Young Single Mom

Young Single Mom
Kantung Plastik


__ADS_3

Sontak aku melihat ke sekelilingku dan mataku tertuju pada bangunan di sisi bagian kiri. Terlihat minimarket yang buka 24 jam disana.


"Mba Ara butuh sesuatu untuk dibeli ?" Aryo menoleh ke arahku dengan tangan kanan yang sudah memegang pintu mobil bersiap hendak membukanya.


"Gak ada mas." jawabku singkat dan datar sambil menggelengkan kepala ke kanan dan ke kiri.


Tak banyak bicara, Aryo menganggukkan kepala lengkap dengan senyum tipisnya terlihat sudah paham. Ia pun segera membuka pintu dan turun dari mobil menuju minimarket tersebut.


Beberapa saat aku menunggunya, ia terlihat keluar dari dalam minimarket dengan membawa dua kantung plastik yang cukup besar ditangan kanan dan kirinya. ia mendudukkan badannya di kursi kemudi sebelum akhirnya meletakkan dua kantung plastik ditengah antara tempat dudukku dan dia.


Aku melirik kearah kantung plastik tersebut penasaran tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.


"Mba, ambilah minuman didalam plastik itu ! mba Ara pasti haus." Mata Aryo tertuju kearah kantung plastik yang ia letakkan di dekatku sebelum ia mengalihkan pandangannya ke depan untuk melanjutkan kemudinya.


"Ahh iya mas, tak perlu repot." Aku tersenyum paksa tanpa mengambil minuman yang Aryo maksud.


Sesampainya didepan kos, aku berbasa-basi sebentar dengan Aryo sebelum akhirnya aku turun dan tak lupa mengucapkan terimakasih padanya.


"Terimakasih atas bantuannya ya mas."


"Sama-sama mba, tidak usah sungkan." tentu saja Aryo menyunggingkan senyumannya.


"Bawalah ini mba !" Aryo menyodorkan plastik yang ia bawa dari minimarket tadi ke arahku.


"Apa ini mas ?" Aku menatapnya heran.


"Sudah bawa saja mba, untuk jaga-jaga kalau mba Ara nanti lapar jadi tak perlu repot keluar." kata-katanya membuatku paham kalau yang ada didalam plastik itu adalah makanan.


"Ahh tidak usah mas, saya tidak mau merepotkan lagi... bawa saja untuk teman-teman mas Aryo !" Aku keluar dari dalam mobil dan menutup pintunya pelan sambil mengucapkan terimakasih padanya.


Aku segera masuk kedalam kos tanpa menunggu mobil Aryo pergi. Aku berjalan keatas untuk menuju kamarku sambil sibuk mencari kunci kamar yang aku letakkan didalam tas, setelah berhasil menemukannya tepat didepan pintu, tiba-tiba seseorang tengah berdiri di belakangku.


"Mba !!" suara seorang pria memanggilku diiringi dengan tepukan di bahuku yang berhasil membuatku terkejut setengah mati.


Aku menengok kebelakang perlahan dan melihat Aryo tengah berdiri dan tersenyum ke arahku.


Badanku terasa begitu lemas dan membulatkan kedua bola mataku dengan sempurna sebelum akhirnya aku memejamkan kedua mataku diiringi dengan membuang nafas kasar dan kedua tangan yang ku letakkan di depan dadaku takut jantungku lepas dari tempatnya.


"Duhh maaf mba maaf, saya membuat mba Ara kaget." Senyuman yang sebelumnya terlihat diwajahnya seketika berubah menjadi ekspresi bersalah.


"Saya kira siapa maaaaaas.... heuuuuft" Aku masih mengatur kembali nafasku yang masih tidak beraturan.


"Hehehe maaf ya mba"

__ADS_1


"Ada apa mas? apa saya meninggalkan sesuatu?" Aku penasaran dengan apa yang dilakukannya ke kosku.


"Iya mba,hatimu yang ketinggalan" Aryo menatapku tanpa berkedip.


"Haaahh?? maksud mas ?" Aku mengernyitkan keningku heran.


"Ehh maaf mba, i- ini saya harus meninggalkan ini disini,saya gamau mba Ara lapar." Tiba-tiba Aryo mengalihkan pandangannya ke sembarang arah,ia terlihat salah tingkah dan yang bisa ia lakukan hanyalah menyodorkan kantung plastik yang ia pegang padaku.


"Yasudah kalau gitu saya pamit ya mba, jangan lupa dimakan semuanya ya !" ia segera berlalu pergi dan terlihat sangat gugup di depanku.


