari tempat duduk outdoor yang nyaman untuk berbincang.


Kami menghabiskan waktu cukup lama hampir 3 jam di coffeeshop tersebut hingga perut mulai terasa lapar. Namun, sayang sekali mereka tidak menyediakan makanan berat hingga membuat kami harus pergi mencari makan.


"Makan apa dong ?." Risti terlihat kesal lantaran perutnya sudah tidak bisa kompromi lagi.


"Deket situ ada yang jual mi ayam bakso iga. Rasanya mirip kayak mi ayam favorit kita di depan kampus. mau gak ?."


"Serius ? Maulah !."


Tak perlu menunggu lama,aku dan Risti segera menghampiri warung mi ayam tersebut. Pengunjungnya cukup ramai karena bertepatan dengan jam makan siang. Untungnya pesanan datang cepat walau ramai.


"Mantep ! persis banget sama mi depan kampus. Lebih enak ini malah." Risti terlihat makan dengan lahap.


Bersambung.


-


-


-


-


-


Hai haiiii readers kesayangan aku. Makasih ya selalu setia membaca setiap episode YSM.


Jangan bosan-bosan ya terus ikuti setiap episodenya.


Jika kalian suka dengan karya author. Tinggalkan like,komen dan juga votenya yah 🙏


Komen dibawah jika ada kritik dan saran yang ingin disampaikan. Dan juga jika ada unek - unek yang mau disampaikan ❤️

__ADS_1


Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !


Terimakasih.


__ADS_2