Young Single Mom

Young Single Mom
Be aware !!!


__ADS_3

"Aryo.." Aku bergumam sambil melihat kearah layar ponselku dan berniat untuk mengangkat panggilan teleponnya, namun sebelum sempat kuangkat... tiba-tiba suara panggilan telepon dari Aryo sudah mati.


Aku berniat untuk menghubunginya kembali namun kuurungkan karena Risti sudah selesai dengan persiapannya dan mengajakku segera turun untuk makan.


"Ayo raaaa... !!! buruan !!! malah bengong... tinggal loh !!" serunya sambil menutup pintu kamarnya dan beranjak menuruni anak tangga.


"Oh udaaah ? " aku segera mengikuti langkah kaki Risti untuk turun kebawah.


Kami berjalan menyisiri jalanan sekitar kosan dan terhenti di salah satu Restaurant siap saji . Kami memilih makanan siap saji karena rasa lapar yang sudah tidak bisa ditahan lagi dan tak mampu menunggu makanan yang diolah terlalu lama.


Setelah memasuki Restaurant tersebut, kami mulai mengedarkan mata elang kami untuk mencari tempat duduk yang nyaman. tak membutuhkan waktu lama untuk kami mendapatkan tempat duduk di kursi sofa yang empuk . Kami berbagi tugas.. Risti segera menuju counter pemesanan untuk memesan makanan kami dan aku duduk menunggu ditempat yang sudah kami dapatkan tadi agar tidak ditempati oleh pengunjung lain.


Tak lama kemudian Risti datang dengan membawa nampan yang berisikan 2 paket makanan lengkap dengan minumannya. kemudian ia meletakkannya diatas meja kami.


Aroma harum dari makanan yang semerbak membuatku tak tahan ingin segera melahap habis makanan tersebut.


"eeemmmm harumnyaaaaa..." aku berkata sambil mendekatkan hidungku kearah makananku.


"Udah berapa abad gak makan??" tanya Risti ketus.


"100 abad" jawabku sambil mengerucutkan kedua sudut bibirku.


Risti hanya menyunggingkan senyuman sambil menatapku tanpa membalas perkataanku. aku dan Risti segera melahap makanan kami, sambil berbincang dan menikmati nyamannya tempat makan kami yang dilengkapi dengan pendingin ruangan dan kursi yang empuk membuat kami betah untuk berlama-lama dan menghabiskan waktu kami disana.


"Oh iya raa... terus tadi gimana jadinya? " tanya Risti tiba-tiba.


"Apanya?" Tanyaku bingung sambil mengunyah makanan yang masih penuh dalam mulutku.


"Itu... si Langit... tadi aku liat dia naik dan kekamarmu gak lama setelah kamu masuk, aku kaget banget terus kepikiran kamu... soalnya kan tadi dia cepet banget nyampenya" tanyanya khawatir.


"Iya Ris... baru aja tadi aku masuk tiba-tiba dia udah nyampe aja,padahal biasanya kan dia lama sampe kosku,malah biasanya 30 menit lebih, tadi tuh baru 10 menit loh" ucapku dengan wajah serius.


"Makanya itu... untung tadi kita ngobrolnya gak lama diluar, telat dikit aja kamu masuk kamar... dia pasti udah denger obrolan kita" sahutnya


"Heuuuuffft... untunglah" aku menghembuskan nafasku dengan lega sambil meletakkan minumanku kembali ke meja.

__ADS_1


"Terus... terus... sekarang dia gimana?" tanyanya penuh keingintahuan.


"Dia di kantor polisi sekarang, tapi gatau sih kelanjutannya gimana... aku belum dapet kabar dari Aryo, tadi hanya ibunya yang menghubungiku" jelasku jujur


"Lahh kok ibunya? ibunya bilang apa padamu?" tanyanya heran


"Dia tadi cuma kasih kabar... dia juga minta pinjam uang padaku sebanyak 50jt buat nebus Langit... tapi aku mana ada uang segitu banyak, hmmm... aku kasian sama orangtuanya, Langit tega banget" tuturku dengan nada pelan.


"Ngapain ditebus ? udah biarin aja tuh orang jahat... biar tau rasa !!!" sahut Risti geram.


"Yaaahhh namanya juga orangtua Ris... pasti gak tega lihat anaknya masuk penjara"


"ini kan bukan yang pertama kalinya... kapan kapoknya tuh anak kalo ditebus terus??" Risti makin geram.


"Ahh biarinlah Ris... aku juga gak ngerti sama mereka, aku juga masih nunggu kabar dari Aryo mau tau kelanjutannya gimana" tuturku pada Risti.


Drrrrrrt....


Drrrrrrt....


Saat aku dan Risti sedang dalam perbincangan, tiba-tiba ada panggilan masuk dari Aryo.


"Nihh panjang umur baru diomongin dan ditunggu-tunggu" ucapku kearah Risti sambil menggeser gulir hijau pada layar ponselku dan mendekatkan ponselku ketelinga.


"Hallo mba Ara..." sapanya dari sebrang panggilan.


"Hallo mas... gimana?" tanyaku


"Mba ara sedang ada dimana ? jadi pulang kerumah hari ini mba?" tanyanya.


"Saya gajadi pulang mas, lemes tadi gemeteran" jawabku jujur.


"Mba Ara panik ya ? " tanyanya memastikan.


"Iya mas... terus tadi kelanjutannya gimana mas ? tadi orangtuanya menghubungi saya, katanya kepolisian minta tebusan 50jt ? Apa benar begitu mas?" tanyaku.

__ADS_1


"Barang buktinya sedang kami priksa di Lab mba... kami sedang menunggu hasilnya, Jika hasilnya positif dia akan langsung kami tahan mba... untuk masalah uang tebusan itu untuk meringankan hukumannya karena dia adalah seorang residivis, biasanya hukumannya memang akan lebih berat mba" jelas Aryo padaku.


"Oh gitu ya mas... " ucapku dengan nada lemas.


"Yasudah mba Ara jangan kemana-mana dan tetap tenang jangan panik,tunggu kabar dari saya selanjutnya... karena saya juga khawatir komplotan Langit akan bergerak setelah mengetahui dirinya tengah ditahan sekarang dan macam-macam pada mba Ara, Kalau bisa malam ini jangan tidur dikamar mba Ara dulu !" tukasnya memberikan himbauan padaku untuk berhati-hati.


"Baiklah mas... malam ini saya akan tidur ditempat teman saya dulu, makasih informasinya ya mas"


Setelah cukup lama berbincang akhirnya kami mengakhiri panggilan telepon kami. sejenak kepalaku terasa penuh dengan pikiran-pikiran yang berkumpul menjadi satu. Aku hanya terdiam sambil melamun.


"Ada apa ra !!" suaranya yang keras seketika membuyarkan lamunanku...


Bersambung


-


-


-


-


-


-


-


**Haiii haiii readers kesayangan aku... Terimakasih banyak ya selalu setia membaca "Young Single Mom" β™₯️


Jika kalian suka dengan karya Author boleh banget tinggalin like,komen dan vote.nya disetiap episodenya biar lebih rame ya... 😘


Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !!! πŸ™


Terimakasih**

__ADS_1


__ADS_2