Aku masih tak bergeming dari tempatku berdiri dan menatapnya heran dengan mulut yang masih terbuka lebar memegang kantung plastik masih belum mengerti dengan tingkah aneh Aryo barusan.


Setelah cukup sadar akhirnya aku melanjutkan aktifitasku yang tadi sempat terhenti. Perlahan aku membuka pintu kamar dan meletakkan kedua kantung plastik yang Aryo berikan tadi.


Aku mendudukkan tubuhku dilantai dan bersandar di samping tempat tidurku. Aku membuka kantung plastik tersebut untuk melihat isi didalamnya, ternyata isinya adalah cemilan ringan yang cukup banyak dan beberapa minuman kaleng dan kotak lengkap dengan beberapa roti dan nasi kepal (onigiri).


Aku tersenyum sambil menggeleng-nggelengkan kepalaku melihat semua makanan yang ada di depanku.


"Bagaimana aku bisa menghabiskan semua ini?" Aku mengambil 1 bungkus onigiri dan 1 susu kotak untuk mengisi perutku sambil memasukkan semua isi makanan yang ada di kantung plastik tersebut kedalam kulkas.


"Kenapa dia ? Aneh banget !" Aku tersenyum geli dan bergumam heran mengingat tingkah Aryo yang aneh.


Setelah selesai memasukkan makanan kedalam kulkas,giliran memasukkan makanan kedalam mulutku.


Setelah dirasa perut cukup kenyang, aku memindahkan badanku di atas tempat tidurku dan membaringkannya. Aku segera tidur tanpa membersihkan badanku terlebih dahulu karena merasa sangat letih.


Keesokan harinya saat aku mulai membuka mataku pelan, kepalaku terasa sangat pusing dan badanku panas tapi rasanya dingin.


"Duhh ini pasti gara-gara angin pantai !" Aku bergumam kesal karena kesakitan.


Aku mengurungkan niatku untuk bangun dari tempat tidur dan memutuskan untuk kembali memejamkan kedua mataku berharap sakit kepalaku sedikit berkurang.


Waktu sudah siang perutku mulai terasa lapar dan sakit kepalaku belum juga berkurang, Akhirnya aku pun memaksakan diri untuk membersihkan diri karena badan terasa sangat lengket setelah seharian kuhabiskan dipantai pada hari sebelumnya.


Selesai membersihkan diri, aku mengambil beberapa makanan dan minuman dari dalam kulkas dan kembali ketempat tidurku untuk makan dan melanjutkan istirahatku.


Aku membuka ponselku dan melihat banyak sekali notifikasi yang masuk dari teman-teman kantor, karena hari ini aku tidak masuk tanpa memberikan keterangan apapun. Aku juga melihat ada beberapa pesan singkat yang masuk dari Aryo.


"Pagi mba Ara."


"Mba Ara dimana?"


"Mba Ara sudah makan?"

__ADS_1


Aku tersenyum sambil mulai menggerakkan jari-jari tanganku untuk membalas pesan singkat dari Aryo.


"Pagi mas, saya di kos karna demam jadi tidak pergi ketempat kerja. gimana mas ?" Aku meletakkan kembali ponselku keatas nakas setelah selesai membalas pesan singkat dari Aryo dan melanjutkan istirahatku agar cepat sembuh, tidak lupa aku juga mematikan suara notifikasi ponsel agar tidak mengganggu istirahatku.


tok


tok


tok


Aku mengerjapkan kedua mataku karena terkejut mendengar suara ketukan pintu dari luar kamarku. Aku melihat kearah jam dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul 8 malam. Dengan sedikit kepala yang terasa pusing, aku mulai melangkahkan kakiku mendekat kearah pintu perlahan untuk membukakan pintu kamarku.


ceklek


Terlihat seorang lelaki tengah berdiri didepan pintu kamarku dengan raut wajah yang khawatir.


"Mba Ara sudah baikan belom? ini saya bawakan obat buat mba." Aryo menyodorkan kantung plastik kecil yang berisikan obat, ia juga memegang wajah dan keningku mencari tahu suhu badanku.


"Saya gapapa kok mas, mas Aryo ada perlu apa kemari ?" Aku menepis tangan Aryo pelan.


"Gi-gini mba...."


Bersambung


-


-


-


-


-


-


-


Hallo readers kesayangan aku,maaf ya lama updatenya.


.sebelumnya author mau mengucapkan banyak-banyak terimakasih pada para pembaca yang masih setia mengikuti cerita "Young Single Mom" 💕


Jangan lupa like,vote dan komen karya Author ya biar rame ☺️

__ADS_1


Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !


Terimakasih


__ADS_2