
"Kalian jangan lupa kesini lagi pas acara mitoni lho ya !." ibu terlihat keluar dari dapur sambil membawa nampan yang berisi makanan dan menaruhnya di meja.
"Siap bu,pasti kita kesini." Risti langsung menyantap makanan yang ibu bawakan.
"Waaaaa bentar lagi udah mitoni aja ya." Rofi berbinar tak percaya.
* * *
Hari ini bapak datang pagi-pagi bersama mbah putri dan disusul oleh keluarga tante Nda dan tante Ai yang akan membantu mempersiapkan acara mitoni kehamilanku.
Ada rasa mengganjal didalam hatiku, yang mana harusnya acara seperti ini adalah urusan laki-laki yang harusnya disebut ayah dari bayi yang ada di dalam perutku. Tapi bahkan lagi-lagi ibu yang lebih memikirkan tentang hal-hal yang penting untukku dan calon anakku. Disini pula keluargaku yang selalu sigap dan tanggap menguatkan kelangsungan hidupku.
Acara Tingkeban atau yang orang jawa sebut mitoni ini dilakukan sederhana hanya acara selamatan saja yang dilakukan pada malam hari dengan pembacaan surat Yasin dan do’a dan diakhiri dengan memberikan makanan kepada para tamu yang hadir. Acara ini hanya dihadiri keluargaku,teman-temanku dan beberapa tetangga saja.
Tujuan dilaksanakan selamatan ini adalah agar kehamilan ini mendapat pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa, bayi yang dikandung selamat, calon ibu yang mengandung selalu diberikan kesehatan dan keselamatan dalam proses persalinan.
Bahan yang dipersiapkan ibu dan dibantu oleh tanteku dalam tradisi tingkeban ini adalah nasi tumpeng dengan lauk pauk sederhana, hidangan ayam ingkung, tumpeng kuat (satu tumpeng besar dan enam tumpeng kecil yang mengelilingi tumpeng besar), jajan pasar yang dibeli dari pasar langsung seperti kue cucur, jalabria, kue lapis, dan kue lainnya. Keleman yang merupakan jenis ubi-ubian sebanyak 7 macam seperti ubi jalar, kentang, ketelan dan lain-lain. Rujakan terdiri dari buah-buahan segar, bubur merah putih, dawet, kupat, lepet dan kurapan.
Aya,Rofi dan juga Risti datang tepat setelah ibu menyelesaikan semua persiapannya. Tak lama kemudian beberapa tetangga juga hadir. Acara ini dilaksanakan diruang tengah dan ruang tengah rumahku. Tak lupa mbah putri juga menggelar karpet untuk alas duduk kami saat berlangsungnya acara.
Do'a dipimpin oleh bapak dan diarahkan oleh mbah putri. Setelah berdo'a bersama acara dilanjutkan dengan makan bersama.
Para tetangga langsung pulang setelah acara selesai. Mereka juga kami beri makanan untuk dibawa pulang. Tak lupa karpet yang mereka duduki harus mereka tarik keluar bersamaan dengan keluarnya mereka dari dalam rumah atas perintah mbah putri.
Sedangkan ke-tiga temanku masih tinggal dan berbincang denganku diruang tamu untuk sesaat.
"Kami gak bisa nginep lho Ra besok kerja." Risti dan Rofi yang menyempatkan diri untuk datang membuatku sangat bahagia.
__ADS_1
"Yaaahh padahal udah dateng jauh-jauh kesini." Aya yang sedang tugas di Jatim ini terlihat kecewa lantaran hanya bertemu sebentar dengan mereka begitupun aku.
"Yaudah gak papa,makasih banyak lho udah mau dateng jauh kesini."
"Halah !! besok kabarin kalau udah mau lahiran biar kita temenin." Rofi terlihat sangat siap akan menemaniku saat persalinan.
"Kita pamit dulu deh ya. Takut kemaleman." Mereka bertiga pamit undur diri padaku dan keluargaku.
"Makasih lho ya. Hati-hati dijalan. Kalau udah sampai kabarin !." Mereka menganggukan kepala sembari tersenyum ke arahku dan keluargaku untuk kemudian melajukan kendaraan mereka meninggalkan rumahku.
Setelah kepergian mereka, aku membantu ibu membereskan semuanya. Kami juga saling berbincang menikmati moment berkumpul yang jarang sekali terjadi.
"Ra kemaren kiriman kue itu bapak kasih ke anaknya pak Soleh."
"Iya gak papa pak malah bermanfaat,seneng kan anak kecil dikasih kue."
"Kue apa sih?." Tante Ai terlihat penasaran.
"Itu dari Aryo. Kemaren kan Ara ulang tahun te."
"Heleh. Ngasih kok kue. Buat apaan coba ? gak ada faedahnya." Raut wajah tante Ai terlihat sengit.
"Masih berani dia dateng kerumah ?." tante Nda ikut melemparkan pertanyaan.
"Gak dateng, kirim lewat kurir te."
"Dihh apaan lagi begitu. Gatau malu banget." Kali ini raut tante Nda juga ikut geram.
__ADS_1
"Dah lah biarin aja. Terserah dia mau jungkir balik pake modelan gimanapun aku juga gak peduli." Aku memang benar sudah tidak peduli dengan apapun tindakan Aryo entah untuk sekarang dan semoga seterusnya juga begitu.
Perlakuan buruknya padaku secara tidak langsung membantuku untuk berani melangkah menjalani kehidupanku saat ini tanpa sedikitpun ada rasa ingin menoleh kebelakang. Membuatku tidak merasa menyesal sama sekali harus berpisah dengannya. Membuatku sadar bahwa sebenarnya diriku dan hidupku sangat berharga dan tak ada seorangpun yang berhak menilai rendah hidupku apalagi hanya laki-laki pengecut macam Aryo.
Bersambung...
-
-
-
-
-
Hai haiiii readers kesayangan aku. Makasih ya selalu setia membaca setiap episode YSM. Makasih juga buat semua pembaca yang sudah berbaik hati memberikan vote,like dan juga komennya. Semoga sehat dan rejekinya lancar selalu. 🙏
Jangan bosan-bosan ya terus ikuti setiap episodenya.
Jika kalian suka dengan karya author. Tinggalkan like,komen dan juga votenya yah 🙏
Komen dibawah jika ada kritik dan saran yang ingin disampaikan. Dan juga jika ada unek - unek yang mau disampaikan ❤️
Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !
Terimakasih.
__ADS_1