Young Single Mom

Young Single Mom
Ibu.


__ADS_3

"Ra kamu pergi dari sini deh ! ikut aku sekarang ya ! cepet siap - siap ! aku takut nanti Aryo dateng kesini lagi !."


Aku segera menata beberapa bajuku kedalam tas ransel dan pergi ikut Bianca. Ia melajukan mobilnya untuk mengajakku menemui Fafa dirumahnya.


Ibu Fafa menyambut kedatangan kami dengan sajian makanan yang sangat banyak.


"Ayo makan dulu ! Ngobrolnya nanti lagi kalau udah kenyang."


"Iya bu matursuwun. maaf jadi ngrepotin..."


"Gak ngrepotin kok,biar kalian betah disini hehe."


"Kamu kenapa nduk." Setelah ibunya pergi,Fafa berani bertanya padaku. Aku menceritakan semua kejadian yang ku alami padanya.


"Dia punya pikiran gak sih ? Orang lagi hamil kok di kasarin, tega banget mau nyelakain darah dagingnya sendiri." Fafa sangat geram mengetahui kelakuan Aryo.


"Banci tuh dia ! beraninya kasar sama perempuan. Mana lagi hamil anaknya sendiri lagi." Bi ikut menimpali.


"Kemarin aja sok sok an di depan Ara, eeeh taunya di depan keluarganya mlempem kayak krupuk di rendem minyak. Perjuangin darah dagingnya sendiri aja gaberani. Dihh apaan laki banci begitu."


"Apa kabar tuh kalau temen - temennya tau mentalnya kayak tempe begitu. Malu - maluin kepolisian aja."


"Mending kamu visum deh ra buat jaga - jaga kalau Aryo berani nyelakain kamu lagi."


"Nanti kalau mereka mojokin kamu pake jalur hukum biar ada bukti. Mending kamu bilang juga sama pak Henry deh ra buat jaga - jaga kalau keluarganya rese."


"Udahlah mak, mau punya bukti juga percuma. Tahu sendiri kan di negara ini hukumnya gimana? Kebanyakan Mereka ngelindungi anggotanya walaupun salah biar nama profesinya gak tercoreng."


Malam itu aku menginap di rumah Fafa, Aryo terus - terusan menghubungiku tapi aku lebih memilih untuk mematikan ponselku. Fafa terus menyuruhku untuk menghubungi orang tuaku dan menceritakan semua masalah ini pada mereka.


"Ra, walaupun disini ada aku dan Bi tapi kami tidak bisa apa-apa selain hanya menemanimu, status kami tidak kuat untuk memutuskan segala sesuatu. Kamu tetap harus cerita sama orang tuamu karena apapun yang terjadi merekalah yang berhak atas kamu."

__ADS_1


Akhirnya aku memberanikan diri menghubungi ibu. Belum sempat aku bercerita apa-apa beliau seperti sudah paham. Memang ikatan batin seorang ibu pada anaknya sangatlah kuat.


"Pulanglah nak, naik Go-car aja jangan naik kendaraan umum biar lebih aman sampe rumah !."


"Iya bu hiks hiks hiks."


Setelah aku menutup panggilan dari ibu,banyak sekali notifikasi dari Aryo yang masuk. Saat sedang kubuka satu persatu, tiba-tiba ia menelponku.


"Heh ! Dimana kamu ? Kenapa gak ada di kos ?."


"Aku pulang kerumah orang tuaku."


"Setan ! Aku udah nunggu kamu disini dari kemaren. Ngapain kamu pulang ? Kamu lupa punya suami ? Kamu harus nurut sama semua perkataan suamimu bukan orang tuamu !."


"Suami ? Suami yang gak kasih nafkah sama istrinya ? Aku gak papa gak kamu kasih nafkah mas. Tapi anak ini, dia butuh asupan vitamin biar sehat."


"Setan kamu ! Awas aja ya aku bakar isi kosmu !."


