Young Single Mom

Young Single Mom
Beradu Argu.


__ADS_3

Selesai membuatkan kopi,aku membawakannya ke dalam kamar dan aku menaruhnya di atas nakas. Aku merebahkan diri disampingnya. Meletakkan kepalaku di lengannya seperti biasa. Ia kemudian melemparkan beberapa candaan kepadaku seperti biasa. Kami masih saling peluk hingga ia tertidur, aku menangis di sampingnya. Berpikir apakah masih bisa seperti ini terus,apakah ia tidak akan meninggalkanku,apakah ia akan mempertahankan aku dan anaknya ketimbang siwi dan keluarganya ? semua pertanyaan itu memenuhi otakku bersamaan dengan tangisanku. Entah Aryo pura - pura tidak tahu atau memang tidak mau tahu lagi perihal kesedihanku saat ini. Aku hanyut dalam bayangan hal - hal indah yang dulu Aryo berikan untukku. Apakah mungkin aku sanggup melupakan dan melepaskannya begitu saja ? hal itulah yang membuatku sangat sedih ketika berada di pelukannya saat ini.


Terdengar suara mobil yang berhenti didepan rumahku, tak lama kemudian aku mendengar suara kedatangan seseorang yang disambut oleh bapak. Aku tetap berada didalam kamar bersama Aryo dan tak keluar melihat siapa yang datang, kukira tamu bapak dan ibu.


Tok... tok... tok...


"Ra ! Ra !."


Ceklek


"Ya pak ?."


"Keluar ! itu ada orang !."


"Siapa ?." Bapak hanya menaikkan kedua pundaknya tanpa menyahuti pertanyaanku.


Ternyata di ruang tamu sudah ada keluarga Aryo tengah duduk memenuhi kursi ruang tamuku. Mereka datang berempat, Ayahnya,kakaknya,suami kakaknya dan perwakilan dari keluarga Siwi. Sebenarnya aku terkejut karena sebelumnya Aryo tak mengatakan apapun padaku perihal kedatangan keluarganya. Aku menyalami mereka satu persatu tanpa bertanya apapun dan duduk di ruang tengah yang masih terlihat dari ruang tamu.


"Mba Ara duduk sini aja di samping Aryo !." Titah Tari. Aku segera duduk di sebelah Aryo. Tak lama kemudian pak kepala desa juga datang setelah bapak menghubunginya.


"Jadi begini bapak ibu sekalian,maksud kedatangan kami kesini adalah untuk membahas perihal kehamilan mba Ara." Ayahnya mulai membuka pembicaraan pada keluargaku.


"Oh iya silahkan gimana maunya ?." Bapak kemudian menimpali.


"Mohon maaf sebelumnya saya mau tanya sama anak saya Aryo dulu, apa dia masih mau melanjutkan hubungannya dengan Ara ?."


"Tidak ! sekarang juga saya akan menalak Ara !." Aryo tiba - tiba menepuk pundak kananku dan memegangnya dengan sangat erat sembari menalakku saat itu. Aku terkejut dan menatap wajahnya dengan tajam namun ia tak berani menatapku, matanya terlihat berkaca - kaca.


"Nah jadi anak saya Aryo sudah tidak mau lagi dengan anak bapak. Jadi mulai sekarang mereka bukan suami istri lagi."

__ADS_1


"Mana bisa seperti itu ? Ara kan sekarang lagi hamil. Dalam agama boleh pisah kalau anaknya sudah lahir. Lagian kemaren bapak sendiri yang mengutus wakil untuk menjadi penghulu dan petugas KUA,kenapa sekarang malah begini ?" Pak kepala desa ikut bersuara.


"Tidak ! saya tidak tahu dan saya tidak pernah mengutus siapapun untuk menikahkan mereka." Ayahnya bersikeras tidak tahu menahu tentang pernikahan itu.


"Mohon maaf pak,saya punya video paska pernikahan mereka. Disitu juga ada bukti bahwa mereka mengatakan kalau mereka adalah utusan bapak." Ayah Aryo hanya diam ketika pak kepala desa mengatakan tentang rekaman video yang ia simpan.