Aku segera menutup sambungan telpon dari Aryo karena tidak mau berdebat lebih panjang lagi dan juga mematikan ponselku. Aku seperti sudah tidak mengenalinya lagi. Sikapnya yang berubah drastis seperti orang lain yang belum pernah ku temui sebelumnya membuatku semakin ingin menghindar darinya.


Pagi harinya aku memesan taksi online dan berpamitan pada Fafa dan ibunya. Sembari menunggu driver tiba, Fafa menemaniku di depan rumahnya dan memberiku semangat untuk menghadapi masalah yang sedang aku alami. Ia juga membawakanku bekal makanan agar kumakan selama diperjalanan.


"Itu deh mak kayaknya mobilnya."


"Iya, yawes ati-ati ya,pokoknya kasih kabar terus,kalau ada apa - apa bilang ya !."


"Iya mak, makasih banyak ya mak."


Fafa memeluk dan menciumku sebelum akhirnya aku masuk kedalam mobil. Ia juga bicara pada drivernya untuk hati-hati selama diperjalanan karena membawa wanita hamil.


Aku melihat keluar jendela. Hujan menemani perjalananku meninggalkan kota istimewa yang sudah sangat lama menjadi tempatku berteduh,berkeluh dan juga bertumbuh. Tempatku mencari ilmu,teman,saudara,pengalaman dan juga nafkah. Rasa haru oleh kenangan-kenangan sedih dan bahagia yang aku habiskan dikota ini seakan berkumpul memenuhi kedua bola mataku dan ingin mengalir bersamaan dengan keluarnya air mata yang sudah tak dapat lagi dibendung.

__ADS_1


Sesampainya dirumah, ibu segera menyambutku. Ia memelukku tanpa tanya. Ia mengerti dengan beban yang sedang dipikul oleh putri semata wayangnya ini. Ia berusaha tetap terlihat biasa seperti tidak terjadi apa-apa.


"Nak mandi sana, ibu sudah siapkan air hangat." Aku menganggukkan kepala tak berani menatap wajah ibu dan berlalu pergi ke kamar mandi. Aku menangis sejadinya di dalam kamar mandi. Merasa bersalah ? Tentu saja, aku sudah membuat kesalahan dan orang tuaku tetap menerimaku dengan sangat baik. Rasanya seperti lebih baik mereka memarahiku saja, tapi kenapa mereka malah tak melakukan itu padaku. Membuat dada ini semakin terasa sesak merasa bersalah karena aku telah mengecewakan mereka.


Selesai mandi aku masuk kedalam kamar. Aku merebahkan tubuhku di atas ranjang. Tak lama kemudian ibu masuk ke kamar membawakan makan dan minum. Ia kemudian meletakkannya di atas nakas.


"Tidur dulu gak papa, nanti kalau udah laper dimakan ya." ia menyelimuti tubuhku dan meninggalkan kamarku.


Aku mengusap perutku yang masih rata. Dan menangis lagi.


"Nak maafin mama ya, mama sedih terus, mama nangis terus. Kamu jangan ikut sedih ya, mama sayang sama kamu nak. Kamu yang kuat ya nak, harus jadi anak kuat. Kita hadapi ini sama - sama. Kamu semangat mama nak."


Aku beranjak dari tempat tidurku dan meraih makanan yang ibu berikan. Rupanya ibu memasak makanan kesukaanku. Aku kembali menangis terharu dan mulai menyuapkan makanan kedalam mulutku.


"Tuh kan nak, ibu sayang sama kita. Banyak yang sayang sama kamu. Kamu harus kuat ya, Mama janji gak akan males makan lagi biar kamu sehat." Aku menyemangati diriku sendiri dan terus menghabiskan makanan yang ibu buatkan untukku.


Bersambung.


-


-


-


-


-


Hallo readers kesayangan aku, terimakasih banyak ya selalu setia baca YSM. Terus ikuti ceritanya dan jangan bosen ya πŸ’•


Jika kalian suka dengan karya author,mohon tinggalkan like,komen dan juga votenya ya biar rame...

__ADS_1


Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !


Terimakasih.


__ADS_2