"Alasan kamu apa mau menalak Ara?." Bapak melemparkan pertanyaan pada Aryo.


"Karena dia sering berbohong dan tidak patuh pada saya, suaminya." Jawabnya.


"Bohong ? Membawa penghulu yang kamu bilang utusan ayahmu padahal ternyata bukan. Itu disebut apa kalau bukan bohong ? bahkan kamu membohongi keluargaku." Aku menangkis jawaban Aryo yang kurasa sangat tidak masuk akal.


"Lalu kenapa kamu pulang kerumah orang tuamu tanpa meminta ijin kepadaku? itu sama saja kamu sudah tidak patuh." Ia kembali membalas perkataanku.


"Saya yang suruh anak saya pulang. Ngapain tetap disana kalau gak diurusin,gak di kasih nafkah ? Mending saya suruh pulang kasih makan enak - enak anak dan calon cucu saya." raut wajah ibu terlihat sangat tidak terima.


"Ibu gak usah ikut - ikutan ya !." Tari tiba - tiba menimpali perkataan ibu.


"Emang Aranya aja yang gak bisa jaga diri, dirayu dikit sama cowok aja langsung mau. Kalau cowok mah wajar biasa genit gitu sama cewek, tinggal ceweknya aja yang mau respon apa enggak." Teri tak mau kalah untuk bicara.


"Wajar ? biasa ya mba ? berarti kalau suami kamu genit sama wanita lain gak papa ya mba ?." Tari bungkam mendengar perkataanku. Raut wajah suaminya merah terlihat malu dengan perkataan istrinya.


"Maksud kedatangan kami kemari untuk mencari solusi bukan saling beradu argumen,jadi tolong jangan terlalu menyudutkan mba Ara. Kasian dia lagi hamil." Perwakilan dari keluarga Siwi yang bernama Bima ini akhirnya menengahi perdebatan antara dua belah keluarga ini.


"Kami mau memberi penawaran untuk Ara, kamu mau tetap tinggal dijogja kami rawat dan biayai selama hamil setelah anaknya lahir serahkan pada kami, atau kalau tidak mau menyerahkan anak ini yasudah kami lepas tangan tidak akan membantu apapun dan tidak mau tahu menahu lagi dengan kehidupan kalian." Bagiku ayahnya memberi penawaran yang tidak manusiawi.


"Saya memilih untuk merawat anak ini sendiri tanpa gangguan kalian sama sekali !."


"Sebentar mba, apa mba Ara sudah yakin ? coba pikirkan lagi gimana kedepannya. Apa mba Ara benar - benar sanggup merawatnya sendiri ?." Bima memastikan lagi jawabanku.

__ADS_1


"Emang kamu gak malu apa kalau nanti tetangga taunya kamu hamil gak ada suaminya ?." Tari melemparkan pertanyaan lagi.


"Enggak. Kenapa harus malu ? Saya tanggung jawab merawat anak ini. Untuk apa saya mempertahankan lelaki kasar kayak Aryo yang bermental pengecut dan gak bertanggung jawab."


"Kasar gimana maksud mba Ara ?." Bima bertanya padaku.


"Dia berbuat kasar sama saya. ini bekas - bekas lukanya." Aku menunjukkan beberapa lebam bekas pukulan Aryo yang ada di tubuhku. Ayahnya terlihat menundukkan kepalanya melihat bekas luka yang ada di tubuhku.


"Melihat ini,saya jadi khawatir dengan Siwi." Bima menatap lukaku dengan raut wajah kasian.


"Mba Ara sudah ada rencana kedepannya mau gimana belom ? sudah memikirkan gimana nanti biar bisa jaga nama baik keluarga ? kasian kalau nanti tetangga mba Ara menghujat keluarga mba...


Bersambung...


-


-


-


-


-


Hallo readers kesayangan aku,terimakasih ya selalu setia baca YSM. Terus ikuti episode - episode selanjutnya ya...


Jika kalian suka dengan karya author harap tinggalkan like,komen dan juga votenya yah 🙏


Komen di bawah kalo ada kritik dan saran atau unek - unek yang mau disampaikan ☺️

__ADS_1


Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !


Terimakasih.


__ADS_2